共有

{Bab 16} Masa Depan

last update 公開日: 2026-01-22 19:00:04

Senyum tipis terbentuk di wajah Aldren. Bukan senyum hangat, melainkan senyum tenang seseorang yang terbiasa berdiri di atas bahaya tanpa kehilangan kendali. Ia duduk dengan santai, bersandar di kepala ranjang, satu lengannya bertumpu seolah percakapan ini hanyalah obrolan ringan sebelum tidur. Namun tatapannya tidak santai sama sekali.

Matanya mengunci Alianne.

"Tidak, aku berbeda denganmu. Aku benar-benar lahir dan dibesarkan di dunia ini. Apa aku terlihat sepe
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 210} Poin dalam Sistem

    Langkah kaki para pengawal menggema memenuhi ruangan, cepat dan terkoordinasi. Dalam hitungan detik, mereka bergerak membentuk formasi, mengelilingi target dengan presisi yang nyaris sempurna. Pedang-pedang terhunus terangkat serempak, ujungnya mengarah tajam ke pusat lingkaran, menciptakan jebakan yang mustahil ditembus tanpa terluka.Cahaya lampu gantung yang menampung lilin memantul di bilah-bilah pedang itu, mempertegas ancaman yang kini menggantung di udara. Namun ada sesuatu yang salah.Target yang mereka kepung bukanlah dua sosok di balkon. Melainkan... Seraphine sendiri."Tunggu! Kenapa kalian malah mengelilingiku?!" tanya Seraphine, keringat mulai keluar dari dahinya, merasa keheranan dengan situasi yang dihadapinya. "Kalian seharusnya mengelilingi dua orang itu!" Telunjuknya kembali menunjuk ke arah Aldren dan Alia. "Berani-beraninya kalian mengarahkan senjata ke arah seorang ratu! Cepat turunkan senjata kalian! Jika tidak, keluarga kal

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 209} Penyusup di Kamar Ratu

    Ketukan tiba-tiba memecah keheningan kamar yang sebelumnya begitu tenang. Suaranya tidak keras, namun cukup untuk menarik perhatian, seolah membawa sesuatu yang mendesak dari luar pintu."Yang Mulia Ratu!" Salah seorang pengawal mengetuk pintu kamar Seraphine, membuat Seraphine harus bangkit dari tempat tidurnya.Gerakan Seraphine tidak tergesa, namun juga tidak lambat. Ia duduk perlahan, matanya menyipit tipis, seolah sudah memiliki dugaan tentang apa yang akan disampaikan. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum yang semakin lebar, penuh keyakinan."Ada apa itu?" tanya Seraphine dengan penasaran, senyumnya melebar, seolah merasa bahwa apa yang disampaikan pengawal di depan kamarnya adalah hal baik.Ia melangkah menuju pintu, setiap langkahnya mantap tanpa keraguan. Tangannya terangkat, membuka pintu dengan satu gerakan halus."Ya, ada apa?" tanya Seraphine setelah membuka pintu. Pupil silver itu langsung bertemu dengan seorang pria m

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 208} Mengambil Kembali

    Di dalam istana Mahkota, malam terasa jauh lebih sunyi dibandingkan dunia luar. Dinding-dinding tinggi yang dilapisi marmer putih memantulkan cahaya bulan yang masuk melalui celah terbuka, menciptakan bayangan panjang yang diam namun menekan. Tidak ada suara langkah kaki, tidak ada bisikan pelayan. Hanya keheningan yang terlalu rapi, seolah semua telah diatur dengan sengaja.Seraphine berdiri di balkon kamarnya, tubuhnya tegak dengan sikap yang nyaris sempurna. Angin malam berhembus pelan, mengibaskan ujung gaun putihnya tanpa mengganggu ketenangan ekspresinya. Dari tempatnya berdiri, seluruh wilayah istana Aurenthia terlihat jelas, tenang, tertib, dan seolah tak tersentuh ancaman apa pun."Hah..." Seraphine bernapas lega. "Meskipun teleport waypoint dihancurkan oleh kakakku, setidaknya aku masih punya rencana cadangan."Napas itu keluar perlahan, membawa serta ketegangan yang sebelumnya tersembunyi. Namun kelegaan itu tidak sepenuhnya menghapus sesuatu ya

