Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 333 Tidak Benar

Share

Bab 333 Tidak Benar

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-05-18 22:58:21

Michael cemberut. Ia tidak suka pada nenek yang kemarin sempat memarahinya gara-gara guci pecah.

Walau dirinya memang bersalah, tapi tidak seharusnya nenek itu memarahinya sampai Michael trauma. Bahkan, luka karena pecahan guci itu masih ada di lutut kecilnya.

"Tidak apa-apa! Nenek tidak jahat, kok! Kemarin itu, dia hanya emosi karena benda kesayangannya rusak!" ucap Marissa dengan pelan.

Padahal dirinya juga malas untuk bertemu dengan Ambar lagi. Kalau bukan karena Danendra, Marissa tida
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 334 Lebih Sering Bersama

    Malam ini, Marissa kembali pulang tanpa Michael. Anak itu sudah dibawa oleh Ambar ke rumahnya dan akan menginap di sana. Entah harus senang atau sedih, anak keduanya bisa diterima di rumah keluarga Adipraja—yang sebelumnya Ambar tidak mau menerima—Marissa pun tidak tahu. Yang ia rasakan saat ini hanyalah bingung. "Tidak apa-apa! Kau jangan khawatir, Mama pasti akan memperlakukan Michael dengan baik, sama halnya dengan Izela. Karena Michael pun sama-sama cucunya!" ucap Danendra sambil meraih tangan Marissa, lalu menggenggamnya. "Setelah mengantarmu, aku akan pulang ke rumah dan memastikan Michael baik-baik saja! Jadi jangan khawatir, ya!" tambahnya lagi. Lalu melepaskan tangannya dan kembali memegang roda kemudi. "Enh!" Marissa mengangguk. Ia tidak mengatakan apapun lagi setelah itu. Sampai di tempat tinggal Marissa, Danendra segera menghentikan mobilnya di depan gedung apartemen. "Masuklah! Cepat tidur dan jangan banyak pikiran! Semuanya akan baik-baik saja!" ucapan Dane

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 333 Tidak Benar

    Michael cemberut. Ia tidak suka pada nenek yang kemarin sempat memarahinya gara-gara guci pecah. Walau dirinya memang bersalah, tapi tidak seharusnya nenek itu memarahinya sampai Michael trauma. Bahkan, luka karena pecahan guci itu masih ada di lutut kecilnya. "Tidak apa-apa! Nenek tidak jahat, kok! Kemarin itu, dia hanya emosi karena benda kesayangannya rusak!" ucap Marissa dengan pelan. Padahal dirinya juga malas untuk bertemu dengan Ambar lagi. Kalau bukan karena Danendra, Marissa tidak akan mau pergi ke luar untuk makan malam bersama mereka. "Hum!" Michael masih marah di belakang. Ia melipat kedua tangannya di depan dengan mulut yang dikerucutkan. Setelah itu, Marissa tidak mengatakan apapun lagi. Sampai di sebuah restoran ternama di Kota A, Danendra menghentikan mobilnya di tempat parkir, lalu membuka pintu untuk Marissa dan juga Michael. "Terima kasih!" Marissa pun keluar dari mobil, lalu memegang tangan putranya yang tampan dengan pakaian rapi dan bagus. "Ayo, k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 332 “Nenek jahat! Aku tidak mau!”

    Di kamar tidur yang tidak jauh berbeda dengan kamarnya sendiri karena ini unit apartemen tipe yang sama, Marissa membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar. Di dalam kamar, Zain sedang duduk di tempat tidur sambil memegang celananya. Terlihat dia baru selesai mandi dan sudah memakai baju. “Eh!” Marissa pun sedikit terkejut. Ia terdiam beberapa detik, lalu berbalik badan ketika Zain masih mengenakan celana dalam—boxer—berwarna hitam. Gerakan Marissa saat ini sama persis dengan gerakan Jimy ketika pria itu masuk dan melihat Marissa dan Danendra sedang melakukan sesuatu hal di sofa ruang kerja. “Ma-maaf!” ucap Marissa dengan pelan. Ia bingung harus bagaimana. Kalau keluar lagi, rasanya agak aneh karena pintunya sudah ditutup. Terpaksa Marissa diam sampai Zain memakai celananya. “Bisa kau membantuku? Aku kesulitan memasukan kaki kanan! Rasanya masih sangat sakit untuk digerakan!” ucap Zain ketika melihat Marissa sudah ada di kamarnya. Marissa semakin gugup dengan hal itu. Za

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 331 Tes DNA

    Baik Marissa maupun para dokter, semuanya tidak pernah menduga kalau bayi itu akan kembali bernyawa setelah dipeluk ibunya. Ini merupakan mukjizat dari Tuhan yang tidak bisa dijangkau oleh kemampuan akal manusia. “Kau sendiri ... apa kau tidak percaya kalau Michael itu adalah anakmu?” tanya Marissa pada Danendra. Mungkin saja keinginan tes DNA itu dari pria itu, bukan dari ibunya. “Tentu saja percaya!” jawab Danendra dengan serius. Ia pun semakin memeluk Marissa. “Kalau tidak percaya, untuk apa aku memberinya hadiah saat Michael ulang tahun, mengajaknya bermain, memberi kalian kartu bank? Itu semua aku lakukan karena percaya! Aku percaya kalau Michael itu darah dagingku!” jelasnya lagi. “Sekarang, tinggal melakukan tes DNA pada Michael agar Mama percaya. Setelah itu, kita adakan pesta pernikahan yang meriah! Bila perlu, tujuh hari tujuh malam tanpa henti!” ucap Danendra di samping telinga Marissa. Ia pun mencium telinganya, lalu menciumnya lagi sampai beberapa kali. “Haha!

