แชร์

Bab 35 piktor

ผู้เขียน: Miss Luxy
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-24 22:14:45

"Hah, afa?" Nadine menyahutinya bingung. Juki tersenyum, setidaknya pria itu ingin membuktikan pada Nyonya Marta bahwa dirinya adalah pria yang baik seperti yang dikatakan oleh wanita itu.

Nyonya Marta pun ikut senang karena cucunya tidak salah pilih suami.

"Syukurlah, Oma sangat senang sekali. Nak Juki, Oma harap kamu bisa segera memberikan anak untuk Nadine, ya. Maklum, dia ini sudah tua. Oma khawatir dia terlambat mendapatkan anak. Sedangkan dia adalah cucu Oma satu-satunya!" kata Nyonya M
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 149 sedang dimanja

    Mereka berciuman dan Soraya sudah pasti membalasnya. Bagaimana bisa dirinya menolak suami sendiri, justru Soraya membalasnya lebih gila lagi. Wanita itu tidak sungkan-sungkan menyodorkan tubuhnya kepada Julian. Julian sendiri merasa jika dirinya sedang mencium Nadine karena napas Soraya sama persis dengan napas Nadine. Bibir mereka terus menyatu, sedangkan tangan Soraya sangat berani membuka kancing baju Julian satu persatu. Setelah semua kancing baju Julian terlepas. Dengan mudah wanita itu melepaskan baju suaminya. Seketika Julian melepaskan ciumannya dan merasa jika ini adalah salah. "Ahh, Bu Soraya, kita tidak bisa...!" Belum sampai Julian merampungkan kata-katanya. Dengan cepat Soraya menutup bibir pria itu dengan dua jarinya. "Ssssttt! Jangan bohongi hatimu, Pak Julian. Aku tahu kamu sangat menginginkannya. Anggap saja aku ini Nadine, istrimu. Bukankah kamu sangat merindukannya?" bisik Soraya begitu dekat di telinga Julian. Ah, bagaimana mungkin Julian menolaknya. Suara it

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 148 ciuman membara

    "Kalau begitu kita ke kamar saja, Pak. Biar enak!" ajak Soraya. Untuk sejenak Julian berpikir bahwa itu sangat tidak mungkin. Resikonya sangat besar jika orang lain tahu dirinya berada di dalam kamar seorang wanita. Pasti mereka akan menuduh dirinya sedang berbuat mesum. Dirinya masuk ke rumah Soraya saja itu termasuk pelanggaran, karena Soraya hanya tinggal sendirian saja. Apalagi masuk ke kamar wanita itu. Pasti seluruh kompleks gempar dan Ana pasti sudah mencak-mencak. "Ta-tapi, Bu. Maaf, sepertinya saya tidak mungkin masuk ke kamar Bu Soraya. Kita di luar saja, saya rasa itu lebih baik," jawab Julian berusaha untuk tidak menuruti permintaan Soraya yang tidak masuk akal. Dirinya siapa dan Soraya siapa. Mereka bukan saudara atau suami istri, pasti akan menimbulkan fitnah besar. "Em, baiklah kalau begitu. Kita di sana saja, di sofa itu," kata Soraya seraya menunjuk ke arah sebuah sofa di ruang tengah. Julian menoleh dan setuju jika di sofa itu, setidaknya itu bukan tempat intim

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 147 kalimat sangat intim

    Setelah memastikan Ana sudah tidur. Pria itu beranjak keluar rumah. Tanpa sengaja Carlota melihat kepergian majikannya yang belok ke arah rumah Soraya, tetangga baru itu. "Pak Julian pergi ke rumah tetangga baru itu? Mau ngapain ya?" gumam Carlota. "Apa aku kudu lapor Nyonya? Ah, enggak lah! Biarin aja. Ngapain lapor ke Nyonya. Keenakan dia dikasih berita gratis. Aku berdoa mudah-mudahan Pak Julian selingkuh. Biar kapok tuh perempuan nggak seenak jidat dia!" gumam Carlota yang tiba-tiba berpikir mendukung Julian pergi ke rumah tetangga baru itu malam-malam. Sepertinya perempuan itu sudah lelah menghadapi sikap Ana. Ia berharap Ana dan Julian segera berpisah. Sementara itu, hanya beberapa langkah saja, Julian sudah tiba di depan rumah Soraya. Sesuai petunjuk Soraya, Julian membuka gembok pagar itu dengan nomor pin sehingga dengan mudah Julian bisa masuk ke dalam pagar yang sudah dikunci. Julian lalu masuk ke rumah mewah itu. Soraya tinggal sendirian sehingga membuat Julian kasihan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 146 titisan istriku?

