Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 170 Sely Pembunuh

Share

Bab 170 Sely Pembunuh

Author: Tusya Ryma
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-26 22:05:00

Mendengar ejekan dari adiknya, Danendra pun segera merespon. Ia menegakan punggungnya dan menatap Wilyam dengan tajam.

"Siapa yang tersesat? Kemarin itu aku kehilangan koper dan pasporku! Jadi tidak bisa pulang!" jelas Danendra dengan tegas.

Ia tidak terima diejek seperti itu oleh Wilyam di depan semua orang. Juga di depan orang asing yang menjadi perawat Marissa.

"Haha! Kalau tersesat, ya, tersesat saja! Kenapa harus malu?" Wilyam terus saja mengejek.

Ia terus tertawa padahal tidak ada
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 315 Berlibur

    Betapa sakitnya waktu itu melihat Marissa yang habis melahirkan pergi bersama pria lain ke luar negeri meninggalkan bayi kecilnya tanpa perasaan. Kalau itu bukan di tempat umum, mungkin Danendra akan langsung menarik Marissa dan membawanya keluar dari bandara. Selain itu, ia pun akan menghajar pria yang berani membawa istrinya pergi. "Siapa suruh kau membawa Izela tanpa sepengetahuanku?" Marissa pun tidak mau kalah. Ia tidak ingin disalahkan dengan kejadian lima tahun yang lalu. "Selain itu, ibumu juga jahat terhadapku! Menuduhku berselingkuh dan meragukan janin yang ada di dalam perutku!" "Bukan hanya itu saja, pelayan di rumahmu juga sama jahatnya!" Marissa tidak akan lupa dengan semua itu. "Siapa?" tanya Danendra yang sangat penasaran dengan pelayan yang berani menyakiti istrinya itu. "Kalau tidak salah, namanya Seni!" jawab Marissa yang sudah mulai lupa dengan nama pelayan yang waktu itu begitu membencinya. "Sampai sekarang, bekas luka di kakiku masih belum hilang

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 314 Sampai Dia Sembuh

    "Apa kau masih tidak ingin berbicara? Kenapa marah dan mengabaikan aku?" tanya Danendra di sofa ruang tamu di kantornya. Sedangkan Marissa duduk di depannya. Setelah sekian lama, akhirnya Marissa menjawab, "Danen! Saat ini Zain masih berbaring lemah di rumah sakit! Aku tidak akan meninggalkan Zain dan berselingkuh denganmu! Kalau kau ingin kita bersama, tunggulah sampai aku dan Zain putus!" "Tapi itu kapan? Apa bisa besok, atau lusa?" tanya Danendra yang terdengar tidak sabar. "Tidak!" jawab Marissa dengan pelan. "Tidak besok tidak minggu depan, tidak pula bulan depan!" "Aku harus menunggu sampai Zain sembuh dari cederanya!" Itulah yang Marissa pikirkan. Marissa tidak bisa meninggalkan Zain aaat kondisinya masih lemah, juga tidak bisa meninggalkan Zain saat cedera di kakinya belum sembuh. Yang Marissa inginkan, ia meninggalkan Zain saat pria itu sudah sehat, sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa lagi. Kalau Marissa meninggalkan Zain dalam keadaan sakit pasca kecelakaan,

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 313 Apa Karena Malam itu?

    Keesokan harinya—tepat di hari Jumat—beberapa karyawan mulai ribut membicarakan masalah acara ulang tahun perusahaan yang akan diadakan di Kota C. Mereka ada yang kecewa, ada juga yang bahagia. Pasalnya, beberapa karyawan ada yang sudah berumah tangga dan mereka tidak bisa ikut pergi ke Kota C karena harus meninggalkan pasangannya di rumah selama dua hari dua malam. Awalnya, tidak semua karyawan diundang dalam acara tersebut karena mungkin terlalu banyak. Namun, setelah diadakan rapat, akhirnya pihak perusahaan memutuskan untuk mengundang semua karyawan yang sudah lebih dari tiga tahun bekerja untuk ikut memeriahkan acara ulang tahun perusahaan. "Yah, sayang sekali, Sa! Kau belum 3 tahun bekerja di sini! Jadi tidak dapat undangan ini!" ejek Jesi sambil memperlihatkan kartu undangannya pada Marissa, juga tiket pesawat yang sudah disediakan oleh perusahaan atas nama dirinya. "Hehe!" Marissa hanya tersenyum. Ia menyedot minumannya di meja, lalu kembali menyantap makan siangnya. K

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 312 Mana Cincin Pertunangan?

