共有

CHAPTER 7

作者: Heiho
last update 公開日: 2026-06-17 18:24:07

Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. 

Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!

‘Apa jangan-jangan itu tunangannya?’ batin Sasha bertanya-tanya. 

Melihat pria setampan Ludwig dan wanita secantik itu bersandingan terlihat seperti lukisan. Siapapun yang melihatnya, pasti berpikir mereka benar-benar cocok.

Ada perasaan tidak enak di hati Sasha ketika memikirkan hal itu. Mungkin sedikit kesal, sebab mengetahui tindakan kotor Ludwig di belakang tunangannya.

Di depan lobi, Ludwig berpisah dengan wanita itu setelah membukakan pintu mobil untuknya. Sikap itu mengingatkan Sasha tentang ucapan Annelise di jam makan siang, bahwa perhatian Ludwig hanya tercurah ke satu orang spesial saja, yaitu kekasihnya.

Mobil yang dinaiki wanita itu melaju, dan Ludwig berjalan kembali ke dalam hotel.

Sasha tersentak, segera tersadar dari pikirannya. Dari arahnya, pria itu menuju lift khusus tamu VIP. Ia menuju kamar suite yang dikirimnya ke Sasha tadi!

Sasha segera beranjak pergi dari tempatnya. Ia menaiki lift lain dan memencet tombol untuk menuju lantai kamarnya. Selama di perjalanan, Sasha bergerak-gerak gelisah, takut terlambat sesuai jam yang diminta Ludwig.

Lift sampai di lantai tertinggi. Ini adalah lantai kamar khusus VIP. Sasha menelan ludah. Hanya untuk menghabiskan semalam dengan gadis simpanan, Ludwig menyewa kamar termahal di hotel ini?

Kekayaan pria itu sepertinya memang di level yang berbeda.

Sasha mengecek lagi nomor pintu megah itu, menyesuaikan dengan yang telah dikirim padanya. Ia mengetuk pintu kamar itu, sebelum perlahan membukanya. 

Matanya segera menangkap sosok Ludwig yang tengah berdiri di depan dinding kaca, menghadap ke arah pemandangan malam kota di bawah sana.

“Terlambat tiga menit,” ucapnya singkat, suara rendahnya bergema di kamar yang sepi. Ia melirik Sasha dengan sorot dingin, membuat gadis itu seketika berjengit ketakutan.

“M-maafkan saya… Saya tidak biasa dengan hotel sebesar ini, jadi tadi sempat tersesat…” ujarnya beralasan.

Ludwig tidak menjawab, ia hanya mengangkat jarinya dan menggerakkannya, menyuruh Sasha mendekat.

Sasha menelan ludah, dan perlahan mendekati tubuh besar pria itu. Seperti malam sebelumnya, Sasha merasa tubuhnya begitu kecil di hadapannya.

Dengan satu gerakan, lengan Ludwig yang kokoh seketika meraup pinggang Sasha. Tiba-tiba saja, ia sudah berada di dalam dekapan pria itu, aroma parfumnya yang maskulin seketika memenuhi indra penciumannya.

Satu tangan pria itu yang lain meraih sisi wajah Sasha, lalu tanpa aba-aba, pria itu mendaratkan bibirnya ke bibir Sasha.

“Mmmh?”

Kedua bola mata Sasha membulat. Sontak tangan Sasha meraih kemeja Ludwig, bertumpu di dada bidangnya. Napasnya tercekat.

Ciuman itu rakus, bibir Ludwig yang tebal itu melumat milik Sasha, seolah hendak melahapnya bulat-bulat. Lalu lidahnya ikut bermain, masuk ke dalam bibir Sasha, membuat tubuh gadis itu menegang.

Sasha membuka mata saat Ludwig melepas tautan bibirnya. Napas pria itu berat, beradu dengan Sasha yang juga terengah-engah.

“Apa saya berciuman dengan patung?” desisnya rendah. “Seharusnya kamu yang berusaha untuk memuaskan saya. Ciuman saja tidak bisa?”

Wajah Sasha memerah, jantungnya berdegup kencang. “T-tapi… ini pertama kalinya saya berciuman, Pak…”

Ludwig terdiam sejenak, sebelum bibirnya mengulas sebuah seringai kecil. “Oh?”

