Startseite / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 100 Kedatangan Sely

Teilen

Bab 100 Kedatangan Sely

last update Veröffentlichungsdatum: 25.01.2026 23:45:06

Di rumah besar keluarga Adipraja, semua orang sudah berkumpul. Mereka akan pergi ke luar kota dan mengunjungi tempat wisata yang belum pernah mereka datangi.

Kali ini yang tidak ikut hanya Danendra. Ia beralasan, tidak enak badan dan ingin tiduran di kamar saja. Dia tidak ingin pergi ke manapun.

Karena melihat raut wajah Danendra yang lemah dan letih, juga ada kantung mata yang begitu jelas di bawah matanya, Ambar dan Josep pun tidak memaksa. Mereka semua pergi tanpa putra sulungnya.

Di kamar p
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 349 Jangan Lama-Lama

    Waktu sudah semakin malam, tapi Marissa masih berada di basement apartemen sambil mencari benda kecil yang entah ada di mana. Lututnya pun benar-benar sudah terluka dan berdarah karena goresan-goresan ke lantai. "Arghhh!" Inginnya memaki pria yang saat ini masih bersandar di tiang besar sambil melihatnya mencari kunci mobil. Tapi Marissa tidak bisa. Ia hanya bisa marah pada angin malam yang berhembus. Ia pun melampiaskan kekesalannya dengan menendang salah satu mobil yang ada di depannya. "Aish!" DUGGG! Seketika mobil itu berbunyi kencang. Marissa pun menjadi panik. Tanpa berpikir lagi, ia segera berlari seperti pecundang meninggalkan basement dan meninggalkan Danendra yang masih ada di sana. Lalu masuk ke dalam gedung dan segera masuk ke dalam lift. Marissa tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi. Entah bagaimana reaksi sang pemilik mobil ketika alarm mobilnya berbunyi kencang, dan tidak tahu juga apa yang Danendra lakukan setelah itu. Yang jelas, Marissa sangat kesal

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 348 Menjual Diri Demi Sebuah Mobil

    Setelah Luna pergi, Marissa juga berpamitan pada Zain. Ia ingin segera pulang, lalu tidur. "Mana ponselku! Aku mau pulang sekarang!" Marissa mengulurkan tangan ke depan Zain. Ia meminta ponselnya sebelum pergi. "Nanti saja, makanannya belum habis!" balas Zain tanpa mempedulikan permintaan Marissa. Ia pun kembali masuk ke dalam. "Aishhh! Ini sudah pukul sembilan! Aku harus segera pulang! Takutnya Michael tidak bisa tidur karena menungguku!" balas Marissa sambil mengikuti Zain ke ruang keluarga. Marissa tidak duduk. Ia hanya berdiri di samping sofa yang diduduki oleh Zain sambil meminta ponselnya. "Cepatlah, mana ponselku?" "Ya, sebentar lagi! Habiskan dulu makananmu!" "Aku tidak makan! Perutku masih kenyang! Kau habiskan saja semuanya sendiri!" balasnya yang sudah mulai kesal. Pria itu terus saja mengulur waktu agar dirinya tidak pergi. "Hah? Bagaimana bisa makanan sebanyak ini dihabiskan sendiri? Ayo, kita habiskan bersama!" canda Zain. Ia pun menarik tangan Marissa

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 347 Kekasihku Sendiri

    Waktu sudah menunjukkan pukul 20.17, Marissa sudah sampai di depan pintu tempat tinggal Zain. Tanpa membuang waktunya lagi, Marissa menekan beberapa angka—kata sandi—di pintu, lalu bersiap masuk ke dalam. Di tangan kirinya ada kantong berisi beberapa jenis makanan untuk pria itu. Sebelum benar-benar masuk, tiba-tiba Luna membuka pintu miliknya, lalu melihat Marissa. "Eh! Kita bertemu lagi! Bawa apa, itu? Makanan, ya?" tanyanya basa-basi. Dari depannya tercium wangi makanan dari dalam kantong yang Marissa bawa, siapa saja yang menciumnya akan merasa lapar. "Eh, Luna!" sapa Marissa juga. Ia menunjuk kantong yang ada di tangannya. "Ya, ini makanan untuk temanku!" "Kau sendiri, mau pergi ke mana?" tanya Marissa sambil melihat Luna membawa kantong kresek berwarna hitam. Selain ada kresek hitam, di tangannya juga ada ponsel yang terus dipegang. Lensa kameranya mengarah ke arah Marissa. "Ah aku! Aku mau pergi ke bawah! Aku duluan, ya!" pamit Luna. Setelah itu ia pergi dan m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 346 Tunggu Sebentar

