Home / Rumah Tangga / Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku / Banyak Rencana yang Disusun

Share

Banyak Rencana yang Disusun

Author: Senja Berpena
last update publish date: 2025-09-17 23:21:58

Jeane berdiri di depan cermin besar di kamarnya, bayangan dirinya tampak begitu sempurna.

Gaun satin merah yang membalut tubuhnya dengan anggun, rambut tergerai dengan gelombang lembut, dan riasan yang sempurna menutupi wajah yang dipenuhi amarah.

Namun, bukan itu yang menarik perhatiannya. Di genggamannya, sebuah botol kecil berisi cairan berwarna gelap tampak berkilau di bawah cahaya lampu kamar.

Jemarinya yang berbalut cincin berlian bergetar ringan saat ia mengangkat botol itu, menatap isin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
wieanton
buset deh demi dapetin samuel, bisa2nya pnya otak kriminal kyk gtu si jeanne, dia pikir Samuel akan diam saja...uh...Sam udah tau semuanya mknya dia melindungi Anne dr jarak jauh tanpa Jeane sadari.
goodnovel comment avatar
AlbyMalik
ya olohhh ya robbi.... ini 0t4knya jeane terbuat dari apa sihh ngga ada orng yg bisa menggagalkan lagi apa rencana ke dua ini
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Tamat

    Beberapa bulan kemudian, sinar matahari pagi yang hangat menembus jendela kaca besar di sebuah vila tepi pantai yang tenang.Tidak ada lagi aroma disinfektan yang menyesakkan atau suara monitor jantung yang memicu trauma. Yang terdengar hanyalah suara deburan ombak yang ritmis dan kicauan burung di pepohonan sekitar.Anne berdiri di depan cermin, merapikan gaun musim panasnya yang berwarna putih bersih. Pipinya kini merona alami, dan binar di matanya telah kembali sepenuhnya.Dia menatap pantulan dirinya, bukan lagi sebagai korban yang rapuh, melainkan sebagai wanita yang berhasil memenangkan kembali hidupnya.Samuel muncul dari balik pintu, melingkarkan lengannya di pinggang Anne dengan lembut. Ia mencium bahu istrinya, menghirup aroma parfum melati yang kini menjadi aroma favoritnya."Siap untuk sarapan di tepi pantai, Sayang?" tanya Samuel dengan nada yang lembut.Anne berbalik dalam pelukan Samuel, mengalungkan tangannya di leher suaminya. "Aku siap untuk apa pun, asalkan bersamam

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Hukuman untuk Tyas dan Jeane

    Pagi itu, suasana di kantor pusat perusahaan keluarga Samuel yang megah mendadak mencekam.Samuel berdiri di balik jendela besar ruang kerjanya, menatap iring-iringan mobil polisi yang memasuki halaman gedung.Di tangannya, ia memegang map hitam berisi bukti-bukti yang telah ia kumpulkan dengan ketelitian seorang pemburu: hasil laboratorium toksikologi, rekaman CCTV tersembunyi yang ia pasang di kamar rumah sakit, hingga pernyataan tertulis dari perawat yang sempat disuap oleh Tyas.Samuel tidak lagi merasakan keraguan. Rasa hormatnya sebagai seorang anak telah mati bersamaan dengan setiap isakan ketakutan Anne di rumah sakit.Baginya, Tyas dan Jeane bukan lagi keluarga atau masa lalu, melainkan kriminal yang mencoba merampas nyawa orang yang paling ia cintai.Tyas sedang memimpin rapat dewan direksi, mencoba meyakinkan para pemegang saham bahwa kondisi putranya sedang tidak stabil dan ia harus mengambil alih kendali penuh perusahaan.Di sampingnya duduk Jeane, yang dengan angkuh ters

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Proses Penyembuhan

    Setelah badai konfrontasi malam itu berlalu, Samuel mengambil tindakan tegas. Ia memindahkan Anne ke sayap paviliun yang lebih privat dengan pengamanan ketat 24 jam.Tidak ada satu pun orang, termasuk staf medis, yang boleh masuk tanpa verifikasi langsung darinya.Dokter-dokter terbaik dikerahkan untuk melakukan detoksifikasi total guna membersihkan sisa-sisa zat penenang dan halusinogen dari sistem tubuh Anne.Hari-hari awal adalah masa yang paling berat. Tanpa asupan obat-obatan beracun itu, Anne mengalami fase putus zat yang menyakitkan.Dia sering terbangun di tengah malam, menjerit ketakutan karena sisa-sisa halusinasi yang masih menghantui.“Sam! Dia di sana! Jeane membawa pisau!” jerit Anne suatu malam, tubuhnya basah kuyup oleh keringat dingin.Samuel, yang selama berminggu-minggu memilih tidur di sofa sempit samping ranjang, langsung sigap memeluknya.Dia memegang kedua tangan Anne dan menempelkannya ke pipinya sendiri agar istrinya bisa merasakan suhu tubuhnya yang nyata.“L

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Kau akan Menyesal!

