Compartir

Terjerat Cintanya Papa Gula
Terjerat Cintanya Papa Gula
Autor: Mrs Anggez

Awal Mula

Autor: Mrs Anggez
last update Fecha de publicación: 2026-05-10 17:00:37

“Ivy, kau tahu ini jam berapa?!”

Arivy Zaliana Muchlis, biasa dipanggil Ivy, hampir melompat karena bentakan yang ia terima baru saja.

“Ma maaf, Pak.”

“Minta maaf tidak akan membuat saya menghasilkan uang! Cepat kerja sana! Karena kamu, saya sudah kehilangan beberapa pesanan antar. Sekali lagi kamu terlambat, saya akan langsung memecatmu!”

Ivy menutup matanya ketika mendapatkan omelan yang diselingi air liur yang menyembur dari mulut Pak Slamet.

Musim hujan membuatnya mengalami kendala untuk sampai ke tempat kerja paruh waktu ke tiga di hari ini. Ia yang mengandalkan kendaraan umum, tak bisa bergerak sendiri sehingga harus mengikuti jadwal kereta api yang suka berubah-ubah.

“Iya, Pak. Siap laksanakan.”

Ivy bergerak dengan cepat. Gadis berusia dua puluh dua tahun itu bergegas menghampiri dapur untuk mengambil pesanan yang baru saja selesai dibuat.

“Dapat sapaan yang bagus ya?” tanya Mawar, salah satu staff bagian kasir, dengan nada mengejek pada Ivy.

Tapi Ivy mengabaikannya. Ia sudah terbiasa dengan sikap Mawar yang tidak pernah berteman dengannya. Mulutnya hanya bisa mencibir ucapan rekan kerjanya itu.

Hanya cibiran tanpa suara, karena bisa saja Mawar malah mengadu pada atasan mereka. Dan sudah bisa dipastikan bila Mawar akan menambahkan bumbu-bumbu pedas lain agar Ivy makin dimarahi lagi.

“Mana alamatnya?” tanya Ivy.

“Ini!”

Mawar meletakkan sebuah kertas kecil yang berisikan nama juga alamat si pemesan makanan. Tentu saja dengan gerakan kasar. Ia selalu tak suka pada Ivy karena menurutnya Ivy lebih cantik darinya. Takut atasan mereka malah berpaling darinya yang memang hanya selingkuhan.

‘Bravino Adams?’ tanya Ivy dalam hati karena ini pertama kalinya ia mendengar nama itu.

Dan untuk alamatnya pun baru ia baca sekarang. Namun, ia tetap harus mengantarkan pesanan itu agar ia bisa terus mendapatkan gaji dari Pak Slamet yang galak bin tukang muncrat.

“Apa pesanannya sudah lengkap?” tanya Ivy lagi.

“Ya iyalah! Gue gak kayak lo kalau kerja. Gak pernah becus.”

Sekali lagi Mawar mencemooh Ivy, tapi juga seperti biasanya Ivy mengacuhkannya.

Ivy lalu memasukkan bungkusan makanan tersebut ke dalam tas khusus yang berfungsi untuk membuat makanan tersebut tetap hangat, meski di cuaca yang sedang dingin ini.

Sembari mencari alamat, Ivy mulai menguras otak dimana ia bisa mencari uang tambahan untuk kuliah sang adik. Menjadi anak yatim piatu sejak lima tahun lalu, membuatnya menjadi tumpuan hidup adiknya, Eriva. Ternyata alamat yang Ivy cari itu berada di sebuah kompleks perumahan konglomerat.

“Rumah di sini seperti istana. Istana yang super besar. Apa orang di dalam rumah itu gak kesasar ya saking luasnya” ujar Ivy kepada dirinya sendiri sambil terkekeh.

Ivy diharuskan meletakkan kartu identitas sebelum masuk ke dalam gerbang portal perumahan tersebut.

“Ini dia.”

Ivy turun dari motor, mengeluarkan boks makanan lalu memencet bel rumah itu. Cukup lama Ivy menunggu hingga ada yang membukakan pintu untuknya.

"Cari siapa?" tanya seorang lelaki bertubuh besar dengan wajah seram.

"Tuan Bravino Adams?"

Dari balik punggung lelaki seram tadi muncul seorang lelaki lain.

Mata Ivy di terpaku kepada lelaki yang berjalan dari arah dalam rumah. Mata hitam Ivy bertemu dengan mata biru gelap milik lelaki tersebut.

“Kenapa kamu baru datang sekarang? Lama!"”

Suara lelaki yang bisa dibilang sangat tampan dengan banyak otot yang menonjol sempurna dari balik kemeja putih yang dikenakannya, membuat Ivy sadar kalau ia telah menatap lelaki itu terlalu lama.

“Oh, iya. Maaf karena saya terlambat. Saya baru kali ini mengantar pesanan ke daerah ini, jadi tadi saya agak kesulitan. Dan ini pes … Aargghhh!”

Ivy berteriak kaget karena lelaki itu tiba-tiba mengangkat dan juga meletakkan tubuhnya ke atas pundak kekar lelaki itu. Terlebih sekarang lelaki tersebut menepuk bagian bawah milik Ivy.

