/ Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 41 Menghilang

공유

Bab 41 Menghilang

작가: Tusya Ryma
last update 게시일: 2026-01-04 22:23:26

Danendra sudah tidak bisa menahan diri lagi.

Dengan cara kasar, wanita itu menjadi murung. Dengan cara halus, ia tetap memilih bungkam. Danendra benar-benar kebingungan—harus bagaimana agar Marissa mau menjawab?

“Pak Danen!”

Tiba-tiba Marissa menggeser tubuhnya ke samping, menghindari gerakan pria itu.

“Kalung itu…” suaranya lirih, nyaris tak terdengar, “…saya dapat dari orang lain!”

Akhirnya, Marissa memilih berbohong.

"Orang lain??? Siapa?" tanya Danendra dengan kening yang menger
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 237 Nenek Jahat

    "Oh, ya sudah! Kalau begitu, kasih tahu, kapan hari ulang tahunmu?" tanya Drizela sambil duduk di bangku klasik panjang berwarna putih bermodelkan ukiran yang sangat unik. "Nanti aku akan meminta papaku untuk memberikanmu mainan bagus sebagai hadiah ulang tahun!" jelas Drizela lagi. Kalau tidak boleh menerima barang dari orang lain, setidaknya memberinya kado di hari ulang tahun, ibunya tidak akan menolak. "Ulang tahunku tiga bulan lagi! Itu kata Mama!" balas Michael yang sedikit lupa dengan ulang tahunnya. "Oh, baiklah! Nanti kalau pulang, tanyakan pada mamamu, kapan ulang tahunmu?" "Baiklah! Nanti kutanyakan!" ucap Michael. "Eh, iya, kalau tiga bulan lagi, itu bulan yang sama dengan ulang tahunku! Kata pelayanku, tiga bulan lagi aku ulang tahun yang ke-5! Lihatlah itu ...." Drizela menunjuk sebuah rumah-rumahan besar, cukup untuk beberapa anak. Di atas gentengnya ada tulisan empat angka. Drizela menyebutkan angkanya satu per satu, "Dua ... tiga ... kosong ... sembilan. Papa b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 236 Nasib yang Berbeda

    "Hah? Apa maksudmu? Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Marissa sambil menoleh ke samping. Ia melihat Fanny dengan serius. Sebenarnya, bukan hanya Fanny saja yang berpikir seperti itu tentang anak perempuan yang menjadi teman Michael di sekolah itu. Marissa pun sama, berpikir bahkan teman Michael yang bernama Princess Drizela itu ialah bayi kecil Marissa yang diambil oleh Ambar dan Danendra. Bahkan tadi di sekolah, Marissa melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bahwa anak yang akrab disapa Izela itu keluar dari mobil yang waktu itu dikendarai oleh Asisten Anas. "Tadi Wilyam sendiri yang bilang, nama keponakannya, Izela! Aku pikir, itu pasti Izela si Princess kecil itu! Dari awal aku sudah curiga, namanya sangat mirip dengan nama Pak Danen! Danendra dan Drizela. Seperti halnya kau, Sa! Marissa dan Michael!" "Bukan!" Marissa segera menyangkal. "Aku menamai putraku Michael agar sama dengan Mario! Adik kakak dengan inisial yang sama, itu sangat lucu, kan?" Walau Marissa masih

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 235 Nama yang Sama

    "Ah, ti-tidak!" Fanny pun menjawab dengan asal, "Aku dengar Marissa baru kembali ke kota ini. Tapi, kami belum sempat bertemu!" Kalau sampai Wilyam tahu Fanny tinggal bersama Marissa, mungkin dia akan bertanya semua hal tentang Marissa. Fanny tidak ingin menyulitkan teman baiknya itu dengan membuka semua rahasianya pada Wilyam. Lebih baik jika saat ini Fanny tutup mulut saja, itu lebih aman untuknya dan untuk Marissa. "Oh, tidak! Ya sudah! Tadinya aku ingin meminta bantuanmu mempertemukan aku dengan Marissa! Ada beberapa hal yang ingin aku bahas dengannya, terutama tentang anak yang belum pernah Marissa lihat!" 'Emmm!' Fanny terus menutup rapat bibirnya. Takut jika dirinya salah berbicara. "Apa kau tahu, anak yang Marissa lahirkan, sekarang sudah tumbuh menjadi anak yang pintar. Kami sangat menyayanginya, kami pun bisa memberikan apapun agar dia bahagia. Tapi, ada satu hal yang tidak bisa kami berikan padanya, yaitu kasih sayang seorang ibu! Aku ingin bertemu dengan Marissa sa

