Share

Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin
Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin
Author: 𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪 𝓜𝓮𝓻𝓪𝓱

1.

last update publish date: 2025-02-27 23:13:22

Jemarinya bertaut, saling meremas demi mendapat sebuah ketenangan. Namun rasanya tidak lah mungkin, dinginnya pendingin tak sedingin tubuh Kanza saat ini.

Kanza duduk begitu gugup di ruang rektor kampusnya, keringat mulai membasahi wajah serta tangannya.

“Kanza Athalia Rozenka, apa benar yang sudah disampaikan oleh teman-temanmu itu? Dan apa benar jika yang ada di dalam video itu adalah kamu?” tanyanya begitu tegas, tak ingin dibantah.

Kanza diam, kepalanya menunduk matanya menatap kedua tangannya yang saling meremas.

“Jawab saya, Kanza!”

Tubuhnya melonjak kaget, “I-itu memang benar saya, Pak. Tapi semua yang mereka katakan bohong, saya tidak pernah melakukan itu semua.”

Tangis tak lagi bisa dibendungnya, Kanza benar-benar takut dan lemah. Selama ini ia bisa tenang menjalani masa kuliahnya karena beasiswa yang diterimanya.

Namun sekarang ia dihadapkan dengan kenyatakan jika ia harus siap kehilangan beasiswa akibat fitnah dari teman-temannya.

“Sesuai dengan peraturan kampus, kamu harus bersiap kehilangan beasiswa itu dan membayar semua tanggungan kuliahmu.”

“Tapi saya tidak melakukan apa yang di tuduhkan, Pak. Saya tidak pernah menjual diri, apa lagi dengan suami orang.” Tangisnya.

“Pihak kampus akan menyelidiki semuanya, sampai semua itu terbukti kamu saya skors.”

Deg,

Tak lagi bisa di bantah, tak lagi bisa membela diri. Kanza hanya bisa pasrah dengan apa yang sudah diputuskan.

Salahnya memang, percaya begitu saja hingga masuk ke dalam jebakan teman-temannya.

Langkah kakinya begitu lesu, menyusuri koridor kampus ia diam seakan tak ingin bicara.

“Kenapa? Kenapa mereka semua sejahat ini, bahkan aku tidak pernah merasa memiliki masalah dengan mereka.” Batin nya.

“Aku tidak pernah bermesraan dengan laki-laki tua itu, dia yang tiba-tiba memaksa memelukku. Aku ke sana juga atas pesanan makanan mereka, kenapa mereka malah tega memfitnahku menjual diri?” menahan rasa marahnya.

Kanza tersenyum mengingat bagaimana ia nampak romantis dengan lelaki tua itu dalam video, benar-benar pemilihan angel kamera yang tepat menurut Kanza.

Kanza hanya bisa menangis, meratapi nasib yang sangat tak adil terhadapnya.

“Kanza,” teriak seseorang dari arah belakang.

Sambil terengah-engah, “Za, aku nyariin kamu dari tadi. Gimana? Rektor nggak percaya kan sama video itu?”

“Apa yang bisa aku lakuin, Nad. Aku Cuma orang miskin yang gampang mereka injak-injak, tentu saja rektor lebih memilih berpihak pada mereka.”

Nadia, satu-satunya sahabat Kanza di kampus merasa sangat geram. Ia tak terima dengan semua yang menimpa sahabatnya itu.

“Aku harus pergi, aku di skors sampai waktu yang nggak di tentukan.”

“Ehm, nanti aku bakal bikin semua salinan untuk kamu. Jangan sedih,” hiburnya.

Kanza memaksakan diri untuk tersnyum, melambaikan tangan sebelum benar-benar menghilang dari hadapan sahabatnya.

“Dasar wanita brengsek semua, sampah kampus!” gerutu Nadia.

Kanza memilih duduk di taman yang tak jauh dari kampusnya berada, disana ia menangis meluapkan semua emosinya.

Tak perduli orang melihatnya atau bahkan mengiranya gila, yang jelas saat ini Kanza butuh ruang untuk melampiaskan semua rasa marahnya.

