LOGIN“Nightroe.”
Sampai suara Yohana mengubah sebagian momen. Pria itu nyaris menoleh, tetapi ... Svanna lebih tahu untuk melakukan ini. Menarik wajah suaminya dan merenggut bibir Nightroe. Merasakan bahwa kemarahan masih berdiam di sana, meski semua menjadi runtuh ketika perhatian pria itu teralihkan; membalas setiap sentuhan bibir mereka dengan merampas lebih kasar.Dia hampir kehabisan napas andai saja tidak memberi Nightroe petunjuk. Namun, pria itu terlalu rakus untuk membiarkan waktu“Nightroe.”Sampai suara Yohana mengubah sebagian momen. Pria itu nyaris menoleh, tetapi ... Svanna lebih tahu untuk melakukan ini. Menarik wajah suaminya dan merenggut bibir Nightroe. Merasakan bahwa kemarahan masih berdiam di sana, meski semua menjadi runtuh ketika perhatian pria itu teralihkan; membalas setiap sentuhan bibir mereka dengan merampas lebih kasar.Dia hampir kehabisan napas andai saja tidak memberi Nightroe petunjuk. Namun, pria itu terlalu rakus untuk membiarkan waktu berjalan lama. Svanna kembali kewalahan menghadapi lumatan demi lumatan yang penuh dengan tuntutan.“Nightroe.”Mereka hanya berhenti ketika suara Yohana kembali muncul ke permukaan. Ada perasaan tidak rela jika Nightroe akan memperhatikan wanita itu lagi. Sayangnya Svanna tidak berusaha mengatakan apa pun; cukup gengsi menunjukkan langsung kepada Nightroe bahwa keberadaan Yohana sebenarnya sangat mengganggu.“Dokter terapimu akan segera datang. Kau tidak seharusnya meminta bantuank
Lagi. Rencana serupa dari Yohana—dengan sengaja meminta Elisabeth menyampaikan pesan bahwa wanita itu ingin bertemu Nightroe merupakan sesuatu yang membuat Svanna merasa benar – benar terganggu.Dia melihat sendiri bagaimana Nightroe masih cukup kelelahan setelah semalam pamit untuk melakukan pekerjaan pribadi. Svanna tidak tahu persis pekerjaan pribadi yang Nightroe maksud, tetapi dia tidak bisa menahan pria itu; karena suaminya dapat dipastikan akan meminta waktu tambahan agar mereka bisa melakukan kegiatan seks lebih lama.Jadi, dia hanya diam menyaksikan Nightroe menyiapkan semua kebutuhan; salah satunya ... pisau yang sempat pria itu asah di kamar ini—secara harfiah Svanna harus menyebut kamar mereka.Dia cukup yakin Nightroe kembali begitu larut saat tidak sengaja terbangun karena pria itu tanpa sadar meninggalkan suara sayup. Walau memang ... dia memutuskan kembali tidur, seolah tidak terjadi apa pun. Sampai di sini ....Svanna sedang dihadapkan pada situ
Svanna tersenyum gugup sambil pelan – pelan beranjak mundur. Sudah merasa yakin bahwa dia bisa melarikan diri, tetapi tiba – tiba ....Nightroe mencekal pergelangan tangannya, kemudian membuat dia kembali terdampar di atas ranjang. Napas Svanna tercekat persis ketika pria itu mengurung—nyaris menindih; menatap serius dengan iris sapphire yang begitu tajam.“Kau ingin mempermainkanku?” dan bertanya sarat nada menuduh.Svanna malu – malu merasa; antara tertangkap basah dan kehilangan prospek terbaik sekadar menyelamatkan diri sendiri menyadari betapa lidahnya menjadi keluh. Dia tidak bermaksud mempermainkan Nightroe. Ini juga merupakan bagian dari kontribusi pria itu kali ketika memutuskan untuk membawa Yohana di mansion ini dan akibatnya ... mereka harus menghadapi kondisi tertentu seperti sekarang.“Aku—aku mau menyimpan piring dan gelas kembali ke dapur.”Dia mungkin menemukan alasan cukup masuk akal, tetapi Nightroe jelas bukan tipikal pria yang mudah diyakinka
