Beranda / Romansa / The Werewolf's Bride / Bab 132. Sebuah Kebohongan

Share

Bab 132. Sebuah Kebohongan

Penulis: Bayang Wiradipa
last update Tanggal publikasi: 2025-12-02 19:25:28

Liora berjalan mengendap-endap, dia melangkah dengan hati-hati, seringan mungkin. Perlahan dia semakin mendekati targetnya, semakin dekat.. hingga akhirnya.. krek..

Dia tidak sengaja menginjak ranting kecil. Gagal sudah.

Morgan menoleh, dia tersenyum ceria menyadari Liora sudah ada di belakangnya. "Apa yang kau lakukan?"

"Tidak ada." Liora mengelak, dia lalu melirik Morgan.

Morgan terlihat lusuh. Dia mengenakan kemeja putih yang lengannya digulung hingga siku dan celana coklat yang sudah kotor
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • The Werewolf's Bride   Bab 193. Monster

    Sejak pagi yang menghebohkan seluruh istana, banyak mata yang semakin memperhatikan gerak gerik sepasang pemeran utama dari rumor tersebut. Sarah dan Luzark.Mereka semua memperkirakan kemana arah politik dari kekaisaran Luminous."Bawa dia," ucap Luzark tegas."Itu.. sulit Luz, kaulah yang paling tahu. Dia bisa mengamuk seperti banteng kelaparan jika aku menyuruhnya pulang bersamaku," sesal Leonel."Kapan kau kembali?""Lusa, aku sudah terlalu lama meninggalkan kekaisaran.""Nah, bawa bantengmu itu sekalian. Jika tidak bisa baik-baik, bawa paksa saja," ujar Luzark, terlihat kantong mata di bawah matanya."Pfft.""Kau tertawa? Apa ini lucu bagimu?" Luzark mendengus, saat ini ia merasa sangat kesal."Tidak, hanya saja.. aku ingin memperingatkanmu. Ini bisa jadi senjata makan tuan.""Apa maksudmu? Sarah jadi berbalik membenci dan menyerangku?" Luzark menaikkan sebelah alisnya. "Yah.. itu lebih baik.""Dasar bodoh.""Kenapa tiba-tiba mengataiku bodoh, dasar pria tua.""Wah wah, lihatlah

  • The Werewolf's Bride   Bab 192. Sebuah Rumor

    Pelayan-pelayan lain menunduk, bahu mereka bergetar menahan tawa."Tuan Putri, tampaknya Tuan Morgan mencurahkan seluruh kasih sayangnya tadi malam," ujar salah satu dari mereka dengan nada polos. "Sekali lagi, selamat, Tuan Putri."Liora menutup wajahnya dengan kedua tangan. "Dasar Morgan menyebalkan, aku sangat malu," gumam Liora."Jangan katakan pada siapa pun tentang ini ya," pinta Liora"Tentu saja, Tuan Putri."Namun, beberapa menit kemudian, kabar bahagia itu sudah menyebar secepat angin di seluruh Istana Luminous.Meski begitu, ternyata itu bukanlah hal yang paling menggemparkan pagi ini.Di sisi lain istana, Elbaf berjalan cepat menuju kamar Luzark sambil membawa setumpuk dokumen."Waktu pertemuan tinggal satu jam. Kalau Yang Mulia tidak segera bangun, bisa-bisa beliau terlambat."Tanpa banyak berpikir, ia membuka pintu kamar Luzark, berniat membangunkan tuannya itu, seperti yang selama ini ia lakukan.Tapi saat memasuki kamar yang berantakan itu, Elbaf seketika berdiri memat

  • The Werewolf's Bride   Bab 191. Pengantin Baru

    Jari-jari Liora refleks mencengkeram bagian depan pakaian Morgan. Napasnya tercekat ketika ciuman itu semakin dalam.. membuat lututnya terasa lemas. Tubuhnya tersentak bagai terkena aliran listrik.Saat Morgan akhirnya memberi ruang, Liora terengah pelan, pipinya memerah sampai ke telinga."Morgan..." bisik Liora, ia protes di sela napasnya. "Aku... kehabisan napas."Morgan menatap Liora dengan wajah menyebalkannya dan tersenyum puas. Lalu mengusap lembut bibir Liora."Manis. Enak."Liora membelalak."Enak apanya?" sahutnya seraya memalingkan wajahnya malu."Mau coba sesuatu yang lebih menyenangkan?" bisik Morgan parau."Tidak mau.""Benarkah?" Morgan menyelipkan rambut Liora ke belakang telinganya. "Tapi..." jemarinya menelusuri garis wajah Liora.Liora sontak menutup matanya."...tubuhmu bereaksi sebaliknya tuh," goda Morgan."Kau itu serigala atau rubah?"Hal pertama yang Liora lihat saat membuka mata adalah wajah Morgan dengan sorot matanya yang sayu."Aku suamimu." Morgan mendeka

