بيت / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 51 Ingin Memeluknya

مشاركة

Bab 51 Ingin Memeluknya

مؤلف: Tusya Ryma
last update تاريخ النشر: 2026-01-06 13:47:34

Pukul tujuh malam, Marissa sudah tiba di rumah keluarga Adipraja yang berada di pusat Kota A. Tepatnya di kawasan elit yang tidak sembarang orang bisa masuk ke sana. Wilman membawa Marissa masuk ke dalam rumah yang sangat megah dan besar, lalu menyuruhnya untuk memperkenalkan diri.

Di depan Tuan Josep dan Nyonya Ambar, juga di depan putra kedua mereka—Wilyam—Marissa yang memakai pakaian besar dengan warna kulit sawo matang dan rambut panjang hitam sepunggung, berdiri sambil memperkenalkan dir
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 414 Ancaman

    Pukul satu, setelah jam makan siang, Marissa diantar oleh suaminya ke rumah sakit tempat Ken dirawat. Selain melihat kondisi asisten pribadi Tuan Lim yang mengalami kelumpuhan, Marissa juga ingin bertemu dengan kakeknya. DING! Sampai di lantai atas, pintu lift sudah terbuka. Danendra memegang tangan Marissa, lalu membawanya ke ruang perawatan. Tok! Tok! Tok! Danendra mengetuk pintu tiga kali. Beberapa detik kemudian, seseorang membuka pintu, lalu mempersilakan mereka untuk masuk. "Terima kasih!" ucap Danendra pada Alex—pria yang tadi pagi datang ke tempatnya. Marissa dan Danendra pun segera masuk. "Selamat siang," sapa Danendra pada Tuan Lim dan juga Ken yang berbaring lemah di tempat tidur. Danendra masih memegang tangan istrinya. Mereka segera menghampiri Tuan Lim yang sedang duduk di kursi samping tempat tidur Ken. "Akhirnya kau datang juga!" ucap Tuan Lim sinis pada Marissa. Seharusnya, Marissa datang ke rumah sakit itu dari pagi, setelah Alex datang ke tempat

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 413 Seorang Pembunuh

    "Ba-baik!" Tanpa mempedulikan Marissa dan putranya yang berjalan mendekat, Bimo segera mengambil ponselnya, ia menghubungi seseorang untuk membawa ambulans ke sana. Setelah itu, Bimo kembali memperhatikan Ken. "Se-sebenarnya, apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini?" Bimo begitu panik. Dia mengangkat Ken dan membaringkannya di sofa. Tanpa mereka sadari, Marissa dan Michael sudah pergi. Marissa membawa putranya meninggalkan tempat itu tanpa mempedulikan Ken yang entah bagaimana kondisinya. Di dalam mobil, Marissa terdiam sambil mengendarai mobilnya. Ia terlihat aneh dan dingin pada Michael. "Ma! Mama kenapa? Apa mereka menyakiti Mama?" tanya Michael sambil menoleh ke samping, melihat ibunya yang nampak gelisah dan tidak tenang. Namun pertanyaan dari anaknya itu membuat Marissa tersadar. Ia pun balas menatap Michael beberapa detik. "Ah, tidak! Mama tidak apa-apa. Jangan khawatir, ya!" balas Marissa yang mencoba bersikap tenang. Ia menggosok kepala Michael dengan satu

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 412 Hati Busuk

    "Aku?" Ken menunjuk dirinya sendiri. Ia mengulangi ucapan Marissa tentang ayahnya. "Tahu tentang ayahmu?" "Tentu saja! Aku tahu semua hal tentang Ghio!" Dulu, Ken mencari tahu semua hal tentang Ghio Wijaya. Tapi ia tidak tahu kalau Ghio punya anak perempuan yang sedang kuliah di Kota A. Ken pun tidak tahu kalau Marissa ini adalah anaknya Ghio. "K-kau ... kau juga tahu ayahku kecelakaan?" tanya Marissa yang masih tidak mengerti. Marissa sangat terkejut mendengar kecelakaan ayahnya dari mulut Ken. Dulu, saat masih kuliah, Marissa menerima kabar dari ibunya kalau ayahnya kecelakaan. Ia pun tidak menyangka kalau ayahnya akan meninggal dalam kecelakaan itu. Dan sekarang, tiba-tiba saja Ken membahas hal itu. Marissa jadi curiga, Ken tahu sesuatu tentang kecelakaan ayahnya. "Hahaha!" Bukannya menjawab, Ken malah tertawa sambil mendekati Marissa. Dia menatap Marissa dari ujung kaki hingga ujung kepala, lalu mencengkeram rahang wanita itu sambil mengeratkan gigi. "Kau ... sama