    "Ahhh ... Fanny! Kau sudah pulang?" Marissa sangat gugup. Ia bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menghampiri Fanny—melewati Danendra—yang berdiri di depan pintu. "Marissa! Apa yang kalian lakukan?" Fanny masih bertanya. Ia menatap Marissa, lalu Danendra yang masih duduk di lantai sambil memijat bokongnya yang terasa sakit. Fanny curiga dengan apa yang kedua orang itu lakukan di kamar. "Jangan bilang, kalian emmm—" Baru saja Fanny ingin berbicara, namun tiba-tiba Marissa menutup mulut Fanny dengan tangan, lalu mendorongnya berjalan ke ruang keluarga. "Kami tidak melakukan apapun! Kau jangan berpikir yang tidak-tidak!" ucap Marissa sambil berjalan menuju sofa. Kalau mereka ribut di depan pintu, bisa-bisa putranya bangun. Namun sepertinya Fanny tidak percaya dengan hal itu. Setelah Marissa melepaskan tangannya dari mulut, Fanny pun kembali bertanya, "Apa kalian balikan?" "Ingat, Sa! Saat ini Zain masih berbaring di rumah sakit! Dia membutuhkanmu, membutuhkan s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 311 Masih Mencintainya

    Di dalam mobil, Danendra masih memeluk Michael di pangkuannya. Sedangkan di sampingnya, Marissa terdiam sambil melihat ke samping, menatap pemandangan luar yang nampak berjalan mundur. Entah mengapa, saat ini Marissa sedang tidak ingin berbicara dengan Danendra. Ia masih terbayang bagaimana dekatnya Danendra dengan Luna tadi di ruang kerjanya. Dan... itu membuatnya tidak nyaman. 'Haha! Ternyata, aku memang masih mencintai Danen! Buktinya, aku cemburu saat Danen dekat dengan wanita lain!' Marissa menertawakan dirinya sendiri. Ia tidak menyangka, dirinya akan menjadi budak cinta dan akan terus terikat dengan pria yang jelas-jelas sangat sulit untuk bisa bersama. "Marissa!" Dalam keheningan, tiba-tiba Danendra memanggil nama wanita di sampingnya. Ia pun bertanya sambil meraih tangan wanita itu. "Apa kau marah karena aku datang menjenguk Zain?" Padahal, kalau membahas masalah marah atau tidak, Danendra lah yang seharusnya marah pada Marissa. Wanita itu pergi begitu saja dari k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 310 Bukan Wanita Biasa

    Marissa benar-benar terkejut, kenapa Danendra harus datang malam-malam seperti ini ke rumah sakit saat banyak orang? "Apa kau tidak lihat? Kami datang untuk menjenguk Zain!" balas Danendra dengan santai. Sudut bibirnya terangkat, ekor matanya menunjuk buket bunga yang sedang dipegangnya. Dari dalam, Sinta pun bertanya, "Siapa? Kenapa tidak dipersilakan masuk?" "Ah... ya, Tante!" Marissa menjadi bingung. Bagaimana kalau semua orang tahu, Danendra ini adalah mantan suaminya? 'Apa yang akan mereka pikirkan?' "Permisi!" Tanpa menunggu Marissa mempersilahkan, Danendra masuk dan berjalan melewati Marissa. Danendra dan Asisten Anas menghampiri semua orang yang ada di sofa. "Eh... Danen?" Darius pun melihat siapa orang yang datang. Ia segera bangkit berdiri lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman. "Bagaimana kabarmu?" balas Danendra sambil meraih tangan Darius. "Kami baik! Kau sendiri?" "Aku juga baik!" "Haha! Syukurlah!" Sikap mereka berdua sangat santai dan te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 115 Luka Itu tidak Akan Pernah Hilang

    Pertemuan kedua keluarga kali ini penuh dengan ketegangan. Danendra selalu emosi dan berapi-api setiap kali dia berbicara. Mendiang Lisa sudah meninggalkan memori buruk di ingatan semua orang, terutama di ingatan Danendra—selaku suaminya. Kenyataan itu membuat Josep dan Ambar sangat syok, juga me

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 113 Mau Menikah Denganku?

    Jika orang lain yang mengalami kejadian ini, mungkin pria itu sudah dibunuhnya hingga tidak ada lagi di dunia ini. "Kenapa? Kau kasihan padaku, ya?" canda Danendra, yang juga membalas tatapan Marissa padanya. Danendra mengerti dengan tatapan penuh arti dari wanita di depannya itu. Ia pun tahu,

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 108 Bolu Ulang Tahun

    Mario terkejut ketika melihat ayahnya sudah ada di belakang. Ia segera menoleh untuk melihat. "Pa-Papa Danen???" Walau tahu Danendra sudah pulang dan masuk ke rumah, tapi anak itu tidak menyangka, ekspresi ayahnya akan seperti itu saat melihatnya di dapur. Mario pun menjadi takut dengan reaksi ay

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 114 Tidak Pantas Menjadi Pengasuh Diego

    Malam ini, Marissa tidak bisa tidur dengan nyenyak setelah kepulangan pria itu dari rumahnya. Marissa berbaring di samping putranya sambil terus memikirkan tentang ajakan Danendra untuk menikah. Pria itu berjanji akan membatalkan pernikahannya dengan Sely dan akan memenangkan hak asuh anak atas g

    last updateHuling Na-update : 2026-03-28
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status