Share

Terpaksa Dinikahi CEO Tengil
Terpaksa Dinikahi CEO Tengil
Author: Nashwa Fazila

Bab 1

last update Last Updated: 2025-12-29 21:07:33

Terlihat di salah satu rumah yang sederhana, telah di langsungkan sebuah pesta pernikahan. Dimana para tamu undangan pun sudah berdatangan memenuhi pesta itu..

"Sahira, kamu terlihat sangat cantik sekali. Pasti Baskara akan sangat terpesona dengan kecantikan mu ini."

Sahira pun tersenyum kecil, saat mendapatkan pujian dari sahabat baiknya itu.

"Terimakasih Rani." Balas nya singkat namun terlihat begitu senang.

"Aku sangat gugup sekali, dan sejak tadi tidak bisa merasa tenang."

"Tidak apa-apa, itu hal yang wajar untuk seseorang yang akan menikah. Aku dengar katanya mereka akan merasa sangat gugup selama mereka belum dinyatakan sah sebagai pasangan suami istri."

"Kamu ini sangat beruntung sekali karena bisa menikah dengan orang yang kamu cintai, Baskara itu memang sosok pria yang sangat baik selain itu dia juga berasal dari keluarga terpandang."

"Aku dengar Baskara juga memiliki seorang kakak laki-laki, yang tidak kalah tampan nya, kalau tidak salah namanya itu Argantara. Tapi sifat nya itu jauh berbeda sekali dengan Baskara, kakak nya sangat dingin dan arogan. Meskipun tampan tapi dia sangat menyeramkan, aku dengar kakak nya itu juga merupakan seorang CEO di perusahaan milik keluarga nya. Aku tidak bisa membayangkan saat kamu akan memiliki kakak ipar seperti itu, untung saja kamu bukan menikah dengan nya." Ujar Rani.

Mendengar hal itu, Sahira pun hanya tersenyum kecil saja..

"Sahira sayang, apa kamu sudah siap nak?" Tanya wanita paruh baya yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamar itu.

"Ibu, aku sudah siap sejak tadi." Balas Sahira.

"Keluarga nya Baskara sudah datang, tapi Baskara masih dalam perjalanan. Mungkin sebentar lagi dia akan segera tiba." Ujar wanita paruh baya bernama Inggit itu.

"Loh aneh sekali, kenapa Baskara tidak datang bersamaan dengan keluarga nya Tante."

"Entahlah, Tante juga tidak tahu. Tapi tidak apa-apa, sebentar lagi juga Baskara akan datang kesini."

"Kamu harus sabar sedikit ya Sahira, pangeran mu itu sebentar lagi akan segera datang." Celetuk Rani menggoda Sahira.

"Rani, kamu tolong temani Sahira disini ya. Tante akan pergi ke depan untuk menyambut para tamu yang datang."

"Baik Tante." Balas Gadis itu dengan senang hati.

Di luar semua orang sudah datang, namun mempelai pria tak kunjung datang juga..

"Mah, coba Mama telpon Baskara ada dimana saat ini, kenapa dia belum sampai juga seharusnya dia sudah sejak tadi berada disini." Bisik Pria paruh baya bernama Lukas.

"Iya Pah, Mama akan coba menghubungi Baskara sekarang." Sahut Bu Mayang.

Bu Mayang pun langsung beranjak dari duduk nya, dan mencoba untuk menghubungi putra nya itu..

Namun bukan Baskara yang dia hubungi, melainkan orang lain..

"Hallo, bagaimana apa semuanya sudah kamu bereskan?" Tanya wanita paruh baya itu berbisik.

"Tenang Bu, semuanya sudah aman terkendali. Sekarang target sudah bersama kami dan sudah berhasil kami sekap." Balas seorang pria di balik telpon itu.

"Baguslah, jangan sampai ada yang tahu kalau semua ini adalah rencana saya. Pokok nya saya tidak mau tahu, kamu harus bisa menahan dia agar tidak kabur, sebelum saya meminta kamu untuk melepaskan nya."