Kedua lengan pria itu tiba-tiba melingkari pinggul Sasha, mengangkatnya dengan mudah, seolah berat badannya tidak ada.

“P-Pak?!” Sasha kaget, buru-buru mencengkram kerah kemeja pria itu, dan melingkarkan dua kaki di pinggang lebarnya karena takut jatuh.

“Karena semua hal adalah pertama kalinya bagi kamu, maka saya akan menunjukkan caranya. Satu per satu,” bisik Ludwig rendah. “Anak magang yang tidak tahu apa-apa ini … memang perlu diajari dengan benar.”

Pria itu membawa Sasha ke atas kasur ukuran king size itu, merebahkannya di sana. Lalu ia merunduk dan menciumi lehernya, sesekali memberikan gigitan-gigitan kecil yang membuat Sasha menggeliat pelan.

Tangan Ludwig tidak tinggal diam, jemarinya dengan lincah menanggalkan kancing blus Sasha satu per satu, hingga tubuh atasnya terekspos, menyisakan lapisan bra menutupi dada.

Sasha tersentak pelan, ia tiba-tiba teringat dengan pemandangan Ludwig dan wanita di depan lobi.

“Ngh… Tu-tunggu, Pak,” pinta Sasha cepat sambil menahan bahu Ludwig, meski pria itu mengacuhkan permintaannya, hingga ia melontarkan pertanyaan, “P-perempuan di lobi tadi … apakah wanita itu tunangan Bapak?”

Gerakan Ludwig terhenti. Wajahnya seketika menggelap. Sasha terkesiap, mungkinkah ia salah bertanya?

Pria itu mengangkat wajahnya, lalu menarik dasinya hingga longgar dan mengusap rambutnya ke belakang.

“Seharusnya saya menambahkan satu lagi klausul di kontrak itu,” bisiknya. Ia mencengkram kedua tangan Sasha dan menekannya di kasur, seketika memerangkap gadis itu di bawahnya.

Saat Ludwig merunduk kembali, napasnya beradu dengan kulit Sasha, membuat sekujur tubuh gadis itu meremang.

“...Bahwa di ranjang saya, kamu dilarang untuk memikirkan hal apapun, selain fokus untuk memuaskan saya.”

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 7

    Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jangan itu tunangannya?’ batin Sasha bertanya-tanya. Melihat pria setampan Ludwig dan wanita secantik itu bersandingan terlihat seperti lukisan. Siapapun yang melihatnya, pasti berpikir mereka benar-benar cocok.Ada perasaan tidak enak di hati Sasha ketika memikirkan hal itu. Mungkin sedikit kesal, sebab mengetahui tindakan kotor Ludwig di belakang tunangannya.Di depan lobi, Ludwig berpisah dengan wanita itu setelah membukakan pintu mobil untuknya. Sikap itu mengingatkan Sasha tentang ucapan Annelise di jam makan siang, bahwa perhatian Ludwig hanya tercurah ke satu orang spesial saja, yaitu kekasihnya.Mobil yang dinaiki wanita itu melaju, dan Ludwig berjalan kembali ke dalam hotel.Sasha ters

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 6

    Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih menundukkan kepala.“Kembalilah ke ruanganmu bersama Zen,” perintah Ludwig, “Lakukan tugasmu dengan benar di sini. Jangan mengecewakan saya.”***“Kudengar tadi kamu dipanggil sama bos ke ruangannya?” tanya Annelise mengagetkan Sasha, “Apa yang dia lakukan? Apa dia memarahimu?”Sasha menghela napas pelan. Ia menurunkan sendoknya yang baru saja ingin dimasukkan ke dalam mulutnya. Sasha tahu, temannya itu sangat penasaran soal kejadian tadi. Mungkin bukan hanya Annelise, seluruh divisinya pun ingin mengetahuinya. Thomas sebelumnya juga bilang bahwa pemagang yang dipanggil langsung ke ruang CEO seperti Sasha ini sangat langka.Ia jadi khawatir jika hal ini menimbulkan rumor yang tidak enak. Pa

