Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 103 Musibah Dicari Sendiri

Share

Bab 103 Musibah Dicari Sendiri

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-01-26 20:16:49

Percumbuan mereka terjadi lumayan lama. Danendra tidak melepaskan pautan bibirnya sampai mereka berpindah ke sofa.

Entah sudah berapa lama waktu berlalu, akhirnya Marissa mengakhiri percintaan mereka. Ia mendorong dada kekar Danendra agar sedikit menjauh.

Dengan napas yang terengah, Danendra benar-benar melepaskan diri. Ia menjatuhkan dirinya di samping Marissa dengan menahan hasratnya.

Di atas sofa yang tidak terlalu lebar itu mereka berbaring saling berdesakan.

Marissa pun sangat gugup dengan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 314 Sampai Dia Sembuh

    "Apa kau masih tidak ingin berbicara? Kenapa marah dan mengabaikan aku?" tanya Danendra di sofa ruang tamu di kantornya. Sedangkan Marissa duduk di depannya. Setelah sekian lama, akhirnya Marissa menjawab, "Danen! Saat ini Zain masih berbaring lemah di rumah sakit! Aku tidak akan meninggalkan Zain dan berselingkuh denganmu! Kalau kau ingin kita bersama, tunggulah sampai aku dan Zain putus!" "Tapi itu kapan? Apa bisa besok, atau lusa?" tanya Danendra yang terdengar tidak sabar. "Tidak!" jawab Marissa dengan pelan. "Tidak besok tidak minggu depan, tidak pula bulan depan!" "Aku harus menunggu sampai Zain sembuh dari cederanya!" Itulah yang Marissa pikirkan. Marissa tidak bisa meninggalkan Zain aaat kondisinya masih lemah, juga tidak bisa meninggalkan Zain saat cedera di kakinya belum sembuh. Yang Marissa inginkan, ia meninggalkan Zain saat pria itu sudah sehat, sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa lagi. Kalau Marissa meninggalkan Zain dalam keadaan sakit pasca kecelakaan,

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 313 Apa Karena Malam itu?

    Keesokan harinya—tepat di hari Jumat—beberapa karyawan mulai ribut membicarakan masalah acara ulang tahun perusahaan yang akan diadakan di Kota C. Mereka ada yang kecewa, ada juga yang bahagia. Pasalnya, beberapa karyawan ada yang sudah berumah tangga dan mereka tidak bisa ikut pergi ke Kota C karena harus meninggalkan pasangannya di rumah selama dua hari dua malam. Awalnya, tidak semua karyawan diundang dalam acara tersebut karena mungkin terlalu banyak. Namun, setelah diadakan rapat, akhirnya pihak perusahaan memutuskan untuk mengundang semua karyawan yang sudah lebih dari tiga tahun bekerja untuk ikut memeriahkan acara ulang tahun perusahaan. "Yah, sayang sekali, Sa! Kau belum 3 tahun bekerja di sini! Jadi tidak dapat undangan ini!" ejek Jesi sambil memperlihatkan kartu undangannya pada Marissa, juga tiket pesawat yang sudah disediakan oleh perusahaan atas nama dirinya. "Hehe!" Marissa hanya tersenyum. Ia menyedot minumannya di meja, lalu kembali menyantap makan siangnya. K

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 312 Mana Cincin Pertunangan?

    "Ahhh ... Fanny! Kau sudah pulang?" Marissa sangat gugup. Ia bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menghampiri Fanny—melewati Danendra—yang berdiri di depan pintu. "Marissa! Apa yang kalian lakukan?" Fanny masih bertanya. Ia menatap Marissa, lalu Danendra yang masih duduk di lantai sambil memijat bokongnya yang terasa sakit. Fanny curiga dengan apa yang kedua orang itu lakukan di kamar. "Jangan bilang, kalian emmm—" Baru saja Fanny ingin berbicara, namun tiba-tiba Marissa menutup mulut Fanny dengan tangan, lalu mendorongnya berjalan ke ruang keluarga. "Kami tidak melakukan apapun! Kau jangan berpikir yang tidak-tidak!" ucap Marissa sambil berjalan menuju sofa. Kalau mereka ribut di depan pintu, bisa-bisa putranya bangun. Namun sepertinya Fanny tidak percaya dengan hal itu. Setelah Marissa melepaskan tangannya dari mulut, Fanny pun kembali bertanya, "Apa kalian balikan?" "Ingat, Sa! Saat ini Zain masih berbaring di rumah sakit! Dia membutuhkanmu, membutuhkan s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 311 Masih Mencintainya