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 411 Saling Diam

    Sore hari, Marissa benar-benar dihubungi oleh seseorang. Ia diminta datang ke suatu tempat sendiri, jangan memberitahu siapapun. "Awas saja! Kalau sampai kau membawa orang lain, putramu tidak akan selamat!" "O-oke! Aku ... aku tidak akan memberi tahu siapapun!" balas Marissa dengan gugup. Antara bahagia, takut, panik, dan khawatir, semua perasaan itu bercampur menjadi satu. Sekarang Marissa bisa bernapas dengan lega setelah orang itu memberi tahu keadaan putranya. Ya, walau ada sedikit rasa takut mendengar ancaman itu, tapi Marissa mencoba untuk tenang. "Bagus! Aku tunggu kedatanganmu sekarang juga!" ucap Bimo sebelum menutup teleponnya. Tanpa membuang waktu lagi, Marissa segera pergi ke alamat yang sudah dikatakan oleh Bimo. Ia tidak memberi tahu siapa pun, tidak pula memberi tahu suaminya karena takut putranya benar-benar akan disakiti. "Ke mana Marissa? Kenapa dia malah pergi?" tanya Fanny di tempat Danendra. Mereka sedang berkumpul membicarakan Michael yang hilang. "Mungk

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 410 Michael Dibawa Kabur

    Marissa memegang tangan Drizela dengan erat. Ia menenangkan anak itu agar tidak takut lagi. Dari depannya, pria itu melihat ke arah Marissa dan Drizela cukup lama. Setelah itu, lift berhenti. DING! Pintu lift terbuka. Pria yang terlihat aneh itu segera keluar dari sana, lalu pergi entah ke mana. "Ma! Aku takut ...." Drizela memeluk Marissa dengan erat. Ia tidak ingin lagi berkeliling setelah melihat pria aneh tadi. "Sebaiknya kita kembali ke atas, yuk, Ma! Aku tidak mau liat badut!" lirih Drizela dengan perasaan takut. Padahal saat ini mereka belum sampai di bawah. "Eh, kenapa tidak mau? Katanya tadi mau melihat badut?" tanya Marissa sambil menunduk. Ia melihat Drizela yang masih ketakutan sambil memeluknya. Sebelumnya, Drizela tidak pernah pergi ke manapun tanpa neneknya, juga tanpa keempat pelayan yang selalu menjaganya. Dan sekarang, ketika anak itu pergi ke tempat umum bersama ibunya, seseorang malah bersikap aneh di depannya. Jelas saja itu membuat Drizela ketakutan. "T

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bqb 409 Mencemaskanmu

    "Ahhh, tidak usah! Biar nanti saja! Sini!" Fanny merebut ponselnya kembali. Ia tidak berniat menerima panggilan dari Darius. "Kenapa? Apa kau marah padanya?" tanya Marissa, tidak mengerti. Tanpa Fanny sadari, Marissa sudah menggeser tombol hijau pada layar sehingga orang yang ada di seberang telepon bisa mendengar percakapan mereka. "Bukan! Bukan itu, Sa! Aku hanya kesal saja, pelayanku selalu memberi tahu apa yang aku lakukan pada Darius! Termasuk sekarang ini," balas Fanny yang terlihat sangat kesal. Sedari tadi, saat Fanny masih ada di dalam mobil, Darius terus mengirimnya pesan singkat. Pria itu menanyakan keberadaan Fanny yang kata pelayannya pergi keluar bersama Marissa dan anak-anak. Fanny sudah membalasnya, tapi Darius terus saja mengganggu. "Owh! Hemmm, itu bagus, Fan! Tandanya Darius sangat peduli padamu!" "Bukan peduli padaku, lebih tepatnya Darius peduli pada bayi yang ada di dalam perutku ini, Sa!" timpal Fanny yang mengerti dengan tindakan Darius. Pria it

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 148 Mencari Bantuan

    Di rumah tua yang sangat sepi, samar terdengar suara hewan-hewan dari sekitaran rumah tersebut. Bukan hanya suara hewan-hewan kecil saja, hewan besar seperti long-longan anjing pun begitu jelas terdengar. Marissa yang dikurung di tempat yang sepi itu merasa merinding dan sedikit takut. Marissa ma

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 149 Anak Orang Kaya

    Hari sudah sangat larut, suasana di tempat itu pun semakin malam semakin menyeramkan. Marissa tidak menyadari ponsel yang ada di dalam tasnya masih menyala, dan seseorang dari seberang telepon masih bisa mendengar dan mengetahui apa yang terjadi di tempatnya.

    last updateآخر تحديث : 2026-04-01
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 139 Pergi ke Luar Negeri

    Di ruangan yang tidak terlalu besar, seorang pria duduk di sofa ruang tamu sambil menatap sekeliling ruangan yang nampak sederhana sambil menunggu wanita yang dicarinya turun. Rumah keluarga Sony itu memang tidak terlalu besar dan mewah seperti rumah orang kaya pada umumnya. Dari luar pun sudah t

    last updateآخر تحديث : 2026-03-31
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 134 Buku Nikah

    Pintu yang ada di samping rumah Marissa adalah pintu rumah Zain. Dia sudah lebih dulu menyewa di sana tanpa adanya kompor dan alat rumah tangga. Entah sengaja atau tidak, pria itu memang enggan untuk membeli semua itu. Ia lebih suka menyusahkan orang lain dan meminta air panas pada Marissa setap ha

    last updateآخر تحديث : 2026-03-31
فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status