Share

Bab 6

Author: Secretnim
last update publish date: 2026-04-10 10:17:19

"Kamu pikir saya percaya?"

"Aku serius, aku melakukan itu agar kamu cemburu dan menyayangiku. Tapi semuanya sia-sia, bahkan ternyata anjing itu malah menyukaiku." Serena menatap suaminya yang menatapnya tajam.

"Tapi aku tidak menyukainya, yang aku suka adalah kamu suamiku," lanjut Serena.

Vincen mendengus, dia berbalik pergi tapi suara Serena menghentikan langkahnya.

"Aku akan memberikan kamu bukti, tapi jika bukti itu benar mengatakan aku tidak ada hubungan apapun dengan anjing itu. Maka kamu harus belajar menerima aku dan Baby Arce, jika perlu belajar mencintaiku." Serena berucap dengan wajah serius, Vincen berbalik melihat istrinya.

"Kenapa melakukan itu?" tanya Vincen datar.

"Karena aku tahu kamu tidak percaya padaku, jujur saja Vincen setelah aku melahirkan dan merasakan sakitnya. Aku sadar sekarang, anakku lebih penting dari segalanya dan aku ingin memberikan anakku keluarga yang utuh, jika perlu membuat dunia iri kepada anakku." Serena bersungguh-sungguh mengucapkan itu, ia mengingat ingatan tentang Arce yang kesakitan dan sekarang dirinya ingin mewujudkan harapan anaknya yang menginginkan kasih sayang dari orang tuanya.

Serena tidak tahu arti tatapan yang Vincen berikan padanya, tapi ia tidak peduli karena sekarang dirinya hanya ingin kebahagiaan Arce.

"Apakah kamu mau memulai semuanya dari awal bersamaku. Vincen?" Serena menggigit bibir bawahnya, ia takut melihat Vincen yang sedari tadi terdiam.

"Aku tahu, kesalahanku dulu menjebak kamu tidak termaafkan. Tapi saat itu aku sungguh mengagumi kamu dan ingin kamu menjadi suamiku."

"Dengan cara seperti itu?" ujar Vincen dingin.

"Maaf, aku tidak tahu harus apa lagi. Karena kasta kita berbeda dan aku tidak tahu harus bagaimana. Eumm... aku ingin bertanya lagi padamu, apakah kamu mau memulai semuanya dari awal denganku dan membesarkan Baby Arce bersama-sama?"

"Kamu tidak perlu menjawabnya sekarang. Pikir-pikir lah dulu," lanjut Serena. Menautkan kedua jari telunjuk karena malu dan gugup lalu berlari ke kamar mandi.

Vincen menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan, dia terkekeh. Seakan tersadar, Vincen kembali menampilkan wajah datar lalu pergi menuju kantor.

Setelah kepergian suaminya ke kantor, Serena turun ke bawah sambil menggendong bayinya, ia melihat sekelilingnya yang sudah sepi.

"Serena, kemarilah." Titah Abigail di taman, Serena yang melihatnya tersenyum dan menghampirinya.

"Nenek, sedang apa di sini?" tanya Serena, tapi matanya terkejut melihat Elsie ada di sini juga dan sedang membaca buku.

"Nenek sedang berjemur, sini sini berikan Baby Arce pada nenek." Serena memberikan Arce kepada Abigail.

"Jangan terlalu lama menggendong Baby Arce, Nenek. Dia berat, aku tidak ingin kesehatan Nenek terganggu." Serena berucap lembut, dirinya takut Abigail encok nanti.

Berbeda dengan Elsie yang menatap Serena bingung, tidak biasanya Serena bersikap lembut seperti ini. Ya meskipun dia akui dulu Serena bersikap baik kepada Abigail, tapi itu hanya pura-pura tidak seperti sekarang yang terlihat tulus dan juga sangat lembut.

