Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 37 Lebih Jujur

Share

Bab 37 Lebih Jujur

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-01-01 22:01:36
Malam hari, angin bertiup sepoy-seloy terasa sangat sejuk. Marissa berjalan sendiri di trotoar jalan sambil menikmati indahnya pemandangan kota di malam hari.

Hawa di sana tidak terlalu dingin, juga tidak terlalu panas. Itu membuat Marissa sangat menyukai momen malam ini.

Saat ini, Marissa ingin menikmati kebebasannya dan ingin menghirup udara segar tanpa gangguan dari siapapun.

Walau tadi Danendra mengabaikannya dan tidak membutuhkannya sebagai asisten pribadi, hal itu tidak membuat Maris
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 221 Putri Drizela

    Tiba di sekolah taman kanak-kanak Harapan Bintang, Danendra keluar dari mobilnya, lalu masuk ke area sekolah yang cukup luas dengan langkah yang sangat cepat. Ia sangat khawatir setelah menerima telepon dari guru di sekolah putrinya, bahwa putrinya—Drizela—menangis dan meminta ayahnya untuk datang. Takut terjadi hal buruk pada anak itu, Danendra pun bergegas pergi ke sekolah walau sebenarnya ia enggan untuk pergi. Di ruang kelas yang sangat ramai dan berisik dengan dekorasi khas anak kecil, seorang anak laki-laki berdiri di depan kelas bersama satu anak perempuan. Satu guru wanita berjongkok sambil berbicara pelan pada mereka. Sedangkan murid lainnya duduk di bangku masing-masing sambil mengerjakan puzzle yang sudah dibagikan oleh guru lain. "Sayang... Ibu tanya satu kali lagi, Zee dapat ini dari mana?" Guru wanita yang bernama Mila memegang jepitan rambut yang katanya milik Drizela, tapi dipakai oleh Zee-Zee. "Aku tidak tahu, Bu Guru! Itu Michael yang memberikannya padaku seb

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 220 Sambutan Atas Kepulanganmu

    Marissa mundur ke belakang untuk menghindari Danendra. Pria itu sekarang membuka celana panjangnya, menyisakan celana dalam pendek berwarna navy. Otot-otot di tubuh dan pahanya begitu jelas terlihat, membuat Marissa semakin gugup. Ada ponsel dari saku celana, Danendra segera mengambilnya, lalu dilempar ke atas tempat tidur. "Marissa ... sepertinya kau tidak puas kalau hanya berhubungan dengan satu pria, ya?" cibir Danendra sambil mendekat. Ia mendorong kedua bahu putih dan polos Marissa hingga wanita itu terlentang di tempat tidur. Saat ini, Danendra benar-benar sangat emosi. Marissa mengaku tidur dengan pria lain karena Danendra juga tidur dengan Luna di kamar hotel. Padahal kenyataannya tidak seperti itu. Malam itu, Danendra hanya mabuk, lalu dibawa ke kamar hotel oleh Luna. Setelah itu, mereka berciuman dan melakukan hal-hal yang biasa dilakukan oleh orang dewasa. Tapi untuk tidur, Danendra benar-benar tidak melakukannya. "Da-Danen ... apa yang kau lakukan? Menyingkirlah!"

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 219 Anak Papa

    "Tidak!" balas Michael sambil kembali meneguk susu yang tinggal setengahnya itu. "Sepertinya penumpang sebelumnya seorang om-om yang sangat galak!" "Eh, kenapa begitu?" Fanny pun bertanya. Ia sangat serius melihat anak kecil bercerita. "Iya! Matanya begini, nih ...." Michael langsung memperagakan ekspresi orang itu. Tatapannya begitu tajam dengan ekspresi yang sangat dingin. "Aishhh! Kau ini! Kebanyakan nonton TV, jadinya seperti itu!" Fanny mencubit pipinya yang bulat. Merasa gemas dan juga sangat lucu. "Sudahlah! Cepat bersiap! Sebentar lagi Papa Zain akan menjemputmu!" ucap Fanny sambil membawa piring dan gelas yang sudah kosong ke dapur. Ia tidak percaya begitu saja dengan ucapan anak itu. Sikapnya yang tidak mempercayai ucapan Michael membuat anak kecil itu sedikit kesal. "Benar, aku tidak berbohong! Om ganteng itu sangat galak! Kalau Tante melihatnya, Tante pasti akan dimarahi!" ucapnya dengan polos. Fanny malah ingin tertawa mendengarnya. "Memarahi Tante kare

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 218 Ibu tidak Bertanggung Jawab

