共有

CHAPTER 4

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-06-17 18:23:22

“Keluarlah, Zen.”

Suara dingin dan dalam itu menggema di ruangan itu.

“Baik, Pak.”

Sasha hampir menahan Zen pergi. Tapi, dia masih menahan diri. 

Sasha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar, merasa terintimidasi dengan hawa di ruangan ini. Benaknya sontak mengingat-ingat.

Ludwig … Ludwig Campbell. Marga pria itu adalah Campbell! Pikiran Sasha berkecamuk, ia meremas jemarinya dengan cemas.

Sasha sama sekali tidak mengira yang dia layani semalam adalah Ludwig Campbell! Pemilik L&C Law Firm, sekaligus seorang pengacara tersohor yang selalu menang dalam kasus-kasus yang ditanganinya. 

Konon katanya, semua orang akan langsung mundur dan mencabut gugatan mereka tiap mengetahui pengacara lawan mereka adalah Ludwig Campbell. 

Pengacara legendaris sekaligus pemilik firma hukum tempat Sasha magang saat ini, adalah pria yang sama yang telah membelinya semalam?

Sasha yakin hidupnya sudah berakhir sekarang.

“Sasha Briar.”

“Y-ya, Pak!”

Sasha melirik sedikit ke arah Ludwig sebelum menunduk kaku. Pria itu sedang menatap berkas di tangannya dengan tatapan tajam.

“Lulusan jurusan hukum di Universitas X dan sekarang magang di divisi Litigasi,” ucapnya membaca tulisan di berkas.

Alis pria itu terangkat satu, sudut bibirnya tertarik membentuk senyuman miring yang tipis.

“Kenapa anak magang yang tidak punya pengalaman apa-apa seperti kamu ada di ranjang saya semalam?”

Kata-kata itu langsung membuat Sasha tercekat.

Tubuh Sasha semakin bergetar. Ia segera menurunkan pandangannya ke lantai saat Ludwig menatapnya. 

Matilah dia. Mungkin Ludwig Campbell benar akan memecatnya sekarang karena latar belakangnya yang tak bersih.

“Jawab saya, Sasha Briar.”

“I-itu …” Sasha menarik napas sejenak, “Sa-saya di-dijual oleh debt collector … k-karena hutang ayah saya ... Makanya semalam … saya bi-bisa melayani Bapak.”

Sasha semakin menundukkan kepalanya. Matanya berkaca-kaca. “S-saya mohon maaf karena sudah kabur …”

Tidak ada jawaban dari Ludwig. Justru, Sasha merasa dirinya semakin tertekan. Air mata mengambang di pelupuk matanya.

“P-Pak Ludwig … saya berjanji akan menerima konsekuensi apa pun,” lanjut Sasha dengan suara yang semakin bergetar, “J-jadi, saya mohon jangan pecat saya sekarang. Pekerjaan ini adalah harapan saya satu-satunya.”

Ludwig menatap lekat Sasha yang bergetar. Ia tersenyum tipis dan berkata dengan suara berat, “Sayangnya, saya tidak bisa meloloskanmu begitu saja.”

Lalu ia melanjutkan dengan nada tenang, “Sasha Briar, kamu telah memegang rahasia saya. Tidak ada jaminan kamu tidak akan membocorkannya ke siapa pun. Saya punya reputasi yang harus dijaga.”

“K-kalau soal semalam, sa-saya berjanji akan tetap diam, Pak–”

“Karena itu, saya mengajukan kontrak untuk kamu.”

Sasha segera mengangkat kepalanya. Alisnya mengerut dalam. “Kontrak …?” gumamnya. 

“Patuhi semua perintah saya. Itu syarat agar kamu tetap bekerja di sini,” ucap Ludwig penuh penekanan, “Termasuk melayani saya di ranjang, seperti yang seharusnya kamu lakukan semalam.”

Sasha terbelalak. Menatap Ludwig tidak percaya. Ia hendak menyuarakan keberatannya, tapi Ludwig mendahuluinya, 

"Kalau kamu tidak setuju, maka saya akan memecat kamu dari sini. Dan memastikan kamu tidak bisa bekerja di firma hukum manapun." 

