Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 100 Kedatangan Sely

Share

Bab 100 Kedatangan Sely

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-01-25 23:45:06

Di rumah besar keluarga Adipraja, semua orang sudah berkumpul. Mereka akan pergi ke luar kota dan mengunjungi tempat wisata yang belum pernah mereka datangi.

Kali ini yang tidak ikut hanya Danendra. Ia beralasan, tidak enak badan dan ingin tiduran di kamar saja. Dia tidak ingin pergi ke manapun.

Karena melihat raut wajah Danendra yang lemah dan letih, juga ada kantung mata yang begitu jelas di bawah matanya, Ambar dan Josep pun tidak memaksa. Mereka semua pergi tanpa putra sulungnya.

Di kamar p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 363 Pergi Jauh

    Di Kota A, di kantor perusahaan KJK Group, Danendra duduk sambil mengetik sesuatu di papan ketikan komputer. Ia sangat fokus mengerjakan tugas yang belum selesai hingga tidak mempedulikan apapun, termasuk getaran di laci meja yang menandakan adanya pesan singkat di ponselnya. Hingga pukul 4 sore, setelah semua pekerjaannya selesai, Danendra keluar dari ruang kerjanya dan bersiap pulang. "Tuan!" sapa Asisten Anas yang segera mengikutinya dari belakang. "Bagaimana? Apa sudah ada kabar?" tanya Danendra sambil berjalan menuju lift. Lalu mereka masuk ke dalam dan segera turun ke bawah. "Belum, Tuan!" jawab Asisten Anas dengan tegas. "Tadi, kami sudah datang ke rumah orang tua Zain, tapi Nona tidak ada di sana!" "Lalu Zain?" "Dia juga tidak ada, Tuan! Katanya sedang pergi ke luar kota," jawab Asisten Anas sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Sinta tadi di rumahnya. "Hah ... ke luar kota?" Danendra terdiam di dalam lift. Ia berkata lagi setelah sampai di lantai bawah, "Car

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 362 Di Ujung Kota

    Pukul 8, Marissa dan Zain duduk di meja makan sambil menyantap sarapan pagi yang sudah dibuat oleh pelayan. Sebentar lagi mereka akan pergi ke pasar menggunakan mobil yang ada di luar. "O, iya!" Marissa menghentikan gerakan tangannya yang sedang memasukan sendok ke dalam mulut. "Zain ... menurutku, kita lebih nyaman seperti ini, deh! Berteman, bercanda, menjadi saudara, dan menjadi teman baik," ucap Marissa dengan pelan. Marissa tahu dan sadar betul, Zain membawanya pergi ke pelosok seperti ini bukan karena benci, bukan karena mau menjahati, tapi karena sayang, bahkan terlalu sayang. Walau bagaimanapun, Marissa dan Zain sudah kenal dari dulu saat di rumah sewaan. Marissa tidak ingin nantinya mereka bermusuhan kalau tidak berjodoh. Jadi sekarang, Marissa harus bisa mengobrol dengan Zain dan mengakhiri hubungannya dengan baik. "Apa maksudmu?" Tiba-tiba Zain ngegas. Ia tidak sependapat dengan Marissa tentang hubungan mereka. "Kau ini pasanganku, aku mencintaimu dan kau pun me

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 361 Marissa Mau Kabur

    Pagi-pagi sekali, langit masih gelap, Marissa sudah mandi dan mengganti pakaian dengan pakaian baru yang dibawa oleh Zain tadi malam. Tanpa bersuara, Marissa melangkah keluar dari kamar, lalu turun ke bawah dan keluar dari vila mewah tersebut melalui pintu belakang yang biasa digunakan oleh pelayan. Sebelumnya Marissa tidak pernah melakukan percobaan untuk kabur. Dengan pasrahnya ia diam di dalam vila sambil menunggu Zain membawanya pulang ke Kota A. Mendengar suara pintu belakang dibuka, pelayan yang baru bangun pun segera melihat. Ia keluar dari kamarnya, lalu bergegas pergi ke dapur. "Siapa itu? Nona? Apa itu Anda?" teriak pelayan dengan sengaja. Ia ingin membuat seseorang yang membuka pintu itu takut. Di vila itu hanya ada mereka bertiga, pelayan, Zain, dan Marissa. Tidak mungkin majikannya keluar melalui pintu belakang. Dari luar, Marissa berjongkok, berjalan pelan-pelan menuju tanaman bunga yang ada di samping rumah. Dari dapur, pelayan membuka pintu. Pintu itu ben

