分享

Bab 39

作者: Liazta
last update publish date: 2026-05-23 23:12:53

​Xavier terbangun. Matanya terbuka perlahan, menyesuaikan diri dengan temaram lampu ruangan yang sengaja diredupkan. Hal pertama yang tertangkap oleh indra penglihatannya adalah sosok Liora. Gadis itu tertidur pulas dalam posisi duduk, bersandar pada lengan sofa dengan kepala sedikit miring.

​Dan Xavier baru menyadari satu hal yang membuat jantungnya berdesir aneh—ia telah menjadikan paha gadis itu sebagai bantal selama entah berapa jam.

​Dengan gerakan yang sangat pelan dan hati-hati agar tida
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 180

    "Belum mandi, ya?" tanya Xavier lembut seraya melirik jam di pergelangan tangannya setelah mereka cukup lama tenggelam dalam dunia imajinasi boneka.Liora tertegun seketika. "Ya ampun! Aku lupa! Papi ulang tahun dan kita kan diajak makan malam ke restoran!"Gadis itu panik setengah mati. Jika Xavier tidak mengingatkannya, ia dipastikan bakal lupa total karena terlalu keasyikan bermain boneka. Tanpa membuang waktu, Liora langsung berhambur bangkit dan berlari kencang menuju kamarnya untuk bersiap-siap.Xavier hanya tersenyum gemas menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah calon istri kecilnya yang begitu menggemaskan.Sementara itu, John yang duduk kaku di sofa sudut ruangan hanya bisa mengelus dada menyaksikan pemandangan ajaib tersebut. Bagaimana mungkin pria sekelas Xavier Dominic—sang penguasa jaringan bisnis yang ditakuti seluruh konglomerat—bisa berubah selembut ini? Dalam hati John tertawa miris. Sebenarnya bos besar ini sedang mencari calon istri atau malah sedang mengadopsi

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 180

    Jika bukan karena ada janji temu yang teramat penting dengan klien kelas atas, Xavier dipastikan tidak akan mau menginjakkan kaki kembali ke kantor. Hatinya tertinggal sepenuhnya di rumah asri Bibi Nina. Rasa rindu kepada Liora—calon istri kecilnya yang menggemaskan itu—bukan makin surut, melainkan kian memuncak hingga terasa menyesakkan dada. Namun sebagai pemimpin tertinggi Dominic Group, profesionalitas tetap menjadi pilar utamanya.Matahari mulai bergerak ke barat saat Xavier melangkah anggun memasuki VIP Meeting Room di lantai paling atas gedung pencakar langit miliknya. Langkah kakinya yang tegap, dipadu dengan balapan setelan jas hitam buatan penjahit Italia, memancarkan aura dominasi, ketegasan, serta karisma yang begitu menghipnotis.Di dalam ruangan, seorang pengusaha kelas atas asal Eropa bersama tim hukumnya sudah menunggu. Xavier duduk dengan tenang, menyilangkan kaki seraya memiringkan kepalanya sedikit. Tanpa membuang waktu dengan basa-basi yang tidak perlu, ia langsung

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 179

    Leli tidak bisa hanya diam mematung seperti orang bodoh. Ia tak akan sanggup bertahan hidup tanpa gelontoran uang tunai, apalagi terus-terusan mengurung diri di rumah mewah yang kini terasa seperti penjara dingin. Hatinya kian teriris dan mendidih tatkala teringat raut menyedihkan Cynthia—putri kesayangannya yang sampai harus menguras isi kotak perhiasan demi mempertahankan gengsi di depan teman-temannya."Tidak! Aku harus berbicara dengan Martin sekarang juga!" desis Leli seraya mengepalkan tangannya erat-erat, matanya berkilat penuh amarah yang membakar. "Aku tidak mau hidup melarat seperti ini! Apa haknya melarangku menggunakan uang perusahaan?! Aku ini istrinya, sah secara hukum! Aku bebas melakukan apa saja dengan harta itu! Lalu atas dasar apa dia berani membekukan semua kartu kreditku?!"Kesabaran Leli benar-benar telah tandas. Ia sudah sangat muak melihat perubahan sikap Martin yang dinilainya makin tidak wajar dan keterlaluan hanya demi membela Liora.Tanpa membuang waktu, wa

