Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 42 Tahu Membalas Budi

Share

Bab 42 Tahu Membalas Budi

Author: Tusya Ryma
last update Last Updated: 2026-01-04 22:42:20

Mereka melihat pria tinggi dan tampan dengan setelan jas yang sangat bagus itu datang dan menghampiri ibu-ibu seperti mereka dan menanyakan keberadaan penyewa sebelumnya.

"Maaf, saya mencari karyawan saya—Marissa! Apa dia masih tinggal di sini?" tanya Danendra sambil melihat ke dalam rumah yang nampak kosong.

Sepertinya, penyewa rumah itu sudah pindah.

Tiba-tiba Danendra merasakan hal yang buruk.

"Oh, Marissa!" Tiba-tiba salah satu dari mereka menyadari bahwa Danendra adalah bosnya Marissa. Bukan seorang penagih hutang seperti yang tadi mereka bayangkan.

"Maaf, Tuan! Marissa baru saja pergi! Dia sudah tidak meneruskan sewaan rumah ini lagi!"

"Ya, benar! Marissa pergi bersama anak dan ibunya!"

"Sepertinya mereka akan kembali ke kampung!"

"Iya, itu benar!"

Orang-orang itu malah saling menjawab. Mencoba untuk menebak ke mana perginya Marissa dan anaknya.

"Pergi ke kampung? Di mana alamat kampung halamannya?" tanya Danendra dengan terkejut. Ia menatap orang-orang itu s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 51 Ingin Memeluknya

    Pukul tujuh malam, Marissa sudah tiba di rumah keluarga Adipraja yang berada di pusat Kota A. Tepatnya di kawasan elit yang tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Wilman membawa Marissa masuk ke dalam rumah yang sangat megah dan besar, lalu menyuruhnya untuk memperkenalkan diri. Di depan Tuan Josep dan Nyonya Ambar, juga di depan putra kedua mereka—Wilyam—Marissa yang memakai pakaian besar dengan warna kulit sawo matang dan rambut panjang hitam sepunggung, berdiri sambil memperkenalkan diri. Di sampingnya ada Wilman mendampingi. "Selamat malam, Tuan, Nyonya! Perkenalkan, nama saya Bety! Datang kemari untuk mencari pekerjaan. Terima kasih sudah mengizinkan saya untuk bekerja di rumah ini," ucap Marissa dengan berbohong. Ia membohongi semua orang dengan berpura-pura menjadi Bety. Nama aneh itu ia dapat dari salah satu drama yang pernah ia tonton. "Bety? Kau datang dari Kota K, ya? Bagaimana dengan orang tuamu? Apa mereka tahu kau datang ke kota ini untuk bekerja? Dan, di mana k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 50 Pengasuh Tuan Muda

    Sore ini, cuaca masih sangat cerah dan panas. Sinar matahari pun menyengat begitu kuat membuat Marissa dan Fanny yang baru sampai di Kota A merasa kepanasan. "Kita naik taksi dari sini saja, ya! Tidak usah makan dulu! Nanti di kafe kita akan makan juga!" ucap Fanny sambil berdiri di pinggir jalan. Mereka akan pergi ke Cafe Mara—tepat yang sudah dijanjikan. "Bagaimana dengan penampilanku? Apa ini terlihat sangat aneh?" Marissa yang sebelumnya memiliki kulit putih dan bersih, kini sudah berubah menjadi sawo matang. Pakaiannya pun sudah diganti dengan pakaian sederhana yang sedikit kebesaran. Kalau dilihat dari jauh, Marissa terlihat sangat jelek dan hitam. Namun kalau dilihat dari dekat, masih jelas tata letak bibir, hidung dan mata indah yang sempurna. Fanny sengaja membeli pakaian jelek dan krim kulit yang sangat bagus dan tahan air hanya untuk menutupi penampilan cantik Marissa. Ia harus mengubah penampilan Marissa agar orang tidak bisa mengenalinya. "Sa! Aku memang sengaja

