Share

CHAPTER 18: Gerakkan, Sasha

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2026-07-25 15:01:44

Jantung Sasha berdebar kencang. Keringat gugup mengalir di pelipisnya ketika melihat pemandangan di depannya.

Ia sudah melihatnya sekali, tapi masih tak menyangka kalau ‘barang’ pria ini bisa sebesar itu. Bahkan, ketika Sasha mulai menaruh tangannya di sana, tidak semua bagiannya bisa tertutupi.

Sasha menarik napas pelan.

Ini pertama kalinya Sasha memegang kemaluan pria. Jadi, sensasinya terasa aneh di tangan Sasha.

Ia bertanya-tany
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 28: Menyembuhkan Sasha

    Sasha ingin berkata kalau Ludwig tidak perlu melakukannya, tapi pria itu justru membungkam bibirnya agar tidak kembali bersuara.Suara decapan dan kecupan kembali memenuhi kamar. Ludwig seperti biasa lihai bermain di bibirnya. Ia mencecap, melumat, meraup dengan rakus rasa di bibir Sasha hingga sang pemilik megap-megap. Tubuh Sasha perlahan melemas. Ia luruh ke atas kasur, merebahkan dirinya, menyerahkan diri seutuhnya pada kungkungan pria yang ada di atasnya.Ludwig akhirnya melepaskan bibirnya. Ia menatap Sasha sejenak yang terengah, sebelum kembali beralih pada pipi gadis itu.“Ngh … Pak …” Sasha mulai mendesah. Tubuhnya menggeliat pelan. Ia tersentak saat Ludwig tiba-tiba menjilat pipinya. Kepalanya segera tertolehke pria itu.“A-Apa yang bapak lakukan …?” tanya Sasha malu. Wajahnya memerah.“Menyembuhkanmu,” jawab Ludwig singkat sebelum kembali menjilat pipinya. “Apa kamu tidak tahu kalau air ludah bisa menjadi penyembuh luka?”Sasha melenguh, tidak menjawab pertanyaan Ludwig ka

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 27: Menuntut Katie?

    Sasha tersentak. Tubuhnya membeku di bawah tatapan lekat Ludwig.Apa yang harus dia katakan? Haruskah dia jujur?Tapi, kalau dia bicara jujur, apakah Ludwig akan melakukan sesuatu pada bibinya? Tadi saja, dia sudah mengancam akan memberikan Katie sanksi. Mungkin saja dia benar-benar akan memberikan hukuman kalau Sasha menceritakan kebenarannya sekarang.Dan kalau seperti itu, Katie pasti akan lebih murka padanya dan melakukan hal yang lebih buruk dari tadi. Membayangkannya saja sudah membuat Sasha gemetar takut. “Jawab dengan jujur, Sasha. Jangan berbohong pada saya,” suara Ludwig menyentakkan pikiran Sasha. Mata pria itu semakin memicing, seolah ia sedang membaca isi pikiran Sasha.Sasha menelan ludah. Sepertinya dia tidak punya pilihan selain jujur. Ia memang takut dengan hal yang akan terjadi kalau bicara jujur, tapi ia lebih takut lagi dengan konsekuensi yang akan dihadapinya jika berbohong sekarang.Menguatkan dirinya sejenak, Sasha akhirnya berkata pelan, “Benar. Bibi saya seri

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 26: Pertanyaan

    “Duduklah di kasur.”Sasha segera mengikuti perintah Ludwig. Ia duduk di pinggir kasur dan memerhatikan Ludwig yang membelakanginya.Pria itu membuka jas. Melemparkannya sembarang ke atas kursi lalu menggulung lengan kemejanya sampai siku, memperlihatkan urat-urat tangannya yang menonjol.Sasha sedikit ngeri melihatnya. Ia jadi membayangkan seberapa sakit yang Katie rasakan ketika pria itu menggenggam tangannya. Pasti genggamannya itu akan menimbulkan bekas, kan?Sasha buru-buru mengenyahkan pikirannya.“Apa dia melukaimu di bagian lain?” tanya Ludwig, menyentakkan Sasha.

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 25: Perintah Ludwig

    Wajah Katie memucat. Tubuhnya gemetar, terlihat jelas sekali ketakutan dengan ancaman Ludwig.Ludwig mendengus pelan melihat Katie tak berkutik. Dihempaskannya tangan wanita itu dari genggamannya lalu ia menoleh pada Zen.“Bawa dia pulang, Zen. Aku yang akan mengurus Nona Briar,” perintah Ludwig.“Baik, Pak.”Zen mendekat. Ia memegang lengan Katie yang masih terdiam lalu hendak menariknya menuju mobil yang dibawanya. Tapi, seorang pria tiba-tiba menegur mereka.“Katie?”Katie mendongak. Wajahnya yang pucat seketika cerah melihat pria di hadapannya. Ek

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 24: Tuduhan

    “Pegawai? Apa maksud Anda?” tanya Katie. Alisnya merengut dalam. “Memangnya Anda ini siapa?!”“Bi-bibi, dia bosku di kantor. Dia Tuan Ludwig Campbell!” jawab Sasha cepat.Ia merasa ngeri melihat ekspresi Ludwig ketika Katie berkata tidak sopan padanya. Makanya ia buru-buru menjawab ucapan Katie tadi.Mendengar nama yang disebutkan Sasha, Katie seketika tersentak. Ia kini berbalik untuk melihat lebih jelas orang di belakangnya dan matanya seketika membesar.Ludwig Campbell. Ternyata benar orang itu!Katie suka mengikuti berita selebritis. Jadi, tentu saja ia mengenal siapa itu Ludwig. Bahkan, ia sedikit tergila-gila dengan pria itu karena ketampanannya

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 23: Pulang Sekarang

    ‘Kenapa dia ada di sini?!’ batin Sasha panik. Langkahnya bergerak mundur ketika Katie maju mendekatinya.“Jawab aku, Sasha! Kamu sebenarnya masih menjual diri kepada pria hidung belang, kan?!”“Ti-tidak, Bi! A-Aku berani bersumpah!” seru Sasha gelagapan. Jantungnya berdebar kencang.Sasha tidak pernah memperkirakan hal ini. Hotel yang sering ditempatinya ini cukup jauh dari komplek perumahannya. Kebanyakan orang di sana bahkan berasal dari kalangan bawah yang tidak mungkin menapakkan kakinya di kawasan elit ini.Dengan kata lain, Katie tidak seharusnya berada di sini.Tapi, melihat pakaian glamornya, Sasha akhirnya paham

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 7

    Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jang

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 3

    ‘Aku berhasil!’ batin Sasha dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berdiri sejenak menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya. Sasha sama sekali tak menyangka ia berhasil kabur malam itu juga. Begitu ia keluar dari hotel, ia diam-diam pulang ke rumah bibinya. Untungnya, Katie sudah tidur s

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 2

    “Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 1

    “Saya mohon jangan jual saya, Bi! Saya berjanji akan membayar hutang ayah pada mereka!” seru Sasha Briar putus asa pada wanita yang berdiri di depan rumah. Sasha sama sekali tidak mengira akan terjadi hal seperti ini. Padahal, dia tadi pulang ke rumah dalam keadaan senang setelah lolos mendapatkan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status