分享

CHAPTER 6

作者: Heiho
last update publish date: 2026-06-17 18:23:49

Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?

Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. 

Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih menundukkan kepala.

“Kembalilah ke ruanganmu bersama Zen,” perintah Ludwig, “Lakukan tugasmu dengan benar di sini. Jangan mengecewakan saya.”

***

“Kudengar tadi kamu dipanggil sama bos ke ruangannya?” tanya Annelise mengagetkan Sasha, “Apa yang dia lakukan? Apa dia memarahimu?”

Sasha menghela napas pelan. Ia menurunkan sendoknya yang baru saja ingin dimasukkan ke dalam mulutnya. 

Sasha tahu, temannya itu sangat penasaran soal kejadian tadi. Mungkin bukan hanya Annelise, seluruh divisinya pun ingin mengetahuinya. Thomas sebelumnya juga bilang bahwa pemagang yang dipanggil langsung ke ruang CEO seperti Sasha ini sangat langka.

Ia jadi khawatir jika hal ini menimbulkan rumor yang tidak enak. Padahal ia masih baru di sini. Ia tidak ingin menarik terlalu banyak perhatian.

Sasha berharap setidaknya kegiatan makan siangnya ini bisa tenang. Sayangnya, Annelise tidak bisa meninggalkannya sendiri karena penasaran setengah mati.

“Dia cuma menegaskan beberapa peraturan di sini saja,” ucap Sasha tanpa menatap Annelise. Ia tidak ingin ketahuan berbohong sekarang. 

“Tanpa basa-basi?” tanya Annelise.

“Ada perkenalan sebentar sebelumnya. Lalu, dia langsung saja membacakan tentang peraturan di sini, dan memperingatkan soal isi kontrak kerja.”

“Wah, seram,” balas Annelise sambil bergidik, “Dia bahkan sangat keras ke pemagang baru. Meski hal itu sudah tidak mengherankan, sih.”

‘Dia bahkan tidak hanya keras, tapi juga seperti iblis!’ koreksi Sasha dalam hati.

Tapi, Sasha tidak berkata apa pun. Ia hanya mengangguk-angguk pelan. 

Annelise menepuk-nepuk pelan punggung temannya itu dengan wajah prihatin.

“Jangan khawatirkan soal sikapnya tadi. Dia memang selalu seperti itu ke semua orang. Namanya juga bos besar, sudah pasti tegas dan menakutkan,” hiburnya, lalu menggumam pelan, “Hmm, mungkin di dunia ini, dia hanya tidak bersikap dingin ke satu orang saja.”

“Siapa?” Sasha refleks bertanya penasaran.

“Tunangannya.”

Bola mata Sasha membulat. “Tunangan?”

Annelise terkekeh melihat ekspresi Sasha yang terkejut.

“Aku juga kaget waktu pertama kali mendengarnya! Soalnya, pria sedingin dan sekaku itu, apa iya bisa punya kekasih?” komentar Annelise. “Dan pria itu bahkan bisa punya sisi lembut ke kekasihnya. Sulit dibayangkan, ya, kan?”

Annelise terdengar antusias, seperti gadis yang tertarik membicarakan soal cinta. Sementara tubuh Sasha menegang. Jantungnya berdebar kencang. Berbagai pertanyaan segera menyeruak dalam benaknya. 

Kalau Ludwig memang sudah punya tunangan, lalu kenapa pria itu masih memaksanya untuk menjadi pemuas nafsunya? Bahkan sampai mengikatnya dengan kontrak?

Pria yang main wanita sudah pasti memang gila, tapi Ludwig Campbell tidak mungkin sebrengsek itu sampai melakukannya saat sudah punya kekasih, kan?

Sasha tersentak dari pikirannya ketika mendengar ponselnya berbunyi. Ia merogoh saku celananya dan tercekat begitu melihat notifikasi pesan dari Ludwig. 

Ia melirik Annelise sejenak. Melihat temannya itu sedang sibuk dengan ponselnya sendiri, Sasha langsung membuka pesannya.

[Check in jam 21.00. Royal suite 1688. Jangan terlambat.]

Di bawahnya, pria itu lanjut mengirimkan pesan berisi alamat hotel yang perlu ia datangi.

***

Sasha menatap hotel yang menjulang di depannya dengan gelisah. Hal ini mengingatkannya pada malam ketika debt collector menjualnya ke Ludwig. 

Sungguh miris hidupnya. Padahal, ia sudah bersusah payah untuk kabur, tapi ujung-ujungnya kembali lagi ke pria itu. Seolah hidup memang memaksanya untuk terus menderita.

Sasha menghela napas pelan. Ia tidak ingin berpikir macam-macam lagi. Selesaikan malam ini dengan cepat, lalu pulang ke rumah secepatnya. 

Begitu sampai di lobi, Sasha segera menghentikan langkahnya. Matanya membulat melihat Ludwig tengah berjalan sambil berbincang dengan seorang wanita cantik. 

