Share

{Bab 45} Ardain Valtazar

last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-01 13:00:18

“Itu benar!” Alianne tersenyum lembut pada Aldren.

Pupil hijau gelap itu menatap Alianne dengan intensitas yang sulit dijelaskan, seolah ada gelombang emosi yang berusaha menerobos keluar dari balik ketenangannya. Detik berikutnya, Aldren mengalihkan pandangan, menoleh ke sisi ruangan yang diterangi lilin, berusaha menyembunyikan matanya yang mulai berair.

“Ayolah, yang mulia... Pria tidak boleh menangis itu akal-akalan patriarki. Di depanku dan psikolog, semua orang boleh m
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 206} Lambang Surat Seraphine

    Pupil hitam itu akhirnya menampakkan dirinya perlahan, seolah menembus kabut tebal yang mengurung kesadaran. Cahaya samar masuk, memaksa penglihatannya menyesuaikan diri.Bayangan pertama yang tertangkap adalah wajah Aldren, begitu dekat, begitu jelas, dengan sorot mata yang dipenuhi kecemasan yang belum sempat mereda. Wajah itu terpantul di dalam pupilnya, sedikit bergetar seiring napas yang belum stabil."Alia!" Aldren segera menahan pinggang Alia saat dirinya hendak beranjak bangun dari posisi berbaringnya.Gerakan itu terasa terlalu tiba-tiba. Dunia di sekeliling Alia berputar pelan, seakan realitas belum sepenuhnya kembali menapak. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, berusaha mengusir sisa kabut yang mengganggu pandangan. Tangan kirinya terangkat, memegangi kepala yang terasa berat dan berdenyut, seperti dihantam sesuatu yang tak kasatmata.Alia menoleh, menyapu sekeliling dengan pandangan yang masih belum sepenuhnya fokus. Napasnya tertahan sejenak ketika matanya berhenti pada s

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 205} Jahitan pada Tubuh

    Aldren menyipitkan mata, sorot pupil hijau gelapnya menajam saat menelusuri luka yang terbentang di pinggang Alia. Napasnya tertahan tanpa ia sadari. Luka itu tidak hanya besar, tetapi juga memiliki bentuk yang tidak wajar. Garis-garis panjang yang telah mengering membentuk pola yang tidak beraturan, namun jelas menunjukkan tekanan yang luar biasa kuat.Sekilas, luka itu menyerupai bekas seseorang yang terlindas roda kereta kencana. Namun tidak sama. Lebih besar. Lebih berat. Lebih menghancurkan.Di antara garis-garis luka itu, terdapat sesuatu yang membuatnya semakin membeku. Beberapa garis kecil, tersusun rapi, melintang di atas luka utama.Jahitan. Meski asing, bentuknya terlalu teratur untuk disebut kebetulan.Ruangan itu terasa semakin sunyi saat Aldren perlahan mengulurkan tangannya. Jarinya menyentuh permukaan kulit yang kasar di sekitar bekas jahitan tersebut. Teksturnya berbeda. Kaku. Tidak alami.Sentuhan itu memicu sesuatu. Sebuah ingatan. Suara. Ucapan yang pernah ia denga

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 204} Luka Serius

    Aldren mengangguk pelan, gerakannya nyaris tak terlihat. “Benar, tubuh asli istriku.” Nada suaranya rendah, namun mengandung kepastian yang tidak bisa digoyahkan. Tangannya bergerak perlahan, mengusap rambut hitam Alia dengan kelembutan yang kontras dengan ketegangan yang memenuhi ruangan.“Dari tadi dia tertidur? Kenapa belum sadar juga?” Tidak ada jawaban. Hanya keheningan yang semakin menekan, seolah sesuatu yang tidak terlihat tengah menunggu untuk terungkap.Aldren mencubit pipi Alianne pelan. “Alia, bangunlah!”Tubuh itu tidak bergerak. Tidak ada reaksi. Bahkan hembusan napas pun tidak terdengar jelas tanpa diperhatikan dengan saksama.Aldren terdiam. Waktu seolah melambat di sekelilingnya. Perasaan tidak nyaman mulai merayap naik, perlahan namun pasti, mengisi setiap celah dalam pikirannya.“Yang Mulia... I- itu...” Suara Magnus terdengar gemetar dari belakang. Ada sesuatu dalam nada itu yang langsung membuat suasana berubah. Tegan

