Share

Bab. 261

Author: Yu.Az.
last update Last Updated: 2026-02-26 23:54:16

Kaisar Ethan berjalan di samping Elena menyusuri koridor setapak yang diterangi lentera kecil. Cani berjalan beberapa langkah di belakang mereka. Angin malam berembus lembut membawa aroma tanah basah dan dedaunan hutan.

Tatapan Kaisar Ethan bergerak ke sana kemari. Kediaman kayu sederhana itu berdiri tenang di tengah pepohonan tinggi, jauh dari hiruk pikuk ibu kota.

Alisnya sedikit berkerut. “Elena,” panggilnya pelan.

Elena menoleh. “Ya, Ayah?”

Kaisar Ethan kembali mengamati sekeliling. “Kediam
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
titigio31
lop u thor
goodnovel comment avatar
rifdanafisha
othorrrrrr,,,,, aku padamu.... wuahhhh luarbiasa 8babnya, mkasih othor. sehat slalu yakkkk,,,,, smoga tiap hari 8bab yak wkwkw semangattt
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 277

    Gong besar dipukul tiga kali.Tetua Senopati mengangkat tangan. “Pertandingan pertama! Akademi Pedang Langit dari Solaria melawan perwakilan Kekaisaran Valoria!”Sorakan penonton menggema memenuhi langit.Elena melangkah maju bersama kelompoknya. Kanaya berdiri di sisi kanan dengan dagu terangkat. Lily di sisi kiri, sementara Arsen dan Damar mengambil posisi belakang sebagai penjaga formasi.Lima orang melawan lima orang. Begitu kaki mereka menginjak pusat arena, lingkaran formasi raksasa menyala terang.Cahaya biru membumbung tinggi, membentuk kubah transparan yang menutup seluruh arena. Dari luar, para penonton tetap bisa melihat apa yang terjadi di dalam.Tetua Senopati berseru, “Pertarungan dimulai!”Tanah arena berubah. Retakan muncul, lalu dari dalamnya melesat pilar-pilar batu dan kabut tipis.Kelompok Valoria langsung bergerak lebih dulu.“Formasi api!” teriak kapten mereka.Lima murid Valoria membentuk lingkaran, api merah menyala di telapak tangan mereka.Arsen menggeram. “C

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 276

    Hari yang dinanti akhirnya tiba.Sejak pagi buta, Akademi Pedang Langit sudah berubah menjadi lautan manusia. Spanduk besar berkibar di gerbang utama, lambang berbagai akademi dari seluruh penjuru kekaisaran terpampang megah.Para murid berdiri berbaris menyambut tamu kehormatan. Kereta-kereta dari berbagai akademi mulai berdatangan satu per satu.Sorak-sorai penonton terdengar dari tribun besar yang dibangun mengelilingi arena utama. Tak lama, rombongan dari akademi bulan sabit memasuki gerbang.Di barisan paling depan, Putra Mahkota Erland menunggang kuda putihnya dengan gagah. Di belakangnya, para murid Akademi Bulan Sabit berjalan dengan seragam berwarna biru perak yang elegan.Begitu memasuki halaman utama, Erland turun dari kudanya dengan gerakan ringan. Matanya langsung menyapu kerumunan.Reno yang berdiri di sampingnya memperhatikan. “Yang Mulia mencari seseorang?” tanyanya pelan.Erland tersenyum tipis tanpa menjawab langsung. “Menurutmu,” katanya santai, “apa Nona Elena suda

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 275

    Pagi itu, halaman Akademi Pedang Langit sudah dipenuhi para murid yang datang lebih awal. Angin pagi bertiup ringan, menggerakkan jubah-jubah seragam yang berwarna biru dan putih.Kereta Kanaya berhenti di depan gerbang utama. Begitu ia turun, beberapa murid langsung memberi salam hormat, tentu mereka hormati karena Kanaya adalah calon tunangan putra mahkota Daniel.Kanaya baru saja melangkah beberapa langkah ketika seseorang berdiri di depannya.“Selamat pagi, Kanaya.”Suara itu lembut, penuh kehangatan yang sudah lama tidak ia dengar.Kanaya tertegun.Di hadapannya berdiri Putra Mahkota Daniel, mengenakan hanfu kebesaran berwarna biru, dengan lambang Solaria di dadanya. Wajahnya tersenyum bukan senyum formal, melainkan senyum yang terasa tulus.Kanaya yang sempat terkejut langsung menunduk malu-malu. “Yang Mulia .…” suaranya terdengar lembut.Dalam hati, jantungnya berdebar penuh kemenangan.Ramuan itu berhasil. Tadi malam, ia menyelinap masuk ke kediaman Daniel, bahkan berhasil men