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 207} Penyerangan Sepihak

    Istana Mahkota di Aurenthia menjulang megah di bawah langit yang pucat, seolah berdiri sebagai simbol kekuasaan yang tak tergoyahkan. Dinding-dindingnya yang putih bersih memantulkan cahaya redup, menciptakan kesan suci yang justru terasa menekan. Lorong-lorong panjang yang dilalui Alianne dipenuhi keheningan yang aneh, seakan setiap langkahnya diawasi oleh sesuatu yang tak terlihat. Kini, ia telah berdiri di ruang singgasana.Udara di dalam ruangan itu terasa berbeda. Lebih dingin, lebih berat. Napasnya tanpa sadar menjadi lebih teratur, seolah tubuhnya memahami bahwa satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Dan kemudian, ia melihatnya.Seorang wanita berdiri anggun di depan singgasana. Gaun putihnya jatuh sempurna, tanpa cela. Kulitnya halus seperti porselen, nyaris tak memiliki noda kehidupan. Namun yang paling mencolok adalah matanya. Silver, tajam, memantulkan cahaya dengan cara yang sulit dijelaskan. Senyum manis menghiasi wajahnya, namun entah mengapa

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 206} Lambang Surat Seraphine

    Pupil hitam itu akhirnya menampakkan dirinya perlahan, seolah menembus kabut tebal yang mengurung kesadaran. Cahaya samar masuk, memaksa penglihatannya menyesuaikan diri.Bayangan pertama yang tertangkap adalah wajah Aldren, begitu dekat, begitu jelas, dengan sorot mata yang dipenuhi kecemasan yang belum sempat mereda. Wajah itu terpantul di dalam pupilnya, sedikit bergetar seiring napas yang belum stabil."Alia!" Aldren segera menahan pinggang Alia saat dirinya hendak beranjak bangun dari posisi berbaringnya.Gerakan itu terasa terlalu tiba-tiba. Dunia di sekeliling Alia berputar pelan, seakan realitas belum sepenuhnya kembali menapak. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, berusaha mengusir sisa kabut yang mengganggu pandangan. Tangan kirinya terangkat, memegangi kepala yang terasa berat dan berdenyut, seperti dihantam sesuatu yang tak kasatmata.Alia menoleh, menyapu sekeliling dengan pandangan yang masih belum sepenuhnya fokus. Napasnya tertahan sejenak ketika matanya berhenti pada s

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 205} Jahitan pada Tubuh

    Aldren menyipitkan mata, sorot pupil hijau gelapnya menajam saat menelusuri luka yang terbentang di pinggang Alia. Napasnya tertahan tanpa ia sadari. Luka itu tidak hanya besar, tetapi juga memiliki bentuk yang tidak wajar. Garis-garis panjang yang telah mengering membentuk pola yang tidak beraturan, namun jelas menunjukkan tekanan yang luar biasa kuat.Sekilas, luka itu menyerupai bekas seseorang yang terlindas roda kereta kencana. Namun tidak sama. Lebih besar. Lebih berat. Lebih menghancurkan.Di antara garis-garis luka itu, terdapat sesuatu yang membuatnya semakin membeku. Beberapa garis kecil, tersusun rapi, melintang di atas luka utama.Jahitan. Meski asing, bentuknya terlalu teratur untuk disebut kebetulan.Ruangan itu terasa semakin sunyi saat Aldren perlahan mengulurkan tangannya. Jarinya menyentuh permukaan kulit yang kasar di sekitar bekas jahitan tersebut. Teksturnya berbeda. Kaku. Tidak alami.Sentuhan itu memicu sesuatu. Sebuah ingatan. Suara. Ucapan yang pernah ia denga

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 13} Memutuskan Tidur Bersama

    "Tapi... Sepertinya yang ada di sini hanya dua orang pelayan tidak berguna," lanjut pria berpakaian serba hitam itu.Nada suaranya merendah, dipenuhi rasa jijik. Tatapan matanya menyapu kamar dengan malas, seolah ruangan itu tak lebih dari sudut tak penting di dalam istana. Pecahan kaca

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 12} Jendela yang Pecah

    Bulan pada malam itu enggan menampakkan wujudnya sepenuhnya. Ia setengah bersembunyi di balik awan-awan gelap yang melintas perlahan di langit, membuat cahaya pucatnya terpecah dan melemah. Malam pun terasa jauh lebih gelap dari biasanya, seolah dunia sengaja menahan napas. Udara dingin merayap d

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 11} Mengetahui Masa Depan

    "Sekarang, jawab! Siapa yang menyuruh kalian dan untuk apa?"Pupil hijau gelap itu terlihat semakin menggelap, nyaris menyerap cahaya di sekitarnya. Aura dingin yang keluar dari tubuh Aldren membuat ruangan terasa menyempit, seolah udara ikut menekan paru-paru siapa pun yang berdiri di h

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 10} Apa idemu?

    Flashback:"Apa idemu?" tanya Aldren dengan serius.Nada suaranya datar, dingin, nyaris tanpa emosi. Namun tatapan matanya, pupil hijau gelap yang menyorot lurus ke arah Alianne, jelas menunjukkan rasa penasaran yang tajam, seolah sedang menilai sebuah strategi perang.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status