"Baik Bu."

Dengan cepat Bu Mayang pun langsung menutup kembali telpon nya, dan segera kembali menemui suaminya.

"Pah, Mama sudah mencoba menghubungi Baskara tapi nomor nya malah tidak aktif. Bagaimana ini Pah, semua orang sudah menunggu disini, tidak mungkin jika pernikahan ini di langsungkan tanpa pengantin pria." Ujar Bu Mayang dengan ekspresi wajah yang gelisah.

"Sebenarnya kemana perginya Baskara, seharusnya tadi kita tidak membiarkan dia berada di dalam mobil itu sendirian. Seharusnya kita mendampingi dia tadi, mungkin kejadian nya tidak akan jadi seperti ini."

Melihat kedua orang tua Baskara gelisah, tentu saja Pak Tomi dan Bu Inggit pun ikut gelisah juga.

"Pak, ini sudah siang tapi Nak Baskara belum juga datang, semua orang sudah menunggu dan sudah melewati batas waktu, apa perlu kita tanyakan pada Bu Mayang dan Pak Lukas." Gumam Bu Inggit.

"Biar bapak yang akan bicara dengan mereka Bu." Balas Pria paruh baya itu, lalu berjalan menghampiri kedua orang tua Baskara.

"Permisi Pak, apa Nak Baskara masih dalam perjalanan? Maaf sebelumnya tapi ini sudah siang, dan kita sudah menunggu terlalu lama." Bisik Pak Tomi.

Mendapatkan pertanyaan itu, tentu saja membuat Pak Lukas merasa gugup.

"Hhmm begini Pak, kami sudah mencoba untuk menghubungi Baskara tapi nomor nya justru tidak aktif dan kami juga tidak tahu dengan keberadaan nya saat ini. Kalau bisa, saya minta waktunya sebentar lagi, siapa tahu Baskara akan segera datang mungkin saja dia mengalami masalah di jalan."

"Hhmm baiklah Pak." Sahut Pak Tomi, yang langsung kembali duduk di kursi nya.

"Mah, coba Mama hubungi ibu apakah dia sedang bersama Baskara. Siapa tahu Baskara datang kesini bersama dengan Ibu dan Kakak nya, khawatir nya sebelum datang kesini dia datang menemui Argantara untuk membujuk nya agar datang." Pinta Pak Lukas.

"Baik Pah, Mama akan menelpon ibu dan bertanya padanya."

"Baskara tidak akan pernah datang, percuma kalian menunggu sampai malam pun karena aku sudah meminta seseorang untuk menculik Baskara."

"Aku terpaksa melakukan semua itu, karena aku tidak ingin putra kesayanganku menikah dengan Gadis biasa seperti Sahira, aku sendiri sudah memilih calon istri yang baik untuk putraku." Gumam Bu Mayang di dalam hatinya.

Satu jam berlalu, waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang, namun pengantin pria tidak kunjung datang juga. Para tamu undangan juga sebagian sudah mulai meninggalkan pesta itu.

"Kenapa Mas Baskara belum datang juga, ini sudah lebih dari tiga jam sejak keluarga nya datang. Aku takut jika sudah terjadi sesuatu pada Mas Baskara." Ujar Sahira.

"Kamu tenang dulu ya Sahira, aku tahu saat ini kamu merasa gelisah tapi jangan khawatir semuanya pasti akan baik-baik saja. Kamu lihat sendirikan kedua orang tuanya Baskara ada disini, pasti dia juga akan segera datang." Sahut Rani yang mencoba untuk menenangkan sahabat nya itu.

"Maaf, kapan acara nya bisa di mulai. Saya sudah menunggu disini cukup lama, dan saya juga harus menikahkan calon pengantin yang lain." Ujar Pak penghulu itu.

"Hhmm tunggu dulu sebentar Pak, kami masih menunggu mempelai pria nya datang."

