공유

Bab 2

last update 최신 업데이트: 2025-12-29 21:12:17

Mendengar hal itu tentu saja membuat kedua orang tua Sahira merasa sedih, begitu juga dengan Sahira..

Tetapi mereka lebih memilih diam dan tidak menggubris ucapan para tetangganya itu..

"Sudah kamu jangan terlalu mendengarkan ucapan mereka, itu tidaklah penting." Ujar Rani sambil mengusap pundak sahabat nya itu.

Tak lama terdengar suara mobil yang datang.. Dengan cepat Pak Lukas dan Bu Mayang pun segera melihat ke depan.

Tak lama turunlah seorang pria tampan yang begitu gagah, dia datang bersama seorang wanita tua..

"Argantara..." Panggil Pak Lukas.

Pria itu pun membuka kaca mata hitam nya, sehingga terlihat mata indah nya yang sayu.

"Apa pernikahan nya sudah selesai?" Tanya Nek Sukma.

"Belum ibu, sampai sekarang Baskara tidak datang kesini. Kami pikir dia akan datang bersama kalian, aku juga sudah mencoba menghubungi ibu tapi ibu tidak menjawab telpon nya." Sahut Bu Mayang.

"Handphone ku tertinggal di rumah, tapi bagaimana mungkin Baskara belum datang. Bukankah dia pergi bersama kalian."

"Justru itu Bu, sampai sekarang dia belum datang juga. Semua orang sedang menunggu nya disini, kasian Sahira dan keluarga nya jika sampai Baskara tidak datang, mereka akan menanggung malu di depan semua orang."

"Entah kemana pergi nya anak itu, tidak mungkin jika dia pergi begitu saja di hari pernikahan nya. Selama ini dia begitu semangat menantikan hari ini."

"Argantara, apa sebelumnya Baskara ada menghubungi kamu?" Tanya Bu Mayang.

Baskara pun hanya merespon dengan menggelengkan kepalanya...

Namun tiba-tiba saja Pak Tomi jatuh pingsan, hingga mengejutkan semua orang. Dengan cepat mereka pun langsung masuk ke dalam untuk melihat situasi disana.

"Arga, ayo kita masuk nak." Ajak Nek Sukma.

"Tidak nek, nenek saja yang masuk aku akan menunggu disini saja." Balas pria itu.

"Baiklah tapi kamu jangan pergi kemana-mana ya, kamu harus tunggu disini. Kalau kamu sampai pergi, nenek akan sangat marah pada kamu." Ujar wanita tua itu mengancam.

"Baik Nek." Balas Argantara singkat.

****

Apa yang sudah terjadi pada Pak Tomi?" Tanya Pak Lukas dengan panik.

Sahira yang melihat nya pun langsung buru-buru berlari menghampiri bapak nya..

"Pak, bapak kenapa Bu?" Tanya Kanaya sambil menangis.

"Ibu juga tidak tahu, tiba-tiba saja bapak kamu jatuh pingsan." Sahut Bu Inggit dengan panik.

"Sebaiknya kita bawa Pak Tomi ke kamar nya, ayo bantu angkat."

Dengan cepat Pak Tomi pun di bawa masuk ke dalam kamar nya, sementara para tamu undangan yang lain masih sebagian sudah ada yang pergi meninggalkan pesta itu.

"Pak, bangun Pak." Pinta Bu Inggit dengan nada lirih.

Di dalam kamar itu juga keluarga Baskara ikut menunggu Pak Tomi siuman.

Setelah cukup lama, akhinya Pak Tomi pun sadar dari pingsan nya.

"Syukurlah akhirnya bapak sadar juga, kami semua panik melihat bapak tiba-tiba saja pingsan." Ujar Bu Inggit.

"Bapak tidak apa-apa kan Pak? Bapak baik-baik sajakan?" Tanya Sahira berulang.

"Bapak tidak apa-apa Sahira, maafkan bapak karena sudah membuat kalian semua merasa khawatir seperti ini."

"Bapak hanya kepikiran soal pernikahan kamu, apakah Nak Baskara sudah datang?" Tanya Pak Tomi dengan nada lirih.

