Share

Skandal di Monaco

Author: JaneandRoses
last update Last Updated: 2025-12-24 20:00:18

Langit di atas Laut Mediterania berwarna biru safir yang nyaris tidak masuk akal, sangat kontras dengan putihnya sayap jet pribadi Gulfstream G650 milik Valerick Group. Di dalam kabin yang kedap suara, suasana terasa jauh lebih dingin daripada suhu di luar. Sejak kejadian di penthouse malam itu, ada dinding tak kasat mata yang kembali terbangun antara Elena dan Aiden—sebuah dinding yang terbuat dari rasa ca

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The CEO's First Class Destiny   Sentuhan Tak Sengaja

    Lantai enam puluh dua malam ini tidak bersuara, kecuali desis halus dari sistem pengatur suhu yang menjaga kelembapan udara di dalam galeri pribadi Aiden Valerick. Galeri ini adalah jantung dari penthouse-nya―sebuah ruangan panjang dengan dinding berwarna abu-abu arang yang dirancang untuk membuat setiap karya seni di sini tampak seolah-olah bernapas.Pencahayaannya diatur sangat minim. Hanya lampu sorot kecil yang tersembunyi di langit-langit, menjatuhkan pendar cahaya kuning hangat tepat di atas bingkai-bingkai emas dan kanvas tua. Elena berdiri di depan sebuah lukisan potret dari abad ke-17 yang baru saja tiba dari Paris. Ia mengenakan kemeja putih berbahan sutra yang lengannya digulung hingga siku dan celana kain hitam yang pas di pinggangnya. Rambutnya diikat asal, menyisakan beberapa helai yang jatuh membingkai wajahnya yang tampak sangat fokus. Di tangannya, ia memegang lampu periksa kecil dan sebuah lup pembesar. Ia sedang mencari tanda-tanda retakan mikro pada lapisan vernis

  • The CEO's First Class Destiny   Masa Lalu yang Menghantui

    Pagi di Monte Carlo tidak pernah benar-benar sunyi, namun di dalam Diamond Suite, keheningan terasa begitu berat, seolah dinding-dinding marmer itu menyimpan rahasia yang terlalu besar untuk diucapkan. Sisa-sisa dansa semalam masih menggantung di udara—sebuah momen langka di mana Aiden Valerick membiarkan pertahanannya runtuh. Namun, bagi Elena, cahaya fajar yang menyelinap masuk melalui jendela justru membawa rasa penasaran yang lebih dalam.Aiden sedang berada di balkon, berbicara melalui telepon dengan nada rendah yang dingin—kembali menjadi sang CEO yang tak tersentuh. Sementara itu, Elena berdiri di ruang kerja suite tersebut, merapikan beberapa dokumen yang sempat tertinggal semalam.Secara tidak sengaja, ia menyenggol sebuah kotak kayu kecil berwarna gelap yang terletak di sudut meja jati tersebut. Kotak itu terbuka, menampak

  • The CEO's First Class Destiny   Dansa di Bawah Bintang

    Malam di Monte Carlo belum benar-benar berakhir, namun bagi Elena, kebisingan di atas kapal pesiar The Sovereign terasa seperti ribuan tahun cahaya jauhnya. Setelah skandal ciuman yang menggemparkan seluruh aristokrat Eropa itu, Aiden membawanya pergi dalam keheningan yang menyesakkan. Limusin yang membawa mereka kembali ke Hôtel de Paris terasa seperti ruang hampa udara, di mana setiap embusan napas adalah percikan api yang siap meledak.Begitu pintu Diamond Suite tertutup, Elena langsung menuju teras luas yang menghadap ke Laut Mediterania. Ia butuh oksigen. Ia butuh merasakan angin laut yang dingin untuk mendinginkan sarafnya yang terbakar.Lampu-lampu kota Monaco berkilauan di bawah sana seperti hamparan berlian yang tum

  • The CEO's First Class Destiny   Skandal di Monaco

    Langit di atas Laut Mediterania berwarna biru safir yang nyaris tidak masuk akal, sangat kontras dengan putihnya sayap jet pribadi Gulfstream G650 milik Valerick Group. Di dalam kabin yang kedap suara, suasana terasa jauh lebih dingin daripada suhu di luar. Sejak kejadian di penthouse malam itu, ada dinding tak kasat mata yang kembali terbangun antara Elena dan Aiden—sebuah dinding yang terbuat dari rasa canggung dan gairah yang tertahan.Elena menatap ke luar jendela, memperhatikan garis pantai French Riviera yang mulai terlihat. Ia mengenakan setelan linen putih yang santai namun tetap memancarkan aura kemewahan yang tenang."Kita akan mendarat di Nice dalam dua puluh menit," suara Aiden memecah keheningan. Ia menutup laptopnya, tatapannya beralih pada Elena. "Helikopter sudah menunggu untuk membawa kita langsung ke Monte Carlo. K

  • The CEO's First Class Destiny   Gaun Sutra Hitam

    Malam di Jakarta selalu memiliki cara untuk menyembunyikan keburukan di balik lampu-lampu kota yang gemerlap. Namun, di penthouse pribadi Aiden Valerick yang berada di lantai 62, tidak ada yang perlu disembunyikan. Semuanya adalah tentang pernyataan—tentang siapa yang memiliki kendali dan siapa yang hanya menjadi penonton.Elena berdiri di depan cermin besar di ruang ganti tamu yang luasnya hampir menyamai kamar apartemen rata-rata. Ia menatap pantulannya sendiri. Malam ini, ia memilih untuk mengenakan gaun sutra hitam yang ia beli di butik tersembunyi di Paris. Gaun itu memiliki potongan slip-on yang tampak sederhana namun jatuh di tubuhnya dengan presisi yang hanya bisa dihasilkan oleh tangan penjahit ahli. Punggungnya terbuka lebar, memperlihat

  • The CEO's First Class Destiny   Di Balik Pintu Kantor

    Kantor pusat Valerick Group di kawasan Sudirman adalah sebuah monolit kaca dan baja yang melambangkan kekuasaan absolut. Di lantai paling atas, di mana oksigen terasa lebih mahal dan suara bising Jakarta teredam oleh kaca kedap suara setebal sepuluh sentimeter, Elena Adiningrat menemukan dirinya terjebak dalam rutinitas yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.Ia bukan lagi nyonya rumah yang menunggu tamu di galeri seni sambil menyesap teh krisan. Sekarang, ia adalah bagian dari mesin korporasi Aiden Valerick.Pintu kantor Aiden yang terbuat dari kayu ek hitam terbuka secara otomatis melalui sensor. Elena melangkah masuk dengan setumpuk berkas restorasi di tangannya. Ia mengenakan setelan blazer berwarna abu-abu mutiara yang dipotong sempurna, memberikan kesan profesional yang tak tergoyahkan. Namun, setelah sepuluh jam berada di gedung

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status