Share

Bab 6

last update Last Updated: 2026-01-09 17:17:26

"Sahira dan Arga mau pergi kemana Bu?" Tanya Bu Mayang.

"Mereka akan pergi ke rumah orang tuanya Sahira, nanti sore juga mereka akan segera kembali." Sahut Nek Sukma.

"Kenapa ibu tidak ikut dengan mereka juga."

"Aku ini sedang merasa tidak enak badan, itulah kenapa aku tidak ikut dengan mereka. Seharusnya kamu yang pergi dengan mereka, meskipun Arga bukan anak kandungmu tapi tetap saja kau juga ibunya."

"Sebenarnya aku ingin ikut menemani mereka pergi dan bertemu dengan keluarga Sahira, hanya saja aku masih belum merasa tenang selama belum tahu tentang keberadaan nya Baskara. Sejak kemarin Baskara tidak ada kabar sama sekali, dan aku sangat mengkhawatirkan nya."

Nek Sukma pun terdiam, dan ikut memikirkan tentang keberadaan nya Baskara.

"Ini sudah dua puluh empat jam, sebaiknya kamu hubungi polisi saja, aku khawatir kalau sesuatu hal yang buruk telah terjadi pada Baskara tanpa kita sadari, Baskara tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia juga sangat menantikan pernikahan ini dan tidak mungkin pergi begitu saja di hari pernikahan nya sendiri."

"Iya Bu, aku juga sudah mencoba menelpon beberapa teman dekat nya tapi mereka tidak tahu tentang keberadaan nya Baskara." Sahut Bu Mayang dengan raut wajah yang sedih.

"Papa sudah putuskan untuk melaporkan hilang nya Baskara ke kantor polisi, Papa juga sama khawatirnya seperti kalian. Takut nya sudah terjadi hal buruk pada Baskara sehingga dia tidak datang ke acara pernikahan nya." Ujar Pak Lukas menyela pembicaraan.

"Apa kamu akan pergi sekarang kesana?" Tanya Nek Sukma.

"Iya Bu, aku akan pergi ke kantor polisi sekarang juga." Balas Pak Lukas.

"Tunggu dulu Pah, apa sebaiknya kita tunggu satu sampai dua jam dulu saja, kalau memang belum ada kabar juga dari Baskara baru kita pergi ke kantor polisi dan melaporkan hilang nya Baskara." Pinta Bu Mayang.

"Loh Mama ini bagaimana sih, Baskara itu sudah lebih dari dua puluh jam tidak pulang ke rumah tanpa kabar apapun, bukankah mama sangat mengkhawatirkan Baskara?"

"Iya Pah, tentu saja Mama sangat khawatir karena Baskara itukan anak Mama."

Di tengah perdebatan mereka, tiba-tiba saja Baskara pulang dalam keadaan yang lemas.

Nek Sukma adalah orang pertama yang melihat kepulangan cucu nya itu.

"Baskara." Ujar wanita tua itu sambil berlari menghampiri cucu nya.

Di susul oleh Pak Lukas dan juga Bu Mayang..

"Baskara, kamu kemana saja nak? Kenapa kamu baru pulang sekarang. Kami disini sangat mengkhawatirkan kamu." Ujar Nek Sukma.

"Aku di culik seseorang nek, itulah kenapa aku tidak dagang di hari pernikahan ku." Sahut Baskara dengan nada lirih.

Mendengar hal itu, tentu saja mereka semua pun sangat terkejut.

"Bagaimana bisa hal itu terjadi Baskara?" Tanya Pak Lukas.

"Aku juga tidak mengerti Pah, waktu di perjalanan tiba-tiba saja ada mobil yang menghadang mobilku, dan mereka membuat aku tidak sadarkan diri, lalu saat aku terbangun aku sudah berada di sebuah gedung tua yang kosong."

"Aku juga tidak mengerti apa mau nya mereka, karena mereka juga tidak menyakitiku sama sekali. Mereka hanya menyekap ku selama semalaman, dan mereka baru melepaskan aku sekarang."

