Share

Bab 156. Salah Waktu

Penulis: Shenna
last update Tanggal publikasi: 2026-09-15 19:01:02

***

Sembilan Bulan Kehamilan.

Seorang wanita berdiri di depan cermin kamar mandi sebuah toko.

Tatapannya turun pada bagian dada bajunya yang tampak lembap.

Ia mengerutkan kening, lalu mengusap-usap bagian kain tersebut dengan telapak tangannya, berharap bekasnya menghilang atau setidaknya menjadi lebih samar.

Namun, semakin diperhatikan, noda itu justru terlihat jelas.

Ella menghela napas berat. "Serius sekarang?!"

Sayang sekali tidak banyak yang bisa dilakukannya. Hari ini bahkan baru saja dim
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
elma
Bener bener yah,,selama hamil dan mau brojol si Alex gk pernah nonggol.
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 163. Wajah Baru

    ***1 Januari, pukul 03:00 PMPesawat yang membawa Ella dan Leah kini berada dalam penerbangan terakhir menuju Stockholm. Setelah menempuh perjalanan panjang dan transit di salah satu bandara internasional, mereka akhirnya hampir tiba di tujuan.Tak lama kemudian, suara awak kabin terdengar melalui pengeras suara."Para penumpang yang terhormat, kita akan segera mendarat di Bandara Stockholm-Arlanda. Mohon kenakan sabuk pengaman dan pastikan sandaran kursi Anda dalam posisi tegak. Terima kasih."Ella segera membantu Leah memasang sabuk pengamannya. "Sebentar lagi kita sampai. Apa kau senang?"Leah mengangguk kecil. Namun, wajah gadis kecil itu justru terlihat tegang. Ella mengusap rambutnya pelan. "Apa kau lelah, Sayang?"Leah menggeleng."Kita sudah menghubungi kakek nenek untuk mengucapkan selamat tahun baru. Kau masih bersedih tidak bisa merayakannya di rumah seperti biasa?"Gelengan kepala masih menjadi jawaban."Lalu kenapa?" tanyanya lembut. "Aku gugup."Ella tersenyum kecil.

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 162. Sebelum Esok

    Ella sontak mendongak. Jantungnya berdegup lebih kencang, sementara pikirannya bergegas menebak-nebak siapa pria yang dimaksud ayahnya.Ada satu nama yang nyaris muncul di benaknya, tetapi buru-buru ditepisnya. Tidak. Rasanya tidak mungkin. Untuk apa pria itu datang jauh-jauh hanya untuk melihatnya dari luar kedai?"Si ... siapa?" tanyanya, ragu tapi ingin tahu.Ryan sempat membuka mulut, tetapi urung melanjutkan ucapannya. Setelah berpikir sejenak, ia justru menggaruk pelipisnya dengan canggung."Eee ... oh, dia teman kuliahmu. Siapa namanya? Joseph? Ya, Joseph. Dia yang beberapa kali mengajakmu dan Leah keluar untuk makan malam."Ella mengembuskan napas kesal. Bahunya yang semula menegang perlahan mengendur. "Dad! Yang benar saja. Aku-aku kira ..." Ia menghentikan ucapannya, lalu menggeleng kecil. "Ah, sudahlah. Joseph tidak penting." Lalu ketukan terdengar dari pintu yang sedikit terbuka. Rachel muncul dengan sebuah kotak di tangannya. Begitu melihat suami dan putrinya berada di

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 161. Dia yang Memperhatikan

    ***Joshua membawa Leah masuk ke dalam rumah dengan sedikit tergesa-gesa, tawanya masih terdengar ringan. Gadis kecil itu berada dalam gendongannya, kedua tangan mungilnya memeluk erat boneka yang baru saja didapatkan dari mesin capit.Begitu mereka melewati pintu, suara beberapa orang langsung menyambut dari arah dapur."Akhirnya mereka pulang juga.""Kalian dari mana saja?""Cepat ke sini."Joshua terkekeh. Ia menurunkan Leah dari gendongannya, lalu menunjuk boneka yang masih dipeluk gadis kecil itu. "Taruh dulu bonekanya. Makan malam hari ini sangat penting."Leah menurut. Ia berlari kecil menuju ruang tamu untuk meletakkan bonekanya, kemudian kembali bergabung dengan yang lain di dapur.Satu per satu mereka mengambil makanan yang tersaji di atas meja dan memenuhi piring masing-masing.Rachel yang baru saja mengambil lauk berkata, "Joshua dan Finn sampai mengambil cuti hanya untuk mengantarkan kalian ke bandara besok."Joshua mengangguk santai. "Tentu saja. Kami harus memanfaatkan