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 49 Membuatnya Sangat Jelek

    Di kamar berukuran 3 x 3 meter persegi, Fanny masuk dan menghampiri Marissa yang ada di atas tempat tidur. Wanita itu sedang duduk sambil memegang kedua lututnya di depan dengan pandangan mata terus melihat ke arah luar jendela. Ekspresi wajahnya begitu mengerikan, layaknya seorang wanita yang sedang stres. "Sa!" sapa Fanny, sedikit takut. Ia takut teman baiknya itu akan mengamuk karena dirinya masuk ke kamarnya tanpa permisi. "Ini aku! Fanny!" Dia memperkenalkan diri sambil berjalan menghampiri sahabatnya. Ia khawatir Marissa tidak mengenalinya lagi. Fanny sudah tau tentang Mario yang dibawa pergi oleh Danendra ke Kota A, juga tahu siapa orang yang menyimpan Mario bayi di depan pintu rumah sewaan Marissa sampai sahabatnya itu merawat dan membesarkan bayi itu layaknya anak sendiri. Semua itu sudah Merina ceritakan pada Fanny tanpa ada yang terlewat. Pantas saja, Marissa hampir gila karena anak yang sudah dirawat dan dibesarkan dengan susah payah dan dengan pengorbanan yang b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 48 "Hah??? Ka-Karina?"

    "Sa! Masalah itu, kita bicarakan nanti di rumah, ya! Sekarang, ayo kita pulang! Ibu obati lukamu, ya?" Merina membujuknya, berharap putrinya mau pulang dan tidak lagi membuat onar di jalan. "Aku bilang, tidak, ya, tidak, Bu!" Marissa menghempaskan tangan ibunya. Ia kembali melihat ke arah Danendra tanpa mempedulikan kakinya yang sakit dan berdarah. "Aku akan tetap berada di sini sampai mantan bosku ini mengembalikan Mario kepadaku!" ucap Marissa dengan banyak penekanan. Apalagi saat mengatakan kata "Mantan Bos", Marissa mengatakannya dengan sangat tegas. Itu juga yang membuat kening di wajah tampan Danendra tiba-tiba mengerut. "Besok kami akan melakukan tes DNA pada anak itu! Silahkan kau tunggu di sini sampai hasilnya keluar! Kalau hasilnya sudah keluar dan anak itu bukanlah darah dagingku, maka Fandy akan segera mengantar anak itu kemari! Tapi, kalau DNA kami sangat cocok... silahkan kau menunggu dan berdiri di sini sampai kakimu lelah, karena sampai kapanpun anak itu tidak a

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 47 Ekspresi Wajahnya Begitu Dingin

    "Tuan, apa kita pergi sekarang?" tanya seseorang yang ada di depan roda kemudi. Dia belum mengendarai mobilnya, karena orang yang di tuannya belum memberinya perintah. "Tidak! Tunggu sebentar!" jawab Danendra yang duduk di kursi belakang. Ia masih enggan untuk pergi sebelum Marissa melihatnya ada di dalam mobil. Mulut berbicara pada seseorang yang ada di depannya, tapi pandangan matanya terfokus pada wanita yang ada di luar. "Fandy! Apa Diego dan yang lainnya sudah pergi?" Tadi, Danendra sudah berbicara pada Mario dan sudah membujuknya untuk tidak menangis. Malam ini, anak itu akan dibawa ke rumah Danendra karena besok mereka akan melakukan tes DNA. Walau awalnya Mario menolak, tapi setelah Merina ikut membujuknya dan berjanji akan mengajak Marissa menyusulnya ke Kota A, barulah dia tidak menangis lagi. Mario bersedia mengikuti orang-orang itu asalkan Danendra menjemput Marissa sekarang. "Sudah, Tuan! Mereka sudah berangkat," jawab Fandy dengan yakin. Mobil yang Mario tu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 46 Pria itu Datang dan Bertanggungjawab

    "Seperti yang saya katakan tadi, ini memang terdengar sedikit aneh! Tapi itulah yang terjadi! Mario memang anak saya!" 'Wawwww ... ini sungguh luar biasa!' Para tetangga sangat terkejut dengan kehadiran Danendra yang gagah dan tampan itu. Apalagi ketika mendengar penjelasannya tentang putra Marissa yang katanya adalah anaknya. Mereka jadi berubah pikiran dan mulai menebak sesuatu. Dulu, Marissa bukannya hamil tanpa suami, lalu membesarkan bayinya sendiri tanpa tahu siapa ayahnya, seperti yang selalu mereka tuduhkan ketika Marissa membawa seorang bayi ke rumahnya. Tapi ternyata, ayah dari bayi itu masih ada dan bukan pria sembarangan. Ayah dari bayi Marissa itu seorang pria yang sangat hebat dan tampan. Dan sekarang, setelah lima tahun berlalu, pria yang merupakan ayah Mario datang ke rumah Merina untuk bertanggung jawab. Ini sangat bagus untuk Mario dan juga Marissa. Memikirkan tentang hal itu, para tetangga menjadi kagum pada Marissa. "Mer, pria yang menghamili Marissa it

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status