“Kau benar-benar tak adil dalam membagi takdir hidup ini, Tuhan. Semua kau beri kebahagiaan, lantas kenapa aku tidak? Sejak dulu kau selalu memberiku duka  juga air mata, kau membuatku hidup sebatang kara tanpa kebahagiaan.” Gumamnya di sela-sela tangis.

“Oh, ternyata lagi nangis disini toh.”

“Uh, kasian. Habis di skors ya?”

Perlahan Kanza membuka tangan yang menutupi wajahnya, perlahan menghapus jejak air mata yang memang sudah mulai mengering.

Kanza menatap tiga orang wanita di depannya, mereka adalah teman sekaligus musuh di depan mata.

Dewi dan Lia, dua wanita itu mentertawakan keadaan Kanza yang berantakan saat ini.

“Kalian benar-benar tidak punya hati. Apa salahku, kenapa kalian tega membuat fitnah keji itu?”

“Siapa bilang itu fitnah, bukti sudah ada mana bisa di sebut fitnah.” Sahut Tari, gadis yang berpengaruh di kampus sekaligus ketua dari Dewi juga Lia.

Kanza bangun dari duduknya, ia menatap tajam pada Tari. “Sejak dulu, aku sama sekali tidak berniat berhubungan denganmu. Tapi kenapa selalu mengusikku?”

“Karena kamu lebih dulu mengusik kebahagiaanku, Kanza. Kamu lebih dulu membuat masalah besar denganku,” penuh tekanan kemarahan.

Kanza bingung, ia sama sekali tak merasa berbuat salah apapun.

Kanza pun bertanya, kesalahan apa yang sudah di perbuatnya hingga menimbulkan rasa benci pada diri Tari.

Rasa cemburu juga marah membuat Tari menutup diri dari kebenarannya, ia melampiaskan semua rasa sakit hati juga marah pada Kanza yang jelas-jelas tak tahu apa-apa.

Kanza pun terkejut dengan pengakuan Tari padanya, sebab tak pernah sekalipun ia melakukan apa yang sudah di tuduhkan padanya.

“Sama sekali aku tidak pernah menggodanya, aku bahkan tidak pernah bertemu dengan pacarmu itu.”

“Bohong, kamu benar-benar berani membohongiku!”

“Kamu bisa mencari perhatian pada semua laki-laki di kampus, aku tidak perduli. Tapi jangan dengan Reno, dia pacarku!” lanjutnya marah.

Menghela nafas, Kanza sudah benar-benar pasrah dengan apa yang di tuduhkan padanya. Penjelasan apapun percuma, Tari hanya percaya dengan apa yang di lihat dan di dengarnya.

Tak ingin semakin panjang, Kanza memilih pergi dari taman. Meninggalkan ketiga temannya yang menatapnya pergi dengan tatapan kebencian.

Kanza yang berjalan terburu-buru tak melihat jalan saat tengah menyeberang, hingga bunyi panjang klakson dan dencitan rem mengembalikan fokusnya.

Brak!!

Asap tebal mengepul dari mobil.

“Astaga.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   63.

    Hendra yang mendengar tentang kecelakaan Kanza segera mengajak seluruh keluarganya untuk pergi ke rumah sakit.Selama perjalanan, Zeta juga Arumi terus menangis tanpa henti setelah mendengar kabar jika Kanza sedang di operasi.“Sudah lah, Ma. Kalau kalian menangis terus yang ada kita nanti tidak bisa kesana.” tegur Hendra.Mobil melaju dengan perlahan, membelah jalan yang sudah lenggang oleh kendaraan.“Ayo cepat,” seru Arumi saat mobil tiba di halaman rumah sakit.Semua orang masuk dengan terburu-buru, mereka berjalan panik mencari ruang operasi.“Disana, “ seru Raka saat matanya melihat En berdiri du ujung lorong.“Melvin.”Mendengar namanya di panggil, Melvin yang sedang menundukkan kepala segera menengadah.“Mama,” seru Melvin memeluk ibunya dengan begitu erat.“Tenang ya, Kanza pasti baik-baik saja. Dia wanita yang sangat kuat.” menepuk punggung putranya.Punggung Melvin bergetar, air mata yang berusaha di tahannya kini mengalir seperti tak ada bendungannya.Hendra menepuk bahu p

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   62.

