分享

Bab 390 Tidak Enak

作者: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-06-08 06:46:04

"Kenapa Fanny bekerja di klub malam? Padahal, dia bisa bekerja di perusahaanku! Posisimu yang kemarin masih kosong. Kalau Fanny mau, dia bisa langsung bekerja!" jelas Danendra sambil meletakan tas jinjingnya di atas meja. Lalu jasnya dibuka oleh Marissa.

"Oh, itu... nanti aku coba bicarakan dengan Fanny!" balas Marissa yang masih sangat bingung.

'Sejak kapan Fanny bekerja di klub malam? Kenapa aku tidak tahu?'

"Eh, tapi, sepertinya Fanny tidak bisa bekerja! Dia ...." Seketika Marissa pun
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 396 Akhirnya Fanny Menikah

    "Eh! Di-dipindah ke WiFoods? Siapa yang dipindah?" tanya Luna sambil melepaskan lingkaran tangannya di leher Danendra. Pria itu pun segera mendorong Luna agar menjauh. "Ya, kau, lah!" jawab Danendra tanpa basa-basi lagi. Daripada istrinya mengamuk lagi, lebih baik Danendra menuruti sarannya untuk memindahkan Luna ke perusahaan Danendra yang lain, bukan lagi di KJK Group. "Mulai hari Senin, kau akan dipindah ke WiFoods! Posisimu masih sama, sebagai sekretaris. Tapi bukan sekretarisku, melainkan sekretarisnya Jimy!" jelas Danendra dengan sangat serius. Danendra tidak sedang bercanda, bukan juga menakut-nakuti agar Luna turun dari pangkuannya. Ia berbicara serius dan bahkan sudah membicarakan hal itu dengan asisten pribadinya dan juga Jimy. "Tapi kenapa? Kenapa kau ingin memindahkan aku ke sana? Apa kau tidak suka dengan kinerjaku selama ini? Jika memang iya, apa yang tidak kau sukai dariku? Tinggal bilang saja. Nanti aku akan memperbaikinya!" Kali ini Luna mulai serius. Ia takut

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 395 Overprotektif

    "Berjalan bersama? Kenapa kalian bisa berjalan bersama? Apa sudah janjian dulu sebelumnya?" Marissa terus bertanya. Ia cemburu dengan kedekatan Danendra dan teman wanitanya itu. "Sayang! Sayang ... dengarkan aku!" Danendra memegang kedua bahu Marissa, lalu menariknya agar menghadap ke arahnya. "Tadi pagi saat aku baru sampai di kantor, Luna juga baru sampai. Karena tempat kerja kita berada di satu lantai, jadi kita pergi bersama!" "Lalu, bagaimana bisa .... Luna tidak berpakaian seperti tadi? Apa kalian bercinta di toilet? Kata orang di kantormu, pakaian Luna ada di tong sampah toilet wanita!" "Hey! Dengarkan ceritaku sampai selesai! Jangan dipotong dulu!" cegah Danendra ketika Marissa memotong ucapannya. "Ceritanya tidak seperti yang kau pikirkan!" "Karena paginya makanku terlalu banyak, jadi perutku agak mual. Aku bergegas pergi ke toilet untuk muntah. Tapi si Luna malah mengikutiku!" Marissa sangat gemas ingin menimpali. Tapi Danendra berbicara lagi. "Ya, alhasil aku muntah

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 394 Belum Pergi Jauh

    Di meja makan yang cukup lebar, Danendra, Marissa, dan Darius duduk bersama sambil membuka makanan yang tadi dibawa oleh Danendra. Marissa dan Darius pun mulai makan, Danendra hanya diam sambil mengaduk makanan di piringnya. Sama sekali tidak mencicipi makanan itu sedikit pun. "Eh, kenapa diam terus? Apa terganggu karena ada aku, ya?" tanya Darius pada Danendra. Darius melihat Marissa yang terus memakan makanannya tanpa memperhatikan suami. Itu membuatnya tidak enak. "Ahhh, sebaiknya aku makan di tempat Fanny saja! Mungkin sekarang dia sudah bangun!" ucap Darius yang tiba-tiba bangkit berdiri. Ia mengambil piring berisi makanan miliknya dan bersiap pergi ke luar. Melihat hal itu, tentu saja Danendra segera mencegah. Ia meminta Darius untuk kembali duduk. "Tidak ... bukan karena terganggu! Aku tidak makan karena sedikit mual kalau mencium bau-bau makanan seperti ini!" Danendra menunjuk makanan di atas meja. "Lalu ... kenapa membeli semua makanan ini kalau kau tidak suka

