Share

Bab 128. Sikap Konyol 

Author: Dera Tresna
last update Last Updated: 2026-01-03 07:57:13

Hujan begitu lebat dengan petir yang menggelegar selalu membuat Ewald tidak bisa tidur. Tanisa sudah bersiap untuk terjaga malam ini dan itu akan menjadi hari yang melelahkan besok pagi. Belum lagi dia harus mengurus peternakan, itu artinya dia tidak akan tidur lebih dari 30 jam.

Fabio yang tahu jika Ewald akan gelisah dengan cuaca buruk, memutuskan untuk datang ke rumah Tanisa dan membantu wanita itu menjaga Ewald. Ketika Tanisa membuka pintu rumah, senyum lebar menyambut kedatangan Fabio, dia memeluk Fabio dengan hangat setelah pria itu melepas mantel hujannya.

“Aku selalu merepotkanmu,” ucap Tanisa melihat kedatangan Fabio.

“Dan aku akan mendapatkan makan malam yang hangat,” balas Fabio.

“Masuklah! Ewald masih bermain dan belum bisa tidur karena hujan yang deras.”

“Aku akan membantumu menjaga Ewald agar kamu bisa beristirahat. Aku tahu kamu punya banyak pekerjaan besok pagi,” kata Fabio sambil mendekati Ewald yang masih sibuk bermain.

“Kamu pria yang sangat baik Fabio. Aku ti
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 130. Hanya Segitu Perjuanganmu?

    Jauh dari pandangan Tanisa dan Fabio, rahang Ricky mengeras menatap kedua orang tersebut saling berpelukan. Tangan Ricky mengepal merasakan kemarahan yang menghentakkan dadanya. Dia berbalik memunggungi pemandangan yang menyakitkan tersebut. “Apakah kini tidak ada kesempatan lagi baginya untuk mendapatkan hati Tanisa?” Menjauh dari pemandangan tersebut, Ricky berjalan menuju rumah Tanisa dan masuk ke sana, celoteh Ewald mengalihkan perhatiannya. Dia mendekati anak itu dan bercanda dengan Ewald. Bermain bersama anak itu membuat hatinya dingin kembali, Ewald selalu bisa meredam kemarahannya. “Tuan, apakah saya bisa pergi ke belakang sebentar?” tanya pengasuh Ewald menitipkan anak tersebut pada Ricky. “Biarkan aku yang menjaga Ewald, pergilah!” ujar Ricky mengizinkan. Baru saja pengasuh itu menghilang dari pandangan Ricky, Ewald yang lepas dari pengawasan pria itu berjalan mengambil gelas berisi air minum dan menumpahkan semua isinya ke baju yang dia pakai. Bukannya merasa bersalah,

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 129. Orang Baik yang Selalu Menjaga

    Seperti terhipnotis, Tanisa melangkah mendekati Ricky. Dia mendengar dengkuran halus dari mulut pria itu yang setengah terbuka, terlihat sekali jika Ricky tidur sangat nyenyak. Dia tidak tahu jika semalam Ricky sama sekali tidak tidur karena mengawasinya dari jauh, mengira dia bercinta dengan Fabio. Tangan Tanisa terulur untuk menarik selimut miliknya agar menutupi perut dan dada pria itu karena dia takut tidak bisa mengendalikan diri menatap pemandangan menggoda tersebut. Fokusnya teralihkan ketika melihat perban yang tertempel seadanya di atas luka Ricky. Bahkan perban itu tidak menutup seluruh lukanya. Pria itu pasti menutup lukanya sendiri dengan sembarangan. Tidak tega melihat hal tersebut, dia mengambil kotak obat dan mengobati luka di punggung tangan dan muka Ricky serta memperbaiki ikatan perban yang Ricky buat. Selesai dengan hal tersebut, dia masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuhnya dan bersiap untuk makan siang. Dirinya terkejut ketika membuka pintu kamar mandi dan me

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 128. Sikap Konyol 

    Hujan begitu lebat dengan petir yang menggelegar selalu membuat Ewald tidak bisa tidur. Tanisa sudah bersiap untuk terjaga malam ini dan itu akan menjadi hari yang melelahkan besok pagi. Belum lagi dia harus mengurus peternakan, itu artinya dia tidak akan tidur lebih dari 30 jam. Fabio yang tahu jika Ewald akan gelisah dengan cuaca buruk, memutuskan untuk datang ke rumah Tanisa dan membantu wanita itu menjaga Ewald. Ketika Tanisa membuka pintu rumah, senyum lebar menyambut kedatangan Fabio, dia memeluk Fabio dengan hangat setelah pria itu melepas mantel hujannya. “Aku selalu merepotkanmu,” ucap Tanisa melihat kedatangan Fabio. “Dan aku akan mendapatkan makan malam yang hangat,” balas Fabio. “Masuklah! Ewald masih bermain dan belum bisa tidur karena hujan yang deras.” “Aku akan membantumu menjaga Ewald agar kamu bisa beristirahat. Aku tahu kamu punya banyak pekerjaan besok pagi,” kata Fabio sambil mendekati Ewald yang masih sibuk bermain. “Kamu pria yang sangat baik Fabio. Aku ti

