Share

Bab 14

Author: Hibatillah S.
last update publish date: 2024-03-22 08:35:11
Trio cowok kece baru saja masuk kelas. Mereka sudah berganti seragam rapi.

"Ra, ikut dulu. Aku mau ngomong sama kamu." Sabia menghadang Gara di depan kelas.

Gara menoleh pada Revan. Dia tidak enak terhadap sahabatnya jika hanya berduaan dengan Sabia. Takut Revan salah paham.

"Ikut aja. Aku percaya sama kamu sepenuhnya Ra. Kamu nggak akan nikung temen dari Belakang," ucap Revan yang seolah sangat paham makna pandangan mata Gara.

"Tenang aja Bro." Gara menepuk bahu Revan sebelum ia mengikuti S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 110

    Gara dan Edo sedang berada di IGD untuk menerima perawatan medis."Gara!" Tiba-tiba Gara mendengar suara familiar yang menyebut namanya. Gara pun menoleh.Grep!Bella langsung memeluk Gara dengan eratnya."Kok lari-lari sih Bel. Ini rumah sakit loh," ucap Gara memperingatkan istrinya."Nggak perduli. Aku khawatir sama kamu."Gara tersenyum. Ia pun membalas pelukan istrinya. Melihat adegan suami istri yang saling pelukan itu Leo langsung pergi yang tak lama kemudian diikuti Pak Freddy. Padahal sejak tadi ia setia menemani Gara bersama dengan Pak Freddy. Tapi sekarang moodnya mendadak rusak.Rasa cinta itu memang tidak salah. Tapi mencintai istri orang justru benar-benar salah. Leo sadar akan hal itu. Jadi biar bagaimanapun Leo akan tetap mencintai Bella tanpa perlu merusak hubungannya dengan Gara. Leo sepenuhnya percaya yang ditakdirkan untuknya akan menemukan caranya untuk kembali pada Leo."Ra, bisa-bisanya kamu terlibat dalam pertempuran brutal para mafia begini.""Yang penting jang

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 109

    "Edo!" Gara mengguncang tubuh Edo dengan keras. Tapi tetap saja tidak ada respon apapun. Akhirnya Gara menyadari jika Edo tidak sedang bercanda. Ia sepertinya dalam kondisi yang serius. Gara cemas seketika."Bagaimana bocah? Sudah ingin menyerah?" Tanya salah seorang anggota mafia Black Dragon.Satu truk penuh anggota mafia Black Dragon telah datang. Gara benar-benar dalam kondisi kebingungan. Tanpa senjata yang memadai dia pasti akan dikalahkan dengan mudahnya."Kalau memang hari ini menjadi hari kematianku tak mengapa. Tapi sampai kematian itu benar-benar tiba aku menolak untuk menyerah!" Ucap Gara dengan lantang."Kau memang keras kepala seperti yang dikabarkan," ejek orang itu lagi.Gara tak menghiraukan. Ia memilih meraih shotgun yang tadi digunakan Edo, bersiap untuk menghadapi musuh-musuhnya.Semua orang juga bersiap untuk membunuh Gara. Dalam posisi sekarang Gara memang benar-benar terjepit di tengah-tengah musuh. Sementara musuh semakin berdatangan tapi Gara tak satupun mene

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 108

    "Ra, bangun Ra!" Edo menggoyangkan bahu Gara setelah beberapa saat lamanya bocah itu diam saja tak bergerak. Sepertinya Gara sempat pingsan setelah senggolan keras tadi. Beruntungnya ia terlindungi oleh airbag. Kalau tidak mungkin kepalanya bisa saja pecah mengahantam kemudi."Apa kita udah ada di alam baka Do?" Tanya Gara sambil mengusap kepalanya yang pening."Wkwk... Ngelawak kamu Ra?" Edo malah tertawa."Kita masih di dunia, tapi kalau bentar lagi nggak tau deh."Edo berkata demikian karena ia menyadari ada satu mobil lagi yang datang dari arah berlawanan. Dari mobil yang baru saja datang itu keluar orang-orang bertubuh besar dengan menyandang shotgun di tangannya.Gara melirik dari kaca spion. Lalu memeriksa peluru pistolnya yang tinggal dua butir saja."Sial! Ini tidak cukup," kata Gara."Hei, mau kemana?" Tanya Edo menarik lengan baju Gara saat bocah itu akan keluar dari mobil."Menghadapi musuh tentu saja," jawab Gara."Kita bisa mati konyol dengan lawan yang tidak berimbang R

