แชร์

Bab 102 Video yang Salah

ผู้เขียน: Tusya Ryma
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-26 00:24:28

Beberapa menit kemudian Darius pun datang. Ia mengenakan pakaian serba hitam dengan topi yang menutupi setengah wajahnya. Ia sengaja menunduk agar orang yang bertemu dengannya tidak bisa melihat wajah aslinya dengan jelas.

Awalnya, Darius memang tidak tahu dengan perubahan yang terjadi pada video itu. Namun setelah diunggah, ada banyak pesan yang masuk ke akunnya. Kebanyakan berisi cacian dan makian. Dibilang Darius pria yang merebut tunangan orang, dan masih banyak lagi. Selain itu, pihak Jose
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 415 Menikah Sungguhan

    Sore hari, Mario dan Michael ada di tempat tinggal Danendra, sedangkan Fanny dan Darius ada di apartemen samping. "Fanny!" Tiba-tiba Darius berbicara serius. Mereka duduk di sofa sambil menonton TV. "Setelah dipikir-pikir, tidak ada salahnya kalau kita menikah sungguhan! Ya ... maksudku, kita jalani saja dulu pernikahan ini dengan sungguh-sungguh! Walau tidak ada cinta di antara kita, tapi lambat laun, kita akan terbiasa," jelas Darius dengan serius. Fanny sampai terkejut mendengarnya. "A-apa maksudmu? Me-menikah sungguhan?" tanya Fanny dengan bingung. Setahunya, Darius tidak mau menikah dengan wanita manapun karena masih sangat mencintai Lisa. Dia juga ingin hidup sendiri sampai maut menjemputnya. Tapi sekarang, tiba-tiba Darius berubah pikiran. 'Apa dia kesambet setan?' "Iya! Kita bisa menjadi pasangan suami istri sungguhan. Aku akan berusaha menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab untukmu dan anak itu!" tunjuk Darius pada perut Fanny. Setelah dipikir panjang, akhirn

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 414 Ancaman

    Pukul satu, setelah jam makan siang, Marissa diantar oleh suaminya ke rumah sakit tempat Ken dirawat. Selain melihat kondisi asisten pribadi Tuan Lim yang mengalami kelumpuhan, Marissa juga ingin bertemu dengan kakeknya. DING! Sampai di lantai atas, pintu lift sudah terbuka. Danendra memegang tangan Marissa, lalu membawanya ke ruang perawatan. Tok! Tok! Tok! Danendra mengetuk pintu tiga kali. Beberapa detik kemudian, seseorang membuka pintu, lalu mempersilakan mereka untuk masuk. "Terima kasih!" ucap Danendra pada Alex—pria yang tadi pagi datang ke tempatnya. Marissa dan Danendra pun segera masuk. "Selamat siang," sapa Danendra pada Tuan Lim dan juga Ken yang berbaring lemah di tempat tidur. Danendra masih memegang tangan istrinya. Mereka segera menghampiri Tuan Lim yang sedang duduk di kursi samping tempat tidur Ken. "Akhirnya kau datang juga!" ucap Tuan Lim sinis pada Marissa. Seharusnya, Marissa datang ke rumah sakit itu dari pagi, setelah Alex datang ke tempat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 413 Seorang Pembunuh

    "Ba-baik!" Tanpa mempedulikan Marissa dan putranya yang berjalan mendekat, Bimo segera mengambil ponselnya, ia menghubungi seseorang untuk membawa ambulans ke sana. Setelah itu, Bimo kembali memperhatikan Ken. "Se-sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini?" Bimo begitu panik. Dia mengangkat Ken dan membaringkannya di sofa. Tanpa mereka sadari, Marissa dan Michael sudah pergi. Marissa membawa putranya meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan Ken yang entah bagaimana kondisinya. Di dalam mobil, Marissa terdiam sambil mengendarai mobilnya. Ia terlihat aneh dan dingin pada Michael. "Ma! Mama kenapa? Apa mereka menyakiti Mama?" tanya Michael sambil menoleh ke samping, melihat ibunya yang nampak gelisah dan tidak tenang. Namun pertanyaan dari anaknya itu membuat Marissa tersadar. Ia pun balas menatap Michael beberapa detik. "Ah, tidak! Mama tidak apa-apa. Jangan khawatir, ya!" balas Marissa yang mencoba bersikap tenang. Ia menggosok kepala Michael dengan satu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 412 Hati Busuk