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 274

    Malam telah larut ketika bayangan gelap menyelinap di antara pilar-pilar Paviliun Tamu. Angin berhembud pelan, membuat tirai tipis di jendela bergetar lembut.Di dalam ruangan utama, Permaisuri Lola yang sedang duduk membaca perlahan mengangkat kepalanya. Ia merasakan aura asing yang masuk tanpa pemberitahuan.“Siapa di sana?” suaranya terdengar tenang, dan tegas.Bayangan itu berhenti. Beberapa detik kemudian, sosok berjubah hitam melangkah keluar dari kegelapan.Permaisuri Lola mengerutkan keningnya ketika wajah itu terlihat jelas.“Kanaya?”Sosok itu membuka tudungnya. Benar saja, itu adalah Kanaya.“Apa yang kau lakukan di sini, Nak?” tanya Permaisuri Lola, nada suaranya berubah lembut.Kanaya tidak menjawab. Ia justru berlari kecil mendekat dan memeluk ibunya erat.“Ibu .…”Permaisuri Lola sedikit terkejut, lalu membalas pelukan itu. “Ada apa? Kenapa kau datang malam-malam seperti ini?”Kanaya mengangkat wajahnya. Matanya terlihat berkaca-kaca.“Putra Mahkota Daniel semakin menja

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab 273

    Begitu mereka kembali ke toko melalui pintu rahasia, suasana yang tadi hangat berubah tegang. Lampu-lampu masih menyala, tetapi udara terasa lebih dingin.Elena langsung menutup pintu tersembunyi itu dan berbalik menghadap Rando. “Di mana orang itu?”Nada suaranya tenang, namun sorot matanya tajam.Rando berdiri tegak. “Saat saya tiba di sekitar toko, saya melihat bayangan seseorang di atap bangunan seberang. Tapi ketika saya mengejar, dia sudah pergi.”“Ciri-cirinya?” tanya Caspian singkat.“Berpakaian gelap. Gerakannya ringan. Sepertinya terlatih.”Elena menyilangkan tangan. “Apakah dia mencoba masuk?”“Tidak,” jawab Rando. “Sepertinya dia hanya mengamati.”Caspian mengangguk pelan. “Kalau begitu, kemungkinan besar dia hanya mengumpulkan informasi. Tidak ada tanda-tanda hendak menyerang.”Lily berdecak kesal. “Apa yang mereka inginkan sebenarnya? Jangan-jangan ingin berbuat jahat.”Elena menggeleng tipis. “Sepertinya dia tidak akan berani melakukan itu.”Ia berjalan ke meja dan menu

  • Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang   Bab. 272

    Elena tidak tahu harus menanggapi bagaimana. Ia jarang kehilangan kata-kata.Caspian menyelesaikan simpul perban, lalu tetap berlutut beberapa detik lebih lama dari yang diperlukan.“Elena,” panggilnya pelan.“Apa?”“Jika suatu hari mereka benar-benar serius mendekatimu .…”Elena mengangkat alis. “Dan?”“Aku tidak akan mundur.”Nada suaranya tidak keras. Tidak emosional. Namun ada tekad kuat di dalamnya.Elena menatapnya lama. “Aku tidak butuh seseorang untuk bertarung demi diriku,” katanya akhirnya.Caspian tersenyum tipis. “Aku tahu.”“Lalu?”“Aku bertarung bukan karena kau lemah.” Ia berdiri perlahan, kini sejajar dengan Elena. “Tapi karena aku ingin.”Hening kembali menyelimuti ruangan. Dari luar terdengar suara Lily yang bercakap dengan Cani di lantai bawah.Elena memalingkan wajah lebih dulu. “Lukanya sudah selesai. Terima kasih.”Caspian menatapnya beberapa saat, lalu mengangguk kecil. “Jangan membuatku khawatir lagi.”Elena hampir tersenyum, namun menahannya. “Itu bukan sesuat

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status