    Ana langsung membeku kala melihat wajah Soraya. Bisa-bisanya perempuan itu berada bersama suaminya. Itu artinya Soraya adalah tetangga barunya."Kau!" kata Ana dengan wajah penuh amarah. Di sisi lain, Soraya justru tersenyum ramah pada wanita itu."Halo, Nyonya! Apa kabar? Senang sekali bisa bertemu dengan Anda lagi. Wah, ternyata kita tetanggaan ya, ini sangat kebetulan!" balas Soraya tanpa beban dan tentunya ia sengaja bicara seperti itu menandakan bahwa dirinya tidak ada masalah dengan Ana.Tetapi bagi Ana ini adalah sebuah kehancuran. Apalagi ia tahu jika perempuan yang sedang bersama Julian di malam itu adalah Soraya.Soraya langsung menghampiri suaminya. Ia tarik tangan Julian agar menjauhi Soraya."Sini kamu, Mas! Jangan dekat-dekat sama dia!" ucap Ana dengan menarik kasar tangan Julian.Julian merasa tidak suka diperlakukan seperti itu di depan orang banyak. Pria itu segera menepis tangan istrinya."Kamu kenapa sih, An? Datang-datang main tarik saja!" ucap Julian dengan sediki

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 145 waktunya sudah dimulai

    Ana yang sudah tahu bagaimana kejadian malam itu. Wanita itu segera pulang ke rumah untuk mengkonfirmasi jawaban Julian. Namun, ketika ia pulang justru Ana tidak mendapati keberadaan sang suami."Mas! Mas Julian! Di mana kamu, Mas?" panggil Ana berkali-kali. Tapi tak ada jawaban dari Julian sama sekali. Justru asisten rumah tangga mereka yang datang menjawab."Bu Ana, Pak Julian belum pulang, Bu!" kata Carlota. Wanita yang dulu pernah menjadi asisten rumah tangga Nadine. Wanita itu masih dipercaya bekerja sebagai pelayan di rumah Julian. Selain karena Carlota adalah wanita yang pekerja keras. Wanita itu juga sudah dikenal baik oleh Julian dan Ana meskipun ia sempat kecewa dengan pernikahan majikannya."Belum pulang?" sahut Ana sambil melirik sinis ke arah perempuan yang dulu sangat penurut dengan Nadine.Carlota cukup takut melihat ekspresi wajah Ana yang menurutnya lebih antagonis daripada dulu saat masih menjadi asisten pribadi Nadine. Kini, wanita itu menunjukkan topeng aslinya set

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 144 gombalan maut

    Wajah Julian memerah, malu dan gugup. Ia pun segera mencairkan suasana dengan berbasa-basi."Bu Soraya ada-ada saja. Pinter juga melawak. By the way, Bu Soraya tinggal bersama siapa?" tanya Julian."Sendiri!" jawab Soraya sambil melihat para tukang mengangkut barang-barangnya ke dalam rumah."Sendiri? Di rumah segede ini?" sahut Julian. Ia tahu bagaimana kondisi rumah di sampingnya itu. Rumah itu termasuk bangunan yang besar dan mewah dengan dua lantai. Bisa ditempati oleh keluarga besar."Iya. Kenapa? Apa Pak Julian mau menemani saya tinggal di sini?"Lagi-lagi jawaban Soraya membuat wajah Julian kembali merah merona. Sungguh, pria itu benar-benar salah tingkah dengan ucapan wanita itu."Emmmmm...Emmmm!"Melihat ekspresi wajah Julian yang bingung. Sontak membuat Soraya tertawa kecil. Wanita itu ingin sekali tertawa melihat wajah Julian yang salah tingkah."Ya ampun, Pak. Anda sangat lucu sekali!" Soraya terus tertawa dan tidak bisa berhenti. Hal itu membuat Julian juga ikut tertawa k

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status