Share

Bab 23. TMIS

Author: Asri Faris
last update Last Updated: 2026-02-06 22:24:06

Cika menunjukkan vidio berdurasi dua belas menitan itu pada sahabatnya yang tengah dimaki-maki perempuan di salah satu resto kenamaan di kota Jakarta. Terang saja Jena langsung ngeh kalau itu dirinya, tetapi tidak menyangka kalau kehebohan di resto akan berlanjut di sosial media.

"Jen, harusnya kamu tuh jelasin sama cewek di vidio ini kalau kalian sepupunya, saudara gitu, biar ini cewek paham lah nggak asal ngebacot begitu."

"Dia pacar Kak Arlo," kata Jena menghela napas kasar.

"Seriusan a
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Fatiya Hasna
Iya dong, Arlo, kamu harus tanggungjawab klarifikasi dan meluruskan kegaduhan yang disebabkan oleh mantan calon tunangan kamu, awal sumber masalahnya ada di kamu dan dia Maaf² aja ya nggak bermaksud nyalahin tapi emang itu kenyataannya. Selamat berjuang ya Arlo
goodnovel comment avatar
Baim Ibrahim
Arlo kamu harus tegas kasih paham si ulet kadud kalau bisa sekalian lewat medsos biar dia tahu diri,lagian di dan keluarganya hanya memanfaatkan dirimu tujuannya hartamu.
goodnovel comment avatar
Baim Ibrahim
ya emang bang Arlo harus tanggung jawab menyelesaikan huru hara mantannya atau masih kekasihnya itu,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 38. TMIS

    "Nugas, apa nugas?" tanya Arlo di sebrang telepon. "Beneran nugas lah, kalau tidak percaya bisa tanya sendiri sama Chika." "Oke, pulangnya jangan kesorean. Ngabari juga," kata, Arlo berpesan. "Hmm, semoga tidak lupa." "Semua tergantung niat Jena, tinggal kamunya aja yang mau apa nggak. Ingat, jangan aneh-aneh kamu lagi hamil." "Iya tahu, bawel." "Kamu ngatain suami kamu?" "Dikit, udah dulu Kak, nanggung ini." Jena langsung menutup telponnya, padahal Arlo belum selesai berbicara. Ya sudahlah, biarkan Jena melakukan kegiatannya dulu. Sebenarnya Arlo sengaja jemput mau ngajak Jena keluar untuk belanja. Membeli gaun untuk pertemuan dengan Pak Wilis besok. Tetapi berhubung istrinya sedang sangat sibuk, biarkan Arlo membelikan saja. "Selera Jena yang kaya mana ya," gumam pria itu tidak begitu paham. Namanya juga suami dadakan, mana pernah dia nanya detail kesukaan istrinya. Sebelumnya juga tidak pernah dekat sama sekali. Hanya mengenal sebagai kerabat dekat. "Tanya mama

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 37. TMIS

    "Di mana sih, bukannya tadi aku sudah bawa dari lemari. Nggak mungkin lupa kan?" gumam Jena mencari benda penting miliknya yang entah nyangkut di mana. "Duh ... beneran nggak bawa, ah sial, masa nggak pakai. Mana nyaman, lupa sungguh sangat merepotkan." Akibat bergaduh dulu dengan pak suami, jadi barang yang begitu penting sampai ketinggalan. Harusnya tidak boleh sampai terlewat, mana jadi tidak nyaman harus bolak-balik mengambil lagi. "Kak Arlo masih di kamar nggak ya," batin Jena berharap pria itu sudah minggat dari tadi. Seharusnya berangkat kerja lebih awal. Biar tidak membuat Jena repot karena kelupaan barang penting. Keluar kamar mandi sudah membaca doa, tetapi yang dijumpai pertama tetap wajah Kak Arlo yang belum beranjak dari sana, menyebalkan sekali. "Kak Arlo kok belum berangkat, bukannya ini sudah siang?" tanya Jena sedikit berbasa-basi. Dia perlu mengambil sesuatu, hanya saja malu kalau ketahuan. "Kan sudah bilang mau anter jemput, jadi ya lagi nungguin kamu lah