    Kanza keluar dari perusahaan tepat pukul delapan lebih dua puluh.Rencananya wanita itu akan mampir ke kedai makanan langganannya, namun saat di tengah jalan tiba-tiba saja ada mobil yang menggiring mobilnya untuk masuk jalan lainnya.“Sialan, mereka siapa ini?” gumamnya namun cukup panik.Kanza yang panik masih memegang kemudianya dengan sangat erat. Satu mobil menghimpitnya untuk keluar dari jalur jalan raya. Namun ia tetap berusaha berada di jalan beraspal itu, walau mobil sudah terasa tak baik-baik saja.“Sial! Suruhan siapa ini?” ucapnya dengan nada panik.Dengan satu tangannya ia meraih ke dalam tas, mengambil ponsel yang berada di dalamnya.Hal pertama yang dilakukan Kanza adalah mengubungi polisi, ia juga menyampaikan jika akan ada kemungkinan kecelakaan dilokasinya dan meminta di sediakan ambulance.Dan benar saja, belum selesai Kanza berbicara mobilnya sudah di tabrak dari arah belakang. Hal itu membuat ponsel Kanza terjatuh, sedang kedua tangannya menggengam erat kemudi.“M

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   61.

    “Gimana rasanya aki-aki bau tanah?” bisiknya mengejek.Mendengar itu Nadia mengamuk, ia bangkit dari tempat duduknya sambil menggebrak meja kerja.“Jaga mulut lo, jangan sembarangan ngebacot disini.” sarkasnya, namun Kanza hanya diam tak perduli.“Nadia!” Melvin berteriak keras hingga mengejutkan semua orang, bahkan En yang berada di dalam ruangannya pun sampai keluar saat mendengar teriakan Melvin.Nadia terdiam kaku, tangannya menggenggam ujung roknya sambil tertunduk takut.“Berani sekali mulutmu itu berkata kasar di perusahaanku!” amuknya.Kanza menggeser badannya, memberi space untuk suaminya itu marah-marah pada sekretaris nya.“Ada apa ini?” tanya En yang baru bergabung dengan wajah panik.Melvin terus saja menyerang Nadia dengan kata-kata kerasnya dan nada yang sangat tak bersahabat.“Sudah cukup tuan Melvin, biarkan saya yang menyelesaikan ini dengan sekretaris Nadia.” lerai Kanza saat ia merasa suaminya sudah tidak bisa mengontrol emosinya.“Assisten En, tolong bawa tuan Me

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   60

    Martin bersandar pada kepala ranjang, di dalam pelukannya ada Nadia yang bersandar dengan sangat nyaman.Tangan wanita itu bermain nakal di atas dada Martin yang tengah telanjang, begitu juga dengan keadaan pada dirinya.“Bagaimana kita harus mengatasi wanita itu?”“Tenang saja, kalau dia masih berulah aku akan meminta mereka untuk mengatasinya.”“Tapi semakin hari dia akan semakin berbahaya untuk kita semua, bagaimana jika dia pada akhirnya tahu rahasia kita selama ini dan memberitahu Melvin?”“Tidak akan ada bukti yang bisa dia dapat.” ucap Martin dengan percaya diri.“Jangan meremehkan wanita itu, dia bukan wanita biasa.” kesal Nadia yang langsung duduk tegap menatap Martin kesal.Martin menarik lagi Nadia mendekat padanya, ditekannya tengkuk wanita itu untuk semakin mendekat padanya.“Aku tidak akan membiarkan wanita itu merusak rencana kita.”Dan tiba-tiba Martin menyerang Nadia, membuat wanita itu lagi dan lagi melenguhkan suara-suara nakal yang memenuhi kamar hotel.Pagi yang d

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   59.

