Share

Terpaksa Menikahi Pelayan
Terpaksa Menikahi Pelayan
Author: Viraadee

Bab 1

Author: Viraadee
last update publish date: 2023-09-11 20:12:47

“Tia Rhea Malavika, apa kau menerima pernikahanmu dengan Zafar Ishwar Nafian?”

Laki-laki setengah tua yang diminta untuk menikahkan pasangan itu menegaskan pertanyaannya pada mempelai wanita.

Perempuan yang dipanggil Tia itu pun terdiam cukup lama. “Aku menerimanya.” Akhirnya ucapan itu keluar dari mulutnya dengan pasrah.

Zafar adalah pelayan di rumah keluarga besar Yardan, dan pernikahan antara dirinya dengan Tia anak majikannya itu terjadi karena jebakan yang dilakukan oleh Izora Nayantara saudara tiri Tia.

Bagi Tia sendiri dia sudah kehilangan segalanya, tidak ada lagi yang ingin dia perjuangkan. Apapun yang terjadi padanya hari ini, semua seakan telah merampas habis kebahagiaan dan harapan hidupnya.

'Setelah aku menemukan ibuku nanti, akan aku balaskan semua perlakuan tidak adil ini,' pikir Tia dan mulai menanamkan tekad itu di dalam hatinya.

'Hari ini aku boleh kalah dan tidak memiliki apapun atau siapapun, tapi tunggulah. Hari dimana aku bisa bersama dengan ibuku, disaat itulah seharusnya akan menjadi hari kehancuran untuk saudara tiriku,' katanya lagi dalam hati.

Zafar hanya bisa menahan rasa sesak di hatinya melihat kondisi Tia yang menyedihkan. Sebagai seorang pengantin yang akan ia bawa ke rumahnya harus dalam keadaan seperti ini. Tanpa make up, tatapan mata yang kosong dengan mata yang sembab dan lebih menyedihkannya lagi banyak lebam di wajah dan tubuhnya.

Ibu dan saudara tiri Tia merasa sangat bangga atas hasil usahanya menyingkirkan Tia dari rumah mereka.

Tia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, sekarang dia harus pergi ke rumah Zafar sebagai istrinya tanpa membawa baju dan barang-barang miliknya. Sedangkan orang yang harusnya menikah dengan Tia harus menikah dengan Izora, saudara tirinya.

Setelah Tia sampai di rumah Zafar dia sangat terkejut karena rumahnya sangat kecil dan sempit, berbeda dengan rumah orang tuanya yang ia tempati selama ini.

Tia sampai tepat di depan pintu rumah Zafar dan langkahnya terhenti sambil memperhatikan rumah itu. Zafar yang menyadarinya pun menyuruh Tia untuk segera masuk.

“Masuklah Tia,” pinta Zafar. Dia tahu apa yang ada di dalam pikiran gadis itu tentang rumahnya.

“Masuklah nak, sekarang rumah ini adalah rumahmu juga,” kata Kamal yang merupakan ayah Zafar, sekarang menjadi mertua Tia.

Jahama yang merupakan ibunya Zafar terkejut ketika melihat putranya dan suaminya membawa seorang perempuan ke rumahnya. Jahama memang belum tahu jika Zafar mendadak menikah malam itu juga.

“Dia adalah Tia, pengantin Zafar anakmu.” Begitulah cara Kamal memperkenalkan Tia pada istrinya.

Sorot mata penuh tanya pada Jahama masih belum paham juga. "Apa?” tanya Jahama.

Zafar menyuruh Tia untuk masuk ke kamarnya, sedangkan Jahama tidak percaya dengan semua ini. Bagaimana tidak? Zafar tiba-tiba pulang dan membawa seorang perempuan yang berstatus sebagai istrinya.

“Hei Kamal jangan bercanda padaku, pengantin apa yang kau maksud? Lihatlah wajahnya penuh dengan lebam, apa kau menemukan seseorang yang dianiaya di jalanan lalu kau bawa pulang ke rumah ini?” tanya Jahama masih tidak percaya meskipun Zafar sudah membawa Tia masuk ke kamarnya.

Kamal sudah sangat lelah malam ini, dia hanya menghela nafas pelan menanggapi pertanyaan istrinya. "Percaya atau tidak, dia adalah menantumu sekarang, dia adalah putri dari Tuan Yardan, namanya Tia” jelasnya sambil duduk di kursi.

Jahama menutup mulutnya, antara ingin percaya namun sulit baginya untuk menerima itu. “Astaga putrinya? Ini tidak mungkin. Kenapa dengannya? Untuk apa dia menikah dengan Zafar?” Banyak pertanyaan yang ingin Jahama tanyakan karena dia benar-benar penasaran, namun Kamal tidak ingin membahasnya.

