Share

CHAPTER 5

Author: Heiho
last update publish date: 2026-06-17 18:23:37

Sasha menelan ludah. Ia meremas ujung blusnya erat-erat. 

“A-apa saya boleh meminta waktu untuk memikirkannya dulu?” tanya Sasha masih dengan nada yang takut.

“Baiklah,” ucap Ludwig pendek membuat Sasha tersentak. Dia tidak salah dengar kan barusan? Ludwig membolehkannya untuk berpikir dulu? 

Sasha menghela napas lega. “Terima kasih, Pak—”

“Saya beri sepuluh detik,” tukas pria itu, sebelum tiba-tiba mulai menghitung mundur. “Sepuluh, sembilan, delapan…”

Hah? Sasha melongo seketika. Bukan ini yang ia maksud saat meminta waktu untuk berpikir! Bukan hanya sepuluh detik!

“Tujuh, enam, lima…”

“Se-sebentar, Pak!” ucap Sasha panik. Desakan tiba-tiba ini membuat kepalanya mendadak kosong.

“Empat, tiga, dua—”

Ah, persetan dengan semua ini!

“Baik, Pak! Saya akan menerimanya!” seru Sasha cepat sebelum Ludwig sempat menyebutkan angka satu.

Ludwig tersenyum miring. Terlihat kepuasan di wajahnya, membuat Sasha merasakan kekesalan dalam hati. Benar-benar pria licik!

Pria itu lalu membuka laci mejanya dan mengeluarkan sebuah dokumen dari sana.

“Ini dokumen kontrak kita. Baca dan tanda tangani segera,” perintahnya mutlak sambil melemparkan dokumen tersebut ke atas meja di hadapan Sasha. 

Mata Sasha membulat. Dokumen kontrak?!

Ia bahkan sudah menyiapkan dokumennya? Kalau begitu, berarti pria itu memang sudah merencanakannya sejak awal!

‘Aku benar-benar terjebak dalam kandang singa,’ ratap Sasha dalam hati.

Ia pelan-pelan mengambil dokumen di meja itu dan mulai membacanya. Wajahnya berangsur pucat. 

Salah satu klausul menyebutkan jika ia harus melayani Ludwig Campbell di ranjang setiap dia menginginkannya.

Apa maksud dari ‘setiap menginginkannya’ itu? Berarti tandanya dia bisa melakukannya kapan saja selama dia mau?

Sasha rasanya ingin menarik ucapan setujunya tadi, tapi ia tahu tidak bisa mundur lagi. Lagipula, ia terlalu takut dengan masa depan buntu yang dikehendaki Ludwig jika ia menolaknya.

“Apa perlu sampai didokumenkan seperti ini, Pak?” tanya Sasha lirih dan takut-takut, “Bukankah kesepakatan secara lisan sudah cukup?”

“Saya pengacara, Sasha Briar. Saya percaya pada kekuatan legalitas dokumen yang sah,” balas Ludwig sambil menyodorkan pulpen. “Kontrak tertulis ini memastikan kamu tidak akan kabur, atau kontrak ini sendiri yang akan menghancurkan kamu jika dilanggar.”

Sasha menelan ludah. Dengan kata lain, pria itu hanya ingin mengikatnya sekuat mungkin, bahkan tidak segan-segan mengancamnya. 

Bagaimana bisa ada pengacara seperti ini? Menggunakan kekuatan hukum demi menjalankan penindasan yang tidak etis!

Ternyata Annelise benar. Pria ini adalah orang yang kejam dan tidak berperasaan. 

Sasha akhirnya mengambil pulpen di tangan Ludwig. Ia pelan-pelan mencantumkan tanda tangannya di tempat yang tertera.

Rasanya begitu pedih melihat tanda tangannya tertera di sana. Seolah dia baru saja melakukan kontrak dengan iblis. 

Sasha menyodorkan kembali dokumen dan pulpen ke Ludwig dengan gemetar. Pria itu menerimanya kembali. Sorot mata pria itu tetap dingin saat mengeceknya, tapi mungkinkah diam-diam ia merasa puas? 

Ludwig kemudian mengambil ponselnya di atas meja. Ia mengetik sesuatu sejenak sebelum menaruh ponselnya ke telinga, melakukan panggilan.

“Thomas?”

Ternyata dia melakukan panggilan ke Thomas Brown, senior yang seharusnya membimbing hari pertama Sasha hari ini.

Sasha menelan ludah, menatapnya takut. Salah satu klausul kontrak itu menjelaskan bahwa sifatnya rahasia. Namun, tetap saja jantungnya berdebar seolah Thomas akan mendengar seluruh percakapan mereka barusan.

“Ya. Saya sudah berkenalan dengan anak magang ini. Dia terlihat kompeten,” ucap Ludwig ke telepon sambil melirik ke Sasha yang buru-buru menundukkan kepala.

“Latih dia dengan baik. Pastikan juga anak magang ini memahami cara kerja kontrak atau kesepakatan antara dua belah pihak,” ucap Ludwig dengan penekanan pada kalimatnya. “Bahwa kontrak harus dipatuhi sesuai ketentuan yang sudah disepakati.”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 7

    Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jangan itu tunangannya?’ batin Sasha bertanya-tanya. Melihat pria setampan Ludwig dan wanita secantik itu bersandingan terlihat seperti lukisan. Siapapun yang melihatnya, pasti berpikir mereka benar-benar cocok.Ada perasaan tidak enak di hati Sasha ketika memikirkan hal itu. Mungkin sedikit kesal, sebab mengetahui tindakan kotor Ludwig di belakang tunangannya.Di depan lobi, Ludwig berpisah dengan wanita itu setelah membukakan pintu mobil untuknya. Sikap itu mengingatkan Sasha tentang ucapan Annelise di jam makan siang, bahwa perhatian Ludwig hanya tercurah ke satu orang spesial saja, yaitu kekasihnya.Mobil yang dinaiki wanita itu melaju, dan Ludwig berjalan kembali ke dalam hotel.Sasha ters