"Aku juga sudah berusaha memohon pada mereka untuk melepaskan ku dan siap membayar berapa pun yang mereka inginkan, tapi mereka sama sekali tidak mendengarkan ku."

"Ini aneh sekali, kalau memang mereka menginginkan uang kenapa mereka tidak meminta tebusan pada kami. Apa jangan-jangan ada seseorang yang menyuruh mereka untuk melakukan semua ini." Ujar Pak Lukas mengira-ngira..

"Sudahlah jangan terlalu di pikirkan tentang hal itu, yang terpenting sekarang Baskara sudah kembali pulang ke rumah dengan selamat, Mama sangat senang sekali karena bisa melihat kamu kembali, Mama sangat khawatir dengan kamu."

"Tadinya Mama dan Papa juga akan pergi ke kantor polisi, tapi ternyata kamu sudah lebih dulu pulang." Ujar wanita paruh baya itu sambil memeluk putra nya.

"Tapi tetap saja mah, Papa akan mengusut tuntas masalah ini. Mereka sudah menculik Baskara dan Papa ini pada pelaku itu di tangkap lalu di hukum seberat-beratnya."

"Jangan sampai Papa melakukan hal itu, aku tidak ingin masalah ini sampai melibatkan polisi, aku tidak mau kalau sampai Papa dan yang lainnya tahu kalau aku adalah dalang dari penculikan itu, terutama Baskara. Dia akan marah besar karena aku sudah mencoba menggagalkan pernikahan nya dengan Sahira." Gumam Bu Mayang di dalam hatinya.

"Baskara, kamu baik-baik sajakan sekarang nak?" Tanya Nek Sukma.

"Aku baik-baik saja Nek, tapi aku sangat mengkhawatirkan tentang Sahira dan keluarga nya, aku takut Sahira kecewa dan marah padaku karena aku tidak datang di hari pernikahan kami. Aku ingin segera bertemu dengan Sahira dan menjelaskan semuanya." Sahut Baskara.

Semua orang pun hanya bisa terdiam, dan tidak ada satupun dari mereka yang berani mengatakan jika Sahira sudah menikah dengan Arga.

"Hhmm Baskara, kamu pasti sangat merasa lelah Mama akan mengantarkan kamu ke kamar ya. Kamu bisa mandi dulu, lalu makan dan setelah itu beristirahat." ujar Bu Mayang mengalihkan pembicaraan.

"Iya Mah, tapi tolong katakan dulu padaku bagaimana dengan Sahira dan keluarga nya? bagaimana dengan situasi kemarin disana?" tanya Baskara keras kepala.

"Mama akan memberitahukan hal itu nanti padamu, sekarang lebih baik kita pergi ke kamar kamu saja dulu."

"yang di katakan Mama kamu itu benar Baskara, kamu pasti sangat lelah setelah melewati hari yang buruk. Sebaiknya kamu pergi bersihkan diri kamu dan beristirahat saja dulu." lanjut Pak Lukas.

"Baiklah Pah, Mah." balas Baskara dengan nada lirih.

"Ayo sayang, Mama akan temani kamu ya." ajak Bu Mayang sambil menuntun putra kesayangannya itu.

"Lukas, bagaimana ini? sekarang Baskara sudah pulang ke rumah dan dia bertanya tentang Sahira. Kita tidak bisa menyembunyikan fakta sebenarnya tentang Sahira, Baskara harus tahu kalau kemarin Sahira sudah menikah dengan Kakak nya, Argantara." ujar Nek Sukma.

"Iya Bu, aku juga tidak akan menyembunyikan hal ini dari Baskara. Tapi kita butuh waktu untuk bisa memberitahukan hal ini, apalagi Baskara baru saja di culik, ini tidaklah mudah untuk Baskara. Jadi kita butuh waktu untuk bisa menyampaikan semua kebenaran nya." sahut Pak Lukas.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan sekarang, nanti juga Arga dan Sahira akan pulang ke rumah."

