공유

Bab 16: Merinding

작가: HyFaa
last update 게시일: 2025-11-30 22:41:26

Dinda tersentak, napasnya tersengal seperti habis dikejar binatang buas. Lampu neon masih menyala stabil, kuning pucat, menerangi wajah Amel yang cemas di depannya. Bau anyir itu lenyap seketika, berganti aroma vanila dan kopi instan yang tadi malam tercium begitu menenangkan.

“Mel … tadi aku mimpi buruk,” gumam Dinda, suaranya serak. Tubuhnya masih gemetar, sebab rasa takut itu benar-benar menghantui dirinya.

“Aku cium bau darah lagi dan kamu matanya hitam pekat. Kamu juga tadi sempet bilang,
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 16: Merinding

    Dinda tersentak, napasnya tersengal seperti habis dikejar binatang buas. Lampu neon masih menyala stabil, kuning pucat, menerangi wajah Amel yang cemas di depannya. Bau anyir itu lenyap seketika, berganti aroma vanila dan kopi instan yang tadi malam tercium begitu menenangkan.“Mel … tadi aku mimpi buruk,” gumam Dinda, suaranya serak. Tubuhnya masih gemetar, sebab rasa takut itu benar-benar menghantui dirinya. “Aku cium bau darah lagi dan kamu matanya hitam pekat. Kamu juga tadi sempet bilang, kalau aku nggak bisa lari.”Amel langsung memeluk Dinda erat, tangannya mengusap punggung sahabatnya itu pelan-pelan. “Sst, itu cuma mimpi, Din. Kamu aman di sini sama aku. Aku juga nggak ke mana-mana. Lihat, mataku normal kan?” Ia mundur sedikit, menatap Dinda dengan mata cokelat hangat yang selalu membuat Dinda merasa pulang.Dinda menatap lama, mencari-cari celah kegelapan yang tadi ia lihat. Tak ada. Hanya pantulan lampu neon di kornea Amel. Ia mengangguk pelan, tapi jantungnya masih berdeg

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    bab 15: kos amel

    Dinda mengetuk pintu kamar nomor 7 dengan tangan yang masih gemetar, kardus berisi barang miliknya berada di sisi kanan, sementara tas ransel masih digendong oleh Bayu di belakangnya. Malam semakin larut, angin malam menyusup melalui koridor indekos Amel yang lebih ramai dibanding kosan lamanya Dinda."Mel, ini Dinda!" panggilnya lagi, suaranya sedikit lebih keras supaya terdengar sampai ke dalam.Pintu terbuka pelan, memperlihatkan wajah Amel yang mengantuk, rambutnya acak-acakan seperti baru bangun dari tidur yang nyenyak. Ia memakai kaus longgar dan celana pendek, mata sipitnya melebar saat melihat Dinda dan Bayu di depan pintu. "Din? Jam segini? Ada apa?"Bayu meletakkan tas ransel di depan pintu. "Aku anterin Dinda ke sini dulu, Mel. Dia nggak bisa terus ada di kosan lama. Ceritanya panjang, boleh enggak kalau Dinda di sini dulu?"Amel mengangguk cepat, lalu langsung menarik lengan Dinda untuk cepat masuk. "Masuk dulu, Din. Kamu keliatan pucat banget. Bayu, makasih ya udah ante

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    bab 14: merinding

    Dinda bersandar di pintu kamarnya yang baru saja dikunci rapat-rapat. Napasnya tersengal, dada naik-turun seakan baru saja berlari maraton. Di luar kamar, keheningan menyelimuti indekos yang hampir sepenuhnya gelap, sebab memang tidak ada penghuni di indekos tersebut, yang tersisa hanyalah Dinda seorang.Tak ada langkah kaki, juga tawa Lina. Hanya bau anyir yang perlahan-lahan mulai memudar, seolah ikut lenyap bersama sosok yang tadi menyamar sebagai kekasihnya—Bayu.Ponselnya bergetar pelan di genggaman tangan yang masih gemetar. Pesan masuk dari Bayu."Aku udah di depan gerbang, Sayang. Kamu di kamar 12, kan? Aku naik sekarang."Dinda mengetik dengan jari-jari yang masih bergetar, begitu juga hatinya berdegup kencang."CEPET, SAYANG. AKU TAKUT!"Pesan gagal terkirim, tiba-tiba sinyal menghilang, membuat Dinda kembali merasakan ketakutan luar biasa.Dinda menempelkan telinga ke pintu. Sunyi. Lalu, suara motor Bayu terdengar samar dari kejauhan mendekat ke gerbang depan. Ia menahan