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 107

    Aksi kejar mengejar antara mobil Gara dengan mobil hitam di belakangnya tanpak sengit. Pasalnya saat Gara membawa mobilnya melesat cepat diantara kendaraan-kendaraan lain mobil pengejar itu juga pandai mengikuti aksi Gara."Siapa sih Ra mereka?" Tanya Edo. Ia sudah berpengalaman erat-erat takut kalau-kalau Gara oleng dikit terus menghantam pembatas jalan atau menabrak kendaraan lain."Sepertinya para anak buah papa mertuamu," jawab Gara sebisa mungkin tetap fokus pada jalanan yang padat ini."Aku bahkan belum diakui sebagai menantunya tau, anaknya aku bawa kawin lari," kata Edo.Gara melirik mobil di belakangnya yang semakin dekat jaraknya."Dasar menantu durhaka," ejek Gara.Edo tidak menjawab lagi. Ia takut obrolannya justru membuat konsentrasi Gara pecah.Ttinnnn!!! Tiiiiinnnnnnn!!!Gara menekan klakson tidak sabaran menyuruh mobil-mobil lain menyingkir."Sial! Sial! Minggir!" Gerutu Gara.Di depan Gara justru ada mobil sivel dengan sebuah kertas menempel di bagian kaca belakang. T

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 105

    "Bella!" Bu Anjar menghampiri Bella ke kelas."Ya, Bu," jawab Bella dengan ramah."Ikut Ibu sebentar yok.""Kemana Bu?" Tanya Bella."Ikut aja. Cuma sebentar kok." Bu Anjar tersenyum."Oh, baik Bu." Bella menurut saja.Rupanya Bu Anjar mengajak Bella naik mobil ke sebuah kafe yang tidak jauh dari sekolah. Sesampainya di sana Bu Anjar juga memesankan Bella makanan dan minuman. Guru itu ingin berbicara dengan suasana yang lebih rileks agar nantinya Bella tidak begitu terkejut dengan hal yang ingin Bu Anjar sampaikan."Bu, mau bicara apa sih sama Bella kok kita sampai harus keluar sekolah segala?""Bicara sedikit penting," jawab Bu Anjar dengan wajah jenaka yang membuat Bella tersenyum."Bella, kalau Ibu bicara agak pribadi boleh nggak?" Tanya Bu Anjar ketika pramusaji selesai menghidangkan pesanan mereka."Nggak apa-apa kok Bu. Bella tidak keberatan."Bu Anjar tersenyum lagi. Guru itu menghela nafasnya sebelum memulai bicara."Bella merasa tidak ada yang berubah dari tubuh Bella?" Tanya

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 104

    "Gimana?" Tanya Edo begitu Gara masuk kelas. Tau nggak sekarang Edo pindah duduk dengan Sabia. Padahal sebelumnya Edo duduk dengan Gara."Beres," jawab Gara. "Aku diijinkan ikut ujian. Tapi Bella diskorsing sih sampai dua mingu ke depan.""Huuffttt... Nggak apa-apa deh Ra. Yang penting nggak dikeluarkan dari sekolah. Ya kali mau drop out di detik-detik terakhir sebelum ujian. Rugi dong," cerocos Edo."Kamu tuh ati-ati. Nggak usah gandeng renteng. Nanti jadi perkara pula," kata Gara mengingatkan Edo."Kamu cemburu kalo kita gandeng renteng?" Selidik Edo dengan nada bercanda."Cih, siapa juga yang cemburu?" Tanya Gara tak terima dibilang cemburu dengan mantan."Ya kalo nggak cemburu kenapa juga kamu ngomong gitu Ra?" Tanya Edo balik."Siapa tahu kan kamu ketimpa masalah kayak aku.""Kita main cantik kok Ra. Nggak bakal ketauan." Edo cengengesan."Main cantik tapi kebobolan," celetuk Gara."Haiisshh, nggak usah ngomong gitu. Kalau kedengaran Sabia, dia bisa ngambek seharian sama aku.""C

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 103

    "Udah?" Tanya Gara begitu Bella kembali ke ruang Kepsek."Udah," jawab Bella singkat."Terus, Bu Anjar mana?""Masih di belakang."Setelah percakapan itu suasana di dalam ruang Pak Kepsek menjadi hening. Mereka menunggu Bu Anjar membawa bukti yang mungkin bisa meringankan beban sanksi Bella dan Gara.Akh

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 102

    SMA swasta pagi ini benar-benar gempar dengan berita pengakuan Gara di acara dance kompetition bahwa laki-laki yang memiliki banyak penggemar itu telah menikah dengan Bella.Kini Gara dan Bella duduk ruang kepala sekolah berhadapan dengan kepala sekolah beserta empat wakilnya."Jadi, tolong jelaskan b

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 101

    "Kamu keren banget hari ini," puji Edo pada istrinya karena perempuan itu berani mengatakan hal sebenarnya di acara dance competition."Eh???" Sabia mendadak jadi blushing. Nggak biasa-biasanya Edo memuji dirinya."Beneran?" Tanya Sabia malu-malu."Bener." Edo berlutut di depan Sabia yang sedang duduk

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 100

    "CUKUP!!!" Teriakan keras itu membungkam mulut semua orang seketika."Gara?" Tanya Sabia yang sejak tadi diam saja di kursi penonton.Gara naik ke atas panggung. Ia berhenti di depan Bella."Ra..." Air mata Bella sudah tumpah. Trofi dan hadian di tangannya terlepas begitu saja. Saat ini hal yang ingin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status