Beranda / Fantasi / Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz / Bab 251. Pertempuran Kacau Antar Kultivator

Share

Bab 251. Pertempuran Kacau Antar Kultivator

last update Tanggal publikasi: 2026-03-14 15:22:58

Begitu delapan kultivator dari Dimensi Atas melesat turun dari langit, tekanan aura mereka langsung menyelimuti seluruh Pulau Alcatraz.

Udara menjadi berat.

Angin berputar kencang.

Gelombang energi kultivasi saling bertabrakan di udara.

Tanah di sekitar markas Pasukan Pengawal Naga mulai retak.

Billy mengangkat pedangnya perlahan.

Senyum tipis muncul di wajahnya.

“Akhirnya…”

Roger berdiri di sampingnya sambil memutar bahu.

“Sudah lama aku menunggu hari seperti ini.”

Marco menancapkan tombaknya
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 268. Menjaga Garis Takdir Tetap Utuh

    Namun saat itu… Tak seorang pun menyadari… Bahwa di tempat yang sangat jauh, di Dimensi Atas… Nathan tidak sedang bergerak. Tidak sedang bertarung. Melainkan… Sedang berjuang untuk membangkitkan kembali jiwanya yang putus asa. … Cahaya keemasan masih menyelimuti ruangan itu. Hangat. Tenang. Namun ketenangan itu terasa rapuh. Nathan masih terbaring di atas ranjang emas. Tubuhnya tidak bergerak. Napasnya lemah. Seolah hanya tersisa sedikit saja kehidupan di dalam dirinya. Di sampingnya… Ravina menggenggam tangannya erat. Matanya mulai memerah. Bibirnya bergetar. “Kau tidak boleh seperti ini…” suaranya pelan, hampir berbisik. Namun tidak ada jawaban. Tidak ada reaksi. Hening. Dan untuk pertama kalinya sejak ia kembali… Ketakutan itu benar-benar muncul. Ravina menggertakkan giginya. Lalu tiba-tiba berdiri. “Senior!” suaranya menggema di ruangan. “Kalau kau masih di sini, tolong keluar dan bantulah aku!” Tidak butuh waktu lama… Sosok pria tua itu muncul dar

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 267. Dunia yang Tidak Mereka Ketahui

    Suasana di dalam restoran itu masih dipenuhi ketegangan. Semua orang duduk dalam diam, memikirkan hal yang sama. Rania menghilang. Nathan pergi mencarinya. Dan sampai sekarang… belum kembali. Paul Oscar akhirnya berdiri. Wajahnya tegang, sorot matanya dipenuhi amarah yang tertahan. “Aku tidak bisa diam saja seperti ini.” Suaranya berat, penuh tekanan sebagai seorang jenderal. “Aku akan mengerahkan pasukanku. Kita sisir seluruh wilayah. Aku tidak peduli harus membongkar setiap sudut negeri ini… aku akan menemukan putriku.” Beberapa orang terdiam. Tidak ada yang langsung menjawab. Namun sebelum Paul melangkah lebih jauh… “Tidak bisa, Paman.” Suara itu lembut, namun tegas. Mila berdiri. Tatapannya lurus ke arah Paul. Ucapan itu langsung membuat suasana berubah. Paul menoleh, alisnya mengernyit. “Apa maksudmu?” Nada suaranya mulai meninggi. “Putriku hilang. Dan kau melarangku bergerak?” Aura militer yang terbiasa memerintah mulai terasa di ruang

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 266. Menyusuri Informasi Tentang Nathan

    Begitulah… Kabar menghilangnya Nathan menyebar dengan cepat. Mahasiswa paling bersinar dari Universitas Negeri Senantara, pemenang olimpiade antar kampus, tiba-tiba tidak muncul tanpa penjelasan. ... Sore itu… Di kota Heaven. Di lingkungan Central Heaven University. Seorang gadis berdiri di depan jendela asrama, menatap langit yang mulai meredup. Elvira Colin. Ponselnya bergetar. Nama yang muncul membuat tatapannya berubah. Eva Mclycon. Ia langsung mengangkatnya. “El, kamu sudah dengar kabar tentang Nathan?” Suara di seberang terdengar serius. Elvira menghela napas pelan. “Sudah, Ev. Aku bahkan sudah mengajukan cuti selama satu pekan. Aku akan berangkat ke Metropolis sore ini juga. Kamu bagaimana?” Hening sejenak. Lalu suara Eva kembali terdengar. “Aku juga sudah mengajukan cuti.” Tidak perlu penjelasan panjang. Tidak perlu perdebatan. Keduanya saling memahami. Karena ini tentang satu orang. Nathan. Pria yang tanpa mereka sadari… sudah

