Share

Bab 62 Pria Asing

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-01-09 16:13:59

Marissa terpaku. Ia masih berjongkok di lantai sambil menatap kepergian mereka sampai menghilang di balik tembok.

Ancaman dari Ambar tadi sangat keterlaluan. Melarang Marissa mendekati Mario lagi.

"Mereka pikir, aku ini siapa? Seorang penculik? Yang ada malah mereka semua lah yang penculik Mario!" Marissa sudah sangat geram.

Sebagai pengusaha sukses dan masuk ke dalam daftar nama orang terkaya di negara itu, memang sangat mudah bagi keluarga Adipraja untuk menjebloskan Marissa ke dalam pe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 314 Sampai Dia Sembuh

    "Apa kau masih tidak ingin berbicara? Kenapa marah dan mengabaikan aku?" tanya Danendra di sofa ruang tamu di kantornya. Sedangkan Marissa duduk di depannya. Setelah sekian lama, akhirnya Marissa menjawab, "Danen! Saat ini Zain masih berbaring lemah di rumah sakit! Aku tidak akan meninggalkan Zain dan berselingkuh denganmu! Kalau kau ingin kita bersama, tunggulah sampai aku dan Zain putus!" "Tapi itu kapan? Apa bisa besok, atau lusa?" tanya Danendra yang terdengar tidak sabar. "Tidak!" jawab Marissa dengan pelan. "Tidak besok tidak minggu depan, tidak pula bulan depan!" "Aku harus menunggu sampai Zain sembuh dari cederanya!" Itulah yang Marissa pikirkan. Marissa tidak bisa meninggalkan Zain aaat kondisinya masih lemah, juga tidak bisa meninggalkan Zain saat cedera di kakinya belum sembuh. Yang Marissa inginkan, ia meninggalkan Zain saat pria itu sudah sehat, sudah bisa melakukan aktifitas seperti biasa lagi. Kalau Marissa meninggalkan Zain dalam keadaan sakit pasca kecelakaan,

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 313 Apa Karena Malam itu?

    Keesokan harinya—tepat di hari Jumat—beberapa karyawan mulai ribut membicarakan masalah acara ulang tahun perusahaan yang akan diadakan di Kota C. Mereka ada yang kecewa, ada juga yang bahagia. Pasalnya, beberapa karyawan ada yang sudah berumah tangga dan mereka tidak bisa ikut pergi ke Kota C karena harus meninggalkan pasangannya di rumah selama dua hari dua malam. Awalnya, tidak semua karyawan diundang dalam acara tersebut karena mungkin terlalu banyak. Namun, setelah diadakan rapat, akhirnya pihak perusahaan memutuskan untuk mengundang semua karyawan yang sudah lebih dari tiga tahun bekerja untuk ikut memeriahkan acara ulang tahun perusahaan. "Yah, sayang sekali, Sa! Kau belum 3 tahun bekerja di sini! Jadi tidak dapat undangan ini!" ejek Jesi sambil memperlihatkan kartu undangannya pada Marissa, juga tiket pesawat yang sudah disediakan oleh perusahaan atas nama dirinya. "Hehe!" Marissa hanya tersenyum. Ia menyedot minumannya di meja, lalu kembali menyantap makan siangnya. K

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 312 Mana Cincin Pertunangan?

    "Ahhh ... Fanny! Kau sudah pulang?" Marissa sangat gugup. Ia bangkit dari tempat tidur, lalu berjalan menghampiri Fanny—melewati Danendra—yang berdiri di depan pintu. "Marissa! Apa yang kalian lakukan?" Fanny masih bertanya. Ia menatap Marissa, lalu Danendra yang masih duduk di lantai sambil memijat bokongnya yang terasa sakit. Fanny curiga dengan apa yang kedua orang itu lakukan di kamar. "Jangan bilang, kalian emmm—" Baru saja Fanny ingin berbicara, namun tiba-tiba Marissa menutup mulut Fanny dengan tangan, lalu mendorongnya berjalan ke ruang keluarga. "Kami tidak melakukan apapun! Kau jangan berpikir yang tidak-tidak!" ucap Marissa sambil berjalan menuju sofa. Kalau mereka ribut di depan pintu, bisa-bisa putranya bangun. Namun sepertinya Fanny tidak percaya dengan hal itu. Setelah Marissa melepaskan tangannya dari mulut, Fanny pun kembali bertanya, "Apa kalian balikan?" "Ingat, Sa! Saat ini Zain masih berbaring di rumah sakit! Dia membutuhkanmu, membutuhkan s