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 178

    Mobil mewah Xavier akhirnya berhenti mulus di halaman rumah Bibi Nina yang asri. Xavier tak langsung membukakan pintu atau membangunkan Liora. Pria tegap itu justru bergeming, membiarkan tubuhnya tetap menjadi sandaran nyaman seraya menatap lekat-lekat wajah polos calon istrinya yang masih tertidur lelap. Udara tenang di sekitar rumah Bibi Nina seolah menambah kehangatan suasana.Mendengar deru mesin mobil di luar, Bibi Nina yang mengenakan daster rumahan bergegas berlari kecil menuju halaman. Dengan senyum lebar di wajah keriputnya yang hangat, pengasuh setia itu membuka pintu mobil di sisi Liora."Ya ampun... dia tidur?" bisik Bibi Nina terkekeh pelan seraya menutup mulutnya. "Apa dia sangat lelah setelah ujian, Tuan Xavier?"Xavier menyunggingkan senyum tipis yang amat menawan. "Sepertinya iya, Bi. Dia sangat kelelahan."Usapan lembut tangan Bibi Nina di pipinya serta aroma minyak kayu putih khas pengasuhnya itu perlahan mengusik tidur Liora. Lenguhan halus terdengar dari bibir mun

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 177

    Xavier tidak bisa menyembunyikan senyum hangat di wajahnya tiap kali melihat raut bahagia Liora. Binar gembira di mata gadis itu seolah menjadi penawar dari segala kepenatan dan kedinginan dunianya."Kado untuk Papimu sudah siap," ujar Xavier lembut sambil mengusap pelan puncak kepala Liora. "Sekarang, kamu mau ikut aku ke kantor atau mau aku antar pulang?"Xavier paham betul Liora pasti sangat lelah setelah menempuh ujian kampus yang menyita pikiran sejak pagi, ditambah lagi maraton belanja yang cukup menguras tenaga.Liora mengulas senyum manis, menyandarkan kepalanya sejenak di lengan kekar Xavier. "Aku mau pulang ke rumah Bibi Nina... Aku rindu sekali dengan Bibi Nina."Tidak dipungkiri, Liora sudah sangat merindukan sosok wanita hangat yang merawat dan mengasuhnya sejak bayi itu. Liora memang butuh istirahat, namun bayangan harus berhadapan dengan Leli dan Cynthia di rumah utama Martin seketika membuat selera dan energinya menguap. Rumah Bibi Nina adalah tempat teraman baginya un

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 176

    "Mami, aku minta uang..." rengek Cynthia dengan nada teramat iba tatkala Leli baru saja melangkahkan kaki ke dalam kamar mewahnya.Wajah Cynthia tampak sangat menyedihkan. Matanya sembab dan bengkak akibat terlalu banyak menangis sejak semalam. Rumah ini benar-benar tak lagi terasa nyaman baginya. Jika dulu satu tetes air matanya saja sanggup membuat seluruh isi rumah panik setengah mati, kini bahkan saat matanya membengkak sekalipun, tak ada satu orang pun yang peduli.Leli terdiam mematung. Ditatapnya raut kusam putri kesayangannya itu dengan rasa bersalah yang menggerogoti dada. "Bukannya Mami tidak mau memberimu uang, Sayang... tapi Mami juga benar-benar tidak pegang uang tunai sama sekali. Kamu kan tahu sendiri, semua kartu kredit dan rekening kita sudah dibekukan total oleh Papimu.""Lalu mau sampai kapan kita seperti ini, Mi?! Aku tidak bisa kalau terus-terusan begini!" jerit Cynthia frustrasi, air matanya kembali menetes deras. "Aku tidak mungkin selamanya mengurung diri di da

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 6

    “Kalau begitu… aku ikut mobil polisi saja,” kata Liora sambil tersenyum ringan. “Aku tidak ingin merepotkanmu.”Pria bendahara itu sempat terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Baik, Nona. Lebih aman memang begitu.”Beberapa petugas langsung membantu memindahkan koper-koper berisi uang itu ke da

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 5

    Ruangan itu masih dipenuhi sisa tangis Cynthia.Namun Liora sudah tidak lagi memperhatikan.Tatapannya beralih ke Martin.Tatapan itu dingin dan tenang.Seolah semua emosi tadi… tidak pernah menyentuhnya."Apa, kata Lely?" “Aku setuju.”Kalimat itu keluar begitu saja.Membuat semua orang terdiam.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 4

    "Tunangan?" "Iya sayang," jawab Lely lembut.“Ada sebuah keluarga." Martin diam sejenak. Berusaha menyusun kata -demi kata. "Ada keluarga yang sangat berpengaruh di kota ini.”Liora tidak menyela.Hanya menatapnya.“Hubungan dengan mereka akan membawa banyak keuntungan bagi keluarga kita.”Kalima

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 3

    Liora melangkah masuk ke dalam rumah.Langkahnya tenang.Namun tatapannya dingin.Matanya menyapu sekeliling rumah megah itu—lantai marmer yang berkilau, lampu gantung besar yang menggantung anggun, dan setiap sudut yang tampak sempurna tanpa cela.Dulu… ia pernah bermimpi bisa kembali ke tempat in

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status