共有

CHAPTER 2

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-06-17 18:22:48

“Ah! Tu-tunggu, Tuan…”

Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.

Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.

“Tunggu?” ulang Ludwig sembari menatapnya tajam. “Kamu seharusnya melayani saya sekarang. Beraninya menyuruh saya menunggu?”

Tatapan pria itu seolah menusuk, Sasha berusaha menghindari tatapannya sambil menolehkan wajah. 

“S-saya belum pernah melakukan ini… Saya belum siap, i-ini pertama kalinya,” cicit Sasha pelan.

Dengusan geli Ludwig pun terdengar. “Tentu saja, itu sebabnya hargamu sangat mahal.”

Napas Sasha tercekat ketika Ludwig menarik tali lingerie-nya dengan satu tarikan tangan. Gaun tipis itu meluncur ke bawah, menggenang di sekitar pinggulnya. Tubuh polos Sasha seketika terekspos.

Wajahnya langsung memerah sempurna. Ia buru-buru menyilangkan tangannya di depan dada. Jantungnya berdebar kencang di dalam dadanya.

Pria itu tidak membiarkan Sasha menutupi tubuhnya—ia dengan mudah membuat Sasha terbaring di atas kasur, mencekal kedua pergelangan tangan gadis itu dan menahannya di atas kepalanya.

Tubuh besar Ludwig mengukung Sasha dengan sempurna, sekaligus membuat Sasha tidak bisa menyembunyikan tubuh telanjangnya lagi.

“Tu-tunggu sebentar, Tuan! Tunggu—ah!”

Sasha menggeliat saat ia merasakan bibir pria itu menyapu kulitnya, dari leher, terus turun ke bawah, mengecupi buah dadanya dengan lembut.

Rintihan protes Sasha berubah menjadi desahan. Sentuhan pria ini … sama sekali tidak kasar ataupun memaksa, malah membuat Sasha terbuai karena terasa nikmat?!

Saat Ludwig mencapai perut Sasha, ia berhenti sejenak. Gerakan itu tak luput dari Sasha yang sejak tadi hampir kehilangan kewarasannya.

“Apa ini?” gumam Ludwig rendah. Ia menyapukan jemarinya ke perut bagian kanan, meraba sebuah tanda acak dengan warna yang lebih gelap dari kulit Sasha di sana. “Bekas luka?”

Sasha menggeliat akibat sentuhan itu. Kenapa pria ini menyentuhnya lembut dan hati-hati sekali? Bukankah pria yang membeli wanita, pasti bernafsu dan tidak sabaran?

“I-itu, bekas luka dari saya kecil…” jawab Sasha pelan. Sejujurnya, ia bahkan tidak ingat ini bekas luka apa. Aneh, pria ini malah tertarik pada bekas luka itu.

Ludwig menempelkan bibirnya ke bekas luka itu, kembali melanjutkan kecupan-kecupan kecil itu ke bawah, hingga sampai pada tepi bagian pinggang celana dalamnya.

Jantung Sasha berdebar kencang. Tidak! Ia belum siap!

Ketika tangan pria itu mulai menurunkan celana dalamnya, air mata Sasha seketika mengalir keluar.

“Tu-tuan…” isak Sasha lirih.

Ludwig terhenti, dan mengangkat wajahnya, menatap Sasha yang wajahnya sudah dibanjiri air mata.

Seketika raut wajah pria itu menggelap.

Detik itu juga, Sasha merasakan hawa ruangan berubah semakin dingin.

Ludwig melepaskan cekalan tangannya di pergelangan tangan Sasha. Dan pria itu beranjak meninggalkan kasur, di mana Sasha masih terbaring membeku.

“Berhenti menangis dan tidurlah,” ucapnya dingin, memperbaiki kain yang tersampir di bahu kokohnya. “Kamu membuat saya tidak bernafsu.”

Pria itu lalu melangkah pergi ke kamar mandi. Pintu kamar mandi tertutup meninggalkan hening di kamar itu.

Sasha terdiam dengan jantung berdebar. Ia membuat Ludwig marah karena tak melayaninya dengan benar!

Sasha buru-buru menarik selimut dari ujung kasur dan menyelimuti dirinya. Ia mengubah posisinya jadi membelakangi kamar mandi dan memegang erat-erat selimut itu.

Tubuh Sasha bergidik ketika pintu kamar mandi kembali terbuka. Ia menegang saat merasakan tambahan beban di sampingnya di kasur. 

Ia pikir, inilah saatnya Ludwig menuntut servisnya lagi.