Tubuh Sasha merinding di tempat. 

Sasha tidak ingin mempercayai ucapannya, tapi ia tahu pasti kalau ancaman Ludwig tadi bukan ancaman kosong. 

Dia adalah Ludwig Campbell. Segala hal mungkin di tangannya. Satu ucapan darinya, bisa membuat orang segera tunduk.

Meski begitu, ia tidak menyangka Ludwig Campbell ternyata seorang pria brengsek!

Citranya di masyarakat adalah seorang pengacara dingin dan berwibawa. Catatan hidupnya bersih, tidak ada skandal sedikit pun tentang dirinya, itulah sebabnya dirinya juga dihormati. 

Tapi, ternyata ia hanyalah pria hidung belang yang suka bermain wanita! Bahkan memaksa Sasha untuk menjual dirinya sendiri.

“A-apa tidak ada penawaran lain?” tanya Sasha takut-takut. 

“Kontrak itu sudah cukup menguntungkanmu,” jawab Ludwig, “Bersyukurlah karena saya tidak melakukan hal yang lebih daripada ini.”

Sasha menelan ludah mendengar ucapannya. Jika Ludwig Campbell yang mengatakannya, maka itu benar. Ini adalah jalan terbaik untuknya. 

Tapi, membiarkan harga dirinya terinjak-injak begitu saja hanya karena pria itu jauh lebih berkuasa?

Apalagi, dia harus berhubungan gelap dengan bosnya sendiri. Kalau hubungan itu terungkap, mudah untuk Ludwig membersihkan namanya, dan Sasha pasti yang akan terkena masalah!

“Jangan memperpanjang hal ini, Sasha Briar,” Ludwig kembali membuka suara, menyadarkan Sasha dalam lamunannya. 

“Kamu sendiri yang mengatakannya, pekerjaan ini adalah harapanmu satu-satunya. Ini bukan penawaran. Kamu hanya bisa menerima kontrak ini.”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 7

    Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jangan itu tunangannya?’ batin Sasha bertanya-tanya. Melihat pria setampan Ludwig dan wanita secantik itu bersandingan terlihat seperti lukisan. Siapapun yang melihatnya, pasti berpikir mereka benar-benar cocok.Ada perasaan tidak enak di hati Sasha ketika memikirkan hal itu. Mungkin sedikit kesal, sebab mengetahui tindakan kotor Ludwig di belakang tunangannya.Di depan lobi, Ludwig berpisah dengan wanita itu setelah membukakan pintu mobil untuknya. Sikap itu mengingatkan Sasha tentang ucapan Annelise di jam makan siang, bahwa perhatian Ludwig hanya tercurah ke satu orang spesial saja, yaitu kekasihnya.Mobil yang dinaiki wanita itu melaju, dan Ludwig berjalan kembali ke dalam hotel.Sasha ters

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 6

    Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih menundukkan kepala.“Kembalilah ke ruanganmu bersama Zen,” perintah Ludwig, “Lakukan tugasmu dengan benar di sini. Jangan mengecewakan saya.”***“Kudengar tadi kamu dipanggil sama bos ke ruangannya?” tanya Annelise mengagetkan Sasha, “Apa yang dia lakukan? Apa dia memarahimu?”Sasha menghela napas pelan. Ia menurunkan sendoknya yang baru saja ingin dimasukkan ke dalam mulutnya. Sasha tahu, temannya itu sangat penasaran soal kejadian tadi. Mungkin bukan hanya Annelise, seluruh divisinya pun ingin mengetahuinya. Thomas sebelumnya juga bilang bahwa pemagang yang dipanggil langsung ke ruang CEO seperti Sasha ini sangat langka.Ia jadi khawatir jika hal ini menimbulkan rumor yang tidak enak. Pa