Kamal sudah memberitahukan pada istrinya bahwa Tia sekarang adalah menantunya. Selebihnya dia meminta Jahama bertanya sendiri dengan Zafar.

Di dalam kamar, Tia hanya bisa menangisi nasibnya, sekarang dia berada di kamar Zafar yang sangat kecil sedangkan biasanya dia tinggal di kamarnya yang mewah. Dia juga tidak memiliki apapun saat ini, bahkan baju yang dia miliki pun tidak diijinkan untuk dibawa oleh ibu tirinya.

Perempuan itu hanya bisa menangis, hidupnya seperti sudah kehilangan arah. Zafar yang melihatnya sangat tidak tega pada Tia.

“Jangan menangis Tia, berhentilah menangis,” ucap Zafar tidak tahu cara membuat gadis itu berhenti menangis.

“Aku tidak ingin tinggal di sini, aku tidak bisa Zafar. Semua ini karenamu,” kata Tia akhirnya menyalahkan Zafar. Tia tidak siap tinggal bersama suaminya.

“Jika kau tidak mau tinggal di sini, kau akan tinggal dimana Tia?”

Perempuan itu terdiam karena belum memiliki pikiran kemana ia akan tinggal dan menata hidupnya kembali setelah ini.

Zafar keluar dari kamarnya karena ingin mencari kotak obat di rumahnya dan bermaksud ingin mengobati luka Tia.

“Obati dulu lukamu,” katanya setelah ia kembali ke kamarnya.

“Jangan menyentuhku!” ujar Tia dengan cepat begitu Zafar ingin mengobatinya, dia menggeser tubuhnya menjauh dari Zafar.

Bagi Tia, Zafar tetap pelayan di rumahnya meskipun laki-laki itu sudah menikahinya sekarang.

“Menjauhlah dariku, kau tidak memiliki hak untuk mendekatiku,” lanjutnya dengan tegas.

Zafar menghela nafas berat, dia tidak mengerti kenapa dalam kondisi luka seperti ini Tia justru masih keras kepala.

“Ambilah, kau bisa mengobati lukamu sendiri,” ucap Zafar memberikan kotak obat itu padanya.

Tia menatap Zafar tidak suka. “Aku tidak membutuhkan itu, lagipula kau tidak memiliki hak untuk mengatur hidupku. Kau hanya pelayan di rumahku.”

“Sejak ayahmu memecatku, aku bukan lagi pelayan di rumahmu, dan sejak ayahmu menikahkanku denganmu maka aku adalah suamimu yang memiliki hak dan harus bertanggung jawab terhadapmu,” jelas Zafar mengingatkan Tia.

Tia tersenyum miring mendengar itu, dia pikir pernikahan itu tidak ada artinya baginya. “Aku tidak peduli Zafar, aku tidak peduli dengan apapun, menjauhlah dariku!” perintahnya.

Tia masih tidak ingin Zafar ada di dekatnya, dia juga tidak peduli dan membiarkan rasa sakit akibat beberapa luka di tubuhnya.

Zafar hanya diam lalu meninggalkan Tia sendiri, laki-laki itu menemui adiknya dan memintanya bicara pada Tia untuk mengobati lukanya sekaligus membawakan makanan untuk Tia.

Zanira yang merupakan adik kandung Zafar pun menuruti kakaknya dan masuk ke kamar menemui Tia.

“Kakak, aku adalah Zanira saudara kandung kak Zafar. Lihat apa yang aku bawa?” tanyanya sambil memperlihatkan makanan yang dia bawa, tapi Tia sama sekali tidak tertarik.

“Makanan ini sangat enak, kakak harus mencobanya,” bujuk Zanira.

Tia tidak menaggapi Zanira, dia benar-benar tidak ingin melakukan apapun saat ini.

“Aku tidak lapar,” ucapnya dengan dingin menolak makanan dari Zanira.

“Tapi, kenapa kakak terluka? Itu tidak bisa dibiarkan, aku akan membantumu mengobatinya,” kata Zanira lagi sambil membuka kotak obatnya dan hendak membantu mengobati luka Tia.

“Tidak. Tidak perlu, kau pergilah! Aku tidak ingin bicara pada siapapun.”

Zanira tidak ingin pergi dan masih berusaha membujuk Tia sesuai permintaan kakaknya. Zafar yang tahu bahwa Tia tidak akan mau pun meminta Zanira untuk pergi.

“Letakkan makanannya di sini, malam nanti kakak iparmu akan memakannya,” kata Zafar.

Mendengar itu Tia memalingkan muka dari Zafar, dia pikir tidak akan menyentuh makanan itu sedikitpun.

Karena sudah lelah Zafar pun ingin tidur. "Apa yang kau lakukan di situ?” tanya Tia ketika melihat Zafar menggelar karpet di lantai dan membawa bantal serta selimutnya.