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 265. Riak di Bumi Tengah

    Sementara itu di Bumi Tengah... Langit di atas Universitas Negeri Sentantara tampak cerah seperti biasa. Namun suasana di dalamnya justru terasa berbeda. Sejak pagi, bisikan mulai menyebar di antara para mahasiswa. Awalnya hanya percakapan ringan, namun perlahan berubah menjadi kegelisahan yang sulit disembunyikan. “Nathan belum kembali?” “Bukannya hari ini harusnya ada penyambutan resmi?” “Kenapa tidak ada pengumuman apa pun dari kampus?” Pertanyaan demi pertanyaan terus bermunculan. Namun tidak ada satu pun yang mampu memberikan jawaban. Karena bahkan pihak kampus sendiri pun tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Nathan, mahasiswa paling berprestasi yang menjadi kebanggaan kampus, seharusnya hari ini berdiri di atas panggung kehormatan. Kemenangannya dalam olimpiade antar kampus seharusnya dirayakan dengan meriah. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Ia menghilang. Tanpa jejak. Tanpa penjelasan. Dan bukan hanya dia. Dua mahasiswi terbaik yang dikenal dekat d

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 264. Percikan Kecil Diantara Para Gadis

    Udara di halaman Sekte Lembah Jiwa terasa tegang. Lingkaran para murid wanita yang mengelilingi Nasha dan Laqisha semakin rapat. Aura mereka saling bertabrakan, menciptakan tekanan yang cukup untuk membuat tanah di bawah kaki retak halus. Namun di tengah semua itu… Kedua gadis itu tetap tenang. Seolah semua tekanan itu tidak berarti apa-apa. Seorang gadis melangkah maju. Rambutnya pendek sebahu, sorot matanya tajam. Gadis itu Gina. Aura Raja Suci tahap awal terpancar dari tubuhnya. Ia menatap langsung ke arah Laqisha. “Kalau hanya bicara, semua orang bisa,” katanya dingin. “Tunjukkan kemampuanmu.” Laqisha tersenyum tipis. “Baik,” jawabnya santai. Tanpa banyak gerakan… Ia melangkah maju. Dalam sekejap, keduanya sudah saling berhadapan di tengah lingkaran. Tidak ada aba-aba. Tidak ada hitungan. Gina langsung bergerak lebih dulu. Tubuhnya melesat cepat, pedangnya menebas lurus ke arah leher Laqisha. Namun… Gerakan itu terlalu mudah dibaca. Laqisha hanya memiringkan

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 263. Ketetapan Takdir

    Ruang batu yang luas itu dipenuhi aura gelap yang menekan. Dindingnya dipenuhi ukiran kuno yang memancarkan energi asing, seolah menyimpan sejarah panjang yang penuh darah. Di tengah ruangan, tubuh Rania terbaring tak berdaya. Segel energi membungkus seluruh tubuhnya seperti rantai tak kasat mata, mengunci setiap aliran kekuatan di dalam dirinya. Aura Raja Suci tahap awal yang ia miliki sama sekali tidak bisa digunakan. Di hadapannya, seorang pria berdiri dengan tangan di belakang punggungnya. Tatapannya tajam dan dingin, seperti ular yang sedang mengamati mangsanya. Nara Aolong. Di sampingnya, Raka berdiri dengan ekspresi tenang, seolah semua ini hanyalah bagian dari rencana yang telah ia perhitungkan sejak awal. “Jadi ini gadis naga yang kau maksud?” Suara Nara rendah, namun membawa tekanan yang membuat udara di sekitarnya terasa berat. Tatapannya jatuh pada tubuh Rania."Iya Ayah." Beberapa saat Nara hanya diam, mengamati Rania tanpa berkedip. Lalu perlahan, alisnya men

  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 76. Kunjungan Sang Putra Wali Kota

    Saat perdebatan antara Mila dan Laras makin sengit. Ponsel di tangan Rania bergetar. Saat ia menyadarinya, ponsel itu sudah bergetar untuk ketiga kalinya. Nama Billy kembali muncul di layar, sama seperti dua panggilan sebelumnya yang tidak disadari Rania. Ia menghela napas kecil sebelum akhirnya

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 79. Semua Orang Pergi

    Melihat Laras yang jatuh pingsan, Rowman dengan panik kembali menangkapnya, lalu Gina segera mendekat dan menepuk-nepuk lembut pipi putri tunggalnya itu. “Ras, bangun, Nak. Sayang…” suara Gina cemas. Dengan cepat, Nicky, Rosa, Leon, dan Revan juga mendekat. Nicky segera mengeluarkan minyak kayu

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 75. Orang yang Mencoba Membandingkan Latar Belakang

    Sayangnya, sebentar lagi kenyataan pahit akan memukul mereka semua. Dan benar saja, Gina segera mengatakan sesuatu yang menghancurkan harapan mereka. "Mama juga sebenarnya ingin mengajaknya kemari, sayangnya... Mila datang bersama pacarnya, dan juga keempat sahabatnya. Jadi jika mereka datang ke r

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
  • Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz   Bab 80. Pembalasan yang Tak Pernah Dibayangkan

    Ruangan itu perlahan menjadi sunyi. Satu per satu orang yang tadi memenuhi kamar VIP kini telah pergi. Leon, Revan, Rosa, Nicky, Rowman, bahkan Dicky, semuanya meninggalkan ruangan dengan kepala tertunduk. Tidak ada yang berani menoleh kembali, seolah takut tatapan Nathan akan menyusul mereka.

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-22
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status