Share

147. Paket Datang

Author: CacaCici
last update publish date: 2026-04-21 21:54:14
"Apa-apaan …-" Alaric hampir terpancing amarah mendengar ucapan Aeza. Namun, tiba-tiba dia teringat sesuatu dan itu membuatnya mendadak diam.

Alaric menatap Aeza secara lekat lalu mengamati wajah istrinya dengan intens. Sepertinya dia melakukan kesalahan yang membuat istrinya menjauh dan tak ingin melibatkannya lagi. Alaric ingat kata-kata itu! Pantas saja setelah pertengkaran itu Aeza selalu menolak bantuan sekecil apapun darinya.

"Hah." Alaric menghela napas panjang, "aku akan mencari mang
CacaCici

Semoga suka ...

| 17
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (12)
goodnovel comment avatar
CacaCici
Huhuhu ... emang gurih tuh, Kak, kalau nampol si Siena. (⁠≧⁠▽⁠≦⁠)
goodnovel comment avatar
CacaCici
bisa sebenarnya, Kak. Tapi ada sesuatu kayaknya, Kak. ಥ⁠‿⁠ಥ
goodnovel comment avatar
CacaCici
(⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)(⁠◕⁠ᴗ⁠◕⁠✿⁠)
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    251. Keseruan Berhenti

    "Tapi si Baby ini suka sama Daddy kamu. Memang setan!" Alisha berkata penuh emosi. Sampai saat ini dia masih dendam pada Baby. Karena merasa seru, Anaya mendengarkan begitu khidmat. Sedangkan mama mertuanya dan auntynya bergantian menceritakan keburukan Baby. Bahkan neneknya ikut-ikutan membicarakan Baby. *** Selesai makan malam, Anaya bersantai dengan suaminya di sofa halaman samping—masih kediaman Theodora. Makan malam tadi, Anaya sangat senang karena dia bertemu dengan kakaknya. Yah, keluarga Moris juga diundang. Begitupun dengan keluarga Lex. Bahkan sekarang dia bersama kakaknya. Hanya saja, karena hubungan mereka sempat tidak baik, keduanya tidak banyak mengobrol. Di sini, Anaya bukan hanya berdua dengan suaminya tetapi juga dengan sepupu dan anak kepercayaan dari ayah mertuanya. Intinya yang muda di luar dan yang tua di dalam. Kecuali Bianca—putri Baby yang saat ini bersama dengan para orang tua. Di sini pun mereka masih berkelompok. Anaya condong ke golongan yang

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    250. Kumpul Keluarga

    Hari ini keluarga Alaric datang ke kediaman Theodora. Ayahnya mengundang untuk makan malam bersama sekaligus untuk mengatakan sesuatu. Selain Alaric, keluarga Alisha juga ikut. Sebelum makan malam, Aeza, Alisha, dan Anaya ikut membantu Elena untuk mempersiapkan makan malam. Sebenarnya Elena yang sudah sangat tua tidak banyak bekerja. Dia lebih banyak duduk sambil menonton putri, menantu dan cucu menantunya berlalu lalang di dapur. "Sayang, kamu kan sedang hamil. Jadi lebih baik kamu duduk dengan Nenek saja yah di sana," ucap Aeza pada menantunya. Anaya tampak tak enak, menggaruk tengkuk sambil menatap mama mertuanya. Bagaimana mungkin dia bisa duduk santai saat mama dan tantenya bekerja? "Iya, An. Kamu duduk saja, biar Aunty dan Mommy yang siapin makan malam," ucap Alisha sambil senyum lembut pada Anaya. Selain itu, dia juga menarik Anaya supaya duduk di samping mamanya—Elena. Anaya menatap canggung pada Elena, sedangkan Elena juga nampak mengamatinya. "Hai, Nenek," sapa

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    249. Yang dari Masa Lalu

    "Ana, Mommy tidak mengizinkan kamu pergi ke pesta lajang Larisa yah!" tegas Aeza setelah Larisa dan Alka pergi meninggalkan mereka. "Tenang saja, Mom." Anaya senyum manis pada mommynya, "aku juga nggak mau datang, kok, ke sana. Hanya saja, aku bilang mau datang biar mereka pergi saja dari sini, Mom," tambahnya. Aeza langsung senyum cerah. "Ouh, begitu yah, Sayang?" jawabnya, mendapat anggukan kepala dari Anaya. "Oke deh."Keduanya kembali berbelanja dengan penuh kesenangan, setelah itu mereka pulang bersama. Sepulangnya ke rumah, Anaya memilih istirahat sejenak lalu setelah itu dia dan mommy mertuanya mulai memasak. Aeza begitu senang dan bahagia. Dari rahimnya memang tidak melahirkan seorang putri, tetapi Tuhan memberikannya putri lewat rahim perempuan lain. Yah, baginya Anaya sudah seperti putrinya. Perempuan benar-benar ia perlakukan seperti putri kandung sendiri, dia akan menjaganya sepenuh hati dan dia sangat bersyukur bahwa Anaya lah yang menjadi menantunya. Perempuan ini

