Share

Bab 2

Author: Secretnim
last update publish date: 2026-04-06 14:17:04

"Eh, ternyata lo udah pulang? Kirain gue mati sama bayi lo." Cibir Alice berusaha menutupi wajah terkejutnya melihat Serena yang sangat cantik sekarang, Serena hanya menatap mereka datar.

Di sana hanya ada tiga orang, wanita paruh baya yang ia yakini adalah Casandra Casanova mertua tubuh ini dan gadis kembar yang seumuran dirinya yang satu tanpa ekspresi namanya Elsie Casanova dan satu lagi menatap dirinya mengejek yang tadi berbicara tidak sopan yang tak lain adalah Alice. Suaminya memang memiliki adik kembar dan satu adik laki-laki yang sudah menikah dan ia tidak tahu tinggal dimana.

Tatapan mata Cassandra melihat ke arah anaknya yang di gendong Emma, entah apa arti tatapan itu untuk sekarang Serena tidak peduli. "Emma, bisa antarkan aku ke kamar?"

"Baik nyonya, kalo begitu saya permisi." Setelah mengatakan itu Emma membantu memapah Serena ke kamarnya, meninggalkan mereka yang terkejut dengan bahasa Serena yang baru dan biasanya jika Alice berbicara maka serena akan menyahut dengan marah.

"Mom, ada apa dengan wanita itu? Apa dia sedang membuat drama lagi, ck sungguh menjijikan." Cibir Alice, dia sungguh benci kepada wanita itu yang sudah menjebak Kakaknya.

"Biarkan saja, nanti juga dia yang kena batunya." Cassandra berucap tidak peduli, berbeda dengan Elsie yang menatap Serena aneh.

"Elsie yakin setelah semuanya kalian akan luluh, Elsie ke kamar." Setelah mengatakan itu Elsie pergi ke kamarnya.

"Woy twins! Lo bilang apa sih? Yang jelas dong kalo ngomong," seru Alice. Casandra terdiam, dia jelas mengerti maksud anaknya tapi dia berusaha tidak peduli.

Serena sudah sampai di kamarnya, meskipun pernikahan ini terpaksa tapi keduanya tidur di kamar yang sama karena ada Nenek suaminya yang membela makanya mereka tidak berani bermacam-macam padanya. Tapi, suaminya tidak pernah tidur di sini dan lebih sering menginap di kantor karena tidak ingin tidur bersamanya, mungkin saja jijik.

"Nyonya, tuan muda sangat tampan sekali. Dia juga anak yang pengertian dan tidak rewel sama sekali. Emma sangat menyukai tuan muda." ujar Emma semangat, bahkan sekarang sudah tidak takut lagi kepada majikannya.

"Ingat! Umur kamu beda jauh sama anakku," ucap Serena membuat Emma cengengesan.

"Bukan begitu nyonya, maksud Emma tuan muda sangat tampan."

"Baiklah, baiklah. aku mengerti." Kasihan juga jika Emma terus digoda olehnya..

"Oh iya nyonya, siapa nama tuan muda?" tanya Emma.

Serena terdiam, benar dirinya belum memberikan nama untuk anaknya. Jika menyuruh suaminya yang memberikan nama pasti tidak akan mau, kira-kira nama yang bagus apa ya. Mata Serena berbinar bahagia, ibunya di kehidupannya dulu memperkenalkan dirinya kepada anak sahabatnya dan namanya sangat Serena sukai.

"Sepertinya nama Arcelio cocok, bagaimana menurutmu?" tanya balik Serena.

"Wah bagus nyonya, tapi hanya satu kata?"

"Arcelio Casanova, itu namanya." Jawab Serena.

"Nama yang sangat bagus nyonya dan lihat-lihat tuan muda tersenyum dari tidurnya mungkin dia juga menyukai nama yang nyonya berikan." Seru Emma heboh, serena tersenyum lembut menatap anaknya. Ya, Dirinya sudah menganggap Beby Arce anaknya sendiri.

Sekarang Serena sendiri di kamarnya, mengelilingi kamar mewah yang sekarang dirinya tempati. Ia juga masuk ke Walk In Closet milik tubuh ini dan juga suaminya dan keningnya mengernyit heran melihat baju-baju milik tubuh ini. Serena mengambil satu yang berwarna kuning cerah, apakah pemilik tubuh ini memakai baju yang seperti ini? Iuwwww bukan tipenya sekali. Pantas saja suaminya jijik kepadanya, ia saja yang hanya melihatnya sudah jijik duluan. Ini pasti ulah Sahabat ularnya itu, Tidak boleh! Ia harus mengganti semuanya. Ia akan memakai baju fashion dirinya di kehidupannya dulu, mana sudi ia memakai baju seperti ini.