"Apa jangan-jangan mempelai pria nya tidak akan datang, kita disini sudah menunggu sejak pagi dan sampai sekarang dia belum juga datang. Khawatir nya pengantin pria justru kabur bersama wanita lain, jika hal itu terjadi kasian sekali Sahira." Celetuk salah satu tamu disana.

"Iya benar sekali, padahal kami sudah sangat senang saat mendengar Sahira akan menikah, tapi ujung-ujungnya malah di tinggalin calon pengantin pria di hari pernikahan. Kasian sekali nasib nya Sahira kalau seperti itu, maaf ya Pak Tomi Bu Inggit, jika Sahira sampai gagal menikah takutnya tidak akan ada pria manapun yang mau menikahi Sahira."

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 63

    Beberapa bulan kemudian, Clara pun terlihat begitu bahagia saat melihat hasil tespek nya yang menunjukkan jika dirinya positif hamil, tentu saja hal itu membuat semua orang ikut merasakan kebahagiaan nya. "Mas, akhirnya setelah sekian lama kita menunggu aku bisa hamil juga." Ujar nya sambil memeluk suaminya. "Iya sayang, terimakasih ya kamu sudah memberikan aku kebahagiaan yang luar biasa." Sahut Baskara. "Selamat untuk kalian berdua ya, aku ikut bahagia." Ujar Sahira. "Terimakasih Mba Sahira." "Selamat ya Baskara, Clara. Nenek ikut bahagia sekali setelah mendengar kabar baik ini, itu artinya sebentar lagi nenek akan segera memiliki banyak cicit." "Terimakasih Nek." Balas Baskara. "Hari ini aku dan Clara juga sudah memutuskan untuk datang menemui Mama di penjara, kami juga ingin memberitahu Mama tentang kabar baik ini. Apapun kesalahan yang sudah Mama lakukan, tetap saja dia adalah Mama ku, orang yang paling aku sayang." Ujar Pria itu dengan nada sedih. "Tentu Nak, kam

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 62

    Besok paginya Baskara dan Clara pun terlihat membawa beberapa koper dan ingin pamit pada keluarganya."Kalian akan pergi kemana? Apa kalian akan pergi liburan?" Tanya Pak Lukas. "Tidak Pah, aku dan istriku akan pindah dari rumah ini. Kami berdua sudah memutuskan untuk tinggal di rumah yang sudah Papa siapkan untuk aku." Sahut Baskara. "Tapi kenapa mendadak seperti ini, kenapa kalian tidak memberitahu kami tentang hal ini lebih dulu." "Kepindahan kami juga memang sangat mendadak Pah, itulah kenapa kami belum sempat memberitahu kalian. Aku harap kalian semua tidak keberatan jika kami memutuskan untuk tinggal terpisah, karena aku rasa ini adalah satu-satunya jalan yang terbaik untuk kita semua, terutama untuk hubungan kami berdua." "Kalau memang itu sudah menjadi keputusan kalian, nenek sangat menghargai itu. Justru nenek bangga dengan sikap mandiri kamu, dan nenek harap kamu akan sering datang kesini mengunjungi kami semua. Kita adalah satu keluarga, nenek tidak ingin setelah banyak

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 61

    Beberapa hari kemudian, Keluarga Sahira pun datang ke kediaman Pak Lukas untuk menjemput Sahira. "Kami senang sekali karena kalian datang kesini, Sahira pasti akan sangat senang melihat kedua orangtua nya berkunjung." Ujar Pak Lukas. "Iya Pak, tapi dimana Sahira." Tanya Pak Tomi.Tak lama Sahira pun datang menghampiri mereka bersama dengan Arga. "Bapak, Ibu. Kapan kalian datang, kenapa tidak memberitahu aku." Ujar Sahira sambil mencium tangan kedua orang tuanya. "Kami baru saja datang Sahira.""Maksud kedatangan Kemi kesini, karena kami ingin menjemput Sahira untuk pulang bersama kami. Ini sudah tiga bulan tepat pernikahan Sahira dan Nak Arga." Ujar Pak Tomi yang mengejutkan semua orang. "Sahira, sekarang kamu sudah bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan kami." Lanjut Bu Inggit. Tentu saja hal itu membuat semua orang terkejut bukan main, Sahira pun hanya terdiam sambil menoleh ke arah Arga, mengisyaratkan untuk tidak membiarkan nya pergi dengan menggelengkan kepalanya. "Hhm