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 311 Masih Mencintainya

    Di dalam mobil, Danendra masih memeluk Michael di pangkuannya. Sedangkan di sampingnya, Marissa terdiam sambil melihat ke samping, menatap pemandangan luar yang nampak berjalan mundur. Entah mengapa, saat ini Marissa sedang tidak ingin berbicara dengan Danendra. Ia masih terbayang bagaimana dekatnya Danendra dengan Luna tadi di ruang kerjanya. Dan... itu membuatnya tidak nyaman. 'Haha! Ternyata, aku memang masih mencintai Danen! Buktinya, aku cemburu saat Danen dekat dengan wanita lain!' Marissa menertawakan dirinya sendiri. Ia tidak menyangka, dirinya akan menjadi budak cinta dan akan terus terikat dengan pria yang jelas-jelas sangat sulit untuk bisa bersama. "Marissa!" Dalam keheningan, tiba-tiba Danendra memanggil nama wanita di sampingnya. Ia pun bertanya sambil meraih tangan wanita itu. "Apa kau marah karena aku datang menjenguk Zain?" Padahal, kalau membahas masalah marah atau tidak, Danendra lah yang seharusnya marah pada Marissa. Wanita itu pergi begitu saja dari k

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 310 Bukan Wanita Biasa

    Marissa benar-benar terkejut, kenapa Danendra harus datang malam-malam seperti ini ke rumah sakit saat banyak orang? "Apa kau tidak lihat? Kami datang untuk menjenguk Zain!" balas Danendra dengan santai. Sudut bibirnya terangkat, ekor matanya menunjuk buket bunga yang sedang dipegangnya. Dari dalam, Sinta pun bertanya, "Siapa? Kenapa tidak dipersilakan masuk?" "Ah... ya, Tante!" Marissa menjadi bingung. Bagaimana kalau semua orang tahu, Danendra ini adalah mantan suaminya? 'Apa yang akan mereka pikirkan?' "Permisi!" Tanpa menunggu Marissa mempersilahkan, Danendra masuk dan berjalan melewati Marissa. Danendra dan Asisten Anas menghampiri semua orang yang ada di sofa. "Eh... Danen?" Darius pun melihat siapa orang yang datang. Ia segera bangkit berdiri lalu mengulurkan tangan untuk bersalaman. "Bagaimana kabarmu?" balas Danendra sambil meraih tangan Darius. "Kami baik! Kau sendiri?" "Aku juga baik!" "Haha! Syukurlah!" Sikap mereka berdua sangat santai dan te

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 309 Sedang Apa Kalian di Sini?

    Jam pulang kerja sudah tiba. Danendra pun bergegas meninggalkan ruangannya setelah membereskan meja. Bukannya turun ke lantai satu, Danendra malah turun di lantai empat, tempat Marissa bekerja. Di ruangan yang terdengar sangat ramai oleh suara obrolan diiringi tawa para karyawan yang sedang bersiap untuk pulang, Danendra mengetuk pintu, lalu membukanya dengan cepat. Semua orang pun segera terdiam sambil melihat bos besar datang ke ruangan mereka. "Ada Marissa?" tanya Danendra sambil mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan. Tidak nampak sedikit pun wanita yang sedang dicarinya di ruangan itu. "Maaf, Pak! Marissa?" tanya Ara, memastikan. Takutnya dirinya salah mendengar. "Iya! Di mana Marissa?" tanya Danendra lagi. "Oh! Marissa sudah pulang, Pak! Baruuu saja dia keluar!" jawab Ara dengan sedikit gugup. Pasalnya, selama dirinya bekerja di perusahaan itu, belum pernah ia berbicara dengan bos besarnya. Janganlah bertegur sapa, ada di hadapannya pun belum pernah. Jadi sekar

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 26 Libur 1 Hari

    Marissa keluar dari kamar mandi dan berdiri di samping Danendra. Kedua tangan disilangkan ke depan menutupi dadanya yang polos tanpa menutup. Pakaian dalamnya tidak dipakai lagi karena kotor. "O, iya. Itu!" Marissa menunjuk pintu kamar mandi. "Pakainku mau aku cuci! Tapi di mana, ya?" Pakaian k

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 34 Danen yang Selalu Berubah-Ubah

    Danendra masih membolak-balik buku menu di tangannya. Jemarinya berhenti di beberapa halaman, lalu menunjuk satu per satu dengan ekspresi datar. “Apa kau suka yang ini? Atau yang ini?” tanyanya. Marissa melirik sekilas, tetapi tidak benar-benar membaca. Matanya mengikuti gerak jari Danendra, se

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 30 Menonton Video Bersama-Sama

    Di dalam ruangan yang tidak terlalu luas dengan satu meja dan empat buah kursi, Marissa masuk dan berjalan menghampiri salah satu kursi di sana. Di ruang VIP—Vass nomor 5A—Marissa duduk sambil menunggu pria tua itu datang. Katanya Jonson masih di jalan. Dia akan tiba dalam waktu lima menit. "Apa

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 28 Gangguan Jonson

    Tepat pukul sepuluh pagi, Marissa dan Danendra sudah berangkat ke kota C dengan menaiki pesawat terbaik di negara itu. Mereka duduk di kelas bisnis dengan kursi yang berdekatan. "Bagaimana dengan materi yang sudah Wilyam berikan? Apa kau sudah paham?" tanya Danendra yang duduk di samping jendela.

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status