Serena bergidik ngeri membayangkan jika memakai baju itu, dan entah kenapa ia memikirkan suami pemilik tubuh ini. Bagaimana ya wajah terkejut dia melihat wajahnya yang tanpa makeup?

*******

Sudah satu minggu Serena tidak keluar kamar, makan pun ia menyuruh Emma membawanya ke kamar. Bukannya tidak ingin keluar tapi Serena sedang memikirkan rencana ke depannya dirinya harus apa, apalagi ia tidak tahu apapun tentang dunia ini hanya bermodal ingatan pemilik asli saja.

Serena sudah bisa menerima keadaannya sekarang, lagian untuk apa ia merenung dan berkoar-koar ingin kembali ke kehidupannya yang dulu. Karena nyatanya ia tidak bisa keluar dari sini, kecuali ada keajaiban dan tubuh asli dirinya di dunia pertama masih hidup. Jadi, ia ikutin saja alurnya mau dibawa kemana. Soal bayi itu Serena tidak masalah merawatnya, anggap saja berterima kasih Kepada Serena asli karena membiarkan ia menempati tubuhnya.

Dirinya juga sudah membeli baju-baju seksi dari desainer terkenal langganan keluarga Casanova, Serena yakin mereka pasti terkejut melihat ia belanja baju banyak sekali. Biarkanlah mereka berpikir apa tentang dirinya, ia tidak perduli.

"Aku harus bertahan di rumah ini, jika bercerai aku harus kemana? Pemilik tubuh ini saja tidak punya apa-apa hanya modal cantik saja. Tapi, aku harus bagaimana? Apa aku menggoda suami pemilik asli saja ya, agar aku bisa bertahan hidup. Ya, itu ide yang bagus," gumam Serena. Saat sedang asik rebahan Baby Arce menangis, ia langsung menghampiri dan menggendongnya.

"Cup, cup, cup, anak baik. Jangan nangis ya," ujar Serena, tapi Beby Arce malah menangis semakin kencang. Serena bingung harus apa, dia berusaha mengingat-ingat apa yang harus dilakukan jika bayinya menangis.

Tok tok tok

Pintu terbuka ternyata Emma yang datang, Emma langsung menghampiri Serena. "Nyonya, apa yang terjadi dengan tuan muda?"

"Aku tidak tahu, tapi Baby Arce sering menangis." Serena menempelkan botol susu ke mulut anaknya, tapi selalu di tolak.

Emma terdiam, memikirkan sesuatu yang menurutnya benar. "Nyonya, apa mungkin tuan muda tidak menginginkan susu formula."

"Lalu, aku harus apa?"

"Maaf lancang nyonya, apa tidak sebaiknya nyonya mencoba menyusui tuan muda dengan asi," ujar Emma hati-hati takut menyinggung majikannya.

Serena terdiam, benar yang di ucapkan Emma. Tapi, apakah harus menyusui? Serena belum siap jika memang seperti itu, bagaimana ini? Serena menghela nafasnya pasrah, baiklah. Ia akan memberikan makan anaknya dengan asi milik ibunya yang sekarang dirinya tempati, lagian payudaranya juga terasa sakit karena asinya selalu banyak dan Serena sering membuangnya karena tidak tahu juga harus gimana. Ia tidak mengerti apapun soal urusan bayi, karena dulu dirinya yang selalu dimanja seperti bayi.

"Keluarlah Emma." titah Serena.

"Baik nyonya, saya permisi." Emma pergi meninggalkan Serena yang sedang menatap bayi di gendongannya yang sedang menangis, Serena duduk ditepi kasur bersiap untuk menyusui anaknya.

Serena terkekeh lucu melihat bayi di gendongannya. "Kamu... sungguh bayiku?" Tidak ada yang menjawab hanya angin kosong.

Serena membuka kancingnya dan mulai menyusui anaknya, Baby Arce langsung melahap pu*ing miliknya dan menyedot sangat kuat. Bahkan Baby Arce langsung berhenti menangis, diawal Serena merasa kesakitan sampai rasanya ingin menangis tapi berusaha ia tahan, sesekali meringis sambil menatap bayinya yang sedang minum asi miliknya dengan lahap dan cepat, mungkin karena pertama kalinya.