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 6

    Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih menundukkan kepala.“Kembalilah ke ruanganmu bersama Zen,” perintah Ludwig, “Lakukan tugasmu dengan benar di sini. Jangan mengecewakan saya.”***“Kudengar tadi kamu dipanggil sama bos ke ruangannya?” tanya Annelise mengagetkan Sasha, “Apa yang dia lakukan? Apa dia memarahimu?”Sasha menghela napas pelan. Ia menurunkan sendoknya yang baru saja ingin dimasukkan ke dalam mulutnya. Sasha tahu, temannya itu sangat penasaran soal kejadian tadi. Mungkin bukan hanya Annelise, seluruh divisinya pun ingin mengetahuinya. Thomas sebelumnya juga bilang bahwa pemagang yang dipanggil langsung ke ruang CEO seperti Sasha ini sangat langka.Ia jadi khawatir jika hal ini menimbulkan rumor yang tidak enak. Pa

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 5

    Sasha menelan ludah. Ia meremas ujung blusnya erat-erat. “A-apa saya boleh meminta waktu untuk memikirkannya dulu?” tanya Sasha masih dengan nada yang takut.“Baiklah,” ucap Ludwig pendek membuat Sasha tersentak. Dia tidak salah dengar kan barusan? Ludwig membolehkannya untuk berpikir dulu? Sasha menghela napas lega. “Terima kasih, Pak—”“Saya beri sepuluh detik,” tukas pria itu, sebelum tiba-tiba mulai menghitung mundur. “Sepuluh, sembilan, delapan…”Hah? Sasha melongo seketika. Bukan ini yang ia maksud saat meminta waktu untuk berpikir! Bukan hanya sepuluh detik!“Tujuh, enam, lima…”“Se-sebentar, Pak!” ucap Sasha panik. Desakan tiba-tiba ini membuat kepalanya mendadak kosong.“Empat, tiga, dua—”Ah, persetan dengan semua ini!“Baik, Pak! Saya akan menerimanya!” seru Sasha cepat sebelum Ludwig sempat menyebutkan angka satu.Ludwig tersenyum miring. Terlihat kepuasan di wajahnya, membuat Sasha merasakan kekesalan dalam hati. Benar-benar pria licik!Pria itu lalu membuka laci mejany

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 4

    “Keluarlah, Zen.”Suara dingin dan dalam itu menggema di ruangan itu.“Baik, Pak.”Sasha hampir menahan Zen pergi. Tapi, dia masih menahan diri. Sasha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar, merasa terintimidasi dengan hawa di ruangan ini. Benaknya sontak mengingat-ingat.Ludwig … Ludwig Campbell. Marga pria itu adalah Campbell! Pikiran Sasha berkecamuk, ia meremas jemarinya dengan cemas.Sasha sama sekali tidak mengira yang dia layani semalam adalah Ludwig Campbell! Pemilik L&C Law Firm, sekaligus seorang pengacara tersohor yang selalu menang dalam kasus-kasus yang ditanganinya. Konon katanya, semua orang akan langsung mundur dan mencabut gugatan mereka tiap mengetahui pengacara lawan mereka adalah Ludwig Campbell. Pengacara legendaris sekaligus pemilik firma hukum tempat Sasha magang saat ini, adalah pria yang sama yang telah membelinya semalam?Sasha yakin hidupnya sudah berakhir sekarang.“Sasha Briar.”“Y-ya, Pak!”Sasha melirik sedikit ke arah Ludwig sebelum men

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 3

    ‘Aku berhasil!’ batin Sasha dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berdiri sejenak menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya. Sasha sama sekali tak menyangka ia berhasil kabur malam itu juga. Begitu ia keluar dari hotel, ia diam-diam pulang ke rumah bibinya. Untungnya, Katie sudah tidur saat ia sampai.Karena takut dimarahi dan dikembalikan pada debt collector, Sasha langsung berangkat dini hari, mencari toilet di sebuah stasiun terdekat untuk ganti baju dan bersiap, lalu memesan taksi menuju tempat magangnya sekarang. Sebuah firma hukum terkenal di negara ini. L&C Law Firm. Sejak kuliah, Sasha sudah memimpikan untuk bekerja di situ. Mengingat itu membuatnya merasa gugup. Ini adalah hari pertamanya bekerja.Sasha menarik napas sejenak. Ia lalu melangkah masuk ke dalam.Seperti bagian luarnya yang sangat megah, bagian dalam juga tak kalah elit. Sasha menatap takjub lalu-lalang orang berjas di lobi gedung. Mereka terlihat sangat rapi dan profesional. Sasha jadi merasa malu

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 2

    “Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang Ludwig sembari menatapnya tajam. “Kamu seharusnya melayani saya sekarang. Beraninya menyuruh saya menunggu?”Tatapan pria itu seolah menusuk, Sasha berusaha menghindari tatapannya sambil menolehkan wajah. “S-saya belum pernah melakukan ini… Saya belum siap, i-ini pertama kalinya,” cicit Sasha pelan.Dengusan geli Ludwig pun terdengar. “Tentu saja, itu sebabnya hargamu sangat mahal.”Napas Sasha tercekat ketika Ludwig menarik tali lingerie-nya dengan satu tarikan tangan. Gaun tipis itu meluncur ke bawah, menggenang di sekitar pinggulnya. Tubuh polos Sasha seketika terekspos.Wajahnya langsung memerah sempurna. Ia buru-buru menyilangkan tangannya di depan dada. Jantungnya berdebar kencang di

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status