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    248. Undangan Mencurigakan

    "Zaid?" dingin Dominic, menaikkan sebelah alis sambil menatap membunuh ke arah istrinya. "Aza dan Zaid saling bermesraan, Hujan dan Bumi yang …-""Bukan begitu, Mas," ucap Anaya dengan cepat, "Rain memang suka bercanda. Dia sukanya ke Kak Elma. Coba baca chat di atas.""Jadi kau setuju kalau Zaid adalah Rain dan kau adalah Aza, Humm?" Suara Dominic serak dan berat, akan tetapi terdengar dingin dan mengancam. Anaya menggelengkan kepala. "Zaid dan Aza hanya tokoh dalam novelku, Mas Kesayanganku.""Tidak percaya." Dominic membuang muka dengan bersedekap dingin. Tampaknya dia seperti sedang marah besar, akan tetapi ketika wajahnya sudah berpaling dari Anaya, dia langsung senyum manis. Apa tadi? Mas Kesayanganku? Dia kesayangan Anaya? "Sumpah, Mas. Zaid dan Aza itu cuma tokoh fiksi dalam novelku. Dia bukan aku dan Rain, dan … kisah ini tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupanku," jelas Anaya, "ending novelnya saja Aza tidak bersama dengan Zaid ataupun dengan si … Dominic De Devil."

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    247. Suka Lagi

    "Apa?" Elma menatap Rain dengan ekspresi wajah yang tampak kaget, matanya membola cukup lebar. "Aku hanya asal bicara," ucap Rain, kenbali berbaring dengan posisi membelakangi Elma. Elma geleng-geleng kepala lalu menghela napas. Dia segera mengenakan pakaian kemudian mengeringkan rambut dengan hair dryer. "Ck, bising sekali!" keluh Rain, kembali mengambil posisi duduk sambil menatap berang ke arah Elma. Namun, ketika melihat perempuan itu sedang mengeringkan rambut, ekspresi kesal Rain seketika hilang. "Maaf, aku sedang mengeringkan rambut," ucap Elma, segera mematikan hair dryer karena cukup takut pada Rain tang terlihat terganggu dengan suara bising dari pengering rambutnya. "Ouh, kau sedang mengeringkan rambut? Silahkan. Sebenarnya aku tidak terganggu," ucap Rain dengan nada hati-hati. 'apa aku bisa membantumu, Kak?' sebenarnya Rain ingin menanyakan hal itu, akan tetapi pertanyaan itu hanya berani ia suarakan dalam batin. Elma dengan ragu kembali menyalakan hair dryer, la

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    246. Tidak Nyaman

    "Kau bertanya?" Dominic mengerutkan kening, menatap tajam pada istrinya yang bertanya seperti apa tipe perempuan yang dia sukai. "Iya." Anaya menganggukkan kepala. "Kau ragu padaku?" Tatapan Dominic semakin tajam, "apa aku harus jatuh dari tebing lagi agar kau tidak ragu pada cintaku, Anaya?"Anaya melebarkan mata lalu menggeleng cepat. "Aku tidak ragu, Mas. Tapi … aku bertanya supaya tahu tipe Mas yang seperti apa. Semisal kalau tipe Mas ternyata tidak sama persis sepertiku, nanti aku perbaiki diri lagi supaya tipe …-""Kau tipeku," jawab Dominic cepat. "Karena itu, hanya dengan sekali melihatmu, aku langsung jatuh cinta padamu."Anaya Seketika senyum malu-malu, memukul pelan lengan suaminya lalu cengengesan karena salah tingkah. "Terima kasih," ucap Anaya tiba-tiba. "Kenapa kau berterima kasih, Sweetheart?" tanya Dominic sambil menaikkan sebelah alis. "Karena tipe Mas yang sepertiku," jawab Anaya sambil senyum malu-malu. "Cih." Dominic berdecih pelan, langsung menjewer hidung a

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status