Beranda / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 107 Bonus dari Bos

Share

Bab 107 Bonus dari Bos

Penulis: Tusya Ryma
last update Tanggal publikasi: 2026-01-27 23:27:42

Waktu sangat cepat berlalu.

Pagi ini, Marissa keluar dari rumah sewaannya dengan memakai seragam hitam dan tas kecil di punggung, juga sepatu kets berwarna putih tulang. Ia berjalan menyusuri jalan gang yang lumayan sempit menuju halte bus.

Saat ini, Marissa bekerja di sebuah kedai mie yang ada di sudut kota A atas bantuan Ray. Pria itu selalu setia menemani Marissa, dari dia terpuruk, sedih, sampai sekarang ini. Ray juga yang membantu Marissa bersembunyi dari orang-orang yang tidak ingin d
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 222 Diculik oleh Mantan Suami

    "Za-Zain? Kau belum berangkat ke kantor ayahmu?" tanya Marissa mengalihkan pembicaraan. Ia tidak ingin Zain membahas tentang ketidakpulangannya tadi malam, di sana. "Marissa ... apa yang kau pakai itu? Kenapa kau ...?" Zain menunjuk pakaian kebesaran di tubuhnya. Dengan penampilannya yang seperti itu, Marissa terlihat sangat aneh dan mencurigakan. "Ahhh ... kita bicara di rumah saja!" Marissa segera menarik tangan Zain menuju apartemen miliknya. Ia tidak ingin terus berada di luar, tidak ingin pula ada orang yang melihat penampilannya yang aneh ini. Di ruang tamu yang cukup luas nan nyaman, Fanny dan Zain sudah duduk di sofa sambil menunggu Marissa yang sedang mandi. Mereka menunggu penjelasan tentang hilangnya wanita itu tadi malam yang membuat semua orang panik. Di kamar mandi, Marissa segera membersihkan kepala dan tubuhnya dengan cepat. Ia terus menggosok kulitnya dengan keras agar jejak-jejak sentuhan Danendra di tubuhnya segera menghilang. Setelah selesai, Marissa be

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 221 Putri Drizela

    Tiba di sekolah taman kanak-kanak Harapan Bintang, Danendra keluar dari mobilnya, lalu masuk ke area sekolah yang cukup luas dengan langkah yang sangat cepat. Ia sangat khawatir setelah menerima telepon dari guru di sekolah putrinya, bahwa putrinya—Drizela—menangis dan meminta ayahnya untuk datang. Takut terjadi hal buruk pada anak itu, Danendra pun bergegas pergi ke sekolah walau sebenarnya ia enggan untuk pergi. Di ruang kelas yang sangat ramai dan berisik dengan dekorasi khas anak kecil, seorang anak laki-laki berdiri di depan kelas bersama satu anak perempuan. Satu guru wanita berjongkok sambil berbicara pelan pada mereka. Sedangkan murid lainnya duduk di bangku masing-masing sambil mengerjakan puzzle yang sudah dibagikan oleh guru lain. "Sayang... Ibu tanya satu kali lagi, Zee dapat ini dari mana?" Guru wanita yang bernama Mila memegang jepitan rambut yang katanya milik Drizela, tapi dipakai oleh Zee-Zee. "Aku tidak tahu, Bu Guru! Itu Michael yang memberikannya padaku seb

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 220 Sambutan Atas Kepulanganmu

    Marissa mundur ke belakang untuk menghindari Danendra. Pria itu sekarang membuka celana panjangnya, menyisakan celana dalam pendek berwarna navy. Otot-otot di tubuh dan pahanya begitu jelas terlihat, membuat Marissa semakin gugup. Ada ponsel dari saku celana, Danendra segera mengambilnya, lalu dilempar ke atas tempat tidur. "Marissa ... sepertinya kau tidak puas kalau hanya berhubungan dengan satu pria, ya?" cibir Danendra sambil mendekat. Ia mendorong kedua bahu putih dan polos Marissa hingga wanita itu terlentang di tempat tidur. Saat ini, Danendra benar-benar sangat emosi. Marissa mengaku tidur dengan pria lain karena Danendra juga tidur dengan Luna di kamar hotel. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Malam itu, Danendra hanya mabuk, lalu dibawa ke kamar hotel oleh Luna. Setelah itu, mereka berciuman dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa. Tapi untuk tidur, Danendra benar-benar tidak melakukannya. "Da-Danen ... apa yang kau lakukan? Menyingkirlah!"

