Share

CHAPTER 8: Sensitif

Penulis: Heiho
last update Tanggal publikasi: 2026-06-25 19:00:44

Sasha menelan ludah. Merasa ngeri melihat sorot tajam Ludwig. Namun kengerian itu hanya sejenak karena pria itu kembali mencium rahang Sasha, membuatnya mengerang pelan.

“A-ah …” desah Sasha pelan. Tubuhnya gemetar merasakan ciuman intens Ludwig terus menjelajahi rahangnya, lalu turun ke lehernya.

Ia tersentak saat lidah hangat Ludwig menjilat lehernya.

“A-ah! P-Pak …” erang Sasha. Matanya terpejam erat dan tubuhnya menggeliat pelan karena sensasi itu.

“Gel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 15: Sasha Sakit

    Sasha mematung. Tubuhnya mendadak mendingin, seolah aliran darahnya tiba-tiba tersumbat.Lagi-lagi pria itu mengancamnya. Tapi, ancaman kali ini terasa lebih berat dari sebelumnya.Tentu saja. Setelah pria itu tidak bisa menjauhkannya dari Isabel, ia pasti semakin merasa was-was hubungan gelap mereka akan terbongkar.Apalagi, Sasha akan terus menempel dengan Isabel ke depannya. Ludwig pasti juga merasa waspada kalau tunangannya itu dekat-dekat dengan wanita yang punya hubungan gelap dengannya.Menarik napas pelan, Sasha akhirnya mengangguk. “Baik, Pak. Saya akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaan ini,” ucapnya.Ludwig mendengus pelan.

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 14: Ancaman Ludwig

    Sasha mengerutkan alis. Merasa bingung dengan ucapan Ludwig. Kalau dia memang sudah menyiapkan karyawan lain lalu kenapa Isabel masih mempertahankannya? Apa Thomas belum membicarakannya dengan Isabel?“Iya, aku tahu, kok. Dia tadi juga sudah bilang padaku,” balas Isabel yang juga menjawab pertanyaan di benak Sasha.“Lalu kenapa kamu masih bersamanya?” tanya Ludwig lagi. Kali ini, tatapannya terlihat sedikit menajam.Isabel menaikkan bahunya santai, “Ya, aku tetap lebih suka dengannya. Makanya aku ingin Sasha tetap menjadi asistenku.”Sasha tersentak ketika Ludwig tiba-tiba mendelik padanya. Tatapan itu membuatnya mengkerut, jadi ia buru-buru menundukkan pandangannya.

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 13: Ketahuan

    Sasha segera pulang ke rumahnya. Jarak restoran ke rumahnya tidak terlalu jauh. Jadi, Sasha memutuskan untuk berjalan kaki kesana.Ia sudah berharap sisa malamnya akan berjalan damai. Tapi, harapannya langsung pupus begitu ia memasuki kompleks perumahannya.“Kalian tahu Sasha Briar yang tinggal di rumah Katie? Katanya dia sekarang kerja di rumah bordil! Makanya tidak pulang akhir-akhir ini.”Sasha terdiam mendengar suara itu. Langkah kakinya nyaris saja terhenti seketika.Di kompleks perumahan kecil ini, tidak heran jika kabar kecil langsung menyebar luas seperti kobaran api. Ibu-ibu sedang berkumpul di depan halaman sambil bergosip.“Rumah bordil? Yang benar, Bu? Padahal dia terlihat seperti anak baik-baik. Sayang sekali!”“Ah, anak zaman sekarang memang begitu. Mereka selalu mencari cara instan untuk dapat uang! Apalagi, gadis malang itu punya banyak hutang, kan?”“Benar! Kudengar ayahnya meninggal karena sakit-sakitan setelah bangkrut, lalu malah mewarisi hutang ke anaknya.”Suara