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 36. TMSI

    "Nggak apa Ma, buat Kak Arlo saja," kata Jena tidak keberatan sama sekali. Dia belum terlalu lapar juga, nanti bisa sarapan di kantin fakultas atau warung sekitaran kampus. "Kan bisa berbagi, mau nggak Jen, enak loh," kata Arlo berinisiatif barengan. Ngerasa enak aja, tidak tahu kenapa Arlo mulai nyaman. Apa gegara semalam tidurnya barengan. "Ngawur kamu, sudah sisamu itu." Bu Najwa menggeplak kepalanya pelan. "Aduh Ma, jangan terlalu kejam. Lagian kenapa emang kalau barengan, namanya juga suami istri yang nggak apa berbagi. Jangankan makanan, lainnya aja berbagi. Iya kan Pa? Papa juga gitu kan sama Mama?" Arlo meminta pembelaan, jelas lah Pak Arlan tidak menjawab, dia juga tidak merasa hubungan putra dan menantunya sudah baikan. Memang mereka sekamar, tapi bukan tidak mungkin saling memberi jarak. Sampai ada tragedi mengeluarkan sofa segala. "Biar kamu mikirnya beneran dikit.""Ini udah paling bener kok Ma, kita berdua sedang belajar." Arlo ini lagaknya kaya sudah berumah tan

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 35. TMIS

    Perdana bobo satu ranjang, kenapa malah tidak bisa tidur. Padahal mata mulai ngantuk berat, tetapi pikiran melayang entah ke mana. Arlo masih terjaga, sementara Jena mulai terkantuk-kantuk. "Jen, sudah tidur?" tanya Arlo memastikan. Jdna terbaring dengan posisi memunggunginya. "Beneran udah tidur? Syukurlah, akhirnya bisa merem juga. Ibu hamil itu tidak boleh begadang," kata Arlo mengintip lebih dekat. Mau tahu saja kalau istrinya beneran lelap. "Eh, eh," kata pria itu tergeragsp kaget waktu Jena berpindah posisi hampir ambruk ke tubuhnya. Untungnya Arlo secepat kilat bergeser, jadi masih terselamatkan. "Ya ampun ... katanya jangan dekat-dekat, tapi kenapa malah mendekat. Hampir saja aku jantungan," ucap pria itu sedikit kaget. Jena sudah lelap, dia hanya pindah posisi tanpa terusik. Bahkan tidak menyadari kalau saat ini jarak mereka begitu dekat. Hampir tak ada pembatas malah, Jena melampau tempat yang seharusnya menjadi bagiannya. "Jen! Kamu udah nggak takut lagi ka

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 34. TMIS

    Keduanya ambruk sebab Jena kepleset minyak yang berceceran di lantai akibat tumpah tadi. Sementara Arlo yang panik tadi hendak menolongnya, dan untungnya Jena ambruk ke tubuhnya walaupun tetep kaget dan merasa kesakitan. Jena tertunduk mendesis lara memeluk perutnya sendiri. Arlo yang melihat itu langsung bergegas menolongnya. Tanpa pikir panjang langsung mengendongnya ke ranjang. "Perutnya sakit? Kita ke dokter aja ya, nanti kenapa-napa." Jena berusaha menenangkan diri dengan mengatur napasnya agar lebih rileks. Tadi kaget, jelas janin yang tumbuh di dalam bereaksi sebab ada guncangan tak terduga. Beruntung tidak kebentur apa pun, tetapi tetap saja berbahaya sebab terpental ke samping. "Udah nggak sakit," jawab Jena masih dengan jantung yang berdebar. Namanya orang kaget ya pasti deg degan. Jena kepentok tubuh Arlo, tapi setelahnya ambruk ke samping hingga terjatuh ke lantai. Pantesan saja sakit, ternyata yang tumpah minyak karena licin setelah dipegang. Arlo baru menyad

  • Terpaksa Menjadi Istri Sepupuku   Bab 33. TMIS

    "Ya ampun ... apalagi ini, kenapa pintunya dikunci," ujar Arlo tak bisa masuk ke kamarnya. Dia terpaksa menunggu sampai Jena membukakan pintu. Baru juga berdamai dengan masalah tadi, istrinya mulai bertingkah lagi. Sepertinya Jena niat bikin suaminya kesal setiap hari. "Jen, buka pintunya!" seru Arlo setelah menunggu hampir setengah jam di luar. Jena sengaja mengurung diri sebab Kak Arlo suka nyelonong masuk tanpa permisi. Tahu ini kamarnya, tapi kan sekarang menjadi kamarnya juga dan Jena tidak bebas setelah mandi. Dia baru saja keramas jadi perlu mengeringkan rambutnya dulu, sementara tidak mau terlihat oleh suaminya. "Ngapain aja sih lama banget, mandi nggak usah dikunci segala," omel Arlo hampir habis kesabarannya. Lagi bad mood masalah pekerjaan, malah perempuan-perempuan di dekatnya bikin ulah. Makin tambah kesal saja. "Aku lagi ganti, kenapa nggak sabaran banget. Sudah bener kita pisah kamar biar ada privasi. Kak Arlo nggak bakalan kekunci di luar." Jena sebe

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status