Accueil / Fantasi / The Empress / 10. Rindu Bersambut

Partager

10. Rindu Bersambut

Auteur: Lord Devil
last update Date de publication: 2024-06-20 12:13:45
Raja dan Ratu kembali ke ruangan pribadi mereka. Kedua anaknya, pangeran dan putri tentu saja begitu lekat dengan ibu mereka.

Sudah tujuh tahun dua anak itu hanya melihat ibu mereka yang tertidur. Tanpa suara dan gerakan.

Hari ini, keduanya bisa menyaksikan bagaimana senyuman Wang Yin yang manis, hangat dan ada aura nakal dalam artian usil. Wajar saja Qin Lang tergila-gila padanya.

Deretan gigi putih itu, bibir merah tanpa riasan, lalu bagaimana bisa wajahnya seputih dan secantik itu bahkan sete
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • The Empress   75. Saksi di Pasar Sunyi

    Pasar tua kota huan yang dipenuhi kios kosong, kain robek, dan lonceng angin yang tetap berbunyi meski tidak ada angin seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Lian melihat seorang penjual manisan yang seharusnya tidak bisa berada di sana karena pasar itu sudah mati bertahun-tahun. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena setiap orang di pasar sunyi menawarkan barang yang berkaitan dengan kenangan rombongan, seolah kota itu membaca isi ha

  • The Empress   74. Surat dari Negeri Han

    Pos perbatasan tua yang menghadap jalur dagang menuju negeri han, wilayah yang selama ini tidak ikut campur dalam urusan lima kerajaan seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seekor elang hitam menjatuhkan surat yang ditulis dengan tinta biru, warna yang hanya dipakai keluarga penguasa Negeri Han. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Negeri Han menawarkan bantuan, tetapi Qin Lang curiga bantuan yang datang terlalu cepat selalu membawa ha

  • The Empress   73. Mahkota Kabut

    Aula kecil kota huan yang dindingnya penuh lukisan burung api tanpa kepala, peninggalan kuil tua sebelum kota itu ditinggalkan seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Hua Ning tiba-tiba bersuara lagi, tetapi kata-katanya bukan miliknya sendiri. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Menara Kabut menginginkan Mahkota Kabut, benda yang mampu meminjam nama korban untuk membuka gerbang kedua. Dalam dunia mereka, musuh jarang datang dengan waja

  • The Empress   72. Putri Phoenix

    Kemah darurat di pinggir lembah, di mana para tabib, prajurit, dan anak-anak korban dipisahkan oleh lingkaran garam penahan kabut seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun gelar putri Phoenix menyebar lebih cepat daripada perintah Qin Lang untuk merahasiakannya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena utusan dari lima kerajaan mulai melihat Wang Yin bukan hanya sebagai ratu yang bangkit, tetapi sebagai kunci politik yang bisa diperebutkan. Da

  • The Empress   71. Orang yang Mati di Balik Gerbang

    Ambang gerbang phoenix yang terbuka di lembah barat kota huan, ketika kabut merah muda menggantung rendah seperti tirai yang enggan disingkap seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seseorang yang selama ini dicatat mati dalam arsip Kerajaan Yi berdiri di balik gerbang dan memanggil Wang Yin sebagai putri Phoenix. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena rombongan Qin tidak tahu apakah sosok itu penyelamat, saksi, atau awal jebakan baru yang

  • The Empress   70. Gerbang Phoenix Terbuka

    Lembah barat kota huan yang dipenuhi kabut tipis, batu hitam, dan akar pohon merah tua yang tumbuh seperti urat di tanah seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Gerbang Phoenix tidak berdiri megah seperti legenda, melainkan terbaring di lereng batu seperti luka besar yang belum pernah dijahit. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tida

  • The Empress   15. Kuil Tua

    Kuil tua di lereng utara berdiri seperti bangkai masa lalu.Atapnya sebagian runtuh. Pilar-pilar kayunya hitam dimakan usia dan lembap, sementara lumut merayap di lantai batu yang retak. Patung dewa penjaga di gerbang masuk kehilangan satu mata, membuat wajahnya tampak seperti sedang menat

  • The Empress   6. Kunjungan

    Beberapa bulan kemudian, Qin Lang memutuskan untuk mengajak kedua anaknya berkunjung ke Kerajaan Ling. Li Yan, sepupu Wang Yin menikah dengan pangeran mahkota, Xiao Zixuan dan dia hendak membawa si kembar bertemu dengan bibi mereka.Barangkali bisa memberikan sedikit informasi yang lebih soal Wang Y

  • The Empress   5. Bukit Ying

    Setelah lelah membaca cerita yang dituliskan oleh Qin Lang, Qin Lian merasa mengantuk dan tertidur dengan kepalanya di atas buku tebal itu."Qin Lian apa yang kau lakukan?" Qin Yue terkejut mendapati adiknya malah mengiler di atas buku kesayangan ayah mereka itu."Kenapa? Aku kenapa?" tanya anak itu

  • The Empress   4. Pesona Pria Itu

    Sebelum, pernikahan Qin Lang dan Wang Yin dilaksanakan semua pihak merasa senang dan bahagia. Kecuali Liu Ji yang merasa dirinya lebih tampan dan gagah dibandingkan manusia es itu."Mengapa dia memilih pangeran biasa saja dibandingkan aku?!" teriak Liu Ji tidak terima dengan keputusan Wang Yin yang

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status