    Melvin pulang lebih dulu ke rumah, meninggalkan Kanza yang masih terlihat sibuk di dalam ruangannya. Tapi ia tidak meninggalkan Kanza seorang diri, En ada disana menemani Kanza dan akan mengantarkannya pulang nanti.“Kenapa masih disini?” tanya Kanza yang terkejut saat melihat sosok sepupu iparnya itu duduk dengan santai sambil memainkan ponsel pintarnya.“Suami lo pulang duluan, nggak enak badak kayaknya terus nyuruh gue nungguin lo dan nganterin lo pulang.”Kanza panik, ia pun bergegas keluar meninggalkan Endi yangg juga sama terkejutnya dengan gerakan sepupu iparnya itu.“Nggak suami nggak istri sama aja,” gerutunya mengerjar Kanza yang sudah tiba di depan lift.Setibanya di rumah, Kanza buru-buru masuk kamar mencari suaminya.Disana, Melvin tertidur masih dengan pakaian kerjanya. Wajahnya sedikit pucat dengan rambut yang sudah sangat berantakan.Kanza mendekat, merapikan rambut suaminya. Menyatukan keningnya dengan kening Melvin guna mengecek suhu tubuh suaminya.“Syukurlah engga

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   58.

    Baru saja duduk di mejanya, mata nya itu menangkap sosok pangerannya keluar dari ruangan lain. Darahnya mendidih kala melihat ada senyuman di wajah yang selalu terlihat datar itu.“ArKkh!”menggebrak mejanya.“Gak bisa kayak gini terus, gue harus bisa lakuin sesuatu sebelum semuanya terbongkar.”“Gue harus cari posisi aman, dan disamping Melvin adalah pilihan yang tepat.”“Gue pasti bisa!”Mengambil ponselnya, ia mengirimkan pesan pada seseorang yang entah itu siapa.“Gak akan gue biarin siapapun merebut apa yang harusnya jadi milik gue. Termasuk Rose!”mengepalkan tangan di atas meja.Kanza seharian sibuk dengan berkasnya, beberapa kali ponselnya berdering namun sama sekali tidak terdengar di telinganya.Begitu juga dengan Melvin, setelah keluar dari ruangan Kanza ia sama sekali tidak terlihat keluar lagi bahkan diwaktu makan siangnya.Tok, tok..Seseorang mengetuk pintu ruangan Kanza. “Masuk, “serunya tanpa mengalihkan pandangan mata dari berkas-berkasnya.“Selamat siang, nona Rozen

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   6.

    Ting.Bunyi pesan masuk, namun bukan dari ponsel milik Kanza melainkan dari ponsel lain yang juga berada di keranjang tadi.Hm?Tangannya mengambil ponsel dengan warna maroon itu, warna favoritnya.Kanza pun menyalakan ponsel tersebut, kemudian membuka aplikasi pesanny

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   5.

    Melvin masih memejamkan mata, mengabaikan Kanza yang menunggu jawaban atas apa yang telah di ucapkannya barusan.“Tuan, tolong jawab. Tuan tahu darimana masalah saya itu?”“Pilihanmu hanya dua. Menikah denganku sebagai pertanggung jawabanmu, atau menikah denganku dan kamu bisa kembali kuliah sepert

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   4.

    “Menikah denganku.”Sepanjang malam Kanza benar-benar tak bisa memejamkan matanya, permintaan Melvin seakan terus berdengung di pikiran juga telinganya.Hingga pagi menjelang, Kanza masih tak bisa memejamkan mata.“Jadinya nggak tidur kan,” gumamanya s

  • Terpaksa Jadi Istri Presdir Dingin   2.

    Melvin Surendra, terpaksa membatalkan rapat pentingnya karena sebuah masalah yang terjadi di kampus milik keluarganya.Sosok pria jangkung berjalan mantap di koridor kampus. Kehadirannya menarik banyak perhatian orang-orang di sana. Aura karismatik memancar kuat dari tubuh tegapnya yang dibalut set

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status