“Tuan apa yang anda lakukan?!” tanya Ivy masih dengan volume suara yang tinggi. “Tuan!”

“Tidak usah banyak bicara! Aku sudah terlalu lama menunggu. Dan asal kamu tahu saja! Aku paling membenci itu.”

Lelaki itu berjalan masuk ke dalam mansion yang terlihat benar-benar istana di cerita dongeng. Mereka melewati beberapa lelaki lain yang memakai jas berwarna hitam dengan wajah datar, hanya melihat Ivy dengan lelaki itu tanpa ada rasa kaget sama sekali.

Seakan-akan hal tersebut adalah hal yang biasa-biasa saja. Padahal Ivy sekuat tenaga memberontak dan berusaha meraih orang-orang di sekelilingnya.

“Tolong! Tolong lepaskan aku. Aku mengaku salah karena sudah terlambat. Tapi aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi,” pinta Ivy memelas.

Lelaki itu tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya terus berjalan dengan ringan dan kini sedang menaiki tangga, seolah Ivy hanyalah boneka yang tak memiliki berat sama sekali.

“Tolong. Jangan seperti ini. A-aku akan membiarkan kamu tidak membayar pesanan ini. Aku yang akan membayarnya sebagai kompensasi. Tapi tolong jangan adukan ini kepada Bossku, dan tolong turunkan aku.”

Lelaki itu tetap diam dan terus berjalan, menaiki tangga yang berkelok, lalu masuk ke dalam sebuah kamar.

Ia menjatuhkan tubuh Ivy ke atas kasur besar yang sangat empuk denga cukup kasar. Untung saja ada benda itu, kalau tidak Ivy pasti akan merasa kesakitan.

Mata Ivy makin terbuka ketika melihat lelaki itu membuka kemejanya dengan menarik dari atas dan keluar dari kepalanya tanpa membuka kancingnya.

Ivy seperti melihat adegan film salah satu tokoh utama film kontroversial yang melakukan hal yang sama. Membuka kemeja dengan gerakan yang sangat manly dan seksi.

Bedanya lelaki di hadapan Ivy ini memiliki otot bahu, dada dan juga perut yang lebih menggiurkan. Seperti yang orang sering bilang, pelukable.

Di tambah dengan kumpulan rambut halus yah berada agak jauh di bagian bawah perut. Rimbun dan membuat penasaran.

Ivy menggelengkan kepalanya, berusaha mengusir pikiran nakal yang tidak seharusnya ada di sana. ‘Sadar, Ivy!’

Lelaki itu tersenyum miring. “Kamu pikir aku tidak bisa membayar seribu wanita sepertimu? Aku Bravino Adams, pewaris tunggal dari Perusahaan Armstrong Grup, bukan orang yang bisa kamu rendahkan seperti itu. Kalau bukan karena aku sudah sangat ingin melampiaskan hasratku, aku akan langsung menghukum kamu untuk melayani semua anak buahku karena keterlambatan dan juga mulut lancangmu itu!”

Ivy bergidik ngeri membayangkan ancaman kejam dari lelaki yang kini menunjukkan kejahatan di wajahnya. Entah mimpi apa ia semalam sampai mengalami hal ini. Atau kalau bisa ia berharap ini semua hanya mimpi belaka.

‘Melayani seperti apa maksud dia? Apa ini sebenarnya?’ batin Ivy bersuara

“Karena kamu cantik dan menggairahkan, aku akan menerima permintaan maaf kamu kalau kamu bisa menunjukkan kehebatan kamu di ranjang ini!”

Ivy membelalak lebar tak percaya, ‘What?! Apa-apaan ini?!’

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App

Último capítulo

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Polos Lebih Baik

    "Ivy.”Ivy berbalik karena panggilan yang ditangkap Indera pendengaranya. Senyumnya berkembang pada si pemanggil.“Hai, Dam. Kamu mau ke mana?”“Aku mau ke kantor. Kamu mau ke kampus?”Ivy menganggukkan kepala. “Yap. Aku ada kuliah pagi ini.”Damian ikut tersenyum. Bagai mendapat mood booster, senyum manis yang Ivy berikan akan memberi banyak warna bagi harinya. Meski pekerjaan yang menumpuk banyak telah menanti.Lelaki itu adalah pahlawan bagi Ivy dan Eri. Karena Damian lah Ivy dan adiknya itu bisa bertahan hidup dengan cukup layak hingga sekarang.“Ayo naik. Aku anter kamu sekalian. Aku harus meeting sama klien dan itu searah dengan kampus kamu.”Tanpa harus menunggu lama, Ivy langsung menganggukkan kepalanya. Ia naik ke dalam mobil Damian yang sudah lelaki itu bukakan pintunya dari dalam.“Eri mana?”“Eri udah keluar dari pagi. Dia bilang akan mendaftar ke kampus pilihannya,” jawab Ivy sembari memakai seat belt.“Eri gak mau nyoba di kampus kamu aja? Setidaknya kalau di sana kan ka