"Ah, kamu benar. Baru sebentar menggendong saja sekarang nenek sudah sakit, ini nenek berikan lagi Baby Arce kepadamu." Keduanya mengobrol bersama, bahkan Elsie fokus membaca buku tak menghiraukan keduanya. Tak lama Abigail pergi beristirahat meninggalkan Serena dan Elsie berdua dan itu membuat dirinya canggung.

"Aku pergi." Pamit Serena, ia tidak terbiasa di suasana canggung seperti ini.

"Kenapa lo berubah?" tanya Elsie datar, entah kenapa suara datar seperti ini mengingatkannya kepada sang suami.

"Aku tidak berubah," jawab Serena tak kalah datar. Untuk apa dirinya bersikap lembut kepada orang yang tidak memperdulikannya, meskipun Elsie tidak pernah mengatainya. Tapi tetap saja, dia termasuk karena diam saja saat melihat ia di caci maki oleh keluarganya.

"Dan lo pikir gue bodoh?"

Serena duduk kembali dan menatap Elsie, tapi ia tertegun melihat tatapan Elsie yang datar tapi menyiratkan kelembutan. Kenapa dia berubah? Bukankah dia sama tidak menyukaiku.

"Serena, kamu salah! Elsie sangat mengkhawatirkanmu," ujar Idoy muncul di samping Serena, awalnya Serena terkejut melihat Idoy yang selalu datang tiba-tiba dan ia belum terbiasa.

"Berhentilah datang mengejutkanku!" seru Serena di dalam hati.

"Baiklah, nanti aku akan mengetuk kepalamu agar kamu tidak terkejut lagi," jawab Idoy malas.

"Apa maksudmu tadi bilang seperti itu?" tanya Serena kepada Idoy.

"Elsie tidak membencimu, dia sama seperti suamimu yang tidak tahu harus bersikap seperti apa. Makanya saat Serena di caci maki Elsie hanya diam memperhatikan, tapi dalam hatinya Elsie ingin membantu. Bahkan adik iparmu sering membantumu diam-diam, jadi saranku jangan bersikap datar padanya. Kamu harus membawa Elsie berpihak padamu, agar kamu bisa mendapatkan pendukung yang kuat." Jelas Idoy panjang lebar.

"Apa maksudmu pendukung yang kuat?"

"Keluarga Casanova sangat menyayangi anak-anaknya dan besar kemungkinan kedua orang tua suamimu akan luluh suatu hari nanti berkat adik ipar atau suamimu."

Serena terdiam memikirkan sesuatu, sepertinya ucapan Idoy benar. Ia tidak mungkin mengandalkan dirinya seorang saja, apalagi ia belum tahu tentang dunia ini tapi tidak tahu jika sudah keluar nanti.

"Oke, aku mengerti sekarang," gumam Serena pelan.

"Apa yang lo mengerti?" tanya Elsie datar, Serena terkejut Elsie mendengar gumamannya yang ia yakini sangat pelan.

"Kakak mengerti kamu anak yang baik, tapi kenapa kamu bersikap seolah membenci kakak iparmu?" tanya Serena dengan senyuman hangat, untuk sesaat Elsie tertegun dengan mata membulat. Rasanya Serena ingin tertawa melihat orang dingin berekspresi konyol seperti Adik iparnya ini, tapi ia berusaha tahan.

"Lo tahu sesuatu?" tanya Elsie setelah sadar kembali.

"Ya, kakak sadar kamu sering membantu kakak diam-diam saat Kakak dikerjain oleh adikmu yang nakal itu."

"Gue ga pernah bantu lo."

"Seperti rumornya, keluarga Casanova orang yang gengsian," ujar Serena santai.

"Ck, gue nggak kayak gitu!" jawabnya ngegas.

"Terima kasih." Serena berucap tulus membuat Elsie terpana dengan senyuman yang Serena berikan padanya dan itu untuk pertama kalinya.

"Gue ga bantu lo." Elsie memalingkan wajahnya yang memerah malu.

"Baiklah, baiklah, bolehkah Kakak menitipkan Baby Arce kepadamu. Elsie?" tanya Serena.