    Pukul 7 malam, Ambar sudah pulang. Marissa pun segera mengajak putranya ke unit yang ada di samping. "Ma! Kenapa kita pindah ke sini? Bagaimana dengan Papa Zain? Apa Papa Zain tidak ikut bersama kita?" tanya Michael di kamarnya yang baru. Apartemen ini memiliki 3 kamar tidur yang bisa digunakan untuk Marissa, Fanny, dan juga Michael. Mulai sekarang, anak itu bisa belajar tidur sendiri. "Tidak! Papa Zain masih ada di Ini House Residen, tidak ikut pindah ke sini!" balas Marissa. Setelah itu, ia mengajak Michael pergi ke ruang keluarga. "Bagaimana, apa kau suka dengan kamarnya?" tanya Marissa sambil berjalan bersama menuju ruang keluarga. Marissa pun tahu dari Wilyam, Michael punya kamar sendiri yang sangat bagus dan luas di rumah keluarga Adipraja. Anak itu sangat bahagia walau tanpa ibunya. Jadi sekarang Marissa segera menyiapkan kamar tidur yang tidak kalah bagus dengan kamar yang ada di rumah keluarga itu untuk Michael. "Suka, Ma! Aku sangat suka! Mulai sekarang, aku bis

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 345 Jangan Salahkan Kami

    Ambar terus saja memaksa. Dia ingin Michael ikut dengannya pulang. Padahal di sini ada ibu kandung yang juga sangat merindukan anak itu. "Kita tanya saja anaknya langsung, mau ikut dengan Mama atau ikut dengan Marissa?" "Oke!" Dengan percaya dirinya Ambar menyetujui ide dari Danendra. Ambar sangat yakin, Michael akan memilih dirinya. Karena hidup dengannya sangatlah enak, mau apa pun tinggal bilang. Sekalipun menginginkan barang yang sangat mahal, Ambar pasti akan menuruti. Tanpa membuang waktunya lagi, Danendra segera bertanya, "Sekarang, Michael mau pulang sama Nenek atau Mama?" "Eh!" Michael melihat ibu dan neneknya silih berganti. Seolah dirinya sedang memilih. "Mama! Aku ingin pulang bersama Mama!" jawabnya tiba-tiba. Marissa pun tersenyum. Ia merasa lega karena anaknya sudah memilih ibunya daripada nenek. "Eh, Michael, kenapa tidak pulang bersama Nenek? Bukankah mainan yang Michael beli kemarin masih ada di rumah? Selain itu, ada baju, sepatu di rumah! Sebaiknya

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 344 Izela yang Memecahkan Guci

    Pukul delapan malam, Marissa masih ada di ruang perawatan seorang diri, karena Danendra pergi ke luar untuk membeli makanan. Saat ini, Michael pun sudah sadar dan sudah bisa bercerita. "Ma! Apa Mama tahu, sekarang aku punya panggilan baru, loh!" ucap Michael dengan lemah. Di tangannya masih ada jarum infus, tapi ia ingin bercerita banyak hal pada ibunya. "Panggilan baru? Apa itu?" tanya Marissa sambil mengelus keningnya yang masih terasa hangat. Marissa pun duduk di samping Michael. "Adik! Panggilan baruku Adik! Kata Nenek, aku lahir paling terakhir, jadi panggilannya harus Adik! Kalau Izela, dia lahir pertama, jadi panggilannya Kakak!" jelas Michael dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia. Michael sangat bahagia punya saudara kembar dan punya keluarga yang lengkap. Sekarang, dirinya sudah sama seperti anak-anak yang lain, punya ayah, punya ibu, kakak, nenek, dan bahkan paman. Semua itu benar-benar membuatnya bahagia. "Apa kau suka dengan panggilan itu?" tanya Mari

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 152 Apa Kau Sengaja?

    Di dalam rumah yang tata letaknya sama dengan rumah Marissa, wanita itu berjalan masuk ke dapur lalu mencari makanannya sendiri. Ada begitu banyak makanan cepat saji di dapur milik Zain, beberapa mie dan sayuran, juga ada kompor dan panci juga. Terlihat bahwa pria itu sering memasak makanannya di

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 158 Memutar Balikan Fakta

    Langit sudah mulai gelap. Di ruangan yang cukup luas dan nyaman dengan dekorasi modern berwarna coklat dan putih, Sely duduk di sofa yang empuk bersama dengan seorang pria. Ia sengaja menyewa satu kamar hotel itu hanya untuk membahas hal yang sangat penting. Sely duduk di sofa sambil melipat kedu

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-02
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 151 Kepulangan Anak dan Suami

    "Mama!" Mario berteriak saat melihat Marissa. Ia memeluk kaki ibunya dan terus memanggil. "Mama!" Marissa terdiam. Putra yang selama ini dia rindukan, sekarang benar-benar ada di depan matanya, dan bahkan memeluk kedua kakinya dengan erat. Marissa tidak bisa berkata apapun. Ia terpaku, rasan

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 150 Aku baik-baik saja

    Setelah Marissa naik ke atas motor tinggi dan besar itu, bukannya membelokan motornya dan pergi dari sana, Zain malah berjalan lurus menuju rumah tua itu. Ia menghiraukan teriakan Marissa dari belakang. Dia terus saja berjalan. "Zain! Apa yang kau lakukan? Kenapa membawaku ke rumah tua itu lagi?

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-04-01
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status