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Jadi Sugar Baby

    “Jadi simpananku, dan aku akan jadi sugar Daddy kamu. Kamu terlihat masih sangat muda, tapi aku menyukai tubuhmu. Kamu tidak punya pilihan lain, take it atau selamanya kamu tidak akan pernah pergi dari rumah ini dan juga tidak akan bertemu dengan adikmu!”Butuh waktu yang cukup lama untuk Ivy mencerna apa yang baru saja lelaki tampan bak titisan dewa tapi sayangnya brengsek, itu katakan.“Jangan pasang muka bodoh seperti itu. Say yes aja, biar semuanya lebih mudah.”Kembali Ivy dibuat tercengang. Baru saja ia diminta menjadi sugar baby lelaki yang Ivy perkirakan minimal lima tahun lebih tua dari dirinya. Yang kalau dibahasakan dengan kasar, ia harus jadi pemuas nafsu lelaki itu.Pemuas nafsu atau sama dengan pekerja se*s komersial, penjaja tubuh dan sebutan lainnya untuk profesi tersebut. Mengingat itu, Ivy langsung melayangkan penolakan.“Syarat gila macam apa itu? Setelah apa yang kamu lakukan dengan seenaknya, sekarang kamu malah ngancam aku? Apa kamu benaran udah gila?!” teriak Iv

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Sugar Daddy

    Tidak tahu sudah berapa lama Ivy tertidur, yang ia tahu hanyalah ketika ia bangun jendela sudah menunjukkan langit yang gelap berbeda ketika tadi siang ia masuk ke dalam kamar itu."Jam berapa ini? Ya Tuhan, ini udah malam. Aku harus cepat pulang, Eri pasti khawatir dan mencariku," monolognya.Ivy menoleh ke samping, dan di sana sudah kosong. Tangannya mencoba meraba sisi kain itu.Sudah dingin, itu berarti lelaki tadi sudah cukup lama meninggalkan ranjang. Nafas panjang yang melegakan langsung Ivy lakukan.Kembali Ivy mencoba bangun dari tempat tidur. Kali ini mungkin ia bisa benar-benar pergi.Namun gerakan pertamanya lagi-lagi harus tertunda. Ivy meringis kesakitan ketika ia merasakan perih di antara kedua pahanya juga kedua pergelangan tangannya.Rasa sakit nan ngilu itu membuatnya nyaris tak mampu bergerak. Apa memang rasanya sesakit ini?Tapi dulu ia sempat mendengar obrolan teman kerjanya di klub. Berbicara tentang betapa mereka menikmati setiap momen percintaan bersama kekasih

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Perawan

    “Aku mohon… tolong berhenti,” suara Ivy pecah di antara napas yang terengah. Tangannya yang kecil mencoba mendorong dada lelaki itu namun sia-sia.Tubuh Bravino terlalu besar untuk dia lawan, pria itu benar-benar menutup seluruh ruang geraknya.Bravino mencium rambut Ivy sambil tersenyum miring, mengamati wajah Ivy dengan tatapan seduktif. Sekaligus menakutkan di waktu yang sama.Hawa panas dari tubuh Bravino membuat Ivy ikut merasakannya. Suhu tubuh lelaki itu di atas rata-rata. Sesekali Ivy bergidik saat deru nafas Bravino menerpa kulitnya.Ivy menggeleng ketakutan, namun detik berikutnya wanita itu berteriak keras saat sebuah tarikan kasar merenggut semua pelindung yang ia kenakan.Ivy merintih ketakutan dengan air mata yang kembali berlinang. “Jangan… aku mohon,” ucap Ivy, suaranya tercekat di tenggorokan. “Aku takut.”Gadis itu memeluk tubuhnya sendiri saat tidak ada lagi pelindung yang menutupi tubuhnya. Berusaha menutupi, meski sebenarnya sia-sia.Bravino mengangkat wajahnya. D

  • Terjerat Cintanya Papa Gula   Awal Mula

    “Ivy, kau tahu ini jam berapa?!” Arivy Zaliana Muchlis, biasa dipanggil Ivy, hampir melompat karena bentakan yang ia terima baru saja. “Ma maaf, Pak.” “Minta maaf tidak akan membuat saya menghasilkan uang! Cepat kerja sana! Karena kamu, saya sudah kehilangan beberapa pesanan antar. Sekali lagi kamu terlambat, saya akan langsung memecatmu!” Ivy menutup matanya ketika mendapatkan omelan yang diselingi air liur yang menyembur dari mulut Pak Slamet. Musim hujan membuatnya mengalami kendala untuk sampai ke tempat kerja paruh waktu ke tiga di hari ini. Ia yang mengandalkan kendaraan umum, tak bisa bergerak sendiri sehingga harus mengikuti jadwal kereta api yang suka berubah-ubah. “Iya, Pak. Siap laksanakan.” Ivy bergerak dengan cepat. Gadis berusia dua puluh dua tahun itu bergegas menghampiri dapur untuk mengambil pesanan yang baru saja selesai dibuat. “Dapat sapaan yang bagus ya?” tanya Mawar, salah satu staff bagian kasir, dengan nada mengejek pada Ivy. Tapi Ivy mengabaik

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status