Share

Bab 74

Penulis: Hibatillah S.
last update Tanggal publikasi: 2024-04-15 00:24:39

Hari ini adalah hari minggu jadi tidak ada yang mengusik tidur Bella. Gadis itu baru terbangun pukul delapan pagi, tepat ketika Gara keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambut basahnya dengan handuk.

"Selamat pagi sayang," sapa Gara terlihat aneh. Bagi Bella memang aneh karena Gara tidak biasa-biasanya mengucapkan selamat pagi pada Bella apalagi ditambah dengan senyuman yang aneh itu.

"Kamu kenapa Ra, kok aneh bener hari ini?"

Bella berusaha duduk.

"Akhhh!!!" Seketika ia memekik kesakit
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 131

    Gara baru saja keluar dari lift. Ia berjalan gontai menuju pintu apartemennya. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya, kedatangannya ke apartemen ini tidak lagi membuatnya bersemangat. Pikiran Gara penuh dengan masalah-masalah yang rasanya hampir membuat kepalanya meledak."Huuuffftttt..." Berkali-kali Gara menghembuskan nafas panjang.Ceklek!Gara memutar kenop pintu. Ia masuk ke apartemen dan langsung menuju ke arah balkon. Laki-laki itu membuka jendela sedikit agar udara bisa masuk. Namun Gara tak sengaja mendengar obrolan serius Leticia dengan seseorang melalui telepon. Gadis itu sedang berada di balkon apartemennya yang memang bersebelahan dengan balkon apartemen Gara."Sudah kulakukan dengan baik Sonya. Yah, sepertinya aku mendapatkan keberuntungan. Karena hanya dengan salah paham sedikit saja mereka jadi bertengkar hebat hahahaha..."Gara menajamkan pendengarannya."Sonya? Maksudnya Sonya Rudolf?" Tanya Gara bermonolog di dal

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 130

    Gara masuk ke salah satu toko bunga terbesar di kota ini."Selamat datang, ada yang bisa kami bantu?" Tanya seorang karyawan toko bunga bergigi gingsul itu dengan senyuman ramah."Berikan aku bunga anyelir merah muda dengan kualitas terbaik untuk sutu buket yang besar," perintah Gara."Baik Kak. Mohon ditunggu ya. Pesanan Kakak akan segera kami siapkan. Apakah Kakaknya mau menulis pesan khusus?" Tanya pegawai tersebut.Gara menggeleng."Tidak usah," tolak Gara."Baik, terimakasih Kakak. Ditunggu ya."Gara mengangguk. Sambil menunggu bunga pesanannya disiapkan dia mengambil gawainya. Gara mencari nomor telepon Bella untuk di telepon.Beberapa saat kemudian jelas terdengar kalau panggilan Gara berdering tapi Bella tak mau mengangkat. Sampai sini Gara paham bahwa Bella masih marah padanya."Kakak, ini bunga pesanan Kakak. Totalnya delapan ratus ribu. Pembayaran mau cash atau..."Sebelum pegawai it

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 129

    Ting Tong! Gara berdiri di sebuah pintu apartemen. Sang pemilik apartemen yang tadi sibuk bergurau dengan istrinya bangkit dari sofa untuk membukakan pintu. "Yank, Gara dah dateng keknya. Aku bukain pintu dulu," ucap Edo. "Oke sayang," jawab Sabia dengan senyuman lebar. Kelihatannya pasangan suami istri itu kian hari kian bahagia dan romantis. Apalagi tak kan lama mereka akan segera menyambut kelahiran anak pertama mereka yang mana hal itu seolah menjadi pelengkap kebahagiaan mereka. Ceklek! Edo membuka pintu. "Wehhh... Baru pulang dari Paris Ra?" Sapa Edo dengan wajah sumringah. Tapi yang disapa sama sekali tidak menunjukkan wajah senang. Senyum pun tidak. Wajah Gara terlihat lesu. "Kenapa Ra?" Tanya Edo melihat wajah Gara tak secerah biasanya. "Bisa nggak tamu tuh disuruh masuk dulu? Bukannya diintrogasi di depan pintu?" Tanya Gara. "Wkwkwk... Masuk deh masuk." Edo membukakan pintu lebar-lebar agar Gara bisa masuk. Saat Gara mau masuk ia melihat sekilas Sabia berj