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 330 Susah Diatur

    “Danen!” Marissa menatap kiri dan kanan, ia memperhatikan sekitar yang nampak sepi dan hening. Tapi, walaupun di lantai paling atas itu sangat sepi dan hening, tetap saja Marissa takut ada orang yang melihat. “Kita ini sedang bekerja, bukan di rumah! Mau seperti apapun hubungan kita, tetap saja, aku ini bawahanmu, dan kau atasanku! Aku tidak boleh masuk ke ruanganmu tanpa izin!” jelas Marissa dengan serius. Di depannya, Danendra malah menarik tangan Marissa hingga wanita itu masuk ke dalam. Lalu, pintu ditutup. Detik berikutnya, Danendra mendorong Marissa ke tembok, lalu mengurungnya agar tidak kabur. “Marissa! Mulai sekarang, aku mengizinkanmu masuk ke ruanganku dengan bebas! Apa kau mengerti?” ucap Danendra sambil menatap wanita yang menurutnya sangat nakal itu. Marissa susah diatur dan sering menghilang tanpa memberitahu. Sedari tadi pun, saat Danendra baru sampai di perusahaan itu, ia sudah menghubungi Marissa beberapa kali, tapi wanita itu tidak menjawab. Padahal Da

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 329 Piktor

    Jam makan siang, yang rencananya Marissa mau meminta izin untuk pulang lebih awal, ini malah harus ikut dengan Ara ke kantin kantor yang tidak dikunjungi oleh Jesi dan Yuna dan yang lainnya. Ara masih ingin membahas masalah foto seksi Marissa yang kemarin tersebar di media sosial Jesi. "Sa! Apa jangan-jangan... Bos Besar yang melakukannya?" tebak Ara sambil menyedot minumannya. "Kalau tidak, mana mungkin Jesi menghapus kembali foto yang banyak like dan share-nya itu? Ini pasti ada seseorang yang memaksa dia untuk menghapusnya!" "Emh, entahlah! Aku kurang tahu!" balas Marissa dengan pelan. Ia pun bingung dengan semua itu. Sebenarnya, dihapus atau tidaknya postingan Jesi, yang jelas sudah banyak akun yang menyebarkan foto tersebut. Bahkan, Zain—pria yang Marissa khawatirkan—pun sudah melihat foto itu. "Eh, Sa! Apa kau dan Bos Besar ada hubungan?" Tiba-tiba Ara berbisik. Ia mengalihkan pembicaraan, tidak lagi membahas foto yang hilang itu. "Enh!" Marissa mengangguk sambil menyan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 114 Tidak Pantas Menjadi Pengasuh Diego

    Malam ini, Marissa tidak bisa tidur dengan nyenyak setelah kepulangan pria itu dari rumahnya. Marissa berbaring di samping putranya sambil terus memikirkan tentang ajakan Danendra untuk menikah. Pria itu berjanji akan membatalkan pernikahannya dengan Sely dan akan memenangkan hak asuh anak atas g

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 111 Biar Aku Saja!

    "Bagaimana bisa tiba-tiba Darius menjadi ayah biologis Mario?" tanya Marissa dengan heran. "Bukankah sebelumnya kau yang melakukan tes DNA itu dan mengambil Mario dari tanganku?" Marissa tidak akan lupa, dirinya dan anak itu terpisah karena Danendra mengambil Mario dari tangannya. Jika memang an

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 107 Bonus dari Bos

    Waktu sangat cepat berlalu. Pagi ini, Marissa keluar dari rumah sewaannya dengan memakai seragam hitam dan tas kecil di punggung, juga sepatu kets berwarna putih tulang. Ia berjalan menyusuri jalan gang yang lumayan sempit menuju halte bus. Saat ini, Marissa bekerja di sebuah kedai mie yang ada

    last updateLast Updated : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 104 Kau Salah

    Namun, Danendra tidak bisa melihatnya karena tulisan di ponsel itu tidak terlihat. "Apa itu? Aku tidak bisa melihatnya!" Danendra berniat mengambil ponsel itu. Tapi Marissa malah memukul dadanya dengan keras. Buk! "Brengsek! Kau benar-benar iblis yang memberi buah khuldi pada Adam dan Hawa! Kau

    last updateLast Updated : 2026-03-27
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status