“Aku sudah mengantuk Tia, aku ingin tidur, kalau kau membutuhkan sesuatu kau bisa membangunkanku.”

“Apa? Kenapa kau tidur di situ?”

“Lalu kenapa? Apa kau bersedia tidur bersamaku di malam pertama kita?”

Bersambung.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 52

    Hari ini Tia dan Zafar menghadiri pernikahan saudara tirinya. Perempuan itu menggunakan gaun berwarna pink berpadukan warna biru muda yang sangat cantik.Tia tau bahwa ayahnya tidak akan mau bicara padanya atau sekedar menatapnya. Di tengah tengah pesta, Tia masih merasa tidak rela jika Fazwan menikah dengan perempuan lain. Tapi Tia tetap berusaha untuk mengikhlaskan semuanya. Saat ia sedang memperhatikan prosesi pernikahan saudara tirinya dengan mantan kekasihnya itu tiba tiba seseorang menepuk bahunya dari belakang.Tia lalu menoleh dan melihat perempuan cantik setengah tua sedang menatap wajahnya tanpa mengucapkan sepatah katapun. "Maaf, bibi kau–"Tia tidak meneruskan kata katanya. Perempuan di depannya ini menatapnya haru, Tia tidak mengerti ada apa dengannya?"Tia," ujar perempuan itu sekarang matanya sudah berlinang cairan bening, yah penuh dengan air mata yang membuat Tia semakin tidak mengerti. Perempuan itu lalu memeluk Tia dan menangis. Sedangkan Tia terdiam membeku di

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 51

    “DIAM.”Fazwan yang lebih percaya pada Izora pun ingin menampar Tia. Laki-laki itu sudah mengangkat tangannya dan Tia sangat terkejut.“Kau ingin menamparku Fazwan?” tanya Tia.Laki-laki itu mengurungkan niatnya dan tidak jadi menampar Tia. Dia berusaha untuk mengendalikan emosinya.“Tampar saja aku Fazwan, kau juga memiliki kesempatan untuk menjadi seperti Izora dan ibunya, sekarang kau lebih mempercayainya kan? Kalau begitu lakukanlah hal yang sama seperti mereka agar kau puas. TAMPAR AKU DAN SAKITI AKU!” suruh Tia.Perempuan itu tidak ingin mennagis di depan Izora dan Fazwan, dia buru-buru menghapus air matanya dengan kasar saat air mata itu hendak jatuh.“Sakit sekali Fazwan, dia menamparku dengan sangat kencang. Aku tidak tahu kenapa dia setega itu padaku.” Lagi lagi Izora mencari perhatian lebih pada Fazwan dan ingin memanas manasi Tia.“Kau baik-baik saja Izora? Harusnya kau tidak pergi ke sini. Ayo kita pergi ke tempat lain saja, aku akan mengobatimu.”Mendengar itu hati Tia b

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 50

    “Jangan khawatir Tia, aku bahkan sudah menemukannya.”Zafar tidak pernah merasa sakit hati atas apa yang Tia katakan padanya. Walaupun Tia mengatakan dirinya tidak mencintainya dan menyuruhnya untuk berhenti mencintai wanita itu, Zafar tidak peduli.“Tidak ada yang kau dapatkan dari mencintaiku Zafar, kau mencintai orang yang sama sekali tidak memiliki cinta untukmu. Orang yang kau cintai hanya memiliki rasa sakit, kalau kau meneruskannya maka kau juga akan mendapatkan rasa sakit itu,” jelas Tia sambil menatap Zafar meyakinkan laki-laki di hadapannya ini.Zafar hanya tersenyum pada Tia.“Kenapa tidak Tia? Kalau aku bisa mengambil semua rasa sakitmu, aku akan sangat bahagia karena itu.”“Aku tidak memiliki cinta atau apapun itu Zafar, aku sudah membuang jauh-jauh rasa cinta yang aku miliki dan saat ini, aku hanya memiliki satu tujuan hidup yaitu bertemu dengan ibuku.”Setelah Tia menegaskan itu pada Zafar dia pun pergi meninggalkan kamarnya dan bersiap-siap untuk menyiapkan sarapan.Me

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 49

    “Aaaaaaa.” Tia berteriak dan membalikkan badannya dari Zafar.“Ada apa Tia? Apa yang kau lihat? Apa ada kecoa di kamar ini?” tanya Zafar tidak mengerti dan khawatir dengan teriakan Tia.Sedangkan wanita itu baru menyadari bahwa dirinya berteriak dan takut jika ayah mertuanya sampai mendengarnya. Tia berharap Kamal tidak mendengar teriakannya.“Ada apa Tia?” “Emm Zafar, kau ... kenapa kau tidak membenarkan kancing bajumu? Maksudku kenapa kau tidak merapikan bajumu di kamar mandi saja?” tanya Tia dan tentu saja itu membuat Zafar terheran.Jadi hanya karena hal itu, Tia hingga berteriak terkejut melihatnya yang baru akan membenarkan kancing bajunya. Zafar baru selesai mandi dan mengenakan bajunya di kamar, dia tidak tahu jika Tia akan masuk.Laki-laki itu hanya diam dan membenarkan kancing bajunya yang belum selesai ia benarkan.“Sudah Tia, jangan berteriak lagi.”“Aku tidak akan berteriak jika kau memakai bajumu dengan benar,” omel perempuan itu dengan kesal.Tia masih belum membalikka