Sahira pun hanya merespon dengan menggelengkan kepala nya..

Tentu saja hal itu membuat Pak Tomi mengerti dan menghela nafasnya panjang.

"Pak Lukas, sepertinya pernikahan ini sebaiknya di batalkan saja. Nak Baskara sepertinya tidak berniat untuk menikahi putri saya, saya tidak bisa melihat putri saya sedih seperti ini karena terus menerus berharap."

"Ini juga sudah hampir sore, dan Baskara belum datang juga. Kami siap menerima resikonya jika pernikahan ini batal, walaupun mungkin Sahira akan di pandang rendah karena telah gagal menikah, dan sulit mendapatkan jodoh kembali."

"Tapi sebagai ayah nya, saya lebih sakit lagi melihat putri saya harus menunggu hal yang tidak pasti." Ungkap Pak Tomi sambil meneteskan air mata sedih.

"Jangan bicara seperti itu Pak, ini adalah kesalahan kami. Maaf karena saya tidak bisa mencegah hal seperti ini, saya juga bingung dengan keberadaan nya Baskara saat ini, anak buah saya juga sedang mencari keberadaan nya." Sahut Pak Lukas yang merasa tidak enak.

"Pernikahan nya akan tetap berlangsung." Celetuk Nek Sukma.

Semua orang pun langsung melihat ke arah Nek Sukma sambil menatap tajam.

"Ibu, apa maksud ibu pernikahan nya masih bisa di langsungkan. Itu tidaklah mungkin karena pengantin pria tidak datang, tolong jangan membuat suasana semakin gaduh ibu." Sahut Bu Mayang dengan ekspresi wajah yang panik.

"Baskara memang tidak datang, tapi kita masih memiliki satu putra lagi yang bisa menikahi Sahira saat ini juga." Balas Nek Sukma.

"Maksud ibu Argantara?" Tanya Pak Lukas.

"Iya, cucuku Argantara yang akan menikahi Sahira menggantikan Baskara. Saat ini Argantara juga ada disini kan."

"Itu tidak mungkin Bu, Argantara pasti tidak akan pernah setuju dengan hal ini. Ibu aku tidak ingin membuatnya marah karena harus memaksa nya menikah dengan orang yang sama sekali tidak dia kenal." Bisik Pak Lukas pelan.

"Argantara pasti akan setuju atas permintaan dariku, coba kalian pikirkan saja bagaimana nasib gadis itu. Apakah kalian tidak kasian pada Sahira dan keluarganya, mereka harus menanggung malu karena di permainan oleh keluarga kita."

"Demi menyelamatkan kehormatan dua keluarga, tidak ada pilihan lain lagi selain menikahkan Argantara dengan Sahira."

Mereka semua pun hanya bisa diam dan saling melirik satu sama lain, Sahira juga tampak bingung dengan apa yang terjadi saat ini.

Nek Sukma pun menghampiri Sahira dan mencoba untuk bicara dengan nya.

"Sahira sayang, bagaimana menurut kamu nak? Apa kamu setuju untuk menikah dengan Argantara putra sulung di keluarga kami, nenek tahu kamu tidak mengenalnya dengan baik tapi Arga adalah pria yang baik, percaya pada nenek." Ujar Nek Sukma membujuk Sahira.

Sahira pun hanya terdiam sambil berpikir sejenak, dia melihat kedua orang tuanya yang terlihat sangat sedih. Dia juga memikirkan bagaimana nasib keluarga nya di mata masyarakat jika dia sudah gagal menikah..

"Jika Sahira dan Arga menikah, itu akan lebih bagus lagi. Dengan begitu Baskara tidak akan memiliki kesempatan untuk bisa kembali pada Sahira karena Sahira sudah menjadi kakak ipar nya, aku sangat berterimakasih sekali pada ibu karena telah mengusulkan hal ini." Gumam Bu Mayang sambil tersenyum kecil.

"Sahira, Tante rasa apa yang di katakan oleh Nek Sukma itu ada benar nya juga. Kamu juga tidak mungkin terus menerus harus menunggu Baskara datang, kamu lihat sendirikan sampai detik ini Baskara juga tidak memberikan kabar apapun pada kita semua."