"Pelan-pelan boy, tidak ada yang mengambilnya darimu." Serena mengelus pipi bayinya, tubuh anaknya sangat kurus mungkin tidak cocok dengan susu formula. Ia juga pernah bertanya kepada dokter dan katanya harus memberikan asi dirinya jika memang asi-nya keluar, lalu pandangan Serena terarah ke jendela.

"Setelah ini aku harus apa? Aku kira aku akan mati dan berkumpul bersama keluargaku, tapi kenapa aku harus bertransmigrasi ke dunia yang aku sendiri ga tahu dimana," gumam Serena kembali meringis kesakitan.

"Dan lebih tidak masuk akal, aku sudah mempunyai suami dan anak. Bagaimana mungkin? Bahkan umurku baru 19 tahun. Apakah di sini tidak ada sistem yang membantu aku seperti cerita-cerita transmigrasi lainnya? Harusnya masukan saja aku ke dalam novel agar aku tahu alurnya. Jika begini, aku tidak tahu harus apa." Lagi-lagi Serena menghela nafasnya gusar, andai saja kak Tania juga ada di sini pasti bebannya sedikit berkurang.

Baby Arce tidur kembali karena kenyang meminum asi miliknya, ia menidurkan bayinya dengan pelan-pelan. Untung saja di kehidupan pertamanya ia pernah belajar menggendong bayi suruhan kak Tania, katanya takut dirinya di tes menjadi seorang ibu.

Bersambung...

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 82 : Marcel & Agatha

    Agatha yang sedang bercanda tawa dengan seorang pria yang dulu pernah ia tolak dan sekarang menjadi sahabat karibnya terkejut, saat tangannya di tarik pelan oleh seseorang. Melihat siapa yang menarik, wajah yang tadinya ingin marah pun tidak jadi, ia melongo. "Pak buta, ngapain kamu di sini?" Ngegas Agatha berdiri, tubuhnya tersentak saat Marcel merengkuh pinggangnya untuk lebih dekat kepada Marcel. "Bisa kamu menjauh dari Agatha?" ujar Marcel dingin, menatap pria yang tadi bercanda tawa dengan Agatha. Agatha yang sudah tersadar kembali memberontak, tapi bukannya terlepas pelukan Marcel malah semakin mengerat di pinggangnya. "Pak, Lepas! Kamu apa-apaan sih," bisik Agatha. Pria yang bersama Agatha menatap keduanya santai, ide jahil terlintas di pikirannya. "Oh, memangnya kenapa kalo saya dekat dengan Agatha, memangnya siapa kamu?" tanya pria itu, namanya Galang.

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 81: Marcel & Agatha

    Agatha Evanora, sosok gadis yang tangguh, pejuang keras, blak-blakan, humoris. Harus berubah menjadi gadis pendiam karena kematian sahabatnya yang sudah ia anggap keluarga sendiri, bahkan Agatha pernah melakukan bunuh diri lantaran tidak sanggup kehilangan keluarga satu-satunya yang ia miliki. Rasanya Agatha ingin ikut dengan sahabat dan keluarganya yang sudah tiada, kadang ia bingung harus melakukan apa, kesepian adalah hal yang paling Agatha benci. Sekarang Agatha sedang berada di Paris bersama mantan bos buta dirinya, keduanya berada di sini gara-gara permainan konyol dari keluarga Casanova yang memberikan liburan gratis kepada pemenang dansa dan ia menjadi salah satu pemenang dansa itu karena tidak sengaja terjatuh. "Kenapa kamu resign dari kantor saya?" tanya Marcellio Neiland, dia sengaja menyetujui liburan ini karena ingin berbicara empat mata dengan Agatha yang menjauhinya tanpa sebab. "Buka