    "Aku?" Ken menunjuk dirinya sendiri. Ia mengulangi ucapan Marissa tentang ayahnya. "Tahu tentang ayahmu?" "Tentu saja! Aku tahu semua hal tentang Ghio!" Dulu, Ken mencari tahu semua hal tentang Ghio Wijaya. Tapi ia tidak tahu kalau Ghio punya anak perempuan yang sedang kuliah di Kota A. Ken pun tidak tahu kalau Marissa ini adalah anaknya Ghio. "K-kau ... kau juga tahu ayahku kecelakaan?" tanya Marissa yang masih tidak mengerti. Marissa sangat terkejut mendengar kecelakaan ayahnya dari mulut Ken. Dulu, saat masih kuliah, Marissa menerima kabar dari ibunya kalau ayahnya kecelakaan. Ia pun tidak menyangka kalau ayahnya akan meninggal dalam kecelakaan itu. Dan sekarang, tiba-tiba saja Ken membahas hal itu. Marissa jadi curiga, Ken tahu sesuatu tentang kecelakaan ayahnya. "Hahaha!" Bukannya menjawab, Ken malah tertawa sambil mendekati Marissa. Dia menatap Marissa dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu mencengkeram rahang wanita itu sambil mengeratkan gigi. "Kau ... sama

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 411 Saling Diam

    Sore hari, Marissa benar-benar dihubungi oleh seseorang. Ia diminta datang ke suatu tempat sendiri, jangan memberitahu siapapun. "Awas saja! Kalau sampai kau membawa orang lain, putramu tidak akan selamat!" "O-oke! Aku ... aku tidak akan memberi tahu siapapun!" balas Marissa dengan gugup. Antara bahagia, takut, panik, dan khawatir, semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Sekarang Marissa bisa bernapas dengan lega setelah orang itu memberi tahu keadaan putranya. Ya, walau ada sedikit rasa takut mendengar ancaman itu, tapi Marissa mencoba untuk tenang. "Bagus! Aku tunggu kedatanganmu sekarang juga!" ucap Bimo sebelum menutup teleponnya. Tanpa membuang waktu lagi, Marissa segera pergi ke alamat yang sudah dikatakan oleh Bimo. Ia tidak memberi tahu siapa pun, tidak pula memberi tahu suaminya karena takut putranya benar-benar akan disakiti. "Ke mana Marissa? Kenapa dia malah pergi?" tanya Fanny di tempat Danendra. Mereka sedang berkumpul membicarakan Michael yang hilang. "Mungk

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 410 Michael Dibawa Kabur

    Marissa memegang tangan Drizela dengan erat. Ia menenangkan anak itu agar tidak takut lagi. Dari depannya, pria itu melihat ke arah Marissa dan Drizela cukup lama. Setelah itu, lift berhenti. DING! Pintu lift terbuka. Pria yang terlihat aneh itu segera keluar dari sana, lalu pergi entah ke mana. "Ma! Aku takut ...." Drizela memeluk Marissa dengan erat. Ia tidak ingin lagi berkeliling setelah melihat pria aneh tadi. "Sebaiknya kita kembali ke atas, yuk, Ma! Aku tidak mau liat badut!" lirih Drizela dengan perasaan takut. Padahal saat ini mereka belum sampai di bawah. "Eh, kenapa tidak mau? Katanya tadi mau melihat badut?" tanya Marissa sambil menunduk. Ia melihat Drizela yang masih ketakutan sambil memeluknya. Sebelumnya, Drizela tidak pernah pergi ke manapun tanpa neneknya, juga tanpa keempat pelayan yang selalu menjaganya. Dan sekarang, ketika anak itu pergi ke tempat umum bersama ibunya, seseorang malah bersikap aneh di depannya. Jelas saja itu membuat Drizela ketakutan. "T

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 75 Apa Itu Salah

    "Kalau tidak membawa dompet, bagaimana dia bisa pulang? Arrgghh! Sangat sial!" geram Danendra lagi, semakin kesal membayangkan hal itu. Danendra tidak habis pikir, bagaimana bisa wanita itu pergi tanpa membawa apapun? Bahkan, tidak membawa ponselnya juga. Mengerti akan adanya kekacauan di rumah

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 72 Darius Ada di Kota Itu

    "Sepatu ini pemberian dari seseorang, bukan hasil curian!" balas Marissa dengan jujur. Mau mengaku membelinya pun Marissa tidak berani berbohong. Walaupun begitu, pria gendut itu tetap ragu. "Ya, sudah, begini saja, sepatu ini digadai dulu! Besok aku ambil lagi! Bagaimana?" sepatu ini menyaranka

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 66 Marissa! Ayo Kita Berkencan

    "Siapa yang mencarimu? Aku kemari karena di sini kamarku!" balas Danendra sambil berjalan menghampiri Marissa. Ia masih memasang wajah serius dengan nada suara yang cukup ketus. Tadinya, Danendra ingin mencari wanita itu dan menenangkannya atas masalahnya dengan Amb

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 67 Lebih Hangat dan Manis

    "Ayo kita berkencan!" Ajakan itu terus terngiang di telinga Marissa. Danendra memberinya waktu tiga hari untuk menjawab hal itu. Keuntungan jika berkencan dengan pria itu, Marissa sangat menginginkannya. Bisa bersama dengan Mario dan bisa menjadi ibu tiri untuknya, tentu saja

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-03-23
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status