    “Jelaskan padaku, Ma. Jelaskan apa itu Benzodiazepine dan halusinogen dalam darah istriku,” suara Samuel rendah, namun setiap kata yang keluar terdengar seperti dentuman palu yang menghantam keadilan.Tyas menarik napas panjang, mencoba merapikan pakaiannya yang sedikit kusut.“Samuel, kau terlalu emosional. Mama melakukan itu demi kebaikannya. Anne terus berteriak, dia histeris! Mama hanya meminta dokter memberikan sesuatu agar dia bisa ‘tenang’. Itu hanya agar dia tidak stres dan tidak mempermalukan diri sendiri di depan perawat.”“Tenang?” Samuel tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar menyakitkan.“Kau meracuninya secara perlahan, Ma! Kau memberinya zat yang merusak sarafnya agar dia terlihat gila di mata dunia.“Kau ingin dia kehilangan akal sehatnya supaya kau bisa membuangnya ke rumah sakit jiwa dan menghapusnya dari hidupku. Katakan yang sejujurunya, apakah membunuh jiwanya adalah bagian dari rencana ‘ketenangan’ itu?”Pertengkaran itu meledak. Suara Samuel yang meninggi mul

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Akhirnya Ketahuan!

    Perawat itu pucat pasi, peluhnya bercucuran meski pendingin ruangan berhembus kencang.Dia merampas troli obatnya dan bergegas keluar tanpa sepatah kata pun, meninggalkan Samuel yang berdiri mematung dengan botol kecil itu tersembunyi di dalam genggamannya. Samuel tahu, jika ia bertanya lebih lanjut di sini, semua bukti akan lenyap.Ia menoleh ke arah Anne yang masih terlelap dalam kegelisahan. Dada Samuel sesak. Istrinya, wanita yang biasanya begitu kuat dan ceria, kini tampak seperti cangkang kosong yang rapuh.Samuel merogoh saku jasnya, memasukkan botol tanpa label itu dalam-dalam, lalu mencium kening Anne.“Aku akan mencari tahu kebenarannya, Anne. Aku janji,” bisiknya sebelum melangkah keluar dengan langkah cepat.Samuel tidak pulang ke rumah. Ia memacu mobilnya membelah malam menuju sebuah laboratorium swasta milik kerabat lamanya yang beroperasi 24 jam.Pikirannya berkecamuk. Jika benar ini adalah rencana jahat, maka pengkhianatan ini terjadi tepat di bawah hidungnya.Sementar

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Kecurigaan Samuel

    Suara isakan Anne memenuhi kamar rumah sakit yang remang.Tubuhnya gemetar hebat, matanya penuh ketakutan.Samuel duduk di tepi ranjang, kedua tangannya memegang bahu Anne, mencoba menenangkan istrinya yang terus meronta seolah dikejar sesuatu yang tak terlihat.“Anne, Sayang, tenanglah. Aku di sini,” ucap Samuel lirih dengan suara bergetar menahan emosi.“Tidak ada siapa-siapa, tidak ada yang bisa menyakitimu lagi. Lihat aku, Anne. Aku, Samuel.”Anne menggeleng histeris dan air matanya jatuh membasahi pipinya yang pucat.“Tidak, Sam! Dia… dia ada di sini tadi! Aku melihatnya! Jeane… dia berdiri di sana!”Anne menunjuk ke sudut ruangan, suara parau dan penuh ketakutan. “Aku tidak gila, Sam. Percayalah padaku!”Samuel memeluknya erat, mencoba meredam gemetar tubuh istrinya. Namun, dalam hati ia mulai goyah.Anne sudah beberapa kali melihat bayangan yang tidak ada, dan setiap kali itu terjadi, ia semakin ketakutan.Pintu kamar terbuka dan seorang dokter berjas putih masuk dengan ekspres

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Diserang dari Beberapa Sisi

    Beberapa hari telah berlalu sejak Samuel resmi melengserkan Tyas dari jabatannya di perusahaan, dan sejak saat itu badai baru mulai mengguncang kehidupan mereka.Di sebuah ruang mewah yang jauh dari rumah sakit, Tyas duduk di kursi kulit dengan secangkir teh di tangannya.Wajahnya tampak tenang, te

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Berhasil Kabur

    Gedung tua itu berderit setiap kali angin malam menyelinap melalui celah-celah kusamnya.Lampu redup bergoyang, menorehkan bayangan panjang di dinding yang retak — saksi bisu pada rahasia yang tak seharusnya hidup di dunia yang terbuka.Di sebuah ruangan kecil bertutup selimut kotor, Jeane duduk te

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Aku tidak Marah

    Malam di lorong rumah sakit terasa dingin, lampu-lampu remang membuat bayangan panjang menari di dinding.Di dalam kamar perawatan intensif, suara mesin berdenyut lembut, menandai napas dan detak jantung Anne yang mulai stabil.Samuel duduk di kursi samping ranjang, matanya merah karena kurang tidu

  • Tuan CEO Tak Lagi Mencintaiku   Akhirnya Siuman

    Suasana kamar ICU dipenuhi suara mesin yang berdengung pelan. Bau antiseptik yang khas memenuhi udara, dingin dan menusuk.Di samping ranjang putih bersih itu, Samuel duduk dengan tubuh yang sedikit membungkuk.Wajahnya tampak lelah, mata merah karena berhari-hari tidak tidur. Tangannya tak lepas m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status