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 128

    PLLLAAAAKKKK!!!Gara memegangi pipinya. Sesudahnya ia menunduk, menyesali perbuatannya."Ceritakan sejujurnya pada Ibu apa yang sudah kamu lakukan terhadap istri dan anakmu!" Desak Ibunya Gara.Saat ini Gara ada di kediaman rumah Rihanda. Ibunya memaksa Gara untuk pulang ke rumah sebelum menemui Bella.Gara mengangguk lemah."Ya, Gara yang salah. Gara membiarkan Bella terlantar di luar apartemen karena Gara sibuk berkuda dengan teman-teman Gara. Saat Gara pulang Bella melihat Gara sedang bersama Leticia,, tetangga apartemen Gara. Itulah kenapa Bella menjadi salah paham.""Lalu kenapa kamu membiarkan istrimu pulang sendiri?""Itulah kesalahan Gara Bu. Sebabnya Gara cemburu buta dengan orang kepercayaan keluarga Hyuugo, Gara membiarkan Bella pulang. Mengabaikan dirinya. Saat itu Gara belum tahu jika Bella sedang mengandung anak Gara..." Gara tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Jika boleh dikatakan menyesal ia sangat menyesal sekali. Berita kebahagiaan tentang dirinya akan menjadi Pa

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 127

    Setelah kalang kabut di jalanan Gara akhirnya tiba di bandara. Laki-laki berlari sambil terus menerus menelepon Bella. Sayangnya mau berapa puluh kali pun Gara menelepon ia tetap tak bisa menghubungi Bella.Gara berhenti di depan lobby keberangkatan. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi. Kemudian ia berjalan ke pinggir tempat sepi. Gara menyandarkan punggungnya di tembok.Ia menyadari jika telah terlambat mengejar Bella. Istrinya itu mungkin saja sudah pulang ke tanah air saat ini karena memang sudah beberapa jam sejak kepergian Bella dari apartemen Gara."Apa yang harus kulakukan sekarang?" Tanya Gara."Bella sedang hamil. Mungkinkah kejutan itu yang ingin ia tunjukkan kepadaku? Sesuatu yang selama ini aku tunggu-tunggu. Tapi saat hal itu tiba aku mengacaukan momen ini."Tanpa sadar Gara pun mulai menitikkan air matanya. Sekarang ini Gara benar-benar tidak bisa tenang."Bella sedang mengandung anakku tapi bodohnya aku malah menuduhnya yang tidak-tidak soal Leo. Harusnya aku mengerti

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 126

    "Masuk dulu, kita bicarakan baik-baik di dalam." Gara membawa Bella masuk dengan cara menarik lengannya secara paksa."Lepas!" Bella menyentak tangannya keras hingga pegangan Gara terlepas. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada. Raut marahnya tidak bisa disembunyikan."Jangan dengarkan ucapan Leticia. Aku tidak pergi untuk bersenang-senang dengannya," jelas Gara pada istrinya."Periksa gawaimu Ra!" Perintah Bella. Ia masih berusaha meredam emosinya."Kenapa?" Tanya Gara dengan kening berkerut."Periksa saja!"Gara meraih ponselnya dari saku celana. Ia melihat 58 notifikasi panggilan tidak terjawab dari Bella."Aku puluhan kali nelpon kamu dari pukul sepuluh Ra. Sekalipun kamu nggak mau angkat. Kenapa? Kamu terlalu sibuk dengan gadis tadi makanya kamu sampai nggak sempat angkat telepon dariku?" Bella meluahkan kekesalannya."Kamu bilang kemarin nggak jadi terbang kan?" Tanya Gara balik. Seolah dia tak mau disalahkan dalam perkara ini."Karena aku nggak jadi terbang terus kamu

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 81

    Seharian ini Gara mengajak Bella untuk menyusuri keindahan Venesia menggunakan gondola, yaitu sejenis perahu terapung yang di gerakkan oleh seorang pendayung yang disebut dengan gondolier dengan sebuah dayung panjang.Gondolier yang hari ini membawa Gara dan Bella adalah laki-laki berusia sekitar emp

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 80

    "Halo, Buk," sapa Gara begitu ia mengangkat telepon dari Ibunya."Halo sayang. Gimana perjalanannya ke Venesia, lancar?" Tanya orang yang telah melahirkan Gara dari ujung sambungan telepon."Lancar Buk. Maaf ya Gara tidak langsung menelpon Ibuk karena Gara tiba disini sudah sore sementara di sana past

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 78

    Bella turun dari jet pribadi dengan dirangkul mesra oleh Gara. Gadis itu mengenakan stelan rok sepaha putih dipadukan dengan blazer panjang yang juga berwarna putih. Sebuah kacamata bertengger di atas hidung bangirnya. Rambutnya dibiarkan tergerai lurus panjang. Penampilannya dilengkapi dengan menji

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 76

    Keenam bocah berseragam SMA swasta itu duduk dalam satu meja yang sama. Di depannya sudah tersaji berbagai makanan dan minuman pesanan masing-masing."Ekhemm... Yang baru jadian bolehlah traktir kita," ujar Vano dengan sindiran tipis-tipis.Semua orang saling pandang menyelidik."Emangnya siapa yang ba

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status