مشاركة

Bab 13

مؤلف: Hibatillah S.
last update تاريخ النشر: 2024-03-21 08:47:23

"Ra, aku hari ini sekolah nggak apa-apa kan?" Gara sibuk menyimpulkan dasi di depan cermin sementara Bella duduk di tepi ranjang sibuk berbalas pesan dengan Vanilla.

"Nggak apa-apa. Titip surat ijin ke guru piket ya Ra. Nanti biar diambil Vanilla." Karena kondisi kaki Bella masih sakit dia terpaksa tidak masuk sekolah.

Gara tampak mengangguk. Ia meraih jaket sambil mendekati Bella.

Cup!

Gara mengecup singkat kening Bella. Entah kenapa ia bersikap lembut. Bella pun begitu. Sepertinya ia sudah ti
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 138

    Faktanya kepulangan Leo ke markas Hell Devil memang membuat kebahagiaan tersendiri meskipun ada sedikit yang disayangkan. Yaitu Leo tak bisa dimintai keterangan terkait peristiwa yang menyebabkan dirinya celaka. "Coba diingat-ingat lagi Leo. Bukankah kala itu kau pergi untuk menyelidiki tentang ibunya Sabia untuk kasus pembunuhan mamanya Bella?" Tanya Pak Freddy. "Apa yang terjadi padamu? Kenapa jejak penyeranganmu ditemukan di pinggiran kota? Apa yang kau temukan disana?" Leo tertunduk di depan Pak Freddy. Ia memegangi kepalanya dengan kedua tangan. Berusaha benar mengingat terakhir kali yang terjadi dengan dirinya. "Pak Freddy, sepertinya Leo memang tidak bisa mengingat apapun. Jangan dipaksakan. Nanti dia bisa sakit," kata Gara. "Sepertinya tidak ada orang lain yang bisa diharapkan untuk menuntaskan kasus ini. Kalau begitu aku sendiri yang harus turun tangan untuk menuntaskann

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 139

    "Aku sudah launching Om, ditunggu kadonya." Gara tersenyum setelah membaca pesan singkat itu. "Kenapa Ra?" Tanya Bella. Gara masih tersenyum lebar saat menyerahkan gawainya pada Bella. "Apaan sih yang bikin kamu senyam-senyum nggak jelas begini?" Bella penasaran. Ia pun mengambil gawai Gara dan melihat foto yang dikirimkan oleh sahabat Gara itu. "Ini..." Bella mengamati baik-baik foto itu. "Ini anak Kak Edo?" Tanya Bella tak percaya. "Kecuali kalau Edo nyulik anak orang bisa jadi foto itu bukan anaknya. Ya iyalah itu anaknya Edo, sayang," jawab Gara. "Ih, Gara neyebelin banget sih orang aku nanya baik-baik juga. Aku tuh kaget aja kok Sabia udah lahiran aja. Dia yang lahirannya cepet apa kita yang terlalu sibuk sih?" "Kita yang terlalu sibuk deh kayaknya. Gimana, mau nengokin sekarang atau besok aja?" Tanya Gara. "Kalau besok keburu pul

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 137

    "Leo?" Refleks Gara menyebut nama itu. Leo menatap Gara dengan lekat. "Aduh, kayak nggak asing sama wajahnya. Tapi siapa ya?" Tanya Leo mencoba membenamkan wajah Gara ke dalam ingatannya. "Gara," ucap Gara. "Sagara Rihanda." "Oh, ya benar. Aku baru ingat!" Seru Leo. Ingatannya memang agak buruk setelah kejadian itu. Terutama untuk kejadian-kejadian yang baru saja terjadi. Justru jika kejadian itu telah lama berlalu Leo sangat ingat betul. Seperti bagaimana ayahnya meninggal dan bagaimana ia bergabung dengan kelompok mafia Hell Devil. Gara meletakkan air mineral yang dibawanya ke meja kasir. "Kau jangan pergi. Aku ingin bicara denganmu." "Oke, aku tunggu di luar," jawab Leo. Kebetulan di luar minimarket memang ada meja dan kursi yang sengaja di sediakan untuk pengunjung. Gara menyelesaikan pembelian air mineralnya kemudian buru-buru keluar untuk menyusul Leo.

