๋ก๊ทธ์ธMelvin merasa tak tenang mengingat istrinya akan bertemu kembali dengan keluarganya. Namun apalah daya, jadwal meeting yang begitu padat membuatnya tertahan di dalam ruang hampa.
“Berapa meeting lagi yang harus di hadiri?” tanya Melvin begitu ketus.“Masih ada tujuh meeting lagi, kemungkinan kita akan lembur mengingat pentingnya semua meeting ini.”Terdengar helaan nafas begitu panjang, begitu lelah terdengar dari hembusan yang di keluarkannya.Ed tHendra yang mendengar tentang kecelakaan Kanza segera mengajak seluruh keluarganya untuk pergi ke rumah sakit.Selama perjalanan, Zeta juga Arumi terus menangis tanpa henti setelah mendengar kabar jika Kanza sedang di operasi.โSudah lah, Ma. Kalau kalian menangis terus yang ada kita nanti tidak bisa kesana.โ tegur Hendra.Mobil melaju dengan perlahan, membelah jalan yang sudah lenggang oleh kendaraan.โAyo cepat,โ seru Arumi saat mobil tiba di halaman rumah sakit.Semua orang masuk dengan terburu-buru, mereka berjalan panik mencari ruang operasi.โDisana, โ seru Raka saat matanya melihat En berdiri du ujung lorong.โMelvin.โMendengar namanya di panggil, Melvin yang sedang menundukkan kepala segera menengadah.โMama,โ seru Melvin memeluk ibunya dengan begitu erat.โTenang ya, Kanza pasti baik-baik saja. Dia wanita yang sangat kuat.โ menepuk punggung putranya.Punggung Melvin bergetar, air mata yang berusaha di tahannya kini mengalir seperti tak ada bendungannya.Hendra menepuk bahu p
Kanza keluar dari perusahaan tepat pukul delapan lebih dua puluh.Rencananya wanita itu akan mampir ke kedai makanan langganannya, namun saat di tengah jalan tiba-tiba saja ada mobil yang menggiring mobilnya untuk masuk jalan lainnya.โSialan, mereka siapa ini?โ gumamnya namun cukup panik.Kanza yang panik masih memegang kemudianya dengan sangat erat. Satu mobil menghimpitnya untuk keluar dari jalur jalan raya. Namun ia tetap berusaha berada di jalan beraspal itu, walau mobil sudah terasa tak baik-baik saja.โSial! Suruhan siapa ini?โ ucapnya dengan nada panik.Dengan satu tangannya ia meraih ke dalam tas, mengambil ponsel yang berada di dalamnya.Hal pertama yang dilakukan Kanza adalah mengubungi polisi, ia juga menyampaikan jika akan ada kemungkinan kecelakaan dilokasinya dan meminta di sediakan ambulance.Dan benar saja, belum selesai Kanza berbicara mobilnya sudah di tabrak dari arah belakang. Hal itu membuat ponsel Kanza terjatuh, sedang kedua tangannya menggengam erat kemudi.โM
โGimana rasanya aki-aki bau tanah?โ bisiknya mengejek.Mendengar itu Nadia mengamuk, ia bangkit dari tempat duduknya sambil menggebrak meja kerja.โJaga mulut lo, jangan sembarangan ngebacot disini.โ sarkasnya, namun Kanza hanya diam tak perduli.โNadia!โ Melvin berteriak keras hingga mengejutkan semua orang, bahkan En yang berada di dalam ruangannya pun sampai keluar saat mendengar teriakan Melvin.Nadia terdiam kaku, tangannya menggenggam ujung roknya sambil tertunduk takut.โBerani sekali mulutmu itu berkata kasar di perusahaanku!โ amuknya.Kanza menggeser badannya, memberi space untuk suaminya itu marah-marah pada sekretaris nya.โAda apa ini?โ tanya En yang baru bergabung dengan wajah panik.Melvin terus saja menyerang Nadia dengan kata-kata kerasnya dan nada yang sangat tak bersahabat.โSudah cukup tuan Melvin, biarkan saya yang menyelesaikan ini dengan sekretaris Nadia.โ lerai Kanza saat ia merasa suaminya sudah tidak bisa mengontrol emosinya.โAssisten En, tolong bawa tuan Me
