بيت / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 169 Sudah Selesai

مشاركة

Bab 169 Sudah Selesai

مؤلف: Tusya Ryma
last update تاريخ النشر: 2026-02-25 23:07:08

Siang ini, setelah dua hari dirawat, Marissa akan kembali ke Kota A atas permintaan Ambar, juga persetujuan dari para dokter yang menanganinya. Awalnya, Ambar ingin memindahkan Marissa ke rumah sakit lain di Kota A agar memudahkan dirinya dan Danendra untuk bergantian menjaganya. Tapi akhirnya, Marissa dibawa ke rumah dan akan dirawat oleh dua perawat khusus yang dibawa dari rumah sakit itu atas permintaan Ambar.

"Baiklah! Apa kau sudah siap? Sebentar lagi kita berangkat!" tanya Ambar yang te
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 354 Danendra Sengaja

    Marissa pun berbaring di kursi. Di atasnya sudah ada Danendra yang menekannya. Sepertinya Danendra sengaja melakukan hal itu agar terdengar oleh orang yang ada di seberang telepon. Tanpa mengatakan apa pun, Danendra langsung mencium Marissa. Ia menarik kedua tangan Marissa ke atas kepala agar wanita itu tidak memberontak. Satu tangan lagi meraba pahanya yang hanya mengenakan rok di atas lutut. Tindakannya itu membuat Marissa tak berdaya. Ingin mengeluarkan suara kenikmatan, tapi di sana masih ada ponsel yang menyala. Marissa takut Zain mendengar aktivitas mereka saat ini. Danendra masih menekannya. Ia mencium bibir Marissa dengan rakus hingga suara basah dari kedua mulut yang menyatu sangat jelas terdengar. Danendra benar-benar melakukannya dengan sengaja. "Asihhh! Danen!" Marissa menggeliat. Tangan pria itu semakin menyelusup masuk ke dalam roknya. "Buka kakimu, Sayang! Aku akan menyentuhnya dengan tanganku!" ucap Danendra dengan penuh godaan. "Enghhh ...." Marissa tidak ing

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 353 Tidak Bersalah

    Di depannya Danendra tidak tahan. Ia berkata pada Marissa yang tidak melihatnya sama sekali. "Sayang! Kita ini bukan anak ABG lagi, yang kalau marah harus diam-diaman! Aku tidak suka kau mengabaikan chat dan teleponku! Aku pun tidak suka kau pergi ke tempat pria lain dan mencari kesenangan di sana! Kalau kau memang membenciku, ya, tinggal bilang saja! Aku tidak akan marah!" "Tidak akan marah?" Marissa mengulangi ucapannya. "Yang seharusnya marah itu adalah aku! Kau menuduhku menjual diri, dan kau pun menghilangkan kunci mobil Zain!" "Apa dengan sikapmu itu, aku tidak boleh marah?" tanya Marissa yang kali ini sudah menatap Danendra dengan tajam. Kekesalannya masih belum hilang walau waktu sudah berlalu lebih dari 24 jam. Dan, pria di depannya ini, masih saja merasa tidak bersalah. "Kalau memang tidak melakukan semua itu, kenapa harus marah?" tanya Danendra tanpa emosi. Ia sudah meredam emosinya dan sudah merenungkan semua yang dilakukannya tadi malam. "Makanya, kalau ada

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 352 Seperti Mengusir

    "Ahaha! Ti-tidak! Aku tidak melakukan hal itu lagi!" balas Marissa sambil tertawa. Ia cukup malu saat diingatkan lagi tentang tingkah konyolnya yang akan mengakhiri hidup hanya karena masalah sepele. "Lalu itu ... kakimu!" tunjuk Ken. Marissa segera melihat lututnya yang putih, tapi ada luka merah yang belum kering. Ia pun kembali menyangkal. "Tidak apa-apa! Ini karena terjatuh sedikit! Bukan karena menabrakan diri ke mobil orang!" canda Marissa. "Oh!" Ken tidak bertanya lagi. Setelah itu, Ken malah menyuruh Marissa untuk mengikutinya ke ruangan pribadi. "Mari, ikut dengan saya, Nona!" "Ah, baik!" Marissa pun mengikuti Ken dari belakang. Mereka masuk ke ruangan yang nampak luas dan terang, juga kedap suara. Musik DJ yang begitu keras pun, tidak terdengar ke dalam ruangan itu. "Duduklah!" "Te-terima kasih!" balas Marissa. Ia pun duduk di sofa yang ada di ruang kerja Ken. Setelah itu, Ken membuka lemari kayu, lalu mengambil kotak putih dari sana. Ia menghampiri