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 360 Akan Segera Menikah

    Di ruang keluarga, Danendra dan Josep duduk berdua. Mereka saling berhadapan dengan suasana yang sedikit canggung. "Begini Danen! Karena mungkin ini pernikahanmu yang kedua setelah berpisah dengan Lisa, aku ingin memberikan sesuatu yang paling berharga dan tidak akan kalian lupakan," ucap Josep dengan serius, juga sedikit lemah. Ada sesuatu di dalam tubuhnya yang membuat kesehatannya sedikit terganggu. "Enh ... apa itu?" tanya Danendra dengan kening yang mengkerut. Ia melipat kakinya dengan tangan yang berpegang ke lutut. Danendra tidak sabar ingin segera mendengar "Sesuatu yang berharga" itu dari mulut ayahnya. "Masalah pesta pernikahan, aku sudah menyiapkan semuanya. Dari mulai gedung, catering, kartu undangan, semuanya sudah aku siapkan. Sekarang tinggal pakaian untuk pengantin, terutama untuk Marissa. Kalau ada waktu, hari minggu besok ajak wanita itu ke butik langganan mamamu. Kita harus segera membuat gaun pengantin untuknya, karena waktunya tidak banyak lagi! Jangan sam

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 359 Masih Belum Ditemukan

    Di gedung Ini House Residen, Danendra berdiri di depan pintu apartemen Zain sambil menekan bel. Ia terus menekan bel walau tidak ada yang membuka pintu. Dari belakangnya, Luna melihat sambil berdiri di pintu miliknya. "Danen! Aku bilang juga apa, tetanggaku tidak ada! Marissa juga tidak ada! Sepertinya mereka tidak ada di sini!" ucap Luna dari belakang. Saat ini, Luna tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh Danendra. Pria itu hanya meminta Luna untuk mengawasi pintu di depannya. Kalau ada Marissa, Luna harus segera menghubungi Danendra. "Aishhh! Sial!" Danendra memaki. Ia menggigit jarinya untuk menahan kekesalan. Entah mengapa, semakin lama dia semakin mencemaskan Marissa. Wanita itu pergi dari semalam, sampai sekarang belum kembali. Ditelepon pun masih tidak aktif. 'Apa aku harus melihat rekaman CCTV di gedung?' Tadi Danendra sudah mencari Marissa lewat rekaman CCTV yang ada di gedung apartemennya. Dan sekarang, mungkin dirinya harus melihat rekaman CCTV di gedung

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 358 Marissa Menghilang

    Hari ini terasa sangat cepat, jam pulang kerja akan segera tiba. Di ruang kerja presdir, Danendra duduk sambil menunduk, membaca banyak dokumen yang harus ditandatangani. Di tangan kanannya ada pena untuknya menulis. Dari depannya, tiba-tiba seseorang datang lalu mengetuk pintu ruangan itu. Tanpa menunggu sang pemilik ruangan mengizinkannya masuk, Asisten Anas sudah membuka pintu dan masuk ke dalam. Ia berdiri di depan Danendra sambil mengatakan sesuatu. "Tuan! Kata petugas di biro catatan sipil, untuk pendaftaran pernikahan Anda dan Nona Marissa, itu sudah tidak perlu lagi! Anda dan Nona tidak punya surat resmi perceraian dari pengadilan. Itu artinya, secara hukum kalian belum resmi bercerai," jelas Asisten Anas sesuai dengan informasi yang dia dapatkan dari biro catatan sipil. Asisten Anas segera mengembalikan berkas untuk pendaftaran pernikahan. "Lalu, surat cerai yang sudah dibuat oleh pengacara Mama, apa dulu tidak didaftarkan ke pengadilan?" tanya Danendra dengan heran

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 71 Harus Rela Melepaskan

    Karena banyak tamu yang datang, gerbang besar dan tinggi yang biasanya tertutup rapat, kini terbuka lebar. Marissa bisa dengan mudah keluar melewati gerbang tersebut tanpa harus meminta izin pada petugas keamanan. Marissa pun keluar. Ia berjalan melewati komplek mewah itu yang nampak sepi dengan

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 73 Pelayan Hilang, Danendra Ikut Hilang

    "Tidak baik wanita berkeliaran di tengah malam seperti ini! Apalagi dengan penampilanmu yang berantakan! Bisa-bisa orang lain memanfaatkan 'mu! " Darius menatap Marissa dari ujung kaki hingga ujung kepala. Melihat penampilannya benar-benar sangat berantakan. Melihat make up di wajah berwarna gela

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 75 Apa Itu Salah

    "Kalau tidak membawa dompet, bagaimana dia bisa pulang? Arrgghh! Sangat sial!" geram Danendra lagi, semakin kesal membayangkan hal itu. Danendra tidak habis pikir, bagaimana bisa wanita itu pergi tanpa membawa apapun? Bahkan, tidak membawa ponselnya juga. Mengerti akan adanya kekacauan di rumah

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 72 Darius Ada di Kota Itu

    "Sepatu ini pemberian dari seseorang, bukan hasil curian!" balas Marissa dengan jujur. Mau mengaku membelinya pun Marissa tidak berani berbohong. Walaupun begitu, pria gendut itu tetap ragu. "Ya, sudah, begini saja, sepatu ini digadai dulu! Besok aku ambil lagi! Bagaimana?" sepatu ini menyaranka

    last updateLast Updated : 2026-03-24
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status