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 203} Tubuh Asli Alia

    Mata Hery membulat, keterkejutan yang selama ini ia tahan akhirnya muncul ke permukaan. Penjelasan yang baru saja ia dengar terasa terlalu tidak masuk akal, bahkan untuk situasi yang sudah jelas tidak biasa sejak awal.“Ja- jadi... Alianne di kamarmu adalah pemilik tubuh asli dari Alianne, sementara jiwa Alianne yang kita kenal, menghilang entah kemana?”Kata-katanya terucap terbata, seolah ia sendiri belum sepenuhnya percaya pada apa yang baru saja ia rangkai dalam pikirannya.Aldren hanya tersenyum tipis. Senyum yang tidak benar-benar menunjukkan ketenangan, melainkan penerimaan terhadap kenyataan yang tidak bisa ia ubah. “Begitulah.”Tidak ada penjelasan tambahan. Tidak ada pembenaran. Hanya kepastian yang dingin dan sederhana.Hery menarik napas dalam, lalu mengangguk tegas. Ekspresinya berubah, dari terkejut menjadi fokus. Ia adalah seorang komandan. Seaneh apa pun situasinya, tugas tetaplah tugas. “Yang Mulia tenang saja! Aku akan mengarahkan pasukan untuk mencarinya tanpa perlu

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 202} Kekacauan Instruksi

    Di halaman depan Istana Obsidian, suara denting logam dan teriakan komando bergema tanpa henti. Debu tipis beterbangan di udara, terinjak oleh derap kaki para prajurit yang sedang menjalani latihan. Matahari belum terlalu tinggi, namun panasnya sudah cukup untuk membuat suasana terasa berat dan tegang.Di tengah barisan itu, Hery berdiri tegap, mengawasi setiap gerakan dengan ketelitian seorang komandan berpengalaman. Tidak ada yang berani lengah di bawah pengawasannya.Namun ketertiban itu pecah dalam sekejap.Derap langkah cepat terdengar dari kejauhan, semakin mendekat dengan ritme yang tidak teratur. Beberapa prajurit menoleh, kebingungan mulai terlihat di wajah mereka. Sosok yang muncul berikutnya membuat suasana langsung berubah.Aldren.Napasknya terdengar berat, langkahnya tergesa, jauh dari sikap tenang yang biasa ia tunjukkan. “Hery! Bawa semua pasukan! Aku ada misi darurat untuk semua!” serunya tanpa menahan suara.Tanpa menunggu respons, Aldren langsung melompat naik ke at

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 201} Bukan Alia Ariana

    “Alia, waktunya bangun!” Aldren menepuk pipi Alianne dengan lembut, namun cukup untuk menariknya keluar dari alam tidur yang pekat.Bulu mata Alianne bergetar pelan sebelum akhirnya kedua pupil cokelatnya terbuka perlahan. Pandangannya masih buram, seolah dunia di sekitarnya belum sepenuhnya terbentuk. Namun, begitu fokusnya kembali, napasnya tertahan.Seorang pria berdiri sangat dekat di hadapannya. Wajahnya tampan, sorot matanya tajam, dan keberadaannya terlalu... nyata untuk diabaikan.Jantung Alianne berdegup lebih cepat. Tanpa sadar, ia langsung mendorong tubuhnya bangkit hingga duduk tegak. Jarak di antara mereka mendadak terasa terlalu sempit, terlalu menyesakkan. “Maaf, kau siapa?!” tanyanya dengan suara yang tak bisa sepenuhnya menyembunyikan kepanikan.Aldren terdiam. Untuk sesaat, ia hanya menatap Alianne, seolah mencoba memahami apakah ini lelucon, atau sesuatu yang jauh lebih serius. Alisnya sedikit berkerut, kebingungan mulai merayap di wajahnya. “Apa maksudmu? Aku adala

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 58} Karena Nila Setitik

    Alianne berdiri setengah membungkuk di tepi sungai, jari telunjuknya terulur tegas ke arah arus air yang mengalir tenang. Buah dari pohon alder itu masih terlihat, berputar pelan sebelum kembali hanyut, menjauh sedikit demi sedikit dari tempat mereka berteduh."Lihatlah buah itu!" Aliann

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 57} Soal Buah Jatuh

    Keramaian pasar masih bergema ketika Aldren akhirnya menemukan Alianne berdiri di tengah jalur pejalan kaki, wajahnya menatap ke berbagai arah seolah mencari sesuatu yang hanya bisa dilihat olehnya sendiri.Di tangannya, Alianne masih menggenggam roti keras yang sebelumnya ia jadikan “se

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 56} Misteri Teleport Waypoint

    Aroma roti panggang yang hangat dan pekat memenuhi udara pasar, bercampur dengan bau kayu bakar dari tungku besar di dalam toko. Asap tipis masih mengepul dari pintu oven ketika Brody akhirnya muncul dari balik dapur, wajahnya sedikit berkeringat namun dihiasi senyum puas seorang pembuat roti yan

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 55} Love Language: Words of Agreement

    “Yang mulia, apa di sekitar sini ada sungai?” tanya Alianne tiba-tiba. Nada suaranya mendadak berubah cepat, seolah ada sesuatu yang terlintas kuat di kepalanya. Matanya menatap lurus ke depan dengan keyakinan penuh. “Pasti ada! Di jalan Valen-Auren, tepat di bawah jalan utama itu ada sungai, kan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status