"Untuk sementara ini, sebaiknya Arga dan Sahira menginap saja di rumah kedua orang tuanya Sahira untuk beberapa hari saja. Sampai keadaan Baskara benar-benar pulih, dan aku akan mencoba untuk berbicara dengan nya secara pelan-pelan." ujar Pak Lukas.

"Baiklah kalau memang seperti itu, ibu setuju dengan ide kamu Lukas. Ibu akan menelpon Arga dan menjelaskan semuanya pada dia." sahut Nek Sukma.

"Iya Bu." balas Pria itu menganggukkan kepala nya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 8

    "Sahira, coba tanyakan pada suami kamu makanan apa yang dia suka. Ibu akan membuatkan nya." Ujar Bu Inggit. "Tidak perlu Bu, kita akan memasak makanan dengan bahan yang ada saja di rumah. Aku juga tidak tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai nya." Sahut Sahira. "Kamu tidak boleh bersikap seperti itu Sahira, ibu tahu kalau kalian menikah dengan cara yang berbeda tapi bagaimana pun juga dia tetaplah suami kamu. Dan selama kamu masih menjadi istrinya, kamu harus bisa menghormati dia juga melayani Arga dengan baik." "Iya Bu, aku perlu waktu untuk bisa melakukan semua itu. Mungkin dengan seiring berjalan nya waktu, aku bisa mulai terbiasa." "Ya sudah sekarang kamu bantu ibu menyiapkan makanan nya, ini adalah kali pertamanya kamu dan suami kamu menginap di rumah ini." Sahira pun hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum kecil. Sementara itu, Baskara terlihat sudah rapih sekali. Bu Mayang pun segera menghampiri putra nya itu. "Baskara, kamu mau pergi kemana nak?" Tanya

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 7

    "Sahira, ibu senang sekali kamu bisa datang kesini menemui kami." Ujar Bu Inggit sambil memeluk putri kesayangan nya itu. "Aku juga sangat senang sekali Bu, tiba-tiba saja Mas Arga mengajak aku untuk pergi menemui kalian." Sahut Sahira. Pak Tomi dan Bu Inggit pun langsung menoleh ke arah Arga dan tersenyum padanya. Arga pun mencoba membalas senyuman mereka, walau dengan ekspresi wajah yang jutek. "Sebenarnya nenek memintaku untuk memberikan hadiah pada kalian, aku tahu kalau Sahira pasti merindukan kalian jadi aku juga mengajaknya ikut dengan ku kesini." Ujar Arga. "Duduklah dulu nak Arga, ibu akan buatkan minum dulu." Arga pun menurut dan angsung duduk."Nak Arga, sampaikan ucapan terimakasih untuk Nek Sukma dan yang lainnya." Ujar Pak Tomi. "Iya Pak, akan aku sampaikan pada mereka.""Apa kalian akan menginap disini?" Tanya Bu Inggit. "Hhmm tidak Bu, aku akan pulang." Balas Sahira dengan raut wajah yang terlihat sedih.Tidak apa-apa Bu, meskipun Sahira tidak menginap tapi kit

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 6

    "Sahira dan Arga mau pergi kemana Bu?" Tanya Bu Mayang. "Mereka akan pergi ke rumah orang tuanya Sahira, nanti sore juga mereka akan segera kembali." Sahut Nek Sukma. "Kenapa ibu tidak ikut dengan mereka juga." "Aku ini sedang merasa tidak enak badan, itulah kenapa aku tidak ikut dengan mereka. Seharusnya kamu yang pergi dengan mereka, meskipun Arga bukan anak kandungmu tapi tetap saja kau juga ibunya." "Sebenarnya aku ingin ikut menemani mereka pergi dan bertemu dengan keluarga Sahira, hanya saja aku masih belum merasa tenang selama belum tahu tentang keberadaan nya Baskara. Sejak kemarin Baskara tidak ada kabar sama sekali, dan aku sangat mengkhawatirkan nya." Nek Sukma pun terdiam, dan ikut memikirkan tentang keberadaan nya Baskara. "Ini sudah dua puluh empat jam, sebaiknya kamu hubungi polisi saja, aku khawatir kalau sesuatu hal yang buruk telah terjadi pada Baskara tanpa kita sadari, Baskara tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia juga sangat menantikan pernikahan ini dan