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 351 Pria Paruh Baya

    30 menit kemudian, Fanny datang dan masuk ke ruangan yang ramai dengan pencahayaan yang kurang sempurna. Dari salah satu meja, ia melihat punggung wanita yang sudah tidak asing. Wanita itu duduk sambil meneguk minumannya. "Sa!" panggil Fanny pada wanita itu. Di mejanya sudah ada satu gelas dan satu piring berisi makanan yang tinggal setengah. Marissa sudah memesan makan dan minuman untuk dirinya sendiri. Padahal sebelumnya ia masih ingin menunggu Fanny. "Eh, Fan, sini!" Marissa pun melambaikan tangan. Setelah itu, Fanny menghampiri. "Maaf tadi di jalan ada sedikit masalah! Makanya agak lama!" ucap Fanny sambil duduk. "Tidak apa-apa! Makanan aku pun baru datang, kok! Kau mau pesan apa?" tanya Marissa. Lalu ia memanggil pelayan ke mejanya. Sambil memesan makanan untuk Fanny, Marissa pun memperhatikan pria gagah di depan sana yang berusia 45 tahun. Ia ingin menghampiri Ken dan ingin mengobrol dengan asisten pribadi Tuan Lim itu. "Hey, kau lihat apa? Serius sekali!" tan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 350 Ken?

    Hari sudah semakin sore. Marissa masih ada di tempat tinggal Zain sendirian. Mau pulang? Tapi rasanya sangat berat. Akhirnya Marissa memutuskan untuk tetap tinggal di apartemen Zain karena kalau pulang pun putranya tidak ada. Michael sudah pergi bersama Wilyam dan Ambar ke rumah mereka. "Lebih baik aku tetap berada di sini sambil menenangkan diri!" Mungkin karena lelah seharian bekerja, dan ngantuk—semalaman tidak tidur, akhirnya Marissa tidur di sofa. Ia berbaring sambil menggunakan selimut tipis dan bantal yang dia ambil dari kamar tamu. Tidur di tempat orang lain, juga di sofa empuk yang lumayan besar, Marissa merasa nyaman, waktu pun berlalu begitu cepat. Baru juga tidur, sudah harus bangun lagi karena alarm di ponselnya sudah berbunyi. Padahal tidurnya sudah dua jam. Marissa mengatur alarm di jam 19.30 sebelum Zain benar-benar pulang. Saat ini, Marissa tidak ingin dikira tinggal di apartemen Zain karena menunggunya pulang. Nanti Zain salah paham dan mengira Marissa menungg

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 349 Jangan Lama-Lama

    Waktu sudah semakin malam, tapi Marissa masih berada di basement apartemen sambil mencari benda kecil yang entah ada di mana. Lututnya pun benar-benar sudah terluka dan berdarah karena goresan-goresan ke lantai. "Arghhh!" Inginnya memaki pria yang saat ini masih bersandar di tiang besar sambil melihatnya mencari kunci mobil. Tapi Marissa tidak bisa. Ia hanya bisa marah pada angin malam yang berhembus. Ia pun melampiaskan kekesalannya dengan menendang salah satu mobil yang ada di depannya. "Aish!" DUGGG! Seketika mobil itu berbunyi kencang. Marissa pun menjadi panik. Tanpa berpikir lagi, ia segera berlari seperti pecundang meninggalkan basement dan meninggalkan Danendra yang masih ada di sana. Lalu masuk ke dalam gedung dan segera masuk ke dalam lift. Marissa tidak tahu apa yang selanjutnya terjadi. Entah bagaimana reaksi sang pemilik mobil ketika alarm mobilnya berbunyi kencang, dan tidak tahu juga apa yang Danendra lakukan setelah itu. Yang jelas, Marissa sangat kesal

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 116 Sangat Istimewa

    Luka yang pernah Danendra terima, itu datangnya dari ayahnya sendiri. Josep memaksa Danendra untuk menikah dengan wanita seperti Lisa. Dia mengandung bayi dari pria lain, juga terus berhubungan dengan pria itu walau Lisa dan Danendra sudah menikah. Mau marah, tapi itu adalah ayahnya. Mau benci, d

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 123 Jangan Usir Aku!

    Keringat sudah bercucuran dari kening dan lehernya. Tangan Marissa terasa panas dan pegal. Ia sudah tidak sanggup lagi berpegangan, tenaganya sudah hampir habis. "Mario!" Marissa memanggil anak itu dengan pelan. Untuk berbicara pun, rasanya sudah sangat lelah. "Ada apa, Ma? Mama baik-baik saj

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 121 Di Mana Sekarang?

    Di dalam mobilnya, Danendra sudah memakai sabuk pengaman. Ia menelepon memakai headsetnya di telinga. Bukannya Marissa yang menjawab, ini malah suara operator wanita yang berbicara dengan suara tegas namun sopan. "Sial! Kenapa Marissa malah mematikan ponselnya?" Danendra menjadi kesal. Ia senga

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 117 Tentu Saja!

    Pukul setengah enam sore, Ray dan Fanny sudah duduk di rumah Marissa. Di atas meja sudah ada beberapa makanan dan minuman yang tadi dibeli oleh Ray ketika dirinya berjalan menuju rumah itu. Sambil makan dan minum, Marissa dan Fanny hanya terdiam dan saling pandang. Keduanya tidak ada yang memulai

    last updateآخر تحديث : 2026-03-29
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status