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 136

    Grep! Gara memeluk Bella dari belakang saat perempuan itu sibuk bersolek di depan cermin. "Aku harus ke sekolah Ra," ucap Bella saat laki-laki yang menjadi suaminya itu meletakkan dagunya di atas pundak Bella. "Aku tau," jawab Gara. "Kalau tau menyingkir dong." Gara tetap tak bergeming. Ia tetap memeluk Bella dengan posesif. "Oh ya aku sudah meminta supir di rumah Papa untuk mengantarkan pakaian untukmu. Mungkin tidak lama lagi datang." Bella memberitahu. "Aku suka begini padahal. Apalagi kalau nempel sama kamu." "Kita sudah nempel semalaman. Sekarang aku mau sekolah jadi lepaskan dulu pelukanmu." Bella sudah menyelesaikan riasan tipisnya. Ia sibuk merapikan alat-alat make up-nya, memasukkan ke dalam laci meja rias. "Aku masih kangen sama kamu," ucap Gara manja. Bella melihat

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 135

    "Tak kusangka selama ini kamu ada di sini," kata Gara sambil meletakkan beberapa barang belanjaan berisi sayur-mayur. "Kenapa, kamu sudah memberikan rumah ini untukku kan?" Tanya Bella. Perempuan itu kemudian membungkar belanjaan yang tadi Gara bawa. "Yah, rumah ini memang milikmu. Sudah jadi hakmu. Tidak ada salahnya kalau kamu menempatinya," kata Gara. "Kamu mau masak apa?" Tanya Gara setelah beberapa saat. Bella masih tak menoleh karena sibuk memisahkan beberapa sayur untuk di simpan ke dalam kulkas. "Kamu mau dimasakin apa? Kamu udah lama kan nggak makan masakanku." Gara mengangguk. "Apapun yang kamu masak aku tetep makan. Kamu masak apa yang menurutmu paling pandai kamu buat." "Aku paling pandai masak mie instan pake telur," gurau Bella sambil terkekeh. "Iya, buat itu aja nggak apa-apa. Cari yang praktis. Kalau kelamaan masak nanti aku bisa kela

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 134

    "Bel, ketemuan di mall ya. Kita nonton bioskop. Pokoknya kamu harus dateng. Aku sama Vano udah nunggu. Kalo kamu nggak dateng bakal ngambek." Begitu ucap Vanilla sore itu melalui sambungan telepon.Bella yang sebenarnya ingin bersantai sedikit malam ini jadi tak memiliki memiliki pilihan lain selain datang ke mall tempat Vanilla dan Vano menunggu.Bella mengenakan kaos oversize dipadukan dengan celana pendek selutut. Rambutnya diikat biasa ke belakang. Sapuan make up tipis selalu mampu memberikan tampilan fresh di wajahnya.Dengan mengendarai mobilnya ia pergi menuju sebuah mall. Ketika hampir sampai Bella menelepon Vanilla."Kalian dimana?" Tanya Bella."Masuk dari lobby utara aja yang tempat parkirnya luas. Kita masih di parkiran," jawab Vanilla."Oke, aku muter dulu," jawab Bella singkat.Bella pun mengambil jalan memutar untuk bisa masuk dari lobby utara. Hanya berselang lima menit saja Vano dan Vanilla sudah melihat

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 103

    "Udah?" Tanya Gara begitu Bella kembali ke ruang Kepsek."Udah," jawab Bella singkat."Terus, Bu Anjar mana?""Masih di belakang."Setelah percakapan itu suasana di dalam ruang Pak Kepsek menjadi hening. Mereka menunggu Bu Anjar membawa bukti yang mungkin bisa meringankan beban sanksi Bella dan Gara.Akh

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 102

    SMA swasta pagi ini benar-benar gempar dengan berita pengakuan Gara di acara dance kompetition bahwa laki-laki yang memiliki banyak penggemar itu telah menikah dengan Bella.Kini Gara dan Bella duduk ruang kepala sekolah berhadapan dengan kepala sekolah beserta empat wakilnya."Jadi, tolong jelaskan b

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 101

    "Kamu keren banget hari ini," puji Edo pada istrinya karena perempuan itu berani mengatakan hal sebenarnya di acara dance competition."Eh???" Sabia mendadak jadi blushing. Nggak biasa-biasanya Edo memuji dirinya."Beneran?" Tanya Sabia malu-malu."Bener." Edo berlutut di depan Sabia yang sedang duduk

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 100

    "CUKUP!!!" Teriakan keras itu membungkam mulut semua orang seketika."Gara?" Tanya Sabia yang sejak tadi diam saja di kursi penonton.Gara naik ke atas panggung. Ia berhenti di depan Bella."Ra..." Air mata Bella sudah tumpah. Trofi dan hadian di tangannya terlepas begitu saja. Saat ini hal yang ingin

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status