    Selama beberapa detik berada di dalam lift, Marissa merasa itu sangat lama, rasanya seperti berjam-jam. Tekanan dari tatapan orang yang ada di belakangnya begitu berat, membuat seluruh tubuhnya bergetar. Belahan punggung dari gaunnya yang cukup terbuka itu membuat Marissa kedinginan. Aura pria itu benar-benar sangat kuat, membuat Marissa tidak bisa bernapas dengan bebas. "Ehem ...." Tiba-tiba pria di belakangnya berdehem. Marissa hanya terdiam sambil terus meremas gaun bagian depannya, tidak merespon sedikitpun suara pria itu. Ding! Pintu lift sudah tebuka di lantai dasar. Marissa yang sedari tadi ingin keluar, bergegas keluar sambil mengangkat gaun panjangnya agar dirinya bisa lebih mudah untuk berjalan. Tanpa menoleh ke belakang, Marissa terus berjalan sampai keluar dari gedung hotel tersebut. Di depan hotel itu sudah ada mobil hitam milik Zain yang sudah terparkir. Di samping mobil itu ada sopir yang tiba-tiba menyapa. "Nona! Silahkan!" Sopir itu membuka pintu baris kedua, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 217 Orang yang Dikenal

    Namun Marissa segera mencegahnya. Ia menarik tangan Zain sambil berkata, "Tidak usah! Michael sedang tidur. Aku tidak tega membangunkannya! Besok kami akan mencari sekola baru, jadi sekarang dia harus istirahat dengan baik!" Zain pun mengurungkan niatnya untuk masuk ke apartemen Marissa. Ia menatap wanita di depannya dengan lembut, lalu menggenggam tangannya dengan erat. "Tapi, aku yang tidak tega meninggalkannya sendirian! Sedangkan kita pergi bersama ke acara jamuan makan malam!" balas Zain dengan pelan. Namun ia tidak akan memaksa jika Marissa tidak mengizinkan Zain membawa Michael. "Tidak apa-apa, di sini juga ada Fanny, kok! Michael tidak sendirian! Kalau sekarang dia tidak tidur, tentu aku akan mengajaknya!" "Emh, baiklah! Setelah makan, kita langsung pulang saja! Tidak perlu menunggu sampai acara selesai, karena itu bisa sampai larut malam!" "Enh, oke!" Marissa pun mengerti. Ia menganguk, tidak membahas hal itu lagi. "Ayo!" Zain menekuk satu tangan di pinggang, m

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 216 Kembali dengan Identitas Baru

    Dua hari kemudian, Zain benar-benar datang ke atap gedung rumah sakit sesuai permintaan Darius. Marissa, Darius, Mario, Fanny, juga beberapa dokter dan suster sudah siap pergi ke Kota K bersama bayi mungil yang masih lemah. Bayi itu akan dipindah ke rumah sakit yang ada di Kota K agar Darius bisa lebih leluasa menjenguk anak itu, karena ia masih harus bekerja. "Bagaimana? Apa semuanya sudah siap?" tanya Zain pada penumpang di dalam pesawat. Mereka semua sudah duduk dan memakai sabuk pengamannya, serentak menjawab, "Siap!" "Okeh! Kita akan berangkat sekarang!" Setelah itu, Zain memberitahu pilot untuk segera menerbangkan pesawatnya ke Kota K. Mulai hari ini, Marissa akan meninggalkan Kota A, meninggalkan semua kenangan indahnya bersama Danendra. Tapi, walaupun dirinya pergi, Marissa tidak akan begitu saja membiarkan putri pertamanya terpisah darinya. Suatu hari nanti, ia akan kembali ke kota itu dan mengambil putrinya. *** 4 Tahun kemudian... "Mama, ayo cepat! Aku

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 78 Dendam Lama

    "Tidak apa-apa! Anggap saja sepatu itu dijual dengan harga tiga ratus ribu! Nanti, setelah punya uang, kau bisa membelinya lagi," hibur Darius pada Marissa yang sedang murung. Mereka berjalan bersama keluar dari toko tersebut. "Enh!" Marissa pun tersenyum, lalu mengangguk. Bukan masalah memb

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 74 Dramanya Sudah Berakhir

    Sebagai kepala pelayan di rumah itu dengan gaji dua kali lipat lebih besar dari pelayan yang lain, seharusnya Nima tidak melakukan kesalahan besar seperti ini. Kalau sampai ini tersebar ke luar, itu akan mencoreng nama baik Ambar sebagai majikan. "Maaf, Nyonya! Sebelumnya saya sudah memeriksa sem

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 79 Sangat Buruk

    Di apartemen yang sudah beberapa minggu tidak ditinggali, Danendra masuk ke tempat itu diikuti Marissa di belakangnya. Walau Marissa merasakan khawatir pada pria itu, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa karena masih takut dengan ekspresi marah Danendra. Entah apa yang terjadi antara dia dan Dari

    last updateLast Updated : 2026-03-24
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 80 Tidak Enak Didengar

    Hening beberapa saat dengan posisi yang sangat intim. Marissa masih terlentang di bawah, sedangkan Danendra berada di atasnya dengan jubah mandi yang terbuka di bagian depan. Marissa menatap Danendra, lalu berkata dengan tegas, "Anda tidak tahu, betapa bahagianya saya, dulu, saat merawat bayi i

    last updateLast Updated : 2026-03-25
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status