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 7

    Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jangan itu tunangannya?’ batin Sasha bertanya-tanya. Melihat pria setampan Ludwig dan wanita secantik itu bersandingan terlihat seperti lukisan. Siapapun yang melihatnya, pasti berpikir mereka benar-benar cocok.Ada perasaan tidak enak di hati Sasha ketika memikirkan hal itu. Mungkin sedikit kesal, sebab mengetahui tindakan kotor Ludwig di belakang tunangannya.Di depan lobi, Ludwig berpisah dengan wanita itu setelah membukakan pintu mobil untuknya. Sikap itu mengingatkan Sasha tentang ucapan Annelise di jam makan siang, bahwa perhatian Ludwig hanya tercurah ke satu orang spesial saja, yaitu kekasihnya.Mobil yang dinaiki wanita itu melaju, dan Ludwig berjalan kembali ke dalam hotel.Sasha ters

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 6

    Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih menundukkan kepala.“Kembalilah ke ruanganmu bersama Zen,” perintah Ludwig, “Lakukan tugasmu dengan benar di sini. Jangan mengecewakan saya.”***“Kudengar tadi kamu dipanggil sama bos ke ruangannya?” tanya Annelise mengagetkan Sasha, “Apa yang dia lakukan? Apa dia memarahimu?”Sasha menghela napas pelan. Ia menurunkan sendoknya yang baru saja ingin dimasukkan ke dalam mulutnya. Sasha tahu, temannya itu sangat penasaran soal kejadian tadi. Mungkin bukan hanya Annelise, seluruh divisinya pun ingin mengetahuinya. Thomas sebelumnya juga bilang bahwa pemagang yang dipanggil langsung ke ruang CEO seperti Sasha ini sangat langka.Ia jadi khawatir jika hal ini menimbulkan rumor yang tidak enak. Pa

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 5

    Sasha menelan ludah. Ia meremas ujung blusnya erat-erat. “A-apa saya boleh meminta waktu untuk memikirkannya dulu?” tanya Sasha masih dengan nada yang takut.“Baiklah,” ucap Ludwig pendek membuat Sasha tersentak. Dia tidak salah dengar kan barusan? Ludwig membolehkannya untuk berpikir dulu? Sasha menghela napas lega. “Terima kasih, Pak—”“Saya beri sepuluh detik,” tukas pria itu, sebelum tiba-tiba mulai menghitung mundur. “Sepuluh, sembilan, delapan…”Hah? Sasha melongo seketika. Bukan ini yang ia maksud saat meminta waktu untuk berpikir! Bukan hanya sepuluh detik!“Tujuh, enam, lima…”“Se-sebentar, Pak!” ucap Sasha panik. Desakan tiba-tiba ini membuat kepalanya mendadak kosong.“Empat, tiga, dua—”Ah, persetan dengan semua ini!“Baik, Pak! Saya akan menerimanya!” seru Sasha cepat sebelum Ludwig sempat menyebutkan angka satu.Ludwig tersenyum miring. Terlihat kepuasan di wajahnya, membuat Sasha merasakan kekesalan dalam hati. Benar-benar pria licik!Pria itu lalu membuka laci mejany

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 4

    “Keluarlah, Zen.”Suara dingin dan dalam itu menggema di ruangan itu.“Baik, Pak.”Sasha hampir menahan Zen pergi. Tapi, dia masih menahan diri. Sasha menundukkan kepalanya dalam-dalam. Tubuhnya bergetar, merasa terintimidasi dengan hawa di ruangan ini. Benaknya sontak mengingat-ingat.Ludwig … Ludwig Campbell. Marga pria itu adalah Campbell! Pikiran Sasha berkecamuk, ia meremas jemarinya dengan cemas.Sasha sama sekali tidak mengira yang dia layani semalam adalah Ludwig Campbell! Pemilik L&C Law Firm, sekaligus seorang pengacara tersohor yang selalu menang dalam kasus-kasus yang ditanganinya. Konon katanya, semua orang akan langsung mundur dan mencabut gugatan mereka tiap mengetahui pengacara lawan mereka adalah Ludwig Campbell. Pengacara legendaris sekaligus pemilik firma hukum tempat Sasha magang saat ini, adalah pria yang sama yang telah membelinya semalam?Sasha yakin hidupnya sudah berakhir sekarang.“Sasha Briar.”“Y-ya, Pak!”Sasha melirik sedikit ke arah Ludwig sebelum men

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 3

    ‘Aku berhasil!’ batin Sasha dengan jantung yang berdebar kencang. Ia berdiri sejenak menatap gedung yang menjulang tinggi di depannya. Sasha sama sekali tak menyangka ia berhasil kabur malam itu juga. Begitu ia keluar dari hotel, ia diam-diam pulang ke rumah bibinya. Untungnya, Katie sudah tidur saat ia sampai.Karena takut dimarahi dan dikembalikan pada debt collector, Sasha langsung berangkat dini hari, mencari toilet di sebuah stasiun terdekat untuk ganti baju dan bersiap, lalu memesan taksi menuju tempat magangnya sekarang. Sebuah firma hukum terkenal di negara ini. L&C Law Firm. Sejak kuliah, Sasha sudah memimpikan untuk bekerja di situ. Mengingat itu membuatnya merasa gugup. Ini adalah hari pertamanya bekerja.Sasha menarik napas sejenak. Ia lalu melangkah masuk ke dalam.Seperti bagian luarnya yang sangat megah, bagian dalam juga tak kalah elit. Sasha menatap takjub lalu-lalang orang berjas di lobi gedung. Mereka terlihat sangat rapi dan profesional. Sasha jadi merasa malu

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 2

    “Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang Ludwig sembari menatapnya tajam. “Kamu seharusnya melayani saya sekarang. Beraninya menyuruh saya menunggu?”Tatapan pria itu seolah menusuk, Sasha berusaha menghindari tatapannya sambil menolehkan wajah. “S-saya belum pernah melakukan ini… Saya belum siap, i-ini pertama kalinya,” cicit Sasha pelan.Dengusan geli Ludwig pun terdengar. “Tentu saja, itu sebabnya hargamu sangat mahal.”Napas Sasha tercekat ketika Ludwig menarik tali lingerie-nya dengan satu tarikan tangan. Gaun tipis itu meluncur ke bawah, menggenang di sekitar pinggulnya. Tubuh polos Sasha seketika terekspos.Wajahnya langsung memerah sempurna. Ia buru-buru menyilangkan tangannya di depan dada. Jantungnya berdebar kencang di

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status