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 48

    “Ibu cepatlah pulang, kenapa kau lama sekali di rumah bibi? Aku tidak bisa mengurus rumah sendiri tanpamu,” ujar Zanira saat pagi hari menghubungi ibunya yang belum pulang. Tia yang hendak ke dapur untuk membuat teh pun mendengarnya.“Iya iya, aku sudah melakukannya, ayah baik-baik saja jangan khawatir bu.”Setelah menghubungi Jahama, Zanira pun bergegas untuk membuat teh dan menyiapkan sarapan.Tia yang melihat adik iparnya hendak melakukan itu pun mencegahnya dan ingin supaya dirinya saja yang membuatnya.“Biar aku saja, kau harus pergi ke kampus kan?” tanya perempuan itu.“Hmm mm.” Zanira masih terlihat dingin dengan Tia setelah kejadian itu.“Emmm, tidak apa-apa biar aku saja yang membuatnya Zanira.”“Satu sendok gula untuk ayah mertua dan setengah sendok teh untuk Zafar?” tanya Tia lagi saat Zanira hendak pergi meninggalkannya.“Iya.”“Dan ... untukmu?” tanya Tia dengan sedikit ragu ingin membuat teh juga untuk Zanira.“Kau tidak perlu melayaniku, aku tidak minum teh di pagi har

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 47

    Tia membulatkan matanya, jantungnya berdetak kencang karena ketakutan yang wanita itu rasakan saat ini."Tia, apa yang kau lakukan di sini?" Suara yang terdengar tidak asing bagi Tia, dia pun menoleh pada suara dan Zafar lah yang berada di depannya."Zafar, laki-laki itu ... dia mengejarku, aku ... Aku tidak tahu darimana dia datang, tapi memaksaku untuk ikut dengannya, aku ... Aku mencoba melarikan diri darinya dan bersembunyi di sini."Tua menjelaskan semuanya pada Zafar masih dalam keadaan ketakutan. Dia takut orang jahat itu masih berada di sekitar sini dan akan menemukan dirinya. Zafar tidak mengerti apa yang Tia katakan, tapi dia merasa khawatir saat melihat Tia ketakutan seperti ini.Zafar mengajak Tia duduk di sebuah kursi dibawah pohon. "Ada apa Tia? Siapa laki-laki yang kau maksud? Apa dia melukaimu?" tanyanya."Aku tidak tahu Zafar, tapi dia menarik tanganku dan memaksaku untuk ikut dengannya.""Tenang Tua, kau bersamaku, dia tidak akan melukaimu."Zafar mencoba untuk m

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 27

    “JANGAN MENUDUHKU SEPERTI ITU TIA.”Zafar tidak bisa mengendalikan amarahnya saat Tia menuduhnya dengan tuduhan yang sama sekali tidak terpikirkan oleh Zafar.“Kalau aku memang ingin melakukan itu maka aku tidak akan membawa ponsel milikmu untuk diperbaiki hari ini, aku juga tidak akan bertengkar deng

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 26

    Zafar tidak bisa melihat Tia seperti ini. Dia keluar dari kamarnya dan menemui Zanira supaya adiknya itu sendiri yang akan menjelaskan semuanya.Saat Zafar ingin menemui gadis itu ternyata Zanira sudah berangkat ke kampus dan dirinya hanya menemui ibunya di dapur."Zafar, apa kau tidak berangkat beker

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 25

    Zafar membawa Tia ke kamarnya dia begitu khawatir dengan kondisi Tia saat ini. "Kakak aku membuatkan sup hangat untukmu, makanlah, kalau tidak kau juga akan sakit nanti."Zanira meletakkan sup itu di meja dan menghampiri Zafar yang duduk di samping ranjang Tia."Kak Tia pasti akan baik-baik saja kak,

  • Terpaksa Menikahi Pelayan   Bab 24

    "Kau?" tanya Jahama tidak percaya dengan apa yang ia lihat."Kakak ipar?" Zanira juga terkejut sekaligus merasa senang melihat Tia. Semua orang yang melihat Tia tidak menyangka bahwa wanita itu akan kembali lagi bersama Zafar.Kamal dan Zanira merasa senang melihat kedatangan Tia, tapi tidak dengan Ja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status