LOGINSore ini Aina ingin melupakan kesusahan hatinya untuk sementara. Dia mencoba menghibur diri dengan mengiyakan ajakan Cassandra pergi ke salon, untuk merias diri sebelum datang ke acara reuni mereka.Tadi, cukup sulit Aina mendapatkan izin dari Tari agar dia bisa ikut acara reuni SMA-nya.Aina harus menyelesaikan semua pekerjaannya terlebih dahulu. Dan dia juga disuruh ibu mertuanya memijati kaki Della selama satu jam penuh.Barulah Tari mau memberikan izin pada Aina. Itu pun Tari melarang Aina pulang lebih dari jam delapan malam.Kalau sampai Aina pulang lewat jam delapan malam nanti, Tari akan menyuruh menantunya itu tidur di luar."Aina, ibu mertuamu kelihatannya galak banget," celetuk Cassandra tiba-tiba saat mereka sedang memilih-milih dress yang akan mereka pakai nanti.Kebetulan di samping salon ada sebuah butik yang menawarkan banyak pilihan dress cantik. Jadi, Aina dan Cassandra mencoba mampir sekalian di sana."Seperti tokoh antagonis di sinetron ikan terbang," sambung Cass
Aina sudah lelah muntah-muntah terus sejak tadi karena ulah Della.Della sengaja membuat Aina jijik dengan makanan, lalu Della juga yang memaksa Aina melahap semua makanan itu.Teringat lagi bagaimana Della tadi menjilati sayap ayam goreng sebelum memberikannya pada Aina, membuat Aina merasa mual kembali.Aina menuntaskan keinginannya untuk muntah di kamar mandi. Hingga dia merasa lega.Setelahnya Aina memilih pergi ke kamarnya untuk beristirahat sebentar. Memulihkan tenaga sebelum melanjutkan pekerjaannya.***[Sorry, Aina. Aku baru kasih kabar sekarang kalau ternyata acara reuninya dimajukan tiga hari].[Aina, besok jadi datang ke acara reuni SMA bareng aku kan? Pliss jadi ya, biar aku ada temennya].[Pokok besok kamu siap-siap sekitar jam empat sore. Aku bakal jemput kamu di rumah keluarga suami kamu. Sekalian aku kepengen lihat seganteng apa suami kamu itu].Aina hanya bisa mendesah pasrah membaca banyaknya pesan yang dikirimkan Cassandra, dan stiker Wh*tsApp yang jumlahnya tak te
Raja menemukan Aina sedang sibuk memasak di dapur.Raja kira Aina akan menangis sesenggukan karena kabar kehamilan Della. Tapi, ternyata menantunya itu terlihat lebih tegar."Aina," panggil Raja pelan.Aina masih saja tenggelam dalam kesibukannya memasak. Dia sengaja menulikan pendengarannya dari panggilan Raja, karena dia belum ingin bertatapan ataupun terlibat pembicaraan dengan Raja."Aina, kamu baik-baik saja kan?""Kamu dengar saya, Aina?" tanya Raja lagi.Karena Raja menyentuh bahunya, Aina terpaksa memutar tubuhnya sedikit untuk menatap Raja, lalu menjawab cepat. "Aku baik-baik saja, Pa."Setelahnya Aina kembali berkutat dengan bahan-bahan yang hendak dia masak selanjutnya.Bohong jika Aina berkata dirinya baik-baik saja. Karena pada kenyataannya, dia merasa sedih mendengar tentang kehamilan Della.Aina tidak masalah bercerai dengan Ilham. Toh, perasaannya pada suaminya itu sudah lama lenyap.Tapi, Aina hanya tidak rela berjauhan dengan Raja.Ketika Aina dan Ilham bercerai nant
Della menggigiti jarinya dengan gelisah.Begitu teleponnya diterima ibunya, Della langsung berucap dengan nada tinggi."Buk, cepat carikan testpack yang sudah dicoba orang. Hasilnya pokok harus positif," titah Della tanpa memberikan salam pada ibunya. Dia juga tidak menanyai kabar wanita yang sudah melahirkannya itu, meski mereka lama tidak bertemu."Buat apa itu, Nduk?""Aku mandul, Buk. Tapi, kalau sampai ibu mertua dan suamiku tahu. Bisa-bisa aku diusir dari rumah keluarga Baskoro. Aku tidak mau hidup miskin lagi, Buk.""Yongalah, Nduk. Kemarin kamu udah bohongin keluarga suamimu. Sekarang kamu mau bohongi mereka lagi. Tidak baik, Nduk. Lebih baik kamu kembali tinggal sama Ibuk di rumah keluarga Prayoga. Jadi pembantu yang penting halal, Nduk.""Aku tidak butuh Ibuk nasihati aku! Yang aku butuhin testpack dengan hasil positif! Kalau besok Ibuk belum bisa dapatin. Aku bakal b*nuh diri!" teriak Della langsung menutup teleponnya dengan deru napas memburu.Dia harus bisa mendapatkan te
Semenjak Raja mengantarkan Aina ke toko kue beberapa hari yang lalu. Mereka tak lagi berinteraksi.Bahkan menantunya itu terkesan menghindari Raja.Seolah-olah Aina melupakan semua yang pernah terjadi di antara mereka.Seakan mereka kembali jadi orang asing.Padahal Raja merindukan Aina. Ingin kembali merasakan kenikmatan tubuh indah menantunya itu.Namun, Raja kini harus lebih berhati-hati.Dia tidak bisa bermesraan dengan Aina di sembarangan tempat.Raja mengetuk jemarinya ke meja dengan gusar. Kedua matanya menatap tajam layar ponselnya yang masih menyala.Raja baru saja mengirimkan sebuah pesan pada Aina.Tapi, perempuan itu belum juga membalasnya sampai saat ini.Raja ingin tahu bagaimana keadaan Aina sekarang.Karena tidak sabaran, Raja kembali mengirimkan pesannya pada Aina yang nomornya dia beri nama "My Bunny" dengan gambar kelinci yang lucu.[Bagaimana keadaanmu? Tadi saya lihat kamu sangat pucat].[Aina, kenapa tidak balas pesan saya? Kamu ngambek?].[Cepat balas, Aina!].[
"Cassandra, kapan kamu pulang ke Indonesia? Kenapa tidak mengabariku?" ucap Aina membalas pelukan sahabatnya dengan lebih erat.Cassandra adalah sahabat terbaik Aina sejak mereka duduk di bangku SMP sampai SMA.Namun, mereka terpisah setelah lulus. Cassandra memilih melanjutkan kuliah di Australia karena keinginan orang tuanya. Sedang, Aina tetap di Jakarta.Cassandra melepaskan pelukannya, dan menatap Aina dengan sudut bibir turun ke bawah. Menampilkan raut sedihnya."Maafkan aku, Aina. Aku ganti nomor semenjak kuliah di Australia. Nomormu tetap kan? Kalau masih sama seperti yang dulu, nanti aku akan mengirimkan pesan padamu."Aina balas mengangguk. "Aku tidak pernah mengganti nomorku, Cassandra."Tatapan Cassandra lalu tersita pada kantong kresek transparan berukuran kecil yang Aina pegang di tangan kirinya."Itu apa? Bukannya itu testpack?" tanya Cassandra penasaran.Aina mengikuti arah pandangan Cassandra, dan dia nyaris mengumpat pelan.Tadi sebelum Aina pergi ke pasar, dia menye