"Lo nggak takut gue aniaya bayi lo?"

"Kakak percaya sama kamu, dan lagi apa kamu berani melukai anak Kakakmu sendiri?"

Awalnya Elsie terdiam, tapi dia mengingat sesuatu. "Kenapa enggak? Seingat gue bahkan kak Vincen ga ngakuin anak lo adalah anaknya dan kenapa nggak menyerahkan bayinya kepada pelayan saja untuk diurus?"

"Huh, baiklah. Jika kamu tidak ingin juga tidak apa, aku bisa membawanya keluar. Ayo baby Arce kita jalan-jalan keluar di sini tidak ada yang menginginkanmu, tapi kamu tenang saja, masih ada mommy bersamamu dan akan berjuang buat kamu." Serena menciumi wajah anaknya sampai Arce tersenyum.

Lagi-lagi Elsie dibuat tertegun melihat pemandangan ibu dan anak yang terlihat harmonis, apalagi sinar matahari yang menyinari keduanya yang seperti malaikat. Entah kenapa tangannya spontan memegang lengan Serena, dia bahkan tidak tahu kenapa.

"Gu-gue akan jaga bayi lo," jawab Elsie cepat. Wajahnya memerah malu, untuk pertama kali dia diperlakukan seperti ini, biasanya dia akan bersikap datar kepada siapapun.

Serena tersenyum manis melihatnya, ia menyerahkan baby Arce ke gendongan Elsie yang masih kaku. Dirinya mengusap pipi Arce dengan gemas, bahkan senyumannya tidak pernah luntur sedari tadi.

"Baby Arce jangan nangis ya, lihat Aunty menggendongmu untuk pertama kalinya. Buatlah dia nyaman agar kelak Aunty mau menggendong dan menemanimu bermain, mommy keluar sebentar." Serena sengaja mengucapkan itu, Elsie yang mendengar mendengus.

"Elsie, jika baby Arce menangis aku sudah siapkan asi di lemari pendingin. Kalo kamu tidak tahu caranya, minta tolonglah pada ibumu dan terima kasih sudah mau menjaga bayiku," ucap Serena menatap Elsie intens.

"Dan soal pertanyaanmu, karena aku tidak mempercayai siapapun di dunia ini, kecuali Nenek Abigail dan mungkin kamu mulai sekarang." Serena berucap dengan tatapan tajam, berbeda dengan biasanya yang bersuara lembut.

Vincen POV

Vincen sedang duduk di kursi kebesarannya, ia adalah seorang CEO di perusahaan miliknya sendiri yang dibangun saat masih muda dengan usahanya sendiri, sedangkan perusahaan keluarganya masih di pegang oleh Zander.

Vincen mengingat kembali sikap istrinya yang akhir-akhir ini banyak berubah, dia lebih tenang dari sebelumnya yang ceroboh.

"Bagaimana menurutmu sikap istriku?" tanya Vincen datar kepada sekretarisnya yang bernama Robert Bagaskara.

"Nyonya Serena banyak berubah semenjak dia melahirkan, tuan." Jawab Robert heran, biasanya tuannya tidak akan mengurusi istrinya yang banyak tingkah dan dia salah satu orang yang membenci sikap istri tuannya yang semena-mena kepada karyawan di sini.

"Pantau dia saat bertemu dengan pria itu."

Meskipun bingung dengan sikap tuannya yang aneh, tapi dia tidak bisa menolaknya. "Baik, tuan."

Sebenarnya dulu Vincen tertarik kepada Serena yang seperti malaikat menurutnya, dulu dirinya pernah bertemu dengan Serena tanpa gadis itu ketahui. Apalagi saat ia bertemu kembali dengan Serena yang menjebaknya, Vincen mengambil keuntungan menyetujuinya menikah dengan Serena karena memang ia tertarik, tapi rasa tertarik itu hilang saat sikap Serena berubah arogan dan terkesan murahan di hadapannya ditambah Serena mengaku berselingkuh dengan pria itu yang memperlakukannya dengan lembut berbeda dengan dirinya yang kaku dan juga dingin.