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 393 Kenapa tidak Mati Saja

    "Aku juga baik!" balas Zain. Lebih tepatnya, dia baik setelah pergi ke Kota K. Pertengkarannya dengan Darius berakhir setelah Zain putus dari Marissa, lalu dia pergi menemui Darius dan tinggal di tempatnya. "Emh, syukurlah!" Marissa pun merasa lega. Setelah itu, Darius bertanya pada Zain, "Kau akan dijemput oleh Miam, kan?" "Ya, sebentar lagi dia akan datang!" balas Zain sambil menggenggam ponselnya. Ia melihat pesan balasan dari Miam yang katanya masih di jalan. "Kalau begitu, aku duluan, ya!" "Oke, pergilah! Nanti kalau mau pulang, jangan lupa untuk menghubungiku!" "Enh!" Darius pun mengerti, Zain akan kembali ke Kota K dan akan tinggal di tempatnya lagi untuk menghindari ibunya yang terus saja membahas masalah putusnya Zain dengan Marissa. "Kalau begitu, kami duluan!" Marissa pamit pada Zain. Ia masuk ke dalam mobil, lalu diikuti Darius yang segera duduk di sampingnya. Setelah itu, mereka pergi dari sana. Di dalam mobil, Darius terus terdiam. Ia tidak membahas apapun yan

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 392 Dua Pria

    Di apartemennya, Fanny syok melihat Ray mengirim sebuah foto yang memperlihatkan seorang pria dan wanita berjalan bersama keluar dari area belakang—toilet. Di foto itu terlihat, si pria tidak memakai jasnya karena dipakai oleh si wanita, sedangkan si wanita tidak memakai apapun selain jas kebesaran itu. "Apa ini benar Pak Danen?" gumam Fanny di sofa sambil duduk. Padahal sebelumnya dia sedang berbaring. "Eh, mana? Mana Danen? Coba aku lihat?" tanya Marissa yang mendengar gumaman Fanny tentang suaminya. Ia pun berpindah ke samping, lalu duduk di samping Fanny. "Ti-tidak, Sa! Hehe .... Ini bukan apa-apa, kok! Aku hanya asal ngomong saja!" Fanny pun tertawa bodoh untuk menutupi kegugupannya. Ia menyembunyikan ponselnya ke dalam selimut agar Marissa yang duduk di sampingnya tidak melihat. Namun, semakin Fanny berkata "Tidak!", Marissa malah semakin penasaran. Ia merebut ponsel di dalam selimut, lalu melihat sesuatu yang tadi dilihatnya. "Astaga! Apa ini?" "Sudah kubilang, ini buk

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 391 Mau Mencobanya

    "Arghhh ... bagaimana ini? Pakaianku jadi kotor!" Luna terus berteriak. Namun pria di depannya sekarang sudah tidak ada. Danendra bergegas pergi ke toilet, lalu mencuci mulutnya dan juga membersihkan pakaian yang sedikit kotor. "Padahal tadi sudah saya peringatkan, jangan mendekati Tuan kalau Anda tidak mau kena semprot! Tapi Anda tidak mendengar! Ya, jadinya seperti ini!" ucap Asisten Anas yang ada di belakang Luna. Wanita itu semakin kesal mendengar ejekan Asisten Anas. "Aishhh, ini semua salahmu! Kenapa tidak bilang kalau kena semprot itu muntahan dari mulutnya? Kalau tahu begini, aku tidak akan mengikuti Danen ke kamar mandi! Dasar sial!" maki Luna lagi. "Silakan bersihkan diri Anda, Nona!" Asisten Anas menyarankan agar Luna segera masuk ke dalam toilet. "Kau harus bertanggung jawab! Cepat, belikan pakaian baru untukku! Aku tidak mungkin memakai pakaian kotor ini lagi, kan?" Luna berkata dengan tegas. Ia meminta sesuatu pada Asisten Anas tanpa rasa hormat sedikitp

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 122 Yaitu Aku!

    Ucapan Mario yang membahas tentang panggilan Danendra itu membuat Darius menjadi marah. Ia menghampiri Marissa, lalu menarik paksa tangan kecil Mario dan menyeretnya ke depan. "Apa katamu tadi??? Papa Danen? Siapa Papa Danen?" Darius berteriak. Ia melempar tubuh anak itu ke samping hingga Mario

    last update最後更新 : 2026-03-29
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 112 Menjelaskan

    "Danen! Apa yang kau lakukan? Lepaskan!" Marissa berusaha melepaskan diri dari dekapan pria itu. Namun, Danendra tidak bergerak sedikitpun. Marissa ditekannya ke dinding hingga ia tidak bisa menghindar lagi. Danendra mengunci tubuhnya dengan kedua tangan yang disatukan ke dinding. Sedangkan ponse

    last update最後更新 : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 113 Mau Menikah Denganku?

    Jika orang lain yang mengalami kejadian ini, mungkin pria itu sudah dibunuhnya hingga tidak ada lagi di dunia ini. "Kenapa? Kau kasihan padaku, ya?" canda Danendra, yang juga membalas tatapan Marissa padanya. Danendra mengerti dengan tatapan penuh arti dari wanita di depannya itu. Ia pun tahu,

    last update最後更新 : 2026-03-28
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 108 Bolu Ulang Tahun

    Mario terkejut ketika melihat ayahnya sudah ada di belakang. Ia segera menoleh untuk melihat. "Pa-Papa Danen???" Walau tahu Danendra sudah pulang dan masuk ke rumah, tapi anak itu tidak menyangka, ekspresi ayahnya akan seperti itu saat melihatnya di dapur. Mario pun menjadi takut dengan reaksi ay

    last update最後更新 : 2026-03-28
更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status