Tapi, tidak terjadi apa-apa. Hanya hening. Sasha justru mendengar suara napas yang teratur dan pelan dari pria yang berbaring di sisinya.

Ludwig tertidur?

Sasha menelan ludah. Ia masih belum berani bergerak, apalagi ia sudah menyinggung pria yang seharusnya ia layani itu.

Dengan berdebar, Sasha melirik ke wajah Ludwig. Kedua mata pria itu terpejam, tubuhnya rileks, dan dada bidangnya naik-turun dengan teratur.

Setelah memastikan kalau pria itu benar-benar tidur, Sasha mengendap-endap turun dari kasur, mengambil tas kecil berisi pakaiannya yang tergeletak, dan menyelinap keluar pintu kamar tanpa suara.

***

Ludwig menyilangkan kaki di sofa, menghembuskan asap rokok tipis, sebelum membenamkan putung rokok di asbak di atas meja marmer di sisinya.

Tidak ada ekspresi di wajahnya, tapi hal itu cukup membuat tiga pria yang berdiri di depannya mengkerut ketakutan.

“Kemana dia?” tanya Ludwig datar sambil melirik dingin ke tiga orang pria di depannya. Mereka adalah para debt collector yang semalam membawa Sasha ke hotel ini.

Tiga pria itu saling menatap dengan wajah pucat. Aura Ludwig yang mencekam membuat mereka tidak berani menjawab. 

“Baik, tidak usah dijawab,” ucap Ludwig tenang. “Saya yang akan buat kalian diam selamanya.”

Dua pria berjas hitam di dekat pintu melangkah maju. Para debt collector itu bergidik ketakutan dan segera bersujud di kaki Ludwig.

“Ma-maafkan kami, Tuan! Wanita itu punya hutang besar, kami tidak menyangka dia akan kabur begitu saja!” ucap salah satu pria itu dengan gemetar.

Tangan Ludwig terangkat, dan dua pria berjas hitam itu berhenti di belakang mereka.

“Hutang?” Sebelah alis Ludwig terangkat, seolah tertarik dengan fakta yang didengarnya. “Siapa namanya?”

“Sasha Briar, Tuan!”

Sebuah seringai tipis muncul di wajah Ludwig. Ia mengambil ponselnya yang ada di atas nakas lalu melakukan panggilan telepon. 

Tak butuh waktu lama, teleponnya akhirnya tersambung. 

[Selamat pagi, Pak.]

“Zen, carikan seseorang untukku,” ucap Ludwig sebelum asistennya itu menyelesaikan ucapannya, “Seorang perempuan bernama Sasha Briar.”

[Baik, Pak. Saya akan segera mencarinya.]

“Lakukan segera. Beritahu aku secepatnya setelah berhasil menemukannya,” seringai Ludwig berubah dingin, “Aku harus memberinya pelajaran.”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 7

    Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jangan itu tunangannya?’ batin Sasha bertanya-tanya. Melihat pria setampan Ludwig dan wanita secantik itu bersandingan terlihat seperti lukisan. Siapapun yang melihatnya, pasti berpikir mereka benar-benar cocok.Ada perasaan tidak enak di hati Sasha ketika memikirkan hal itu. Mungkin sedikit kesal, sebab mengetahui tindakan kotor Ludwig di belakang tunangannya.Di depan lobi, Ludwig berpisah dengan wanita itu setelah membukakan pintu mobil untuknya. Sikap itu mengingatkan Sasha tentang ucapan Annelise di jam makan siang, bahwa perhatian Ludwig hanya tercurah ke satu orang spesial saja, yaitu kekasihnya.Mobil yang dinaiki wanita itu melaju, dan Ludwig berjalan kembali ke dalam hotel.Sasha ters

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 6

    Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih menundukkan kepala.“Kembalilah ke ruanganmu bersama Zen,” perintah Ludwig, “Lakukan tugasmu dengan benar di sini. Jangan mengecewakan saya.”***“Kudengar tadi kamu dipanggil sama bos ke ruangannya?” tanya Annelise mengagetkan Sasha, “Apa yang dia lakukan? Apa dia memarahimu?”Sasha menghela napas pelan. Ia menurunkan sendoknya yang baru saja ingin dimasukkan ke dalam mulutnya. Sasha tahu, temannya itu sangat penasaran soal kejadian tadi. Mungkin bukan hanya Annelise, seluruh divisinya pun ingin mengetahuinya. Thomas sebelumnya juga bilang bahwa pemagang yang dipanggil langsung ke ruang CEO seperti Sasha ini sangat langka.Ia jadi khawatir jika hal ini menimbulkan rumor yang tidak enak. Pa