"Tante tahu hal ini pasti berat sekali untuk kamu, tapi coba kamu pikirkan tentang perasaan kedua orang tua kamu nak. Hati mereka jauh lebih sakit pastinya." Ujar Bu Mayang.

"Tidak sayang, kamu tidak perlu mengorbankan diri kamu dan perasaan kamu untuk kami, tidak apa-apa nak kami akan tetap baik-baik saja setelah ini. Kita akan selalu bersama untuk melewati semuanya." Sahut Bu Inggit.

"Begini saja, bagaimana kalau Sahira dan Arga tetap menikah sampai usia pernikahan mereka tiga bulan, setelah itu mereka bisa berpisah." Ujar Nek Sukma.

"Bu, tolong jangan mengatakan hal itu. Karena itu tidak mungkin di lakukan, ibu yang selalu mengatakan kalau pernikahan itu bukanlah sebuah lelucon." Ujar Pak Lukas protes.

이 책을.
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 8

    "Sahira, coba tanyakan pada suami kamu makanan apa yang dia suka. Ibu akan membuatkan nya." Ujar Bu Inggit. "Tidak perlu Bu, kita akan memasak makanan dengan bahan yang ada saja di rumah. Aku juga tidak tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai nya." Sahut Sahira. "Kamu tidak boleh bersikap seperti itu Sahira, ibu tahu kalau kalian menikah dengan cara yang berbeda tapi bagaimana pun juga dia tetaplah suami kamu. Dan selama kamu masih menjadi istrinya, kamu harus bisa menghormati dia juga melayani Arga dengan baik." "Iya Bu, aku perlu waktu untuk bisa melakukan semua itu. Mungkin dengan seiring berjalan nya waktu, aku bisa mulai terbiasa." "Ya sudah sekarang kamu bantu ibu menyiapkan makanan nya, ini adalah kali pertamanya kamu dan suami kamu menginap di rumah ini." Sahira pun hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum kecil. Sementara itu, Baskara terlihat sudah rapih sekali. Bu Mayang pun segera menghampiri putra nya itu. "Baskara, kamu mau pergi kemana nak?" Tanya

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 7

    "Sahira, ibu senang sekali kamu bisa datang kesini menemui kami." Ujar Bu Inggit sambil memeluk putri kesayangan nya itu. "Aku juga sangat senang sekali Bu, tiba-tiba saja Mas Arga mengajak aku untuk pergi menemui kalian." Sahut Sahira. Pak Tomi dan Bu Inggit pun langsung menoleh ke arah Arga dan tersenyum padanya. Arga pun mencoba membalas senyuman mereka, walau dengan ekspresi wajah yang jutek. "Sebenarnya nenek memintaku untuk memberikan hadiah pada kalian, aku tahu kalau Sahira pasti merindukan kalian jadi aku juga mengajaknya ikut dengan ku kesini." Ujar Arga. "Duduklah dulu nak Arga, ibu akan buatkan minum dulu." Arga pun menurut dan angsung duduk."Nak Arga, sampaikan ucapan terimakasih untuk Nek Sukma dan yang lainnya." Ujar Pak Tomi. "Iya Pak, akan aku sampaikan pada mereka.""Apa kalian akan menginap disini?" Tanya Bu Inggit. "Hhmm tidak Bu, aku akan pulang." Balas Sahira dengan raut wajah yang terlihat sedih.Tidak apa-apa Bu, meskipun Sahira tidak menginap tapi kit

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 6

    "Sahira dan Arga mau pergi kemana Bu?" Tanya Bu Mayang. "Mereka akan pergi ke rumah orang tuanya Sahira, nanti sore juga mereka akan segera kembali." Sahut Nek Sukma. "Kenapa ibu tidak ikut dengan mereka juga." "Aku ini sedang merasa tidak enak badan, itulah kenapa aku tidak ikut dengan mereka. Seharusnya kamu yang pergi dengan mereka, meskipun Arga bukan anak kandungmu tapi tetap saja kau juga ibunya." "Sebenarnya aku ingin ikut menemani mereka pergi dan bertemu dengan keluarga Sahira, hanya saja aku masih belum merasa tenang selama belum tahu tentang keberadaan nya Baskara. Sejak kemarin Baskara tidak ada kabar sama sekali, dan aku sangat mengkhawatirkan nya." Nek Sukma pun terdiam, dan ikut memikirkan tentang keberadaan nya Baskara. "Ini sudah dua puluh empat jam, sebaiknya kamu hubungi polisi saja, aku khawatir kalau sesuatu hal yang buruk telah terjadi pada Baskara tanpa kita sadari, Baskara tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia juga sangat menantikan pernikahan ini dan