“Kau sungguh ingin becerai dariku, Anna?” Sekali lagi. Svanna merasakan sesuatu seperti menyumbat di ujung tenggorokan. Lidahnya mendadak keluh, apalagi saat ini ujung jemari Nightroe telah berpindah, menyentuh bagian tubuh Svanna yang lain hanya untuk membuatnya seperti diburu predator buas dan akhirnya ... dia mengangguk sebagai jawaban. Nightroe terdengar menggeram; ntah sebagai bentuk kemarahan atau karena pria itu merasa sangat puas. Namun, Svanna harus memejam oleh dampak antisipasi ketika tangan besar Nightroe telah menggenggam batang lehernya. Wajah pria itu benar – benar sangat dekat .... “Sampai kapan pun, kau tidak akan pernah menjadi jandaku, apalagi selama aku masih hidup. Mengerti?” lalu berkata—dengan sengaja membuat bibir mereka bersentuhan. Ada protes yang ingin Svanna sampaikan; bahwa dia tidak menduga Nightroe akan menolak gagasan bercerai, tetapi sampai dia berusaha sekadar bersuara, pria itu lebih dulu melumat bibirnya. Sesekali memberi
“Terima kasih, Alina. Kau ingin di sini menemaniku makan malam?” Senyum Svanna masih begitu lebar setelah menerima makan malam yang dibawakan wanita itu. Namun, juga langsung memudar ketika Alina menggeleng samar dan berkata, “Maaf, Ms. Saya tidak bisa. Tuan Nightroe baru saja mengeluarkan aturan kalau saya tidak bisa terlalu lama di kamar Anda, kecuali untuk berkemas.” Nightroe keterlaluan. Sengaja membuat sesuatu menjadi lebih rumit. Svanna menghela napas tanpa bisa memaksa Alina untuk tetap tinggal. Tidak mau jika Nightroe melakukan sesuatu yang buruk kepada wanita itu atau lebih parahnya ... sampai memecat. “Baiklah, kau bisa pergi sekarang,” ucapnya sambil meletakkan nampan di atas nakas. Sekarang, menemani Alina sampai di depan pintu dan dia akan segera mengunci diri dari dalam. Mereka berjalan kompak. Alina sempat mengatakan akan kembali mengambil sisa perangkat makan dan, Svanna setuju untuk itu. Sekarang dia akan sendiri. Secara tentatif mend
Svanna menatap Yohana—yang seakan memberikan tuduhan serius dengan ekspresi tak percaya. Jadi wanita itu juga tahu tentang detil kecil ini? Sepertinya Nightroe bercerita sangat banyak untuk meyakinkan Yohana bahwa hubungan mereka tidak lebih dari pernikahan tak inginkan. Mungkin supaya Yohana tidak cemburu; membabi buta; atau meninggalkan pria itu. Svanna tidak bisa menebak dengan persis, selain berusaha tetap mengendalikan diri dari gambaran perasaan yang hampir diremuk berkeping – keping.“Aku sudah lama mengenal Nightroe,” ucapnya. Mengerti bahwa Yohana tidak berharap akan mendengar pernyataan seperti itu.“Sudah berapa lama kau mengenalnya?” wanita itu kembali mengejukan pertanyaan.Secara tidak langsung membuat sebelah alis Svanna terangkat samar sambil memikirkan apakah dia harus mengatakan jawaban secara spesifik atau tidak. Bahunya sedikit mengedik, lalu dengan tenang melanjutkan, “Empat atau lima tahun mungkin.”“Omong kosong. Kau pasti bohong.”Respons
Nightroe melihatnya menawarkan diri pada pernikahan mereka dan seharusnya tidak menjadi berita mengejutkan jika Svanna akan menghadapi saat – saat di mana malam pernikahan terasa semacam teriring ke tambak kutub membekukan. Dia tak menyangkal tentang betapa sakitnya ketika semua orang menyaksikan
“Kau pikir aku melindungi-mu?”Tubuh Svanna tersentak di dinding kamar setelah cengkeraman tiba – tiba mendarat di rahangnya. Nightroe bahkan berbisik sinis, seolah ingin menunjukkan bahwa semua ini bukan bagian dari keinginan pria itu.Suara tembakan. Segala bentuk kejadian menciptakan bunyi mengg
“Kau tahu aku sangat membencimu. Bersiaplah pada neraka yang akan kau hadapi, jika sekali saja berani untuk menandatangani kontrak pernikahan ini.” Svanna mengerti bahwa dia tidak akan pernah lepas dari gambaran kehidupan gelap setelah memutuskan untuk meninggalkan California dan kembali terdampar
Sekarang, tiba – tiba satu sentuhan membuat kontak mata mereka beradu pekat. Svanna menahan napas mendeteksi cengkeraman Nightroe cukup menyakitkan di tulang rahangnya. Dia sedikit meringis. Dengan reaksi murni menyentuh pergelangan tangan yang terasa kokoh, supaya pria itu mengerti bagaimana cara