  • The Werewolf's Bride   Bab 190. Kematian Zevariel

    Liora melangkah mendekat, lalu menarik ujung lengan kakaknya seperti saat mereka kecil."Kakak... tolonglah, kabulkan permintaanku kali ini."Luzark menoleh dengan wajah kesal. "Kau curang, Lio. Jangan gunakan cara itu. Beraninya kau membujukku dengan wajah imut dan mata kucingmu itu.""Luz.. aku hanya bisa mengandalkanmu, kakakku satu-satunya.""Kau selalu bilang begitu jika menginginkan sesuatu, menyebalkan."Liora tersenyum kecil. "Itu karena aku tahu kakakku ini sangat menyayangiku, seperti aku menyayanginya."Kaisar agung yang ditakuti banyak negeri itu menutup wajahnya dengan telapak tangan."Aku benar-benar lemah terhadapmu."Luzark menghela napas panjang."Kalau sampai dia membuat masalah lagi, aku sendiri yang akan memburunya."Liora tersenyum lega. "Terima kasih, Kakak.""Hanya terima kasih?"Liora bangkit dan memeluk kakaknya.Luzark kembali memasang tampang konyolnya. "Kau jahat Lio. Apa kau hanya sudi mengakuiku sebagai kakak disaat terdesak seperti ini? Padahal aku hanya

  • The Werewolf's Bride   Bab 189. Mati untuk Hidup

    Di tengah lautan rakyat yang bersorak dan melemparkan kelopak bunga ke udara, mata Liora menangkap satu sosok yang berdiri jauh di tepi jalan.Sendirian.Jubah hitam menutupi tubuhnya dari kepala hingga kaki, seakan ia ingin lenyap di antara kerumunan. Namun, Liora tetap mengenalinya. Bahkan dari kejauhan. Bahkan tanpa melihat wajahnya.Liora tersenyum tipis."Semoga kau menemukan kebahagiaanmu," gumamnya lirih.Morgan menoleh. "Apa kau mengatakan sesuatu?"Liora menggeleng pelan. "Tidak.""Sungguh? Lalu apa yang kau perhatikan dengan seksama, istriku?"Luzark memutar bola matanya malas. "Hei, bisa kau lanjutkan pembicaraanmu nanti? Aku tidak mau mendengar kemesraan adik kesayanganku ini. Aku bahkan belum sepenuhnya merelakan..""Luz.." potong Liora."Iya, Lioku?" jawab Luzark berbinar."Kau juga, hentikan. Rakyatmu sedang melihat. Kau harus menjaga wibawamu sebagai kaisar.""Lio.. kau sekarang membela serigala ini?" tanya Luzark mendramatisir."Pfft, tentu saja. Sekarang akulah suami

  • The Werewolf's Bride   Bab 188. Pernikahan

    "Tidak Liora, itu isi hatiku yang sesungguhnya." ucapan Morgan terdengar lebih tegas dari sebelumnya.Morgan mundur satu langkah, memerhatikan Liora yang salah tingkah.Liora menunduk sesaat, kemudian mengangkat wajah lagi. Ia bingung harus bereaksi seperti apa. Jemarinya betaut gelisah di depan tubuhnya.Morgan menelan ludah. Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, ia merasa sangat sulit mengendalikan dirinya sendiri.Sial. Liora terlalu cantik.Morgan memalingkan wajah, berusaha menenangkan isi kepalanya."Aku pergi saja," ucap Morgan tiba-tiba. Liora berkedip. "Pergi? Kenapa?"Morgan menarik napas panjang sebelum menjawab."Jangan tanya kenapa, Liora. Kau akan menyesal jika tahu apa yang kupikirkan saat ini.""Lalu kau mau kemana?" terlihat sedikit sesal di wajah Liora."Jangan memasang ekspresi seperti itu, Baby."Liora menahan rasa kesalnya, apa maunya pria di hadapannya ini."Ukh, aku bisa gila. Maaf, aku benar-benar harus pergi. Aku tidak boleh lebih lama di sini.""Kau seb

  • The Werewolf's Bride   Bab 169. Rasa Iba

    Seseorang muncul dengan kuda hitamnya keluar dari arah hutan. Lelaki yang menunggangi kuda itu telihat terkejut, begitu juga Liora."Yang Mulia?" Liora terduduk, Zevariel terlihat turun dari kudanya.Dia menghampiri Liora setelah mengikat kudanya.Beberapa saat yang lalu, Zevariel melihat Liora kel

  • The Werewolf's Bride   Bab 168. Si Budak Cinta

    Morgan tiba-tiba berlari meninggalkan lapangan."Loh??" Rinos bingung."Kenapa dia?" Luzark pun bertanya-tanya."Morgan?" bahkan Liora juga tidak tahu dengan tindakan Morgan barusan. "Luz, kenapa Morgan tiba-tiba berlari?" tanya Liora pada Luzark."Mungkin dia.. mulas?" jawab Luzark random. "Bisa j

  • The Werewolf's Bride   Bab 167. Partner

    Luzark yang tiba-tiba muncul di ruang kerjanya bersama Elbaf, terkejut karena melihat Morgan yang sedang berdiri dengan posisi siaga."Astaga! Saya kira siapa, kenapa anda tiba-tiba muncul di sini Baginda?" keluh Morgan yang sudah menunggu selama dua jam lamanya."Seharusnya aku yang mengatakan itu

  • The Werewolf's Bride   Bab 166. Kaisar Leonel Baltazar

    Tentu saja Morgan tidak bisa menemukan Luzark di mana pun, karena saat ini Luzark dan Elbaf memang tidak berada di Luminous. Segera setelah penolakan lamaran itu berakhir, mereka pergi dengan sihir teleportasi untuk menghemat waktu."Saya tidak menyangka ada hal besar yang tersembunyi, terimakasih.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status