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 5

    Sasha menelan ludah. Ia meremas ujung blusnya erat-erat. “A-apa saya boleh meminta waktu untuk memikirkannya dulu?” tanya Sasha masih dengan nada yang takut.“Baiklah,” ucap Ludwig pendek membuat Sasha tersentak. Dia tidak salah dengar kan barusan? Ludwig membolehkannya untuk berpikir dulu? Sasha menghela napas lega. “Terima kasih, Pak—”“Saya beri sepuluh detik,” tukas pria itu, sebelum tiba-tiba mulai menghitung mundur. “Sepuluh, sembilan, delapan…”Hah? Sasha melongo seketika. Bukan ini yang ia maksud saat meminta waktu untuk berpikir! Bukan hanya sepuluh detik!“Tujuh, enam, lima…”“Se-sebentar, Pak!” ucap Sasha panik. Desakan tiba-tiba ini membuat kepalanya mendadak kosong.“Empat, tiga, dua—”Ah, persetan dengan semua ini!“Baik, Pak! Saya akan menerimanya!” seru Sasha cepat sebelum Ludwig sempat menyebutkan angka satu.Ludwig tersenyum miring. Terlihat kepuasan di wajahnya, membuat Sasha merasakan kekesalan dalam hati. Benar-benar pria licik!Pria itu lalu membuka laci mejany

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 4

    “Keluarlah, Zen.”Suara dingin dan dalam itu menggema di ruangan itu.“Baik, Pak.”Sasha hampir menahan Zen pergi. Tapi, dia masih menahan diri. Sasha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar, merasa terintimidasi dengan hawa di ruangan ini. Benaknya sontak mengingat-ingat.Ludwig … Ludwig Campbell. Marga pria itu adalah Campbell! Pikiran Sasha berkecamuk, ia meremas jemarinya dengan cemas.Sasha sama sekali tidak mengira yang dia layani semalam adalah Ludwig Campbell! Pemilik L&C Law Firm, sekaligus seorang pengacara tersohor yang selalu menang dalam kasus-kasus yang ditanganinya. Konon katanya, semua orang akan langsung mundur dan mencabut gugatan mereka tiap mengetahui pengacara lawan mereka adalah Ludwig Campbell. Pengacara legendaris sekaligus pemilik firma hukum tempat Sasha magang saat ini, adalah pria yang sama yang telah membelinya semalam?Sasha yakin hidupnya sudah berakhir sekarang.“Sasha Briar.”“Y-ya, Pak!”Sasha melirik sedikit ke arah Ludwig sebelum men

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 3

    ‘Aku berhasil!’ batin Sasha dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berdiri sejenak menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya. Sasha sama sekali tak menyangka ia berhasil kabur malam itu juga. Begitu ia keluar dari hotel, ia diam-diam pulang ke rumah bibinya. Untungnya, Katie sudah tidur saat ia sampai.Karena takut dimarahi dan dikembalikan pada debt collector, Sasha langsung berangkat dini hari, mencari toilet di sebuah stasiun terdekat untuk ganti baju dan bersiap, lalu memesan taksi menuju tempat magangnya sekarang. Sebuah firma hukum terkenal di negara ini. L&C Law Firm. Sejak kuliah, Sasha sudah memimpikan untuk bekerja di situ. Mengingat itu membuatnya merasa gugup. Ini adalah hari pertamanya bekerja.Sasha menarik napas sejenak. Ia lalu melangkah masuk ke dalam.Seperti bagian luarnya yang sangat megah, bagian dalam juga tak kalah elit. Sasha menatap takjub lalu-lalang orang berjas di lobi gedung. Mereka terlihat sangat rapi dan profesional. Sasha jadi merasa malu

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 2

    “Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang Ludwig sembari menatapnya tajam. “Kamu seharusnya melayani saya sekarang. Beraninya menyuruh saya menunggu?”Tatapan pria itu seolah menusuk, Sasha berusaha menghindari tatapannya sambil menolehkan wajah. “S-saya belum pernah melakukan ini… Saya belum siap, i-ini pertama kalinya,” cicit Sasha pelan.Dengusan geli Ludwig pun terdengar. “Tentu saja, itu sebabnya hargamu sangat mahal.”Napas Sasha tercekat ketika Ludwig menarik tali lingerie-nya dengan satu tarikan tangan. Gaun tipis itu meluncur ke bawah, menggenang di sekitar pinggulnya. Tubuh polos Sasha seketika terekspos.Wajahnya langsung memerah sempurna. Ia buru-buru menyilangkan tangannya di depan dada. Jantungnya berdebar kencang di

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status