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 160. Yang Menghantui

    Tak lama kemudian, pintu utama sekolah mulai dipenuhi anak-anak yang keluar satu per satu, diiringi beberapa guru yang mengawasi di sekitar mereka."Lihat, mereka sudah keluar," kata Ella.Keduanya pun mengalihkan pandangan ke arah pintu sekolah.Anak-anak kecil mulai berhamburan ke area depan gedung. Beberapa langsung menghampiri orang tua mereka, sementara yang lainnya berjalan bersama teman-temannya.Hingga akhirnya, sosok kecil yang mereka tunggu muncul di antara kerumunan itu.Daisy langsung menurunkan kaca jendela mobil, lalu mengeluarkan kepalanya sedikit. "Leah! Kemari!"Leah yang baru saja keluar dari pintu sekolah langsung memutar kepalanya, mencari sumber suara tersebut.Begitu matanya menemukan mobil Ella, senyum cerah langsung menghiasi wajahnya. "Mama!"Leah segera berjalan cepat menuju mobil mereka.Ia membuka pintu belakang mobil tanpa perlu diberitahu lagi. Sebab paham kursi biasa yang ditempati sedang diisi oleh Daisy.Setelah masuk, Leah langsung duduk di kursi, tas

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 159. Lembar Baru

    "HAHAHAHA!" Tawa Daisy langsung pecah begitu Ella selesai menceritakan kejadian itu."Aku benar-benar tidak tahu apa rencanamu untuk Leah ke depannya," katanya sambil masih menahan tawanya. "Tapi tolong, jangan masukkan dia ke ballet. Masukkan saja ke kung fu, taekwondo, boxing, atau bela diri apa pun!""Kenapa?""Karena aku rasa dia punya bakat alami untuk itu. Daripada nanti ada anak lain yang mengganggunya lagi, setidaknya dia bisa belajar bagaimana membela dirinya dengan benar.""Jadi sekarang kau malah mendukungnya berkelahi?""Bukan berkelahi, tapi bela diri! Itu berbeda. Kau juga mengatakannya tadi."Ella hanya menggeleng-gelengkan kepala, tak meladeni saran tersebut. Ia tak pernah membenarkan masalah kekerasan kemarin.Ting ...!Sebuah notifikasi email muncul di layar.Ella langsung mengambil ponselnya dan membuka pesan tersebut. Matanya bergerak membaca setiap baris yang tertera di layar. Semakin ke bawah, ekspresinya semakin serius. Bahkan, ia sampai menelan ludah ketika mem

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 158. Waktu yang Berlalu

    ***Empat Tahun Kemudian.Ella berdiri di balik meja kasir sebuah kedai kopi.Jemarinya menekan beberapa tombol pada mesin kasir untuk menyelesaikan pesanan pelanggan di hadapannya. "Semoga harimu menyenangkan," ucapnya tersenyum ramah.Pesanan pun datang silih berganti, dan ia melayaninya satu per satu dengan keramahan yang sama.Begitulah yang dilakukannya hampir setiap hari.Selama tiga tahun terakhir, sejak kedai kopi milik Ayahnya berhasil dibangun, Ella ikut membantu mengurusnya. Terkadang ia berada di balik meja kasir, menjadi barista, melayani pelanggan sebagai pelayan, atau bahkan turun tangan mencuci peralatan yang kotor.Apa pun pekerjaannya, Ella sudah terbiasa melakukannya.Bzzzt ...!Ponsel yang berada di saku celana Ella tiba-tiba bergetar.Ia segera merogohnya dan melirik layar. Begitu melihat waktu yang tertera, Ella langsung menyadari sesuatu. "Oh."Ella mem

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 7. Hutan, Tubuh, dan Dosa

    Ella tentu tidak akan membuang-buang waktu lagi. Ia segera berlari ke luar gerbang yang menjulang tinggi itu. Dugaannya benar, rumah ini berada di dalam hutan. Hutan dengan tumbuhan besar serta liar dan sangat gelap, padahal hari belum malam. Ella juga bisa mendengar suara air. Apa itu air terjun,

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 6. Tahanan Milan

    Sebuah mobil Rolls-Royce Phantom melaju di jalan kota Milan, Italia. Di kursi belakang ada Alexander yang sibuk dengan berkas di tangannya dan di depan ada supir serta Lionello-Asisten pribadi Alexander. Alexander melonggarkan dasinya, ingin menghela napas berat tapi ia tidak ingin menunjukkan ra

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 5. Hilang Tanpa Jawaban

    Denting jam dinding menyambut hari baru. Nyawanya sudah kembali, tapi kelopak matanya masih berat untuk terbuka. Perlahan, Ella menggeser kepala, menoleh ke sisi kiri ranjang. Membuka matanya perlahan untuk melihat pemandangan yang berbeda. Kosong. Hanya ada selimut putih berantakan dan paper bag b

  • Terjerat Hasrat Dunia Gelap    Bab 4. Sentuhan Lebih

    Cengkraman Joseph melonggar. Ella segera melepaskan tangannya tanpa pikir panjang."Pria mana yang kau maksud?" tanya Joseph dengan nada tinggi.Ella menunjuk ke arah Alexander. "Dia. Aku mengenalnya, dan kita akan pergi bersama ... seperti kemarin."Mata Joseph menyipit. Amarahnya memuncak melihat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status