Tapi sekarang sikap Serena berubah membuat hatinya sedikit goyah, tapi ia tidak ingin terlalu berharap lagi dan merasakan penghianatan kembali seperti dulu.

"Tuan, lihatlah cctv di cafe dimana nyonya dan pria itu bertemu," ujar Robert menyerahkan laptop kepada Vincen dengan wajah tidak percaya.

Dengan wajah datar, Vincen melihat layar monitor yang menampilkan istri dan selingkuhan isrinya. Ia sedikit terkejut melihat Serena menampar Andrian yang katanya dia cintai, ia tersenyum menyeringai.

Vincen POV end.

Bersambung..

T S M, Minggu 14 Juli 2024

Yang mau lanjut ke Bab selanjutnya, jangan lupa follow Author nya dulu agar notifikasi update nya masuk ke kalian☺️

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Poppy Miranda
huhu makin seruu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 60

    Sepulang dari kantor, Vincen ikut gabung bersama keluarganya. Tatapannya tidak pernah lepas dari Serina yang sedang mengajak main Arce, begitupun keluarga Casanova yang melihat Vincen aneh karena tidak biasanya dia pulang cepat kecuali jika disuruh saja. Tapi ini, entah ada angin dimana Vincen sudah pulang jam empat sore tadi. Serina tertawa melihat kegemasan yang Arce lakukan untuk menarik perhatiannya. "Tidak perlu melakukan itu, kakak bisa kok." "No, no, no, kata Daddy kita halus melakukan hal manis kepada olang yang kita sukai. Kalena Abang menyukai Ommy, jadi Abang lakuin." Arce kembali membuka jeruk untuk Serina, selesai membuka Arce menyuapi Serina dan dengan senang hati Serina memakannya. "Manis banget." Serina tersenyum, saat ia menengok ke samping. Pandangannya tidak sengaja melihat Vincen yang menatap ke arahnya dan Arce. "Ini perasaan aku saja atau memang benar kalo Pak Vincen lagi liatin aku atau dia lagi lihat

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 59

    "Pak Vincen, tunggu!" Serina mengejar Vincen yang ingin pergi ke kantor, Vincen berhenti dari jalanya dan berbalik menghadap Serina. "Eummm… Soal di ruang makan maaf, saya tidak bermaksud ikut campur. Hanya saja saya..." "Hemm." Vincen melanjutkan jalannya, lagi-lagi Serina menghentikan langkah Vincen dengan manarik baju bagian tangan tapi sayang tangan keduanya tidak sengaja bersentuhan. Lebih tepatnya cincin pernikahan keduanya yang saling bersentuhan, Serena dan Vincen tersentak terkejut, seperti ada sengatan untuk keduanya. Serina memejamkan mata, ingatan seorang pria yang tersenyum di hadapannya kembali terlintas di pikirannya, Serina mendorong Vincen menjauh. Dengan nafas memburu, Serina menatap Vincen tajam. "Pak Vincen, apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" "Bukankah sekarang kita sedang berhadapan?" "Bukan itu Pak, apakah kita kenal dari dulu? Vincen yang diberi pertan

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 58

    Serina bangun dari pingsannya, hal pertama yang ia lihat adalah wajah mungil anak kecil yang sedang melihatnya dengan tangan memangku dagu. "Ommy, ndak papa?" tanya Arce dengan wajah khawatir, Serina tersenyum mengusap rambut Arce. "Gapapa, kamu jangan khawatir," ujar Serina lembut. "Beneran gapapa, Serina?" tanya Zea yang memang masih ada di sana. "Saya tidak apa-apa, kak." "Syukurlah, dokter bilang katanya kamu kelelahan, lebih baik kamu istirahat dulu. Abang, ayo kita keluar. Biarkan Kakak Serina istirahat," ajak Zea. Arce yang memang mengerti Serina butuh istirahat pun menganggukkan kepalanya. Cup Lagi-lagi Arce mengecup pipi Serina dengan lembut. "Semoga cepat sembuh ya, Ommy." Serina tersenyum, berbeda dengan Zea yang melihatnya entah kenapa jadi dia yang malu karena Arce melakukan hal manis seperti itu, biasanya anak itu akan diam saja. Keduanya keluar, meni