    Di dalam mobil, Danendra masih memeluk Michael di pangkuannya. Sedangkan di sampingnya, Marissa terdiam sambil melihat ke samping, menatap pemandangan luar yang nampak berjalan mundur. Entah mengapa, saat ini Marissa sedang tidak ingin berbicara dengan Danendra. Ia masih terbayang bagaimana dekatnya Danendra dengan Luna tadi di ruang kerjanya. Dan... itu membuatnya tidak nyaman. 'Haha! Ternyata, aku memang masih mencintai Danen! Buktinya, aku cemburu saat Danen dekat dengan wanita lain!' Marissa menertawakan dirinya sendiri. Ia tidak menyangka, dirinya akan menjadi budak cinta dan akan terus terikat dengan pria yang jelas-jelas sangat sulit untuk bisa bersama. "Marissa!" Dalam keheningan, tiba-tiba Danendra memanggil nama wanita di sampingnya. Ia pun bertanya sambil meraih tangan wanita itu. "Apa kau marah karena aku datang menjenguk Zain?" Padahal, kalau membahas masalah marah atau tidak, Danendra lah yang seharusnya marah pada Marissa. Wanita itu pergi begitu saja dari k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 310 Bukan Wanita Biasa

    Marissa benar-benar terkejut, kenapa Danendra harus datang malam-malam seperti ini ke rumah sakit saat banyak orang? "Apa kau tidak lihat? Kami datang untuk menjenguk Zain!" balas Danendra dengan santai. Sudut bibirnya terangkat, ekor matanya menunjuk buket bunga yang sedang dipegangnya. Dari dalam, Sinta pun bertanya, "Siapa? Kenapa tidak dipersilakan masuk?" "Ah... ya, Tante!" Marissa menjadi bingung. Bagaimana kalau semua orang tahu, Danendra ini adalah mantan suaminya? 'Apa yang akan mereka pikirkan?' "Permisi!" Tanpa menunggu Marissa mempersilahkan, Danendra masuk dan berjalan melewati Marissa. Danendra dan Asisten Anas menghampiri semua orang yang ada di sofa. "Eh... Danen?" Darius pun melihat siapa orang yang datang. Ia segera bangkit berdiri lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman. "Bagaimana kabarmu?" balas Danendra sambil meraih tangan Darius. "Kami baik! Kau sendiri?" "Aku juga baik!" "Haha! Syukurlah!" Sikap mereka berdua sangat santai dan te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 309 Sedang Apa Kalian di Sini?

    Jam pulang kerja sudah tiba. Danendra pun bergegas meninggalkan ruangannya setelah membereskan meja. Bukannya turun ke lantai satu, Danendra malah turun di lantai empat, tempat Marissa bekerja. Di ruangan yang terdengar sangat ramai oleh suara obrolan diiringi tawa para karyawan yang sedang bersiap untuk pulang, Danendra mengetuk pintu, lalu membukanya dengan cepat. Semua orang pun segera terdiam sambil melihat bos besar datang ke ruangan mereka. "Ada Marissa?" tanya Danendra sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Tidak nampak sedikit pun wanita yang sedang dicarinya di ruangan itu. "Maaf, Pak! Marissa?" tanya Ara, memastikan. Takutnya dirinya salah mendengar. "Iya! Di mana Marissa?" tanya Danendra lagi. "Oh! Marissa sudah pulang, Pak! Baruuu saja dia keluar!" jawab Ara dengan sedikit gugup. Pasalnya, selama dirinya bekerja di perusahaan itu, belum pernah ia berbicara dengan bos besarnya. Janganlah bertegur sapa, ada di hadapannya pun belum pernah. Jadi sekar

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 147 Dibawa Pergi

    Malam hari, Marissa baru turun dari bus setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit dari tempat kerja menuju rumahnya. Tubuhnya terasa capek dan lelah, untuk berjalan pun rasanya sangat sulit. Marissa ingin segera sampai di rumah dan tidur. Hari ini, pekerjaan Marissa di kedai mie cukup meng

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 148 Mencari Bantuan

    Di rumah tua yang sangat sepi, samar terdengar suara hewan-hewan dari sekitaran rumah tersebut. Bukan hanya suara hewan-hewan kecil saja, hewan besar seperti long-longan anjing pun begitu jelas terdengar. Marissa yang dikurung di tempat yang sepi itu merasa merinding dan sedikit takut. Marissa ma

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 149 Anak Orang Kaya

    Hari sudah sangat larut, suasana di tempat itu pun semakin malam semakin menyeramkan. Marissa tidak menyadari ponsel yang ada di dalam tasnya masih menyala, dan seseorang dari seberang telepon masih bisa mendengar dan mengetahui apa yang terjadi di tempatnya.

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 139 Pergi ke Luar Negeri

    Di ruangan yang tidak terlalu besar, seorang pria duduk di sofa ruang tamu sambil menatap sekeliling ruangan yang nampak sederhana sambil menunggu wanita yang dicarinya turun. Rumah keluarga Sony itu memang tidak terlalu besar dan mewah seperti rumah orang kaya pada umumnya. Dari luar pun sudah t

    last updateLast Updated : 2026-03-31
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status