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 5

    "Aku sama sekali tidak peduli dengan alasanmu itu Ibu, yang membuat aku senang tindakan mu itu sangat menguntungkan aku. Karena jika Baskara tahu Sahira dan Arga sudah menikah, aku yakin sekali dia akan berhenti berharap dan mencintai Sahira lagi. Andai saja semua orang tahu, kalau akulah penyebab Baskara tidak datang ke acara pernikahan nya." Gumam Bu Mayang dalam hatinya sambil terus licik. Wanita paruh baya itu, lalu segera pergi ke kamar nya. ***Terlihat, Sahira baru saja selesai mandi namun dia terlihat sangat kebingungan. Arga yang menyadari hal itu pun, langsung melemparkan sebuah selimut dan bantal ke arah istrinya. "Kau bisa tidur di bawah, aku cukup baik memberikan mu sebuah bantal dan selimut." Ujar pria itu dengan ketus. Sahira pun lebih memilih diam dan tidak mengatakan apapun.. Tanpa banyak bicara dan protes, gadis itu lalu mulai membaringkan tubuh nya di atas karpet yang ada di lantai, dan mulai tertidur dengan tenang. "Kenapa dia hanya diam saja tanpa mengataka

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 4

    "Sahira, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dan kamu harus selalu ingat dengan pesan-pesan ibu untuk menjadi istri yang baik, nurut pada suamimu dan keluarga barumu ya nak. Jangan sampai kamu membuat mereka kecewa, ibu pasti akan sangat merindukan kamu." "Iya Bu, aku pasti akan selalu ingat dengan nasehat dari ibu. Aku juga pasti akan sangat merindukan ibu dan bapak." "Selamat untuk kalian berdua, nenek berharap setelah pernikahan ini hidup kalian akan selalu bahagia." "Selamat untuk kalian." Lanjut Bu Mayang. "Arga, Papa harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Sahira selama pernikahan ini terjadi. Karena bagaimanapun secara hukum dan agama Sahira tetaplah istri kamu, tetap lakukan tugas kamu sebagai seorang suami." Ujar Pak Lukas pada putra nya dengan suara pelan. "Sahira, kamu jangan khawatir ya karena Papa janji akan selalu menjaga kamu. Bahkan kamu bukan hanya seorang menantu di rumah kami, tapi kamu sudah Papa anggap sebagai putri Papa sendiri. Jika kamu mer

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 3

    "Aku setuju untuk menikah." Balas Sahira mengejutkan semua orang."Kamu yakin nak? Jangan Sahira." Ujar Pak Tomi."Aku sudah yakin dengan keputusan ku itu Pak, aku rasa ini adalah jalan yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak bisa melihat ibu dan bapak menderita seperti ini, lagi pula ini hanya sampai tiga bulan saja, setelah itu aku bisa kembali pada kalian.""Tapi itu bukanlah pilihan yang tepat Sahira, bapak tidak setuju jika kamu menikah dengan cara seperti itu.""Ini hanya untuk sementara Pak, tolong restui aku. Bapak tidak perlu begitu mengkhawatirkan aku karena keluarga mereka pasti akan menjaga aku dengan baik.""Pak Tomi, kalau memang ini jalan yang terbaik untuk kita semua saya sendiri setuju untuk menikahkan putra sulung saya dengan Sahira. Pak Tomi juga tidak perlu khawatir, selama Sahira tinggal dengan kami, kami akan memperlakukan Sahira dengan sangat baik dan menjaga nya dengan aman." Ujar Pak Lukas..Tak di sangka semua itu ternyata di dengar oleh Argantara yang berdi

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status