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 5

    "Aku sama sekali tidak peduli dengan alasanmu itu Ibu, yang membuat aku senang tindakan mu itu sangat menguntungkan aku. Karena jika Baskara tahu Sahira dan Arga sudah menikah, aku yakin sekali dia akan berhenti berharap dan mencintai Sahira lagi. Andai saja semua orang tahu, kalau akulah penyebab Baskara tidak datang ke acara pernikahan nya." Gumam Bu Mayang dalam hatinya sambil terus licik. Wanita paruh baya itu, lalu segera pergi ke kamar nya. ***Terlihat, Sahira baru saja selesai mandi namun dia terlihat sangat kebingungan. Arga yang menyadari hal itu pun, langsung melemparkan sebuah selimut dan bantal ke arah istrinya. "Kau bisa tidur di bawah, aku cukup baik memberikan mu sebuah bantal dan selimut." Ujar pria itu dengan ketus. Sahira pun lebih memilih diam dan tidak mengatakan apapun.. Tanpa banyak bicara dan protes, gadis itu lalu mulai membaringkan tubuh nya di atas karpet yang ada di lantai, dan mulai tertidur dengan tenang. "Kenapa dia hanya diam saja tanpa mengataka

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 4

    "Sahira, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dan kamu harus selalu ingat dengan pesan-pesan ibu untuk menjadi istri yang baik, nurut pada suamimu dan keluarga barumu ya nak. Jangan sampai kamu membuat mereka kecewa, ibu pasti akan sangat merindukan kamu." "Iya Bu, aku pasti akan selalu ingat dengan nasehat dari ibu. Aku juga pasti akan sangat merindukan ibu dan bapak." "Selamat untuk kalian berdua, nenek berharap setelah pernikahan ini hidup kalian akan selalu bahagia." "Selamat untuk kalian." Lanjut Bu Mayang. "Arga, Papa harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Sahira selama pernikahan ini terjadi. Karena bagaimanapun secara hukum dan agama Sahira tetaplah istri kamu, tetap lakukan tugas kamu sebagai seorang suami." Ujar Pak Lukas pada putra nya dengan suara pelan. "Sahira, kamu jangan khawatir ya karena Papa janji akan selalu menjaga kamu. Bahkan kamu bukan hanya seorang menantu di rumah kami, tapi kamu sudah Papa anggap sebagai putri Papa sendiri. Jika kamu mer

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 3

    "Aku setuju untuk menikah." Balas Sahira mengejutkan semua orang."Kamu yakin nak? Jangan Sahira." Ujar Pak Tomi."Aku sudah yakin dengan keputusan ku itu Pak, aku rasa ini adalah jalan yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak bisa melihat ibu dan bapak menderita seperti ini, lagi pula ini hanya sampai tiga bulan saja, setelah itu aku bisa kembali pada kalian.""Tapi itu bukanlah pilihan yang tepat Sahira, bapak tidak setuju jika kamu menikah dengan cara seperti itu.""Ini hanya untuk sementara Pak, tolong restui aku. Bapak tidak perlu begitu mengkhawatirkan aku karena keluarga mereka pasti akan menjaga aku dengan baik.""Pak Tomi, kalau memang ini jalan yang terbaik untuk kita semua saya sendiri setuju untuk menikahkan putra sulung saya dengan Sahira. Pak Tomi juga tidak perlu khawatir, selama Sahira tinggal dengan kami, kami akan memperlakukan Sahira dengan sangat baik dan menjaga nya dengan aman." Ujar Pak Lukas..Tak di sangka semua itu ternyata di dengar oleh Argantara yang berdi

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 책을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 책을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status