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 234 Tidak Tahu

    Di depan pintu apartemen, ada dua pria yang berdiri sambil membawa beberapa kotak makanan. Mereka disuruh oleh seseorang mengirim beberapa jenis menu makanan dalam jumlah yang banyak ke tempat tinggal Marissa. Michael yang tadinya senang mendengar ada bunyi bel, kini malah kecewa. Dikira yang datang itu adalah tantenya, Fanny. Tqpi setelah pintu dibuka, ternyata yang datang adalah karyawan restoran. Mereka berdua mengenakan seragam karyawan bertuliskan Foodair. Dilihat dari nama restoran yang ada di seragam karyawan tersebut, Marissa sudah tahu, restoran mewah yang dulu membuka cabang di luar kota itu milik keluarga Adipraja. Marissa tahu itu karena dulu pria tua yang merupakan paman dari mantan suaminya ditugaskan untuk memegang cabang di sana. "Maaf, ini ada kiriman untuk Nona Marissa!" ucap salah satu orang ketika Marissa membuka pintu. Marissa terdiam tanpa berkata apa pun. "Oh, sepertinya saya tidak memesan makanan! Mungkin kalian salah alamat," balasnya sambil memegang pint

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 233 Perasaan Lama yang Terpendam

    Sore hari, di dalam supermarket yang sangat besar dan luas, Fanny berjalan sendiri sambil mendorong troli. Ia berkeliling mencari bahan-bahan untuk memasak. Hari ini, Darius dan Mario datang berkunjung ke apartemen Marissa sebelum besok pagi mereka kembali ke Kota K. Fanny pun berencana memasak makanan enak untuk mereka. Dari arah belakang, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya, lalu orang itu menghampiri. Saat dilihat, ternyata itu adalah Wilyam. "Eh, Pak Wilyam? Selamat sore, Pak!" sapa Fanny yang tiba-tiba memberi hormat. Wilyam pun dengan ceria menyapanya. "Apa kabar sekarang? Sudah lama aku tidak melihatmu! Mungkin terakhir kali bertemu saat kau masih bekerja di perusahaan kami!" "Emh, ya! Sepertinya setelah saya dipecat, kita tidak pernah bertemu lagi, Pak!" balas Fanny yang sedikit malu. Pasalnya Fanny dan Wilyam ini bukanlah teman akrab, bukan pula seseorang yang sering bertemu dan mengobrol bersama di luar jam kerja saat mereka satu kantor. Fanny dan Wilyam ha

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 232 Ikatan Batin yang Sama

    Marissa menunduk, tidak berani menatap pria baik yang saat ini ada di sampingnya. "Tidak seharusnya aku ikut Danen ke rumahnya! Aku ...." "Sudahlah! Tidak usah meminta maaf! Aku juga tidak apa-apa, kok!" balas Zain yang duduk di samping Marissa sambil mengemudi. Zain menggenggam tangan Marissa dengan satu tangannya, mencoba bersikap tenang walau di dalam hati sangat marah dan kecewa. "Aku pikir, tadi Danen benar-benar akan membawaku menemui putriku! Tapi ternyata, dia berbohong!" ucap Marissa lagi dengan pelan. Tangannya sudah dilepaskan oleh Zain, Marissa duduk sambil melihat ke depan. "Danen ... mengajakmu menemui putri kalian?" tanya Zain yang tiba-tiba berubah sikap. Ia menoleh ke samping, menatap Marissa, lalu kembali melihat ke arah jalan raya. "Enh ...." Marissa pun mengangguk. Walau sedikit kecewa tidak bisa melihat putrinya, tapi ia sangat puas dengan ekspresi kecewa Danendra saat tahu kalau Zain datang dan menunggunya di luar. "Kenapa? Apa kau masih ingin merawat an

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 95 Bajingan

    Dari seberang telepon, terdengar Asisten Anas berkata, "Tuan! Di akun media sosial Nona Marissa ada unggahan foto beberapa menit yang lalu! Sepertinya Nona Marissa sedang berada di tempat hiburan!"Asisten Anas hanya mengatakan hal itu saja. Ia tidak menjelaskan Marissa bersama dengan siapa di foto

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 92 Kelemahan Marissa

    Pukul enak sore, langit di luar sudah mulai gelap. Marissa yang sedang duduk di dalam taksi, segera meminta sang sopir untuk menghentikan taksinya. Ia sudah sampai di kawasan sederhana—rumah sewaan Fanny yang baru.Sahabatnya itu baru pindah ke rumah susun di lantai tiga dengan dua kamar tidur. Di

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 97 Lebih Hangat dari Sebelumnya

    Semenjak kejadian malam itu, Fanny tidak pernah lagi menghubungi Marissa, tidak juga mengangkat teleponnya, bahkan tidak mau bertemu dengan Marissa lagi walau teman baiknya itu sudah datang ke rumah atau bahkan menjemputnya di kantor. Fanny benar-benar menghindar.Sekarang, terasa ada jarak di anta

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 89 Tidurlah di Kamarku

    Danendra terdiam. Ia melihat ke depan sambil memegang roda kemudinya dengan erat tanpa menjawab pertanyaan dari wanita di sampingnya."Aku tahu, kau tidak suka dengan perjodohan ini! Kau pun tidak suka aku terlalu menempel padamu! Walaupun begitu, cepat atau lambat kita akan menikah! Sudah seharusn

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status