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 5

    Sasha menelan ludah. Ia meremas ujung blusnya erat-erat. “A-apa saya boleh meminta waktu untuk memikirkannya dulu?” tanya Sasha masih dengan nada yang takut.“Baiklah,” ucap Ludwig pendek membuat Sasha tersentak. Dia tidak salah dengar kan barusan? Ludwig membolehkannya untuk berpikir dulu? Sasha menghela napas lega. “Terima kasih, Pak—”“Saya beri sepuluh detik,” tukas pria itu, sebelum tiba-tiba mulai menghitung mundur. “Sepuluh, sembilan, delapan…”Hah? Sasha melongo seketika. Bukan ini yang ia maksud saat meminta waktu untuk berpikir! Bukan hanya sepuluh detik!“Tujuh, enam, lima…”“Se-sebentar, Pak!” ucap Sasha panik. Desakan tiba-tiba ini membuat kepalanya mendadak kosong.“Empat, tiga, dua—”Ah, persetan dengan semua ini!“Baik, Pak! Saya akan menerimanya!” seru Sasha cepat sebelum Ludwig sempat menyebutkan angka satu.Ludwig tersenyum miring. Terlihat kepuasan di wajahnya, membuat Sasha merasakan kekesalan dalam hati. Benar-benar pria licik!Pria itu lalu membuka laci mejany

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 4

    “Keluarlah, Zen.”Suara dingin dan dalam itu menggema di ruangan itu.“Baik, Pak.”Sasha hampir menahan Zen pergi. Tapi, dia masih menahan diri. Sasha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar, merasa terintimidasi dengan hawa di ruangan ini. Benaknya sontak mengingat-ingat.Ludwig … Ludwig Campbell. Marga pria itu adalah Campbell! Pikiran Sasha berkecamuk, ia meremas jemarinya dengan cemas.Sasha sama sekali tidak mengira yang dia layani semalam adalah Ludwig Campbell! Pemilik L&C Law Firm, sekaligus seorang pengacara tersohor yang selalu menang dalam kasus-kasus yang ditanganinya. Konon katanya, semua orang akan langsung mundur dan mencabut gugatan mereka tiap mengetahui pengacara lawan mereka adalah Ludwig Campbell. Pengacara legendaris sekaligus pemilik firma hukum tempat Sasha magang saat ini, adalah pria yang sama yang telah membelinya semalam?Sasha yakin hidupnya sudah berakhir sekarang.“Sasha Briar.”“Y-ya, Pak!”Sasha melirik sedikit ke arah Ludwig sebelum men

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 3

    ‘Aku berhasil!’ batin Sasha dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berdiri sejenak menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya. Sasha sama sekali tak menyangka ia berhasil kabur malam itu juga. Begitu ia keluar dari hotel, ia diam-diam pulang ke rumah bibinya. Untungnya, Katie sudah tidur saat ia sampai.Karena takut dimarahi dan dikembalikan pada debt collector, Sasha langsung berangkat dini hari, mencari toilet di sebuah stasiun terdekat untuk ganti baju dan bersiap, lalu memesan taksi menuju tempat magangnya sekarang. Sebuah firma hukum terkenal di negara ini. L&C Law Firm. Sejak kuliah, Sasha sudah memimpikan untuk bekerja di situ. Mengingat itu membuatnya merasa gugup. Ini adalah hari pertamanya bekerja.Sasha menarik napas sejenak. Ia lalu melangkah masuk ke dalam.Seperti bagian luarnya yang sangat megah, bagian dalam juga tak kalah elit. Sasha menatap takjub lalu-lalang orang berjas di lobi gedung. Mereka terlihat sangat rapi dan profesional. Sasha jadi merasa malu

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 2

    “Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang Ludwig sembari menatapnya tajam. “Kamu seharusnya melayani saya sekarang. Beraninya menyuruh saya menunggu?”Tatapan pria itu seolah menusuk, Sasha berusaha menghindari tatapannya sambil menolehkan wajah. “S-saya belum pernah melakukan ini… Saya belum siap, i-ini pertama kalinya,” cicit Sasha pelan.Dengusan geli Ludwig pun terdengar. “Tentu saja, itu sebabnya hargamu sangat mahal.”Napas Sasha tercekat ketika Ludwig menarik tali lingerie-nya dengan satu tarikan tangan. Gaun tipis itu meluncur ke bawah, menggenang di sekitar pinggulnya. Tubuh polos Sasha seketika terekspos.Wajahnya langsung memerah sempurna. Ia buru-buru menyilangkan tangannya di depan dada. Jantungnya berdebar kencang di

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status