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 13: Bingung

    Baru saja Dinda akan melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar, ponsel yang saat ini masih berada di genggaman tangannya berdering dan tentu saja tanpa membuang waktu, Dinda segera mengangkat panggilan tersebut.Panggilan dari sang kekasih, yang memang sedari tadi sudah ditunggu kabarnya oleh Dinda."Sayang, kenapa dari tadi aku hubungin kamu enggak bisa terus? Kamu lagi ada di mana sih?" tanya Dinda, dengan wajah yang menunjukkan raut muka sebal, meskipun tidak dapat terlihat oleh sang kekasih."Aku loh dari tadi ada di kosan kamu, muter-muter aku, Sayang nyari di mana kamar kamu, tapi enggak ketemu sama sekali," sahut Bayu, juga dengan raut wajah yang bingung.Pasalnya, saat ini ia sungguh-sungguh merasa bingung, Sedari tadi ia mengitari penjuru kos guna menemui sang kekasih yang berada di dalam kamar, tetapi tidak ada sama sekali."Ngomong apa sih, Sayang. Kok bisa enggak ketemu sama kamar aku.""Beneran sayang, sekarang aja aku deh yang keluar ya dari kamar, biar bisa ketemu sa

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 12: Kekecewaan

    Setelah mengatakan hal itu, hantu Lina langsung pergi begitu saja, membuat Dinda yang tadinya merasa takut, justru semakin penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi."Din, ke mana perginya hantu itu?" tanya Amel, yang langsung mendekat ke arah Dinda.Respon dari hanya gelengan kepala saja, seraya mengangkat kedua bahu, pertanda jika dirinya tidak tahu ke mana perginya Lina."Ya udah, yuk sekarang kita bawa barang-barang kamu ke depan dan sementara kamu ke kosan aku aja dulu," ajak Amel, tetapi langsung dijawab gelengan kepala oleh Dinda."Kayaknya aku milih tetap di sini aja deh, Mel, aku rasa ada sesuatu yang harus aku cari tahu kebenarannya bagaimana," ucap Dinda, membuat Amel langsung mengerutkan kening, heran.Amel menatap kedua mata Dinda dengan cukup serius, mencari jawaban dari ucapan Dinda tadi. "Kenapa, Mel? Kamu ngira kalau aku bercanda?"Amel mengangguk. "Aku beneran, mau di sini aja. Aku mau cari tahu apa yang terjadi di sini, sampai-sampai Lina bisa mengakhiri hidupn

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 11: Ada apa sebenarnya?

    Benar saja apa yang dikatakan oleh Dinda, karena ketika ia nekat untuk membuka gorden indekos kamarnya, justru ia mendapati wajah pucat yang menyeramkan, hanya dipisahkan oleh kaca jendela saja.Saat itu juga Dinda langsung menutup gorden yang masih berada di genggaman tangannya itu. Dinda terduduk lemas, ia menetralkan degup jantung yang saat itu benar-benar sudah tidak karuan.Amel yang sedari tadi hanya mengamati gerak-gerik Dinda, sudah dapat menebak jika di depan indekos temannya itu masih ada hantu tersebut.Rasa takut yang juga menyelimuti diri Amel sedari tadi membuatnya tidak memiliki keberanian untuk mendekat ke arah Dinda.Dua orang perempuan yang tengah berada dalam satu ruangan, kini sibuk dengan diri masing-masing."Kenapa juga sih semuanya seperti ini?" gumam Dinda, dengan suara yang bergetar lirih, tetapi Amel masih dapat mendengar apa yang dikeluhkan oleh sahabatnya tersebut."Din, kamu ke sini dong. Aku takut kalau kita jauh-jauhan kayak gini," pinta Amel, seraya meng

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 4: Hal Janggal

    "Kamu enggak kenapa-kenapa kan, Din?" Pertanyaan Amel memecah keheningan di antara mereka berdua, pasalnya memang sedari tadi Amel sudah merasa sangat penasaran. Namun, Dinda tak kunjung membuka suara, untuk dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Alhamdulillah, aku enggak kenapa-napa kok,

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 3: Ada Apa?

    Dinda tak ingin semakin membuang waktunya untuk tetap terus berada di indekos tersebut, dengan segera saja tangan sebelah kanannya merogoh saku celana, lalu meraih ponsel yang ia punya. Menghubungi nomor dari salah satu temannya yang memang sudah dekat.Ia berharap banyak jika temannya itu akan mau

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 2: Semakin Mendekat

    Tanti mengerutkan kening kembali begitu melihat pesan Dinda, salah satu mahasiswa yang berada di indekos itu. Sedari tadi, perempuan itu menceritakan jika tadi ia mendengar suara tangis dari arah kamar Lina, juga suara teriakan yang menyayat hati. Meskipun begitu, tak ada yang bisa dilakukan oleh

  • Teror Indekos Bekas Bunuh Diri    Bab 1: Penemuan Mayat

    "Bagaimana kejadian yang sebenarnya? Kenapa bisa-bisanya ada kasus yang seperti ini? Kalian tidak pernah memperhatikan teman kalian sendiri, kah?" tanya Tanti, perempuan pemilik indekos yang baru saja tiba di indekos miliknya itu. Namun, saat Tanti telah tiba di indekos miliknya, sudah sangat rama

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status