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 57

    Vincen yang merasa ditatap seseorang, melihat orang itu dan ternyata seorang perempuan yang tidak dia kenal. Menatap balik perempuan itu datar, tapi kenapa hatinya berdebar kencang ketika matanya bertubrukkan dengannya. Vincen kembali melihat Arce yang menepuk-nepuk tangannya. Berbeda dengan Serina yang menyentuh letak jantungnya yang terasa sakit. Apakah ia pernah melakukan kesalahan kepada pria itu? Tapi bagaimana mungkin, sedangkan ia tidak pernah bertemu dengannya, Serina menatap pria itu lagi yang wajahnya sangat mirip dengan anaknya. Ada yang tidak beres, apakah pria itu yang di maksud kak Tania? Aku harus mencari tahu- batin Serina. Ia melamun, memikirkan sesuatu yang mengganjal, bahkan Zea yang memanggilnya pun tidak membuatnya sadar kembali. "Serina." Zea memegang bahunya, barulah Serina sadar. "Ah, i-iya. Maaf, tadi sedang ada pikiran yang mengganggu." Serina merasa tidak enak kepada keluarga Casanova yang mungkin saja memperhatikannya sedari tadi. "Tidak masalah, tadi

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 56

    Korea Serina tidur tengkurap sambil memainkan ponsel, di sebelahnya ada Tania yang juga tidur terlentang memainkan ponsel. "Kak, Aurel udah tidur?" tanya Serina tanpa melihat Tania. "Sudah pules dia sambil gendong boneka bear nya. Oh iya, ngomong-ngomong tentang Aurel kayaknya Kakak pernah liat orang yang mirip sama dia deh, tapi dimana ya?" ujar Tania. Serina yang memang sudah penasaran dari dulu menatap Tania bahkan ponselnya ia letakan. "Siapa, kak?" tanya Serina cepat. "Lupa." “Coba ingat-ingat lagi kak, aku penasaran sumpah.” Serina memasang wajah berharap, Tania berusaha memikir. "Kakak ingat! Waktu itu Kakak pernah cerita sama kamu kan kalo kakak tadi baru di Indonesia?" ujar Tania dengan wajah tak kalah antusias. “Iya, terus?” Serina ragu, selalu seperti ini jika negara itu terucap dari orang-orang. "Kakak kan jalannya lagi buru-buru tuh, ter

  • Transmigrasi Seksi Mommy    Bab 55

    Tiga tahun kemudian... Seorang pria baru saja turun dari jet pribadi miliknya, ia dan beberapa bodyguard berjalan keluar karena saat ini mereka ada di bandara. Saat sedang berjalan ia tidak sengaja mencium aroma yang sangat dirinya rindukan bahkan jantungnya sudah berdetak kencang. Ia berhenti berjalan, melihat sekeliling mencari seseorang yang dirinya kenal tapi tidak ada. Saat melihat ada seseorang berjalan melewatinya spontan Vincen memegang tangan orang itu. Bodyguard yang melihatnya terkejut, dengan sigap mengelilingi Vincen membuat wanita itu ketakutan. "Serena," panggil Vincen. Ya, orang itu adalah Vincen yang ingin berkunjung ke mansion orang tuanya. Wanita yang ia panggil melihat ke arahnya dan ternyata bukan, dengan wajah datar Vincen melepaskan tangan wanita itu, tanpa berucap apapun Vincen kembali melanjutkan jalannya. "Silahkan, tuan." Bodyguard mempersilahkan Vincen masuk ke mobil.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status