Home / Fantasi / The Empress / 86. Racun Kabut di Istana Yi

Share

86. Racun Kabut di Istana Yi

Author: Lord Devil
last update publish date: 2026-08-01 09:57:05

Istana yi yang jauh dari gunung cang, tempat para pelayan mulai batuk perak dan lentera-lentera kerajaan menyala tanpa minyak seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun serangan terjadi bukan pada rombongan, melainkan pada rumah yang mereka tinggalkan. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri pal

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Empress   87. Pengadilan Para Leluhur

    87. Pengadilan Para LeluhurBalai leluhur phoenix yang tersembunyi di bawah akar pohon merah raksasa, tempat suara orang mati disimpan dalam batu-batu kecil seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Wang Yin dipanggil masuk seorang diri, tetapi Qin Lang menolak membiarkan pintu menutup sebelum ia menggenggam tangan istrinya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena para suara leluhur menuntut Wang Yin memba

  • The Empress   86. Racun Kabut di Istana Yi

    Istana yi yang jauh dari gunung cang, tempat para pelayan mulai batuk perak dan lentera-lentera kerajaan menyala tanpa minyak seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun serangan terjadi bukan pada rombongan, melainkan pada rumah yang mereka tinggalkan. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Qin Lang harus memilih antara meneruskan pencarian di Gunung Cang atau kembali menyelamatkan rakyat yang mempercayainya. Dalam dunia mereka, musuh jarang

  • The Empress   85. Malam Ketika Qin Lang Tersenyum

    Malam sunyi di desa tanpa bayangan, ketika rombongan akhirnya mendapat kesempatan makan bersama tanpa rapat perang seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Lian menuduh Qin Lang lupa cara tersenyum dan meminta Wang Yin membuktikan bahwa ayah mereka masih manusia. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena ketenangan kecil itu terasa mencurigakan setelah terlalu banyak malam berakhir dengan serangan, tetapi semua orang memilih tinggal sebent

  • The Empress   84. Perjanjian Darah Lima Kerajaan

    Ruang batu di bawah rumah pertemuan, tempat lima mangkuk darah kering tersimpan di atas altar yang retak seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Qiu menemukan tanda tangan Qin Jun, Liu Ji, raja Zhao lama, penguasa Han, dan pemimpin Phoenix pada naskah perjanjian yang sama. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena perjanjian itu membuktikan bahwa wabah pertama bukan bencana alam biasa, melainkan percobaan politik yang kemudian lepas kenda

  • The Empress   83. Anak Pembawa Lonceng

    Rumah pertemuan desa phoenix yang lantainya penuh ukiran nama anak-anak, sebagian lengkap dan sebagian hanya berupa garis pendek seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seorang anak laki-laki muncul membawa lonceng tulang dan mengaku menunggu Wang Yin sejak sebelum ia lahir. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena anak itu tampak hidup, tetapi Qin Yue tidak menemukan nadi manusia dalam tubuhnya. Dalam dunia mereka, musuh jarang datang denga

  • The Empress   82. Desa Tanpa Bayangan

    Desa phoenix di gunung cang, tempat rumah-rumah kayu berdiri rapi namun tidak menghasilkan bayangan di bawah matahari seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Lian menyadari bayangannya sendiri hilang saat ia menginjak halaman utama desa. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena desa itu menjaga dirinya dengan mengambil bayangan pendatang sampai mereka menyebut satu kebenaran yang paling mereka sembunyikan. Dalam dunia mereka, musuh jaran

  • The Empress   4. Pesona Pria Itu

    Sebelum, pernikahan Qin Lang dan Wang Yin dilaksanakan semua pihak merasa senang dan bahagia. Kecuali Liu Ji yang merasa dirinya lebih tampan dan gagah dibandingkan manusia es itu."Mengapa dia memilih pangeran biasa saja dibandingkan aku?!" teriak Liu Ji tidak terima dengan keputusan Wang Yin yang

  • The Empress   6. Kunjungan

    Beberapa bulan kemudian, Qin Lang memutuskan untuk mengajak kedua anaknya berkunjung ke Kerajaan Ling. Li Yan, sepupu Wang Yin menikah dengan pangeran mahkota, Xiao Zixuan dan dia hendak membawa si kembar bertemu dengan bibi mereka.Barangkali bisa memberikan sedikit informasi yang lebih soal Wang Y

  • The Empress   5. Bukit Ying

    Setelah lelah membaca cerita yang dituliskan oleh Qin Lang, Qin Lian merasa mengantuk dan tertidur dengan kepalanya di atas buku tebal itu."Qin Lian apa yang kau lakukan?" Qin Yue terkejut mendapati adiknya malah mengiler di atas buku kesayangan ayah mereka itu."Kenapa? Aku kenapa?" tanya anak itu

  • The Empress   Prolog

    Ratu Wang Yin mengalami koma berkepanjangan setelah melahirkan anak kembarnya, Qin Lian dan Qin Yue. Tidur panjang Sang Ratu masih menjadi misteri dan menjadi pertanyaan bagi banyak orang. Entah sihir apa yang telah dirapalkan pada Sang Ratu sampai-sampai dia tertidur selama itu.Qin Lang, selaku R

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status