Martin bersandar pada kepala ranjang, di dalam pelukannya ada Nadia yang bersandar dengan sangat nyaman.Tangan wanita itu bermain nakal di atas dada Martin yang tengah telanjang, begitu juga dengan keadaan pada dirinya.โBagaimana kita harus mengatasi wanita itu?โโTenang saja, kalau dia masih berulah aku akan meminta mereka untuk mengatasinya.โโTapi semakin hari dia akan semakin berbahaya untuk kita semua, bagaimana jika dia pada akhirnya tahu rahasia kita selama ini dan memberitahu Melvin?โโTidak akan ada bukti yang bisa dia dapat.โ ucap Martin dengan percaya diri.โJangan meremehkan wanita itu, dia bukan wanita biasa.โ kesal Nadia yang langsung duduk tegap menatap Martin kesal.Martin menarik lagi Nadia mendekat padanya, ditekannya tengkuk wanita itu untuk semakin mendekat padanya.โAku tidak akan membiarkan wanita itu merusak rencana kita.โDan tiba-tiba Martin menyerang Nadia, membuat wanita itu lagi dan lagi melenguhkan suara-suara nakal yang memenuhi kamar hotel.Pagi yang d
Melvin pulang lebih dulu ke rumah, meninggalkan Kanza yang masih terlihat sibuk di dalam ruangannya. Tapi ia tidak meninggalkan Kanza seorang diri, En ada disana menemani Kanza dan akan mengantarkannya pulang nanti.โKenapa masih disini?โ tanya Kanza yang terkejut saat melihat sosok sepupu iparnya itu duduk dengan santai sambil memainkan ponsel pintarnya.โSuami lo pulang duluan, nggak enak badak kayaknya terus nyuruh gue nungguin lo dan nganterin lo pulang.โKanza panik, ia pun bergegas keluar meninggalkan Endi yangg juga sama terkejutnya dengan gerakan sepupu iparnya itu.โNggak suami nggak istri sama aja,โ gerutunya mengerjar Kanza yang sudah tiba di depan lift.Setibanya di rumah, Kanza buru-buru masuk kamar mencari suaminya.Disana, Melvin tertidur masih dengan pakaian kerjanya. Wajahnya sedikit pucat dengan rambut yang sudah sangat berantakan.Kanza mendekat, merapikan rambut suaminya. Menyatukan keningnya dengan kening Melvin guna mengecek suhu tubuh suaminya.โSyukurlah engga
Baru saja duduk di mejanya, mata nya itu menangkap sosok pangerannya keluar dari ruangan lain. Darahnya mendidih kala melihat ada senyuman di wajah yang selalu terlihat datar itu.โArKkh!โmenggebrak mejanya.โGak bisa kayak gini terus, gue harus bisa lakuin sesuatu sebelum semuanya terbongkar.โโGue harus cari posisi aman, dan disamping Melvin adalah pilihan yang tepat.โโGue pasti bisa!โMengambil ponselnya, ia mengirimkan pesan pada seseorang yang entah itu siapa.โGak akan gue biarin siapapun merebut apa yang harusnya jadi milik gue. Termasuk Rose!โmengepalkan tangan di atas meja.Kanza seharian sibuk dengan berkasnya, beberapa kali ponselnya berdering namun sama sekali tidak terdengar di telinganya.Begitu juga dengan Melvin, setelah keluar dari ruangan Kanza ia sama sekali tidak terlihat keluar lagi bahkan diwaktu makan siangnya.Tok, tok..Seseorang mengetuk pintu ruangan Kanza. โMasuk, โserunya tanpa mengalihkan pandangan mata dari berkas-berkasnya.โSelamat siang, nona Rozen
“Menikah denganku.”Sepanjang malam Kanza benar-benar tak bisa memejamkan matanya, permintaan Melvin seakan terus berdengung di pikiran juga telinganya.Hingga pagi menjelang, Kanza masih tak bisa memejamkan mata.“Jadinya nggak tidur kan,” gumamanya s
Melvin perlahan membuka matanya, ia mulai membiasakan matanya dengan cahaya.Tenggorokannya benar-benar kering, ia begitu kehausan.Berkali-kali ia meminta minum, namun Kanza yang takut malah berdiri jauh dari tempat Melvin berada.โAir, haus sekali,โ gumamnya terbata-bata.Dengan perasaan was-was,
Melvin Surendra, terpaksa membatalkan rapat pentingnya karena sebuah masalah yang terjadi di kampus milik keluarganya.Sosok pria jangkung berjalan mantap di koridor kampus. Kehadirannya menarik banyak perhatian orang-orang di sana. Aura karismatik memancar kuat dari tubuh tegapnya yang dibalut set
Jemarinya bertaut, saling meremas demi mendapat sebuah ketenangan. Namun rasanya tidak lah mungkin, dinginnya pendingin tak sedingin tubuh Kanza saat ini.Kanza duduk begitu gugup di ruang rektor kampusnya, keringat mulai membasahi wajah serta tangannya.โKanza Athalia Rozenka, apa benar yang sudah