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 60

    Keesokan paginya, semua orang pun bersikap acuh pada Bu Mayang, tidak ada satu pun orang yang berani menegurnya. "Ibu,, apa Baskara sudah berangkat ke kantor?" Tanya Bu Mayang. "Iya, dia sudah berangkat ke kantor sejak tadi pagi. Kenapa? Apa kamu masih belum puas menyakiti hati putra mu itu." Sahut Bu Sukma. "Ibu, kenapa ibu terus saja menyalahkan aku. Sebagai seorang ibu tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak kita Bu, pasti ibu juga akan melakukan hal yang sama seperti aku." "Kata siapa kalau aku akan melakukan hal seperti itu, aku ini tidak sama jahat nya dengan kamu, buktinya meskipun aku tidak begitu menyukaimu aku tetap membiarkan Lukas menikahi mu, jika dibandingkan dengan Melinda jelas kau ini tidak ada apa-apa nya." Ujar Nek Sukma. Mendengar hal itu, tentu saja membuat Bu Mayang merasa kesal dan sakit hati. "Berani sekali ibu berkata seperti itu padaku." Gerutu Bu Mayang sambil mendorong Nek Sukma dari atas tangga. Untung saja Sahira berada disana, sehingga

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 59

    Sore harinya, Baskara pulang dalam keadaan marah dan memangil semua orang untuk turun. "Mah, Pah. Dimana kalian, cepatlah kesini." Teriak Baskara. Arga yang baru saja tiba di rumah pun merasa heran dengan tingkah adiknya itu. Tak butuh waktu lama, semua orang pun langsung datang menghampiri Baskara."Baskara, ada apa nak? Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu?" Tanya Nek Sukma."Ada sesuatu yang begitu penting yang ingin aku beritahukan pada kalian semua, ini tentang aku dan Sahira." "Apa yang kamu katakan Baskara, kenapa kamu malah ingin membahas soal kamu dan Sahira." Ujar Bu Mayang. "Iya mah benar sekali, dan kali ini aku sangat butuh kejujuran dari Mama." "Kejujuran apa yang kamu maksud?" "Aku baru saja kembali dari kantor polisi untuk menemui para penjahat itu, dan mereka mengatakan kalau Mama adalah orang yang sudah membayar mereka untuk menculik aku, di hari pernikahan ku dengan Sahira." Ungkap Baskara dengan mata yang berkaca-kaca, tampak jelas jika pemuda itu sudah tid

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 58

    Setelah acara selesai, pada malam harinya Baskara pun di minta untuk mengajak istrinya pergi ke kamar. Clara begitu senang saat dirinya di pangku oleh Baskara, berharap malam ini akan menjadi malam yang sangat indah untuk mereka berdua. Sesampainya di kamar, Baskara pun menurunkan Clara dari pangkuan nya. "Akhirnya ya Mas kita bisa menjadi sepasang suami istri, aku sangat bahagia bisa memiliki kamu." Ujar Clara. Baskara pun hanya merespon dengan tersenyum kecil. Clara pun mulai mendekati Baskara dengan menggodanya, berharap Baskara akan bereaksi. "Sebaiknya kita pergi istirahat saja, aku sangat lelah dan sudah mengantuk sekali." Sahut Baskara dengan cuek. Mendengar hal itu, tentu raut wajah Clara langsung berubah. "Ini adalah malam pertama kita setelah menikah, apa kamu akan melewati momen berharga ini." "Maaf Clara, kita memang sudah menikah tapi aku rasa aku masih butuh waktu untuk bisa melakukan hal itu, aku harap kamu bisa mengerti." "Kalau begitu kenapa kamu n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status