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 5

    Sasha menelan ludah. Ia meremas ujung blusnya erat-erat. “A-apa saya boleh meminta waktu untuk memikirkannya dulu?” tanya Sasha masih dengan nada yang takut.“Baiklah,” ucap Ludwig pendek membuat Sasha tersentak. Dia tidak salah dengar kan barusan? Ludwig membolehkannya untuk berpikir dulu? Sasha menghela napas lega. “Terima kasih, Pak—”“Saya beri sepuluh detik,” tukas pria itu, sebelum tiba-tiba mulai menghitung mundur. “Sepuluh, sembilan, delapan…”Hah? Sasha melongo seketika. Bukan ini yang ia maksud saat meminta waktu untuk berpikir! Bukan hanya sepuluh detik!“Tujuh, enam, lima…”“Se-sebentar, Pak!” ucap Sasha panik. Desakan tiba-tiba ini membuat kepalanya mendadak kosong.“Empat, tiga, dua—”Ah, persetan dengan semua ini!“Baik, Pak! Saya akan menerimanya!” seru Sasha cepat sebelum Ludwig sempat menyebutkan angka satu.Ludwig tersenyum miring. Terlihat kepuasan di wajahnya, membuat Sasha merasakan kekesalan dalam hati. Benar-benar pria licik!Pria itu lalu membuka laci mejany

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 4

    “Keluarlah, Zen.”Suara dingin dan dalam itu menggema di ruangan itu.“Baik, Pak.”Sasha hampir menahan Zen pergi. Tapi, dia masih menahan diri. Sasha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar, merasa terintimidasi dengan hawa di ruangan ini. Benaknya sontak mengingat-ingat.Ludwig … Ludwig Campbell. Marga pria itu adalah Campbell! Pikiran Sasha berkecamuk, ia meremas jemarinya dengan cemas.Sasha sama sekali tidak mengira yang dia layani semalam adalah Ludwig Campbell! Pemilik L&C Law Firm, sekaligus seorang pengacara tersohor yang selalu menang dalam kasus-kasus yang ditanganinya. Konon katanya, semua orang akan langsung mundur dan mencabut gugatan mereka tiap mengetahui pengacara lawan mereka adalah Ludwig Campbell. Pengacara legendaris sekaligus pemilik firma hukum tempat Sasha magang saat ini, adalah pria yang sama yang telah membelinya semalam?Sasha yakin hidupnya sudah berakhir sekarang.“Sasha Briar.”“Y-ya, Pak!”Sasha melirik sedikit ke arah Ludwig sebelum men

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 3

    ‘Aku berhasil!’ batin Sasha dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berdiri sejenak menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya. Sasha sama sekali tak menyangka ia berhasil kabur malam itu juga. Begitu ia keluar dari hotel, ia diam-diam pulang ke rumah bibinya. Untungnya, Katie sudah tidur saat ia sampai.Karena takut dimarahi dan dikembalikan pada debt collector, Sasha langsung berangkat dini hari, mencari toilet di sebuah stasiun terdekat untuk ganti baju dan bersiap, lalu memesan taksi menuju tempat magangnya sekarang. Sebuah firma hukum terkenal di negara ini. L&C Law Firm. Sejak kuliah, Sasha sudah memimpikan untuk bekerja di situ. Mengingat itu membuatnya merasa gugup. Ini adalah hari pertamanya bekerja.Sasha menarik napas sejenak. Ia lalu melangkah masuk ke dalam.Seperti bagian luarnya yang sangat megah, bagian dalam juga tak kalah elit. Sasha menatap takjub lalu-lalang orang berjas di lobi gedung. Mereka terlihat sangat rapi dan profesional. Sasha jadi merasa malu

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 2

    “Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang Ludwig sembari menatapnya tajam. “Kamu seharusnya melayani saya sekarang. Beraninya menyuruh saya menunggu?”Tatapan pria itu seolah menusuk, Sasha berusaha menghindari tatapannya sambil menolehkan wajah. “S-saya belum pernah melakukan ini… Saya belum siap, i-ini pertama kalinya,” cicit Sasha pelan.Dengusan geli Ludwig pun terdengar. “Tentu saja, itu sebabnya hargamu sangat mahal.”Napas Sasha tercekat ketika Ludwig menarik tali lingerie-nya dengan satu tarikan tangan. Gaun tipis itu meluncur ke bawah, menggenang di sekitar pinggulnya. Tubuh polos Sasha seketika terekspos.Wajahnya langsung memerah sempurna. Ia buru-buru menyilangkan tangannya di depan dada. Jantungnya berdebar kencang di

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status