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 219 Anak Papa

    "Tidak!" balas Michael sambil kembali meneguk susu yang tinggal setengahnya itu. "Sepertinya penumpang sebelumnya seorang om-om yang sangat galak!" "Eh, kenapa begitu?" Fanny pun bertanya. Ia sangat serius melihat anak kecil bercerita. "Iya! Matanya begini, nih ...." Michael langsung memperagakan ekspresi orang itu. Tatapannya begitu tajam dengan ekspresi yang sangat dingin. "Aishhh! Kau ini! Kebanyakan nonton TV, jadinya seperti itu!" Fanny mencubit pipinya yang bulat. Merasa gemas dan juga sangat lucu. "Sudahlah! Cepat bersiap! Sebentar lagi Papa Zain akan menjemputmu!" ucap Fanny sambil membawa piring dan gelas yang sudah kosong ke dapur. Ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan anak itu. Sikapnya yang tidak mempercayai ucapan Michael membuat anak kecil itu sedikit kesal. "Benar, aku tidak berbohong! Om ganteng itu sangat galak! Kalau Tante melihatnya, Tante pasti akan dimarahi!" ucapnya dengan polos. Fanny malah ingin tertawa mendengarnya. "Memarahi Tante kare

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 218 Ibu tidak Bertanggung Jawab

    Selama beberapa detik berada di dalam lift, Marissa merasa itu sangat lama, rasanya seperti berjam-jam. Tekanan dari tatapan orang yang ada di belakangnya begitu berat, membuat seluruh tubuhnya bergetar. Belahan punggung dari gaunnya yang cukup terbuka itu membuat Marissa kedinginan. Aura pria itu benar-benar sangat kuat, membuat Marissa tidak bisa bernapas dengan bebas. "Ehem ...." Tiba-tiba pria di belakangnya berdehem. Marissa hanya terdiam sambil terus meremas gaun bagian depannya, tidak merespon sedikitpun suara pria itu. Ding! Pintu lift sudah tebuka di lantai dasar. Marissa yang sedari tadi ingin keluar, bergegas keluar sambil mengangkat gaun panjangnya agar dirinya bisa lebih mudah untuk berjalan. Tanpa menoleh ke belakang, Marissa terus berjalan sampai keluar dari gedung hotel tersebut. Di depan hotel itu sudah ada mobil hitam milik Zain yang sudah terparkir. Di samping mobil itu ada sopir yang tiba-tiba menyapa. "Nona! Silahkan!" Sopir itu membuka pintu baris kedua, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 217 Orang yang Dikenal

    Namun Marissa segera mencegahnya. Ia menarik tangan Zain sambil berkata, "Tidak usah! Michael sedang tidur. Aku tidak tega membangunkannya! Besok kami akan mencari sekola baru, jadi sekarang dia harus istirahat dengan baik!" Zain pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke apartemen Marissa. Ia menatap wanita di depannya dengan lembut, lalu menggenggam tangannya dengan erat. "Tapi, aku yang tidak tega meninggalkannya sendirian! Sedangkan kita pergi bersama ke acara jamuan makan malam!" balas Zain dengan pelan. Namun ia tidak akan memaksa jika Marissa tidak mengizinkan Zain membawa Michael. "Tidak apa-apa, di sini juga ada Fanny, kok! Michael tidak sendirian! Kalau sekarang dia tidak tidur, tentu aku akan mengajaknya!" "Emh, baiklah! Setelah makan, kita langsung pulang saja! Tidak perlu menunggu sampai acara selesai, karena itu bisa sampai larut malam!" "Enh, oke!" Marissa pun mengerti. Ia menganguk, tidak membahas hal itu lagi. "Ayo!" Zain menekuk satu tangan di pinggang, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 96 Ada Kekacauan Apa Ini?

    "Minggir! Aku harus menghajar si bajingan ini!" Danendra berteriak. Ia tidak mempedulikan wanita yang sudah berjongkok di lantai dan menghalangi pria itu.Danendra menarik tubuh Darius dan memaksanya untuk berdiri.Saat tangannya sudah terangkat, tiba-tiba Marissa menghalangi tindakan Danendra lagi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 87 Masuklah

    "Aku yang seharusnya bertanya padamu, kau mau pergi ke mana? Sudah kukatakan, tunggu kami! Jangan pergi ke mana-mana!" ucap Danendra tanpa rasa bersalah sedikitpun."Ayo kita pergi! Diego sedang menunggumu di rumah!" Tiba-tiba Danendra menggenggam tangan Marissa, lalu menariknya berjalan ke mobil y

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 83 Tidak Akan Kembali

    "Baru bangun, ya?" tanya Danendra dari seberang telepon. Marissa menjadi gugup. "Enh!" "Bangunlah! Cepat mandi," ucap Danendra lagi dari seberang telepon. Suaranya sangat lembut dan enak didengar. Suara seperti itu bisa membuat siapa saja yang mendengarnya merasa terpesona. "Pakaian baru un

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 84 Drama

    Mereka berdiri di pinggir jalan sambil menunggu taksi yang lewat. Dari dalam mobil hitam yang ada di area tersebut, ada sepasang mata yang terus memperhatikan mereka berdua. Tidak lama, Fanny dan Marissa masuk ke dalam taksi, lalu pergi. Seseorang yang ada di dalam mobil itu tidak jadi mengikuti

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status