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 80

    Delapan bulan kemudian… "Awss… Mas, perutku sakit banget, kayaknya aku mau melahirkan!" seru Serina histeris. Vincen yang baru mandi langsung menggendong istrinya tanpa berganti pakaian terlebih dahulu. "Vincen, kenapa dengan Serina?" tanya Zander. "Serina mau melahirkan, Dad, aku duluan. Nanti kalian nyusul." Vincen berlari sambil menggendong Serina menuju parkiran, saat sudah sampai parkiran Vincen mencari kunci mobil di saku jas, tapi dia lupa baru selesai mandi dan hanya memakai bathrobe saja. "Sial, kuncinya di dalam lagi," umpat Vincen. Merasa kasihan melihat Serina yang kesakitan. "Huh! Sa-sakit, mas." "Sabar sayang..." Vincen melihat mobil yang baru datang, tanpa berucap apapun Vincen masuk ke dalam mobil itu. “Woy, cepat ke rumah sakit!” seru Vincen tanpa melihat siapa yang menyetir. "Kamu nyuruh saya?" Vincen yang mengenali suaranya melihat siapa? Dan wajahnya berubah datar, ternyata Piel si makhluk menyebalkan. “Cepat, ke rumah sakit sekarang,” titah Vin

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 79

    Sudah beberapa hari Keduanya menghabiskan waktu bersama di Bali dan sekarang keduanya pulang karena anaknya merindukan orang tuanya. Serina dan Vincen sudah sampai di mansion Casanova, kedatangan keduanya disambut hangat oleh mereka. "OMMY, DADDY!" seru Arce dan Aurel berlari menghampiri orang tuanya, dengan sigap Vincen dan Serina menggendongnya. "Kenapa talian lama? Ulel nunggu lamaaaa anget, tapi Ommy dan Daddy ndak ulang-ulang," ucap Aurel cemberut. Vincen mengusap-usap rambut anaknya sayang. “Maaf ya Princess, kita lagi buat adik buat kalian,” bisik Vincen. "Mas!" seru Serina mencubir pinggang suaminya. Arce yang memang mendengar karena berada di gendongan Serina pun menatap Daddy-nya heran. "Telus sekalang adiknya mana?" tanya Arce polos. "Masih launching Abang," jawab Vincen santai tanpa melihat Serina yang kesal kepada suaminya. "Ulel ndak mau unya adik, nanti talian ndak cayang agi cama Ulel." Aurel menyilangkan tangannya di dada dengan wajah menatap orang tuanya cembe

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 78

    "Kamu masih mengingat istrimu, Serena?" tanya Serina yang ingin mendengar respon suaminya. "Sudah menjadi kenangan indah, kenapa bahas itu?" tanya balik Vincen menatap istrinya, dia tidak ingin menganggap Serina adalah Serena lagi. "Waktu itu kamu bilang, aku adalah Serena. Betul?" tanya Serina, Vincen mengusap rambut istrinya lembut. "Jangan bahas itu ya, aku tidak ingin menyakiti kamu." Serina tersenyum menatap suaminya misterius. "Tidak menyakiti aku sama sekali, hubby." Deg "Kamu?" Mata Vincen menatap Serina terkejut, apakah Vincen salah mendengar? Tolong, dia ingin melupakan Serena dan memulai hidup baru bersama istrinya sekarang. "Aku sudah mengingat semuanya," lirih Serina. Tadinya ia tidak akan memberitahukan kepada Vincen tapi setelah melihat ketulusan Vincen padanya, akhirnya ia memberitahunya. "Aku tidak mengerti sayang," lirih Vincen. "Kecurigaan kamu benar Mas, aku Serena. Entah kapan…" Belum selesai Serina berbicara, Vincen langsung memeluk istrinya, dia takut

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 77

    Vincen dan Serina baru sampai di Bali, keduanya berbulan madu di villa hadiah pemberian Zander untuk pernikahan keduanya. Soal Arce dan Aurel mereka di titipkan ke keluarga Casanova, katanya biarlah Serina dan Vincen menghabiskan waktu berdua jika perlu tambah cicit untuk mereka. "Mewah sekali Mas," ujar Serina terpukau. Keduanya masuk ke Villa dan Serina melihat kelopak bunga mawar di sepanjang jalan menuju kamar utama. "Daddy tidak mungkin memberikan Villa yang murahan sayang, ayo kita masuk kamar." Vincen menggandeng istrinya untuk masuk. Ceklek Pintu terbuka, hal pertama yang keduanya lihat adalah kamar yang sudah didekorasi indah dengan rangkaian kelopak bunga mawar lagi yang berada di atas kasur bertuliskan l Love U, bahkan ada bebek-bebekan yang saling berhadapan. Serina tak henti-hentinya berdecak kagum melihat pemandangan ini, ia melihat suaminya dengan senyum menggodanya. "Mas, sayang banget deh kalo tidur di kasur yang banyak bunganya." "Terus kamu mau tidur dimana, d

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status