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 127. Rasa Cemburu Tidak Bisa Dikendalikan

    Mendengar perkataan tersebut, tubuh Ricky seketika membeku. Anak yang ada di dalam gedongannya tersebut ternyata anak yang kemarin dia lihat bersama Tanisa dan seorang pria yang tidak dikenalnya. Menatap mata anak itu, tiba-tiba darah Ricky berdesir, seakan ada sesuatu yang mengalir hangat ke dalam hatinya. Apalagi ketika Ewald menyentuh pipinya dan berceloteh riang, dia menanggapi dengan gurauan yang menghibur anak itu. Sungguh anak yang tampan dengan pesona yang tidak bisa dia abaikan. Ricky mengusap-usapkan wajahnya ke perut Ewald membuat anak itu tertawa terkikik geli. Aroma Ewald menjadi candu baru untuknya. Untuk sesaat dia tenggelam dalam candaan menyenangkan bersama dengan Ewald. Tanisa yang baru saja keluar dari rumah seketika terkejut melihat kebersamaan Ricky dengan Ewald. Matanya seketika berkabut dengan hati yang berkecamuk gelisah. Tangannya yang gemetar disembunyikannya di bawah pakaian yang dia bawa. Dengan wajah pucat dan mulut mengering, Tanisa menguatkan diri un

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 126. Iri Melihat Kebahagiaan Wanita yang Dicintai

    “Aku sudah mencoba menghubunginya tapi pemiliknya sangat susah ditemui. Terakhir, aku titip pesan pada penjaga rumah itu dan dia berkata jika pemiliknya tidak ingin menjual tanah dan rumahnya,” cerita Tanisa dengan sedikit rasa sedih. “Jangan khawatir, ada saatnya nanti pemiliknya butuh uang dan kamu bisa membelinya,” Fabio menenangkan Tanisa. “Ya, aku juga berpikir seperti itu. Aku sudah memberikan nomor ponselku dan jika sewaktu-waktu pemiliknya ingin menjualnya, dia bisa menghubungiku.” “Apakah kamu mempunyai opsi lain? Dengan membeli tanah yang dekat dengan warisan papamu di desa misalnya? Sehingga kamu tetap bisa tinggal di desa meski tanpa rumah dan tanah warisan papamu.” “Itu juga sempat aku pikirkan tapi itu akan menjadi opsi terakhirku. Yang pasti saat ini aku masih ingin fokus mengembangkan peternakan di sini dan menyelesaikan tugas dari Aaron untuk membayar kerugian yang Karina sebabkan.” “Kenapa kamu tetap saja peduli dengan wanita itu? Dia bukan siapa-siapamu,” ujar

  • Terperangkap Jerat Suami Dominan dan Angkuh   Bab 125. Melihat Kemesraan yang Menyakitkan

    "Aku sudah mengirimkan alamatnya ke ponselmu,” seru Catelyn sebelum Ricky benar-benar menghilang. “Terima kasih,” kata Ricky sambil membuka handle pintu rumah mereka. “Ricky ...!” panggil Aaron menghentikan langkah temannya. Ricky menoleh menatap Aaron. “Hati-hati di jalan! Semoga semua urusanmu berhasil,” ucap Aaron dengan tulus. Ricky mengangguk mengiyakan lalu menghilang dengan cepat ke balik pintu utama rumah itu. Aaron dan Catelyn seketika saling pandang melihat tingkah Ricky. Mereka yakin ada sesuatu di antara Ricky dan Tanisa. “Apakah kamu tahu sesuatu?” tanya Catelyn. “Aku tidak tahu apa-apa. Ricky tidak pernah bercerita tentang Tanisa. Aku malah mengira Ricky tidak menyukai wanita itu. Alasan Karina mengusir Tanisa dari rumahnya karena Ricky menyuruh Karina lepas dari kekangan kakaknya. Alasan Karina menghilang pun karena Tanisa yang mengungkapkan kebenaran jika Ricky dan Karina adalah saudara kandung. Aku rasa tidak ada alasan bagi Ricky untuk menyukai wanita itu,” jaw

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status