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 12: Rumor Lain

    Sasha mengerjapkan matanya bingung. Ia tidak menduga ucapan itu. Sasha kira, Ludwig membawanya ke sini karena pria itu ingin dilayani sekarang. Tapi, dia malah menanyakan hal itu?“Jawab saya, Sasha,” desis Ludwig sambil mendekatkan wajahnya ke Sasha. Membuat jantung gadis itu melompat pelan.Posisi ini membuat Sasha teringat lagi dengan kejadian semalam. Teringat dengan tubuh kokohnya yang menghimpit Sasha semalam dan ‘barang’ pria itu yang hampir masuk ke dalam miliknya.Sasha buru-buru menepiskan pikiran itu. Apalagi, tatapan Ludwig semakin tajam sekarang. Ia menarik napas sejenak.“N-Nona Isabel meminta saya untuk menjadi asistennya,” balas Sasha tergagap.Ludwig mengerutkan alis, “Asisten?”Melihatnya, Sasha ikut merasa heran. Apa Thomas belum memberitahukannya pada CEO mereka ini?“Iya. Pak Thomas juga sudah menyetujuinya tadi,” tambah Sasha, “Beliau bilang akan memberitahukannya ke Bapak.”Wajah Ludwig menggelap. Ekspresinya lebih tidak ramah dari sebelumnya. Sasha seketika me

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 11: Asisten Pribadi Isabel

    “Terima kasih, Thomas,” Isabel mengulas senyum manis. Wanita itu lalu mengalihkan pandangan ke Sasha, “Tolong bawakan berkas-berkas kasus penipuan di mejaku ke ruangan meeting. Sebentar lagi aku ada meeting dengan klien.” “Baik, Nona.” Sasha segera berlalu dari sana. Sebelum menuju meja Isabel, ia mengambil buku catatannya sejenak di atas mejanya. “Kamu menjadi asisten Nona Isabel?” bisik Annelise tiba-tiba yang dibalas anggukan cepat Sasha. Gadis itu seketika menatap takjub. “Kamu benar-benar beruntung!” seru Annelise tertahan, “Kamu tahu kan, siapa Isabella Baldethiva itu? Dia putri tunggal salah satu keluarga paling berpengaruh di negara ini,” Annelise melanjutkan, “Kudengar mereka punya perusahaan estate, tapi Isabella sendiri lebih memilih punya karir sendiri.” Sasha menelan ludah. Keluarga kaya raya? Itu kabar buruk baginya. Kalau Isabel

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 10: Orang Baru itu ...

    “Apa kalian tadi lihat? Ada seorang wanita cantik berjalan bersama Tuan Campbell di lobi!”“Benarkah? Siapa wanita itu? Kenapa dia bisa bersama Tuan Campbell?”“Entahlah. Tapi dia benar-benar cantik, mereka terlihat cocok sekali ketika berjalan bersama. Apa itu tunangannya, ya?”Dengungan suara itu memenuhi kantor Sasha. Membuat Sasha yang sedari tadi berusaha fokus bekerja, semakin tergoyahkan.Di sebelahnya, Annelise mendesah pelan. Ia juga sudah tidak fokus karena gosip rekan-rekan mereka.“Orang-orang heboh sekali. Aku juga jadi penasaran ingin melihatnya,” gerutu Annelise. Ia kemudian menoleh ke Sasha yan

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 2

    “Ah! Tu-tunggu, Tuan…”Sasha mendesah pelan saat bibir Ludwig mulai menjamah lehernya, ciumannya lembut. Hidung mancungnya menggesek kulit sensitif di sana. Begitu geli! Sensasinya tidak tertahankan.Kedua tangan Sasha mendorong dada bidang Ludwig, membuat pria itu berhenti sejenak.“Tunggu?” ulang

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 1

    “Saya mohon jangan jual saya, Bi! Saya berjanji akan membayar hutang ayah pada mereka!” seru Sasha Briar putus asa pada wanita yang berdiri di depan rumah. Sasha sama sekali tidak mengira akan terjadi hal seperti ini. Padahal, dia tadi pulang ke rumah dalam keadaan senang setelah lolos mendapatkan

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 6

    Tubuh Sasha seketika menegang. Apa dia baru saja menyindirnya, dan kontrak mereka barusan? Apa pria itu melakukannya untuk mengintimidasi dirinya?Padahal tanpa melakukan itu, Sasha sudah sangat tertekan sekarang. Tak lama, Ludwig mematikan panggilannya. Ia kini menatap Sasha seutuhnya yang masih

  • Tuan Pengacara Menjebakku di Ranjangnya   CHAPTER 7

    Sasha segera menyembunyikan dirinya di balik sebuah pilar besar. Ia menatap lekat keduanya dari jauh. Wanita di hadapan Ludwig sangat cantik dan elegan. Wajahnya putih bersih dan senyumannya begitu memikat. Seperti halnya Ludwig, wanita itu juga seperti dipahat langsung oleh dewa!‘Apa jangan-jang

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status